Petualangan Anak Banten Part 28
( Putih )
( Putih )
Ane lagi diam sambil menatap caca , ada sesuatu muncul didepan ane , aki aki dengan pakaian putih sangat putih dan terang lalu dia berkata "wahai cucuku , saya akan memberikanmu ilmu yang dulu pernah saya pelajari untuk melawan seseorang yang sudah berbuat seperti ini padamu"
"hemmm siapa ini aki?" kata ane garuk garuk kepala
"mereka akan menjawabnya" tunjuk aki tersebut kesamping ane. , disamping kanan ane ada 3 mbah sedang menundukan kepalanya ke arah aki ini
"ohh saudara tua mbah sut ya (mbah sut itu penampakannya kakek kakek kalau yang lupa)" kata ane sambil menganggukan kepala , "reunian nih kangen ya hehe" kata ane polos
"hahahahaha" aki aki itu tertawa . "kamu tuh cucuku yang paling lucu" kata aki aki itu . "berbeda dengan bapakmu terlalu serius" katanya lagi
"lohh ini siapa memang?" kata ane
"saya aki buyutmu, saya yang membuatmu seperti sekarang mempunyai indra lebih dalam melihat dan mempunyai peliharaan gaib " kata si aki
"oh saya panggil aki aja ya hehe , " kata ane
"ya panggil aki saja tidak apa apa cucuku"" kata aki
"oh ya ki ini tuh teman gaib ku bukan peliharaan" kata ane senyum ke aki dan ke mbah mbah ane
"sungguh baik dirimu sudah menganggap mereka temanmu sandi" kata aki tersenyum
"panggil saya bro sandi aja ki biar keren hehe" kata ane
"hahahaha apa lagi itu kata kata hahahaa. lebih baik sandi saja ya" kata aki itu
"yah gimana aki deh, eh ki mau kasih ilmu apa? " kata ane
"ilmu putih sandi, sebenarnya ilmu ini sudah ada dibadan kamu . tapi belum terlihat karena kamu belum bisa mengontrolnya" kata aki itu
"pejamkanlah mata kamu" lalu ane memejamkan mata . ada sesuatu yang dingin dikening ane dan menyebar keseluruh tubuh ane . rasanya seperti sehabis mandi dengan air dingin tapi tidak basah segar sekali .
"buka kembali mata kamu" kata aki . ane membuka mata . serasa berbeda badan ane.
"lihatlah kebelakangmu"
Ane lihat kebelakang , 3 mbah ku beserta semua pengawal keluarga caca membungkukan badannya ke arah ane diruangan itu penuh sesak sampai kedepan pintu
"lohh kenapa mereka ki" kata ane tapi aki itu menghilang , terdengar suara aki ditelinga ane "ilmu putih akan berubah menjadi hitam bila digunakan dengan kejahatan , sebaliknya ilmu hitam akan menjadi putih bila digunakan untuk kebaikan. saya percaya bahwa kau cucuku dapat mengunakan kekuatanmu untuk kebaikan. salam untuk semuanya" kata suara aki itu
"sandi ? kenapa?"kata nyokap ane memperhatikan ane
"aku baru lihat aki buyut mah" kata ane
"oh, papahmu juga pernah disamperin tapi dia diomelin karena mengunakan ilmunya untuk balas dendam, ingat sandi ilmu dari aki harus digunakan dengan baik. jangan ada niat buruk ke andi. harus diselesaikan dengan baik" kata nyokap ane . ane cuma ngangguk
"mbah put kenapa mereka membungkukan badannya? sudah sudah bangun semuanya" kata ane
"kami jin putih bro sandi . bagi manusia yang mempunyai sinar terang seperti bro sandi ini kami semua akan mengikutinya" kata mbah put
"terus? gunakanya buat lawan andi apa? bukannya andi itu jin hitam?" kata ane
"kegelapan akan menghilang bila disinari oleh sinar terang" kata mbah kut
"oaahh ilmu senter lampu ya hehe" kata ane , mereka menatap ane bingung ,
"ya ya ya pasti kalian ga tau , yasudah bubar jalan gih . mau berduaan dulu sama caca" kata ane ke mereka
"eh mbah put dan nyai ro jangan kemana kemana , nyai ro sekarang sama saya ya , nyai jadi teman gaib ku yang kedua setelah mbah put" kata ane senyumin nyai .
