Petualangan Anak Banten Part 29
( Kesialan Terbesar! )
( Kesialan Terbesar! )
"sayang cepet kerumah sakit" kata caca suaranya pelan
"iya sayang tunggu" kata ane
"sorry ya san...." kata andi
"oke di , gw ke rumah sakit dulu" kata ane , kami berjabat tangan
"kalau suatu saat gw yang sama caca dan caca menerima itu semua gimana san?" kata andi ,
"jodoh sudah diatur di, kita lihat aja nanti, yang jelas jangan ada pertengkaran lagi" kata ane meninggalkannya . rada males juga denger andi bicara seperti itu.
Ane menuju rumah sakit dan keruangan caca berada . dibalik kaca pintu ane lihat caca terduduk sedang ngobrol sama abangnya dan nyokap ane . ane buka pintu dengan pelan . caca menoleh kearah pintu dan dia seperti akan bangun dari tempat tidurnya tapi kesakitan memegang perutnya , "sayaanngg kenapa?" kata ane lari kearahnya agak panik
"aku mau peluk kamu sayang tapi sakit pas mau bangun" kata caca tiduran sambil memegang perutnya
"sudah ca jangan dipaksakan bangun , ini sandi sudah disebelah kamu" kata nyokap ane
"hehe ia mah " kata caca senyum ke ane , senyumnya sangat sangat indah
"ki keluar dulu yu biar mereka berdua" kata nyokap ane , mereka pun keluar
"heeyyy gimana keadaan kamu" kata ane mengusap usap rambutnya
"ini masih sakit sayang" kata caca memegang perutnya
"aku kira aku bakalan mati kemarin , sudah ga kuat aku sayang kemarin" kata caca menangis
"udah udah ga usah dipikirin lagi , kamu sekarang masih disamping aku" ane mengusap air matanya
"makasih ya sayang , sini sini aku mau peluk" kata caca membuka kedua tangannya lebar dalam posisi pelukan , ane membungkukan diri dan juga memeluk caca "aku sayang kamu ca, apapun yang terjadi aku bakalan jagain kamu" kata ane
"dan keluarga aku kan sayang?" kata caca
"iya dan semua keluarga kamu" kata ane
"kamu terlihat berbeda sayang, ada aura putih" kata caca menatap ane
"ah kamu salah lihat kali" kata ane
"beneran, itu aura apa?" kata caca , ane lalu menceritakan semuanya dari aki buyut sampai ke rumah andi
"berarti pasukan papah ke kamu semua dong yank?" kata caca
"ya engga kali, cuma sementara kayanya yank. aku juga belum terlalu paham" kata ane
"soalnya aku sudah tidak bisa memanggil mereka sayang" kata caca
"kamu lagi sakit, lagi lemes ngapain panggil panggil atuh" kata ane .
"iya iya deh, eh sayang papah aku ga bisa jalan, dan sekarang katanya ga sadarkan diri lagi" kata caca
"ya semoga papah sembuh sayang, nanti kita lihat saja" kata ane
"pakai ilmu putihmu mengusir jin jahat dipapah aku sayang" kata caca
"iya besok kita coba ya" kata ane
Semalaman ane bercerita dan ngobrol sama caca sampai kami tertidur. paginya ane terbangun dikursi lagi karena sudah dipindahkan. ane lihat jendela sudah pagi menjelang siang ane dapat telepon dari ivan
"uiii nape" kata ane
"kemana aja lu , mau lanjut prakerin dimari kaga" kata ivan
"iya gw ijin dulu , senin gw masuknya , bilang aja lagi ada keluarga yang sakit" kata ane
"besok kalau lu ga masuk dikeluarin san, eh caca sakit san?" kata ivan,
"iye bilang aja sama bos besok gw masuk , nanti aja gw ceritanya" kata ane
"eh ni sela mau ngomong" kata ivan
"hallo sandi , ini sela , san aku cuma mau kasih tau hari ini jangan kemana kemana dirumah aja ya!" kata sela
"kenapa memang?" kata ane
"jangan ,,,,," tiba tiba telepon ane mati , ah lowbat, atau ?
