Petualangan Anak Banten Part 54
( Namanya SUMI )
( Namanya SUMI )
"pasti lu tau kan?" kata ane lagi ,
"jawab nia" kata ane memegang pundaknya
"bener bang nia ga tau, nia gamau abang kenapa kenapa lagi , tolong bang ngerti" kata nia
"yaudah kalau lu gamau kasih tau gw yang bakal cari tau" kata ane
"lu tau sendiri sifat gw nia , lu itu adik gw" kata ane mengambil tas ane yang tadi nia pegang , nia diam aja
"ayo pulang dulu , ntar gw kerumah elsa" kata ane , ane membayar lalu menuju motor . ane lihat nia diam aja tertunduk
"hayo pulang" kata ane , nia melihat ane sambil geleng geleng kepala , ane samperin nia lagi
"hayo dong adiku yang cantik kita pulang ya" kata ane menatap mata nia , nia menatap ane , air matanya keluar
"eh nia ko nangis" kata ane mengusap air mata nia , nia lagi lagi cuma diam
"yaudah gw ga akan ketemu mereka ya , yu pulang dulu kan ada mamah papah nih" kata ane memegang tangan nia , nia mangangukan kepalanya
Ane tau nia , nia tuh cengeng dari kecil ,dan manja keterlaluan , jadi ane ga bisa bentak dia apa lagi omelin kenceng karena dia bakalan nangis , ya ngediemin ane dan ngomel ngomel aja gitu ngambeknya . tapi berhubungan sekarang udah gede nia ga bakalan lama ngambek sama ane . selama diperjalanan pulang nia masih diam aja sama ane . sampai rumah ortu ane udah pulang . bokap ane manggil kami
"sandi nia sini" kata bokap ane
"iya pah bentar ganti baju" kata ane , setelah ganti baju ane samperin bokap dan nyokap , nia sudah bersama mereka
"kenapa pah?" kata ane duduk disampingnya
"mbah put mu kemana?" kata bokap
"lah aku ga tau pah , aku kan ga bisa lihat" kata ane
"ini mbah sut dan kut sedang mencarinya" kata bokap
"ya udah pah cari dulu , kali aja dia pergi" kata ane
"oh ya seluruh pasukan jin sudah d ielsa kan?" kata bokap ane
"iya pah" kata ane jawab singkat
"kamu kenapa sama elsa?" kata bokap
"ga apa apa pah" kata ane
"kalau ada apa apa curhat aja kali sama orang tua san" kata bokap
"iya pah tenang aja hehe" kata ane , ane melihat nia , nia masih diam melihat ane
"oh ya san , nanti aja guru papah kesini karena pagar gaib kita sudah hilang" kata bokap
"kenapa bisa pah ya??" kata ane pura pura ga tau
"ya papah juga ga tau sih san , semoga aja ga terjadi apa apa . tapi kata nia ada makluk lain ya kemarin datang?" kata bokap , ane melihat nia lagi kali ini tertunduk
"ya gitu pah , dia mengikuti aku sampai rumah . setan gentayangan" kata ane
"oh ya pasti bisa masuk , tapi papah heran mbah put ko engga ada ya" kata bokap , ane sempat berpikir apa yang dikatakan elsa bohong? apa selama ini mbah put tidak ada disamping ane?