"baik bro sandi saya akan menjadi pengikut bro sandi" kata nyai ro , suara serak serak cantik macan
"bukan pengikut nyai , tapi teman " kata ane senyum ,
"baik bro sandi" kata ane . jadi lah ane diikutin 2 macan berbeda kelamin ini . dijodohin ga? lihat saja nanti
.........................
Saking lelahnya ane tertidur disamping caca . ane bermimpi dengan jelas caca sedang dililit seekor ular raksasa dan meminta tolong sama ane "sayang tolong lepaskan ikatan ini sayang sakit", ane hanya bisa diam tidak bisa bergerak dimimpi itu . lalu ane terbangun dengan memanggil nama "caca!!!!!!!" dengan napas seperti habis lari , ane lihat jendela sudah hampir malam lagi dan ane tidur dikursi dipindahkan oleh bokap ane. disebelah caca ada abang caca . dia melihat ke arah ane dengan tatapan sedih
"san udah bangun?" kata kiki
"eh bang , sorry ya kecapean tadi ketiduran" kata ane mendekatinya
"iya ga apa apa san , maaf ya jadi gini semua" kata kiki
"gw yang minta maaf bang ga bisa jagain caca , oh ya gimana bang keadaan papah abang" kata ane
"tadi dibawa kegurunya di daerah sana (bukan paman andi) , sudah bisa bangun tapi kakinya belum bisa digerakan" kata kiki meneteskan air mata
"maaf ya bang, tenang aja untuk masalah andi biar aku yang urus" kata ane usap usap punggung kiki
"sudah san , jangan lagi lu bertengkar" kata kiki
"ga ko bang , gw punya cara lain kalahin dia" kata ane
"yang penting jangan kekerasan san" kata kiki
"sip bang" kata ane
"caca tadi sebutin nama lo san , cuma ga lama tidur lagi" kata kiki , ane lalu mendekati caca . walau dia sakit wajahnya tetap cantik
"gw sayang banget sama caca bang" kata ane usap usap kepalanya
"gw mau lo jadi adik ipar gw san , semoga caca lekas sembuh" kata kiki
"ya bang" kata ane
Singkatnya 2 hari caca belum juga sadar dan denyut jantungnya melemah . ane sudah tidak tahan melihat caca seperti ini jadi ane putuskan untuk menemui andi . ane ijin ke ortu ane dan ortu caca , mereka hanya perpesan bahwa harus hati hati dan tidak boleh emosi . bila sedikit saja melalukan kesalahan maka akan fatal akibatnya . tepatnya hari kamis malam jumat ane menuju kediaman andi yang lumayan jauh dari tempat ane. ane hanya membawa 2 macan putih (nyai ro dan mbah put) dan dengan hati yang dingin ane berusaha tepat menjaga emosi . ane diantar oleh supir caca dan turun depan rumah andi . suasana disana sangat panas didepan gerbangnya ada 2 jin besar (genderuwo) dengan mata yang menyalah bagaikan api.