"hey sayang siapa hayo yang telepon" caca berdiri disamping ane, sudah seperti orang sehat
"ivan sayang , eh kamu udah sembuh? ga sakit perutnya" kata ane
"heeemmm udah ga ko , dokter juga kaget tadi . aku katanya sudah boleh pulang loh" kata caca
"oke dah . siap siap dulu" kata ane berdiri dengan semangat ga lupa cipika cipiki caca .
Ane persiapan barang barang dan menuju rumah caca dengan supirnya . Caca seperti tidak sabar melihat bokapnya yang masih tidak sadarkan diri ."aku ga mau kehilangan papah sayang" kata caca sambil menangis ane cuma bisa memberikan semangat. sampai perkarangan rumah caca perasaan ane sangat ga enak , untuk berjalan kearah rumah saja berat rasanya bukan karena barang barang caca tapi seperti ada kekuatan lain yang menghantam dan menolak badan ane . ane masuk kerumah caca dan duduk dikursi ruang tamu . dia masuk kekamar bokapnya . caca menghampiri ane "sayang papah udah pucet ditanya diam aja" caca tertunduk , ane berjalan menuju kamar bokap caca ada beberapa saudaranya , bang kiki dan guru bokap caca disana . ane melewati pintu kamar dan ane kaget bokap caca yang tadi diam langsung melihat kearah ane dan berkata "bila kau mengeluarkan saya , maka nyawa orang ini akan saya bawa" katanya melotot kearah ane , ane tidak bisa melihat apa yang memasukin bokap caca, tapi hawanya sangat panas
"saya tidak akan membiarkan itu" kata ane ,ane maju beberapa langkah dengan hati yang tenang
"LIHAT SEMUA , DIA BERJALAN KEARAH SAYA . MAKA SAYA AKAN PERGI DENGAN NYAWA ORANG INI" bokap caca lalu kejang kejang dan memuntahkan sejumlah ular kecil dari mulutnya ane terdiam saat itu , ane belum menggunakan ilmu putih sedikitpun , atau ini sebuah perangkap?
"PAPAH!!!" caca lalu menghampiri bokapnya
"KAMU APAKAN PAPAHKU!" kata caca
"aku ga apa apain , aku cuma berjalan" kata ane
"PERGI!!!!!" kata caca menangis
"PERGI SANDI!!!!!!" kata caca
Ane ditarik keluar oleh abang kiki dan dibawa keruang depan
"san lo apain papah gw" kata kiki mendorong ane ketembok
"sumpah bang gw ga pakai ilmu sumpah" kata ane
"yang bener lo" kata kiki
"percaya sama gw bang , gw ga mungkin bunuh papah" kata ane ,
"...." kiki terdiam seperti berpikir
"ya mungkin udah takdir kali san" kata kiki meneteskan air mata , ane lihat caca keluar kamar dan lari ke arah ane , dia menampar ane sangat keras
"papah gw meninggal sandi, lo apain hah?" kata caca
"LO APAIN!" kata caca lagi teriak depan muka ane
"ca tenang dengarkan dulu penjelasan sandi" kata kiki
"sumpah ca aku ga tau sumpah, aku cuma berjalan tadi ga pakai ilmu apa apa" kata ane
"udah cukup! hidup gw dan keluarga gw jadi berantakan gini gara gara lo sandi! gw jadi sial seperti ini juga gara gara lo! gw mau lo pergi! , SEKARANG PERGI!" kata caca mengusir ane
"ca aku ga lakukan apa apa ca" ane menangis depan pintu
"KITA PUTUS" bruukkk pintu ditutup depan keras
ane menangis , ane teriak "AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA , ADA APA LAGI INI , MENGAPA GW JADI SIAL KAYA GINI!!!!!!!!"
"AKI KELUAR!!!! GW GA BUTUH ILMU PUTIH INI!, KELUARIN DARI BADAN GW!!!" ane menangis sejadinya berlutut menghadap langit
"GW BUKAN PEMBUNUH AKI !!!!!!!!!!!!!!" ane sangat frustasi , ane gatau harus berbuat apa . ga lama datang aki buyut depan ane ,ane menatap wajahnya
"KI KENAPA SAYA ? KENAPA SAYA SELALU SALAH!"