"sejak kapan pah mbah put ga ada disamping aku?" kata ane
"sudah lama sih , papah kira sandi tau" kata bokap , ane sejenak berpikir apa ada pengaruhnya dengan mimpi ular ? tapi ya ane ga cerita tentang ular itu ke bokap
"yaudah kalian istirahat ya" kata bokap
"iya pah" kata nia
Bokap ane pergi keluar rumah . kami masih bertiga nyokap ane nia
"sandi ada apa sama nia?" kata nyokap ane , nia memang deketnya sama nyokap ane , pasti nyokap ane tau kalau nia lagi ada masalah sama ane
"ga ada mah" kata ane
"mamah tau , ga usah ditutupi" kata nyokap
"aku ..." belum sempat ane bicara udah dipotong nia
"bang sandi lihat elsa jalan sama cowo mah , jangan sampai dia keluar rumah mah nanti berantem lagi!" kata nia ,
"bener san?"kata nyokap ane , ane cuma menganguk ,
"tapi aku ga akan berantem mah" kata ane
"hari ini jangan kemana kemana ga boleh" kata nyokap , ane teringat mau kerumah ivan
"eh mah tapi aku mau kerumah ivan mah " kata ane
"sudah besok besok lagi ya san" kata nyokap
"ga bisa mah aku udah janjian" kata ane
"hayolah mah , aku ga akan ke elsa ko" kata ane
Nyokap ane memandang nia , nia cuma mengelengkan kepalanya
"janji ga akan berantem?" kata nyokap
"iya mah" kata ane
"bang sandi pasti berantem mah!" kata nia menghampiri ane lalu memukul mukul pundak ane
"lu tuh ga tau rasanya jadi gw bang!!! , gw tuh sedih kalau lu sakit bang sandi!!!" kata nia teriak
"udah udah sakit ih" kata ane menghentikan pukulannya
"awas aja lo kenapa kenapa! , awas pulang darahan! , awas pulang baju acak acakan! nia kunci pintunya! sekalian jangan pulang!" kata nia yang kemudian pergi ke kamar ane dan menguncinya .
"haduh mah itu kelakuan nia mah" kata ane
"itu berarti nia perhatian sama abangnya , makanya jangan sampai berantem" kata nyokap
"iya mah ga akan" kata ane
Ane kemudian mengetuk pelan pintu kamar ane yang dikunci tok tok tok , ane mau ngambil hp ane
"niaaa hp gw dong" kata ane
"gaaa!" kata nia
"ih lu mah gitu amat sih" kata ane
"sono pergi aja ke bang ivan ga usah bawa hp!" kata nia
"ih lu ngambeknya ga pernah berubah , gw tetep tunggu lu didepan pintu!" kata ane
Ga lama ane tungguin pintu kamar terbuka , ane lihat nia cemberut melihat ane
"udah sih lu lebay banget" kata ane
"lu yang lebay!" kata nia
"mana hp gw" kata ane
"nih" kata nia
"yaudah makasih , gw jalan dulu" kata ane meninggalkan nia
"awas aja sampe kenapa kenapa!" kata nia teriak
"siap bu bos" kata ane .
Ane menghidupkan motor ane , ane melihat sekitar tuh ular hitam sudah tidak ada , ane juga berpikir mbah put kemana , berarti selama ini ane ditipu oleh elsa? kenapa ini bisa terjadi . ane lalu telepon ivan , katanya anak anak sudah ada dirumahnya , ane pun memacu motor ane langsung kerumah ivan . sampai sana ane lihat mereka dengan pasangan masing masing . ane menuju ke trmpat mereka yang ada didepan rumah ivan
"hahaha ada yang jomblo nih" kata ivan
"enak lu ya pada bawa cewe kaga kasih tau gw" kata ane duduk diantara mereka
"haha sengaja" kata ivan
"tapi san gw lihat elsa jalan sama cowo loh" kata boni , ane menelan ludah "gleeekk"
"salah lihat kali" kata ane
"beneran , tuh marwan juga lihat" kata boni
"hayo loh san , kalau gw jadi lu sih gw labrak langsung mereka" kata ivan , ane cuma manganguk nganguk , hati ane kembali panas
"berarti lu udah tau kan?" kata boni ,
"ya udah tau , tapi ga akan gw labrak" kata ane
"takut lu ya?sandi takut bray sekarang" kata marwan
"bukan gitu wan , gw dikasih tau adik gw ga boleh brantem lagi" kata ane