"tenang saja bro sandi , mereka tidak akan bisa menyakiti anda" kata mbah put lalu ane membuka pintu itu . ketika ane masuk ada 2 macan hitam berusaha menerkam ane tapi mereka terlempar dengan sendirinya . ane seperti mempunyai power yang kuat , sinar yang terang diantara kegelapan. ane ketuk pintu rumah andi "tok.. tok ... tok....." , dibukakan oleh bapak bapak yang terlihat seperti difoto yang pernah ditunjukan oleh caca , dia paman andi
"silahkan masuk" kata paman andi , "mbah put dan nyai ro tunggu disini saja" kata ane kemereka dalam hati
"baik pak" kata ane kepaman andi , di dalam banyak sekali ular dan macan berukuran diatas rata rata
ane duduk dikursi , paman itu seperti mengerti lalu "andi ada sandi datang" teriak ke arah lantai 2 . ane dengar suara detak kaki turun dari tangga
"eh ada si anj*ng , ga jera lo?" kata andi duduk disebelah pamannya
"andi jaga omonganmu" kata paman andi
"baik sandi ada apa ya? kebetulan paman ada disini karena rumah paman disana sedang direnovasi" kata paman andi
"saya langsung ke intinya ya paman , saya mau jiwa caca dibebaskan oleh ular yang melilitnya" kata ane menatap andi ,
"ahahahha siapa yang lilit dia pake ular?, dianya aja kali genit sama ular gw" kata andi masih songong
"andi cukup , jelaskan pada sandi!" kata paman andi , andi menatap paman tsb
"kenapa sih paman ko malah membela sandi? saya itu kan keponakan paman!" kata andi emosi
"saya memberikan ilmu bukan untuk dipakai untuk menyakiti seseorang loh, mungkin ketika itu kamu terdesak dengan sandi itu tidak apa apa , tapi ini kamu mengurung jiwa wanita? ini perbuatan sangat banci" kata paman andi . andi bangun dan dibelakangnya ada banyak sekali pengikutnya
"saya memang sudah memberikan semua peliharaan saya padamu andi , tapi jangan ngelunjak dengan saya!" kata paman ,
"hahahahha paman paman , saya tuh sekarang punya ilmu, dan lo disini cuma numpang!" kata andi
"sudah cukup andi!" paman andi berdiri , tapi andi mengarahkan pasukan jinnya untuk menyerang pamannya . ane dengan sigap berada didepan paman andi , semua pasukan jin hitam andi tidak dapat menyentuh ane walau dengan kekuatan besar sekalipun.
"ilmu apa lo! kenapa semuanya ga bisa!" kata andi mundur beberapa langkah
"woi lo semua jin brengs*k ,! mana kekuatan kalian tai!! kata andi teriak teriak ke jinnya
"emosi , dendam , kebencian, itu yang membuat ilmu menjadi kotor" kata ane
"sebaiknya sekarang lo ambil ular itu dari caca" kata ane
"hahaha kalau engga? gw mau bunuh caca lo" kata andi
"tolong andi , beginikah cara lo memperlakukan seseorang yang lo sayang?" kata ane
"percuma ! , dia ga bakalan sayang sama gw! , dia tuh cuma sayang sama lo! " kata andi seperti frustasi
"apa caranya seperti ini? dengan membunuh orang yang lo sayang lo bakalan puas?" kata ane
"hayo andi , kita lepaskan ular itu. kita bisa jadi teman. gw yakin kalau lo ga gini bakalan banyak ko cewe yang sayang sama lo, nanti gw cariin deh" kata ane senyum
"..." andi diam , dia terduduk dilantai dan menangis .
"maafin gw san , maafin gw!, mungkin karena gila ilmu gw jadi seperti ini" kata andi mengusap air matanya , ane mendekati dia yang lagi menunduk kepala , ane tepuk pundaknya
"hehehe , gitu dong di baru lu gentle " kata ane senyum
"hayo ikut gw" kata andi berdiri
Kami masuk keruangan yang berada dibelakang rumah. ane buka pintu ada patung yang terbuat dari kayu , dipakaikan baju cewe yang ga asing ane lihat , itu baju caca . dan ular siluman yang melilit patung tersebut .