"itu bukan salahmu sandi, itu sudah takdirnya" kata aki
"TAPI KENAPA PAS SEKALI SAYA DATANG LALU JADI SEPERTI INI AKI!!"
"tenangkan emosimu sandi" kata aki , "lihatlah badanmu , ilmu yang tadi terang sekali sekarang redup oleh kebencian" kata aki
"semakin lama cahaya putih itu akan menjadi gelap dan hitam "
"YA CABUT ILMU INI!" kata ane
"ada saatnya nanti saya mencabutnya ,tapi untuk sekarang sandi masih membutuhkannya , saya pergi dulu" kata aki lalu menghilang
Dengan kaki lemas ane pulang naik angkot neratapi kebegoan ane , ane nyalahkan hp ada beberapa sms dari nomor baru tapi ane belum buka , ane coba telepon caca tapi nomornya ga aktif . sampai rumah ane ceritakan ke ortu ane . mereka bilang bahwa seperti sudah direncakan kejadian itu seolah olah ane yang bersalah . ane ditelepon kiki bahwa Alm bokap caca akan dikubur hari ini juga . ane sangat terpukul atas kejadian itu , ane ga bisa mengulang waktu , ane kemudian teringat omongan si sela , ane lihat inbox dihp ane "sorry san aku ni sela , aku harap kamu yang tabah menghadapi semua ini , aku tau kamu cowo kuat" ane lihat sela mengirim sms ini beberapa menit setelah dia telepon ane pas dirumah sakit . ane agak terkejut melihatnya , apa ini yang dimaksud sela ane harus tabah?
Keluarga ane datang ke kuburan alm bokap caca mereka mengucapkan bela sungkawanya pada keluarga caca , lalu ane? ane bersandar dipohon besar dengan payung berwarna hitam beberapa meter dari kuburan Alm bokap caca karena ane tahu caca pasti belum bisa terima ane disampingnya saat itu . tiba tiba ane tersontak ada menepuk pundak ane
"gw ikut sedih san" , dia berada disebelah ane , Andi!
"lu , lu ada apa kesini" kata ane kaget
"caca telepon gw suruh kemari" kata andi ,
"haaah" ane terkejut , dia maju ke arah kerumunan orang dan berbalik badan tersenyum ke arah ane , ane mencoba mendekati apa yang akan dilakukan andi , andi terlihat menuju caca yang menangis dan memegang pundak caca. caca menangis didada andi. hati ane lagi lagi harus hancur melihat pemandangan ini. andi seperti berbisik ke arah caca. caca lalu melihat kearah ane. mereka menghampiri ane
"sandi gw minta tolong mulai sekarang jangan pernah lu deket deket sama gw dan keluarga gw " kata caca
"caa aku tuh sayang sama kamu" kata ane
"cukup san , gw pilih andi" kata caca memeluk pinggang andi
"ca aku salah apa sama kamu" kata ane tanpa terasa air mata ini keluar lagi dan lagi
"lo bikin sial keluarga gw! , dan sekarang semua pengikut papah pindah ke lo semua! , "PUAS LO UDAH AMBIL SEMUA DARI KELUARGA GW!" kata caca , ane malu ketika itu didepan keluarga besar caca dan keluarga ane
"ca bukan maksud aku..." kata ane dipotong
"bukan apa! , dah cukup! PERGI! ,gw masih ada jin bos papah! kalau bisa gw mau bunuh lo!" kata caca , dan datang jin bos besar keluarga caca tatapannya marah kearah ane
"sudah cukup sayang , jangan emosi , sandi sekarang sangat kuat ca" kata andi menenangkan caca, jujur saat itu ane emosi mau tendang kepala si andi , kenapa kemarin ga ane bunuh sekalian .
"hahaha kuat cuma pemberian! , kuat hasil maling jin keluarga gw!" kata caca kearah ane
"CUUIHH , PERGI LO!" kata caca , ane menunduk ane pergi meninggalkan tempat itu . bokap ane menyusul ane
"kamu adalah pria yang sangat tangguh sandi" , ane peluk bokap ane , ane nangis sejadinya .
Sampai rumah ane kekamar duduk didekat jendela saat itu mendung dan tidak lama turun hujan,suasana hujan menambah kegalauan ane , saat sedang diam datang mbah put dan nyai ro disamping ane .
"bro sandi jangan terlalu sedih" kata mbah put
"ada kami disamping bro sandi" kata nyai ro
"...." ane diam saja
"lebih baik bro sandi siap siap karena besok harus berangkat lagi" kata mbah put
"mbah , saya mau melepas semua jin dari keluarga caca bagaimana caranya" kata ane masih menatap jendela
"almarhum bapak dek caca itu sebenarnya yang memberikan semua jinnya pada bro sandi , mereka akan muncul bila dipanggil" kata nyai ro
"kenapa mereka jadi sama saya " kata ane
"jadi dikira caca semua miliknya saya yang ambil !" kata ane emosi
"padahal sudah jelas mereka yang ikut dengan saya" kata ane lagi
"dek caca masih emosi bro sandi , mungkin nanti dia akan mengerti" kata nyai ro
"ya sampai dia nikah sama andi baru sadar kali!!!" kata ane
"dah lah saya mau tidur!!" kata ane meninggalkan mereka dan tidur
Dalam mimpi ane bertemu alm bokap caca, beliau bilang bahwa ini sudah takdirnya meninggal dan caca masih emosi karena waktu yang bersamaan ane ada disana. beliau juga bilang akan menjelaskan ke caca suasana kacau seperti ini dikemudian hari. serta menintipkan semua jinnya pada ane sampai waktunya akan dikembalikan ke keluarga caca.
Besok paginya ane berangkat menggunakan kereta api ke jakarta , dikereta ane hanya diam saja menatap jendela meratapi kesialan ane akhir akhir ini , ane sangat sedih dan terpukul, tapi ane harus tabah menjalani hidup ane!!!, baru juga turun dari kereta di salah satu stasiun dijakarta didepan ane ada sela , dia memeluk ane "sandi lo itu pria kuat , sangat kuat" sangat erat pelukannya
"iya sayang tunggu" kata ane
"sorry ya san...." kata andi
"oke di , gw ke rumah sakit dulu" kata ane , kami berjabat tangan
"kalau suatu saat gw yang sama caca dan caca menerima itu semua gimana san?" kata andi ,
"jodoh sudah diatur di, kita lihat aja nanti, yang jelas jangan ada pertengkaran lagi" kata ane meninggalkannya . rada males juga denger andi bicara seperti itu.
Ane menuju rumah sakit dan keruangan caca berada . dibalik kaca pintu ane lihat caca terduduk sedang ngobrol sama abangnya dan nyokap ane . ane buka pintu dengan pelan . caca menoleh kearah pintu dan dia seperti akan bangun dari tempat tidurnya tapi kesakitan memegang perutnya , "sayaanngg kenapa?" kata ane lari kearahnya agak panik
"aku mau peluk kamu sayang tapi sakit pas mau bangun" kata caca tiduran sambil memegang perutnya
"sudah ca jangan dipaksakan bangun , ini sandi sudah disebelah kamu" kata nyokap ane
"hehe ia mah " kata caca senyum ke ane , senyumnya sangat sangat indah
"ki keluar dulu yu biar mereka berdua" kata nyokap ane , mereka pun keluar
"heeyyy gimana keadaan kamu" kata ane mengusap usap rambutnya
"ini masih sakit sayang" kata caca memegang perutnya
"aku kira aku bakalan mati kemarin , sudah ga kuat aku sayang kemarin" kata caca menangis
"udah udah ga usah dipikirin lagi , kamu sekarang masih disamping aku" ane mengusap air matanya
"makasih ya sayang , sini sini aku mau peluk" kata caca membuka kedua tangannya lebar dalam posisi pelukan , ane membungkukan diri dan juga memeluk caca "aku sayang kamu ca, apapun yang terjadi aku bakalan jagain kamu" kata ane
"dan keluarga aku kan sayang?" kata caca
"iya dan semua keluarga kamu" kata ane
"kamu terlihat berbeda sayang, ada aura putih" kata caca menatap ane
"ah kamu salah lihat kali" kata ane
"beneran, itu aura apa?" kata caca , ane lalu menceritakan semuanya dari aki buyut sampai ke rumah andi
"berarti pasukan papah ke kamu semua dong yank?" kata caca
"ya engga kali, cuma sementara kayanya yank. aku juga belum terlalu paham" kata ane
"soalnya aku sudah tidak bisa memanggil mereka sayang" kata caca
"kamu lagi sakit, lagi lemes ngapain panggil panggil atuh" kata ane .