"itu jiwa caca ada dipatung itu" kata andi menunjuk patung, ane jujur aja mau bunuh si andi dengan perbuatan banci seperti ini, tapi ane tahan dan berusaha membersihkan hati
"ya sudah lepaskan" kata ane , dia menatap ane lalu memegang patung itu . ular yang ada disana lama lama menghilang
"sudah san" kata andi
"terimakasih ya di, semoga ini awal yang baik buat hubungan pertemanan kita kedepannya" kata ane
"tapi boleh ga kalau gw masih naruh harapan sama caca" kata andi
"biar caca yang memilih nanti ya di " kata ane senyum
"trriinngg.. triiinngg .. triiinnng" suara hp ane bunyi . ada dari abang caca
"hallo napa bang"
"sayang...." terdengar suara pelan wanita yang selama ini ane sayangin ,wanita yang sangat kuat dan ane cintai , CACA!!, dan ane
"hemmm siapa ini aki?" kata ane garuk garuk kepala
"mereka akan menjawabnya" tunjuk aki tersebut kesamping ane. , disamping kanan ane ada 3 mbah sedang menundukan kepalanya ke arah aki ini
"ohh saudara tua mbah sut ya (mbah sut itu penampakannya kakek kakek kalau yang lupa)" kata ane sambil menganggukan kepala , "reunian nih kangen ya hehe" kata ane polos
"hahahahaha" aki aki itu tertawa . "kamu tuh cucuku yang paling lucu" kata aki aki itu . "berbeda dengan bapakmu terlalu serius" katanya lagi
"lohh ini siapa memang?" kata ane
"saya aki buyutmu, saya yang membuatmu seperti sekarang mempunyai indra lebih dalam melihat dan mempunyai peliharaan gaib " kata si aki
"oh saya panggil aki aja ya hehe , " kata ane
"ya panggil aki saja tidak apa apa cucuku"" kata aki
"oh ya ki ini tuh teman gaib ku bukan peliharaan" kata ane senyum ke aki dan ke mbah mbah ane
"sungguh baik dirimu sudah menganggap mereka temanmu sandi" kata aki tersenyum
"panggil saya bro sandi aja ki biar keren hehe" kata ane
"hahahaha apa lagi itu kata kata hahahaa. lebih baik sandi saja ya" kata aki itu
"yah gimana aki deh, eh ki mau kasih ilmu apa? " kata ane
"ilmu putih sandi, sebenarnya ilmu ini sudah ada dibadan kamu . tapi belum terlihat karena kamu belum bisa mengontrolnya" kata aki itu
"pejamkanlah mata kamu" lalu ane memejamkan mata . ada sesuatu yang dingin dikening ane dan menyebar keseluruh tubuh ane . rasanya seperti sehabis mandi dengan air dingin tapi tidak basah segar sekali .
"buka kembali mata kamu" kata aki . ane membuka mata . serasa berbeda badan ane.
"lihatlah kebelakangmu"
Ane lihat kebelakang , 3 mbah ku beserta semua pengawal keluarga caca membungkukan badannya ke arah ane diruangan itu penuh sesak sampai kedepan pintu
"lohh kenapa mereka ki" kata ane tapi aki itu menghilang , terdengar suara aki ditelinga ane "ilmu putih akan berubah menjadi hitam bila digunakan dengan kejahatan , sebaliknya ilmu hitam akan menjadi putih bila digunakan untuk kebaikan. saya percaya bahwa kau cucuku dapat mengunakan kekuatanmu untuk kebaikan. salam untuk semuanya" kata suara aki itu
"sandi ? kenapa?"kata nyokap ane memperhatikan ane
"aku baru lihat aki buyut mah" kata ane
"oh, papahmu juga pernah disamperin tapi dia diomelin karena mengunakan ilmunya untuk balas dendam, ingat sandi ilmu dari aki harus digunakan dengan baik. jangan ada niat buruk ke andi. harus diselesaikan dengan baik" kata nyokap ane . ane cuma ngangguk
"mbah put kenapa mereka membungkukan badannya? sudah sudah bangun semuanya" kata ane
"kami jin putih bro sandi . bagi manusia yang mempunyai sinar terang seperti bro sandi ini kami semua akan mengikutinya" kata mbah put
"terus? gunakanya buat lawan andi apa? bukannya andi itu jin hitam?" kata ane
"kegelapan akan menghilang bila disinari oleh sinar terang" kata mbah kut
"oaahh ilmu senter lampu ya hehe" kata ane , mereka menatap ane bingung ,
"ya ya ya pasti kalian ga tau , yasudah bubar jalan gih . mau berduaan dulu sama caca" kata ane ke mereka
"eh mbah put dan nyai ro jangan kemana kemana , nyai ro sekarang sama saya ya , nyai jadi teman gaib ku yang kedua setelah mbah put" kata ane senyumin nyai .
"baik bro sandi saya akan menjadi pengikut bro sandi" kata nyai ro , suara serak serak cantik macan
"bukan pengikut nyai , tapi teman " kata ane senyum ,
"baik bro sandi" kata ane . jadi lah ane diikutin 2 macan berbeda kelamin ini . dijodohin ga? lihat saja nanti
.........................