"iya iya deh, eh sayang papah aku ga bisa jalan, dan sekarang katanya ga sadarkan diri lagi" kata caca
"ya semoga papah sembuh sayang, nanti kita lihat saja" kata ane
"pakai ilmu putihmu mengusir jin jahat dipapah aku sayang" kata caca
"iya besok kita coba ya" kata ane
Semalaman ane bercerita dan ngobrol sama caca sampai kami tertidur. paginya ane terbangun dikursi lagi karena sudah dipindahkan. ane lihat jendela sudah pagi menjelang siang ane dapat telepon dari ivan
"uiii nape" kata ane
"kemana aja lu , mau lanjut prakerin dimari kaga" kata ivan
"iya gw ijin dulu , senin gw masuknya , bilang aja lagi ada keluarga yang sakit" kata ane
"besok kalau lu ga masuk dikeluarin san, eh caca sakit san?" kata ivan,
"iye bilang aja sama bos besok gw masuk , nanti aja gw ceritanya" kata ane
"eh ni sela mau ngomong" kata ivan
"hallo sandi , ini sela , san aku cuma mau kasih tau hari ini jangan kemana kemana dirumah aja ya!" kata sela
"kenapa memang?" kata ane
"jangan ,,,,," tiba tiba telepon ane mati , ah lowbat, atau ?
"hey sayang siapa hayo yang telepon" caca berdiri disamping ane, sudah seperti orang sehat
"ivan sayang , eh kamu udah sembuh? ga sakit perutnya" kata ane
"heeemmm udah ga ko , dokter juga kaget tadi . aku katanya sudah boleh pulang loh" kata caca
"oke dah . siap siap dulu" kata ane berdiri dengan semangat ga lupa cipika cipiki caca .
Ane persiapan barang barang dan menuju rumah caca dengan supirnya . Caca seperti tidak sabar melihat bokapnya yang masih tidak sadarkan diri ."aku ga mau kehilangan papah sayang" kata caca sambil menangis ane cuma bisa memberikan semangat. sampai perkarangan rumah caca perasaan ane sangat ga enak , untuk berjalan kearah rumah saja berat rasanya bukan karena barang barang caca tapi seperti ada kekuatan lain yang menghantam dan menolak badan ane . ane masuk kerumah caca dan duduk dikursi ruang tamu . dia masuk kekamar bokapnya . caca menghampiri ane "sayang papah udah pucet ditanya diam aja" caca tertunduk , ane berjalan menuju kamar bokap caca ada beberapa saudaranya , bang kiki dan guru bokap caca disana . ane melewati pintu kamar dan ane kaget bokap caca yang tadi diam langsung melihat kearah ane dan berkata "bila kau mengeluarkan saya , maka nyawa orang ini akan saya bawa" katanya melotot kearah ane , ane tidak bisa melihat apa yang memasukin bokap caca, tapi hawanya sangat panas
"saya tidak akan membiarkan itu" kata ane ,ane maju beberapa langkah dengan hati yang tenang
"LIHAT SEMUA , DIA BERJALAN KEARAH SAYA . MAKA SAYA AKAN PERGI DENGAN NYAWA ORANG INI" bokap caca lalu kejang kejang dan memuntahkan sejumlah ular kecil dari mulutnya ane terdiam saat itu , ane belum menggunakan ilmu putih sedikitpun , atau ini sebuah perangkap?
"PAPAH!!!" caca lalu menghampiri bokapnya
"KAMU APAKAN PAPAHKU!" kata caca
"aku ga apa apain , aku cuma berjalan" kata ane
"PERGI!!!!!" kata caca menangis
"PERGI SANDI!!!!!!" kata caca
Ane ditarik keluar oleh abang kiki dan dibawa keruang depan
"san lo apain papah gw" kata kiki mendorong ane ketembok
"sumpah bang gw ga pakai ilmu sumpah" kata ane
"yang bener lo" kata kiki
"percaya sama gw bang , gw ga mungkin bunuh papah" kata ane ,
"...." kiki terdiam seperti berpikir
"ya mungkin udah takdir kali san" kata kiki meneteskan air mata , ane lihat caca keluar kamar dan lari ke arah ane , dia menampar ane sangat keras
"papah gw meninggal sandi, lo apain hah?" kata caca
"LO APAIN!" kata caca lagi teriak depan muka ane
"ca tenang dengarkan dulu penjelasan sandi" kata kiki
"sumpah ca aku ga tau sumpah, aku cuma berjalan tadi ga pakai ilmu apa apa" kata ane
"udah cukup! hidup gw dan keluarga gw jadi berantakan gini gara gara lo sandi! gw jadi sial seperti ini juga gara gara lo! gw mau lo pergi! , SEKARANG PERGI!" kata caca mengusir ane
"ca aku ga lakukan apa apa ca" ane menangis depan pintu
"KITA PUTUS" bruukkk pintu ditutup depan keras
ane menangis , ane teriak "AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA , ADA APA LAGI INI , MENGAPA GW JADI SIAL KAYA GINI!!!!!!!!"
"AKI KELUAR!!!! GW GA BUTUH ILMU PUTIH INI!, KELUARIN DARI BADAN GW!!!" ane menangis sejadinya berlutut menghadap langit
"GW BUKAN PEMBUNUH AKI !!!!!!!!!!!!!!" ane sangat frustasi , ane gatau harus berbuat apa . ga lama datang aki buyut depan ane ,ane menatap wajahnya
"KI KENAPA SAYA ? KENAPA SAYA SELALU SALAH!"
"itu bukan salahmu sandi, itu sudah takdirnya" kata aki
"TAPI KENAPA PAS SEKALI SAYA DATANG LALU JADI SEPERTI INI AKI!!"
"tenangkan emosimu sandi" kata aki , "lihatlah badanmu , ilmu yang tadi terang sekali sekarang redup oleh kebencian" kata aki
"semakin lama cahaya putih itu akan menjadi gelap dan hitam "
"YA CABUT ILMU INI!" kata ane
"ada saatnya nanti saya mencabutnya ,tapi untuk sekarang sandi masih membutuhkannya , saya pergi dulu" kata aki lalu menghilang
Dengan kaki lemas ane pulang naik angkot neratapi kebegoan ane , ane nyalahkan hp ada beberapa sms dari nomor baru tapi ane belum buka , ane coba telepon caca tapi nomornya ga aktif . sampai rumah ane ceritakan ke ortu ane . mereka bilang bahwa seperti sudah direncakan kejadian itu seolah olah ane yang bersalah . ane ditelepon kiki bahwa Alm bokap caca akan dikubur hari ini juga . ane sangat terpukul atas kejadian itu , ane ga bisa mengulang waktu , ane kemudian teringat omongan si sela , ane lihat inbox dihp ane "sorry san aku ni sela , aku harap kamu yang tabah menghadapi semua ini , aku tau kamu cowo kuat" ane lihat sela mengirim sms ini beberapa menit setelah dia telepon ane pas dirumah sakit . ane agak terkejut melihatnya , apa ini yang dimaksud sela ane harus tabah?
Keluarga ane datang ke kuburan alm bokap caca mereka mengucapkan bela sungkawanya pada keluarga caca , lalu ane? ane bersandar dipohon besar dengan payung berwarna hitam beberapa meter dari kuburan Alm bokap caca karena ane tahu caca pasti belum bisa terima ane disampingnya saat itu . tiba tiba ane tersontak ada menepuk pundak ane
"gw ikut sedih san" , dia berada disebelah ane , Andi!