Saking lelahnya ane tertidur disamping caca . ane bermimpi dengan jelas caca sedang dililit seekor ular raksasa dan meminta tolong sama ane "sayang tolong lepaskan ikatan ini sayang sakit", ane hanya bisa diam tidak bisa bergerak dimimpi itu . lalu ane terbangun dengan memanggil nama "caca!!!!!!!" dengan napas seperti habis lari , ane lihat jendela sudah hampir malam lagi dan ane tidur dikursi dipindahkan oleh bokap ane. disebelah caca ada abang caca . dia melihat ke arah ane dengan tatapan sedih
"san udah bangun?" kata kiki
"eh bang , sorry ya kecapean tadi ketiduran" kata ane mendekatinya
"iya ga apa apa san , maaf ya jadi gini semua" kata kiki
"gw yang minta maaf bang ga bisa jagain caca , oh ya gimana bang keadaan papah abang" kata ane
"tadi dibawa kegurunya di daerah sana (bukan paman andi) , sudah bisa bangun tapi kakinya belum bisa digerakan" kata kiki meneteskan air mata
"maaf ya bang, tenang aja untuk masalah andi biar aku yang urus" kata ane usap usap punggung kiki
"sudah san , jangan lagi lu bertengkar" kata kiki
"ga ko bang , gw punya cara lain kalahin dia" kata ane
"yang penting jangan kekerasan san" kata kiki
"sip bang" kata ane
"caca tadi sebutin nama lo san , cuma ga lama tidur lagi" kata kiki , ane lalu mendekati caca . walau dia sakit wajahnya tetap cantik
"gw sayang banget sama caca bang" kata ane usap usap kepalanya
"gw mau lo jadi adik ipar gw san , semoga caca lekas sembuh" kata kiki
"ya bang" kata ane
Singkatnya 2 hari caca belum juga sadar dan denyut jantungnya melemah . ane sudah tidak tahan melihat caca seperti ini jadi ane putuskan untuk menemui andi . ane ijin ke ortu ane dan ortu caca , mereka hanya perpesan bahwa harus hati hati dan tidak boleh emosi . bila sedikit saja melalukan kesalahan maka akan fatal akibatnya . tepatnya hari kamis malam jumat ane menuju kediaman andi yang lumayan jauh dari tempat ane. ane hanya membawa 2 macan putih (nyai ro dan mbah put) dan dengan hati yang dingin ane berusaha tepat menjaga emosi . ane diantar oleh supir caca dan turun depan rumah andi . suasana disana sangat panas didepan gerbangnya ada 2 jin besar (genderuwo) dengan mata yang menyalah bagaikan api.
"tenang saja bro sandi , mereka tidak akan bisa menyakiti anda" kata mbah put lalu ane membuka pintu itu . ketika ane masuk ada 2 macan hitam berusaha menerkam ane tapi mereka terlempar dengan sendirinya . ane seperti mempunyai power yang kuat , sinar yang terang diantara kegelapan. ane ketuk pintu rumah andi "tok.. tok ... tok....." , dibukakan oleh bapak bapak yang terlihat seperti difoto yang pernah ditunjukan oleh caca , dia paman andi
"silahkan masuk" kata paman andi , "mbah put dan nyai ro tunggu disini saja" kata ane kemereka dalam hati
"baik pak" kata ane kepaman andi , di dalam banyak sekali ular dan macan berukuran diatas rata rata
ane duduk dikursi , paman itu seperti mengerti lalu "andi ada sandi datang" teriak ke arah lantai 2 . ane dengar suara detak kaki turun dari tangga
"eh ada si anj*ng , ga jera lo?" kata andi duduk disebelah pamannya
"andi jaga omonganmu" kata paman andi
"baik sandi ada apa ya? kebetulan paman ada disini karena rumah paman disana sedang direnovasi" kata paman andi
"saya langsung ke intinya ya paman , saya mau jiwa caca dibebaskan oleh ular yang melilitnya" kata ane menatap andi ,
"ahahahha siapa yang lilit dia pake ular?, dianya aja kali genit sama ular gw" kata andi masih songong
"andi cukup , jelaskan pada sandi!" kata paman andi , andi menatap paman tsb
"kenapa sih paman ko malah membela sandi? saya itu kan keponakan paman!" kata andi emosi
"saya memberikan ilmu bukan untuk dipakai untuk menyakiti seseorang loh, mungkin ketika itu kamu terdesak dengan sandi itu tidak apa apa , tapi ini kamu mengurung jiwa wanita? ini perbuatan sangat banci" kata paman andi . andi bangun dan dibelakangnya ada banyak sekali pengikutnya
"saya memang sudah memberikan semua peliharaan saya padamu andi , tapi jangan ngelunjak dengan saya!" kata paman ,
"hahahahha paman paman , saya tuh sekarang punya ilmu, dan lo disini cuma numpang!" kata andi
"sudah cukup andi!" paman andi berdiri , tapi andi mengarahkan pasukan jinnya untuk menyerang pamannya . ane dengan sigap berada didepan paman andi , semua pasukan jin hitam andi tidak dapat menyentuh ane walau dengan kekuatan besar sekalipun.
"ilmu apa lo! kenapa semuanya ga bisa!" kata andi mundur beberapa langkah
"woi lo semua jin brengs*k ,! mana kekuatan kalian tai!! kata andi teriak teriak ke jinnya
"emosi , dendam , kebencian, itu yang membuat ilmu menjadi kotor" kata ane
"sebaiknya sekarang lo ambil ular itu dari caca" kata ane
"hahaha kalau engga? gw mau bunuh caca lo" kata andi
"tolong andi , beginikah cara lo memperlakukan seseorang yang lo sayang?" kata ane
"percuma ! , dia ga bakalan sayang sama gw! , dia tuh cuma sayang sama lo! " kata andi seperti frustasi
"apa caranya seperti ini? dengan membunuh orang yang lo sayang lo bakalan puas?" kata ane
"hayo andi , kita lepaskan ular itu. kita bisa jadi teman. gw yakin kalau lo ga gini bakalan banyak ko cewe yang sayang sama lo, nanti gw cariin deh" kata ane senyum
"..." andi diam , dia terduduk dilantai dan menangis .
"maafin gw san , maafin gw!, mungkin karena gila ilmu gw jadi seperti ini" kata andi mengusap air matanya , ane mendekati dia yang lagi menunduk kepala , ane tepuk pundaknya
"hehehe , gitu dong di baru lu gentle " kata ane senyum
"hayo ikut gw" kata andi berdiri
Kami masuk keruangan yang berada dibelakang rumah. ane buka pintu ada patung yang terbuat dari kayu , dipakaikan baju cewe yang ga asing ane lihat , itu baju caca . dan ular siluman yang melilit patung tersebut .
"itu jiwa caca ada dipatung itu" kata andi menunjuk patung, ane jujur aja mau bunuh si andi dengan perbuatan banci seperti ini, tapi ane tahan dan berusaha membersihkan hati
"ya sudah lepaskan" kata ane , dia menatap ane lalu memegang patung itu . ular yang ada disana lama lama menghilang
"sudah san" kata andi
"terimakasih ya di, semoga ini awal yang baik buat hubungan pertemanan kita kedepannya" kata ane
"tapi boleh ga kalau gw masih naruh harapan sama caca" kata andi
"biar caca yang memilih nanti ya di " kata ane senyum
"trriinngg.. triiinngg .. triiinnng" suara hp ane bunyi . ada dari abang caca
"hallo napa bang"
"sayang...." terdengar suara pelan wanita yang selama ini ane sayangin ,wanita yang sangat kuat dan ane cintai , CACA!!, dan ane
Bagi yang binggung : paman andi itu memberikan semua ilmunya ke andi dan paman andi sudah tidak mempunyai pegangan , jadi bokap caca tidak dibawa kepaman andi seperti ketika ane tidak sadarkan diri..
Satu lagi ratu pantai disni bukan kanjeng ratu nyai roro kidul , tolong tidak berprasangka buruk karena ane sudah ditegur! jangan bawa bawa kanjeng ratu dikomen ,ane ga tanggung jawab
Lihat Semua Daftar Part Terbaru
Source : Kaskus

Silahkan Berkomentar Dengan Sopan :)