"lu , lu ada apa kesini" kata ane kaget
"caca telepon gw suruh kemari" kata andi ,
"haaah" ane terkejut , dia maju ke arah kerumunan orang dan berbalik badan tersenyum ke arah ane , ane mencoba mendekati apa yang akan dilakukan andi , andi terlihat menuju caca yang menangis dan memegang pundak caca. caca menangis didada andi. hati ane lagi lagi harus hancur melihat pemandangan ini. andi seperti berbisik ke arah caca. caca lalu melihat kearah ane. mereka menghampiri ane
"sandi gw minta tolong mulai sekarang jangan pernah lu deket deket sama gw dan keluarga gw " kata caca
"caa aku tuh sayang sama kamu" kata ane
"cukup san , gw pilih andi" kata caca memeluk pinggang andi
"ca aku salah apa sama kamu" kata ane tanpa terasa air mata ini keluar lagi dan lagi
"lo bikin sial keluarga gw! , dan sekarang semua pengikut papah pindah ke lo semua! , "PUAS LO UDAH AMBIL SEMUA DARI KELUARGA GW!" kata caca , ane malu ketika itu didepan keluarga besar caca dan keluarga ane
"ca bukan maksud aku..." kata ane dipotong
"bukan apa! , dah cukup! PERGI! ,gw masih ada jin bos papah! kalau bisa gw mau bunuh lo!" kata caca , dan datang jin bos besar keluarga caca tatapannya marah kearah ane
"sudah cukup sayang , jangan emosi , sandi sekarang sangat kuat ca" kata andi menenangkan caca, jujur saat itu ane emosi mau tendang kepala si andi , kenapa kemarin ga ane bunuh sekalian .
"hahaha kuat cuma pemberian! , kuat hasil maling jin keluarga gw!" kata caca kearah ane
"CUUIHH , PERGI LO!" kata caca , ane menunduk ane pergi meninggalkan tempat itu . bokap ane menyusul ane
"kamu adalah pria yang sangat tangguh sandi" , ane peluk bokap ane , ane nangis sejadinya .
Sampai rumah ane kekamar duduk didekat jendela saat itu mendung dan tidak lama turun hujan,suasana hujan menambah kegalauan ane , saat sedang diam datang mbah put dan nyai ro disamping ane .
"bro sandi jangan terlalu sedih" kata mbah put
"ada kami disamping bro sandi" kata nyai ro
"...." ane diam saja
"lebih baik bro sandi siap siap karena besok harus berangkat lagi" kata mbah put
"mbah , saya mau melepas semua jin dari keluarga caca bagaimana caranya" kata ane masih menatap jendela
"almarhum bapak dek caca itu sebenarnya yang memberikan semua jinnya pada bro sandi , mereka akan muncul bila dipanggil" kata nyai ro
"kenapa mereka jadi sama saya " kata ane
"jadi dikira caca semua miliknya saya yang ambil !" kata ane emosi
"padahal sudah jelas mereka yang ikut dengan saya" kata ane lagi
"dek caca masih emosi bro sandi , mungkin nanti dia akan mengerti" kata nyai ro
"ya sampai dia nikah sama andi baru sadar kali!!!" kata ane
"dah lah saya mau tidur!!" kata ane meninggalkan mereka dan tidur
Dalam mimpi ane bertemu alm bokap caca, beliau bilang bahwa ini sudah takdirnya meninggal dan caca masih emosi karena waktu yang bersamaan ane ada disana. beliau juga bilang akan menjelaskan ke caca suasana kacau seperti ini dikemudian hari. serta menintipkan semua jinnya pada ane sampai waktunya akan dikembalikan ke keluarga caca.
Besok paginya ane berangkat menggunakan kereta api ke jakarta , dikereta ane hanya diam saja menatap jendela meratapi kesialan ane akhir akhir ini , ane sangat sedih dan terpukul, tapi ane harus tabah menjalani hidup ane!!!, baru juga turun dari kereta di salah satu stasiun dijakarta didepan ane ada sela , dia memeluk ane "sandi lo itu pria kuat , sangat kuat" sangat erat pelukannya
Lihat Semua Daftar Part Terbaru
Source : Kaskus

Silahkan Berkomentar Dengan Sopan :)