"haha sekarang takut ade dia" kata ivan
"udah ah udah , gw sih selow aja nurut keluarga" kata ane , dalam hati sih panas , dah mana di ledekin temen
Jadwal kita hari ya mau ketemu keluarga tetangganya ivan yang meninggal itu , menurut ivan sore ini mereka sudah datang .kami saat itu sedang ngobrol segala macem yang ga penting menurut ane , ga lama ane lihat cewe cakep lewat depan rumah ivan . rambutnya panjang , macung , badannya bohai , kulitnya putih dan terlebih ada yang "besar" . ane perhatikan tuh cewe melihat ke arah ane senyum, ane senyumin balik . lalu
"woi ngapain lu senyum senyum sendiri" kata ivan menyenggol pundak ane , ane melihat ivan
"itu gw lihat ce..." ane lihat lagi sudah tidak ada ,
"eh tadi gw lihat cewe" kata ane
"perasaan lu doang kali san" kata ivan
"haha lagi galau dia ditinggal elsa" kata boni
"udah sih ga lucu" kata ane agak kesal
"siap bro santai santai jangan marah" kata boni
Karena seperti obat nyamuk diantara teman teman ane yang sibuk dengan pasangannya masing masing , ane lalu sendirian kebelakang rumah ivan ,perkarangan belakang rumah ivan sih ga luas cuma ada kolam ikan kecil disana dan dipagar kayu setinggi dada orang dewasa dan diikat dengan kawat kawat besi. sedang melamun memikirkan nasib ane kedepan ,"sreek sreek" ada suara jejak kaki disamping rumah ivan , ane lalu melihat ada cewe yang tadi ane lihat didepan rumah ivan berdiri disamping pagar sebelah kanan ane .
"eh teh , ada apa?" kata ane , cakep banget nih cewe montok depan belakang maju
"aa sini atuh ngobrolnya jauh banget" kata cewe itu , ane lalu mendekatinya , cewe itu mengulurkan tangannya ,
"sumi" kata cewe itu , namanya sumi , ane mengemgam tangan sumi ,agak dingin rasanya
"sandi teh" kata ane , ane lagi lagi menelan ludah , dia memakai baju dengan belahan dada yang terlihat . gede banget dah
"eh aa lihat apa hayo" kata sumi
"ga teh ga lihat apa apa hehe" kata ane
"panggil sumi saja a " kata sumi
"sumi juga panggil sandi saja" kata ane
"oke deh sandi , salam kenal ya" kata sumi , ane lalu melepaskan tangan ane dari tangan sumi
"sumi ada dikampung ini?" kata ane
"iya sumi ada disini ,tapi sumi belum pernah melihat sandi nih" kata sumi , tatapannya manja
"aku memang bukan warga sini sum , tapi aku sering ko kesini , ini rumah temanku" kata ane
"ohh iya , pantesan ga pernah lihat , sandi mau ga jadi suami sumi? , sumi ga mau dipaksa menikah dengan orang yang sumi benci" kata sumi , kaget juga ane mendengarnya , baru juga ketemu diajak menikah
"duh sumi kita tukeran nomor aja dulu , masa iya langsung menikah hehe , tapi mau juga sih haha" kata ane bercanda, pandangan ane kembali ke belahan dadanya , pikiran cowo normal langsung kemana kemana ketika itu
"hayo liat apa lagi sandi , jangan lihat pegang aja" kata sumi , wah dikasih kode
"jangan lah nanti aja kalau sudah menikah" kata ane
"jadi mau nikah sama sumi?" kata sumi
"haha nanti aja sumi" kata ane , ane lihat sumi sedikit sedih
"eh memangnya kenapa sumi benci dengan calon suami sumi sendiri?" kata ane lagi
"panjang sandi ceritanya , yang jelas sumi gamau" kata sumi
"eh a sandi sumi pergi dulu ya" kata sumi seperti bergegas
"eh bentar ..." kata ane , tapi dia tetap berjalan dipinggir rumah ivan . lalu
"woi ngapain lu disini?" kata ivan
"eh van , ga apa apa van" kata ane menengok kebelakang
"liat setan?" kata ivan
"kaga , gw malah lihat cewe cakep" kata ane
"namanya siapa? dari tadi perasaan ga ada cewe cakep" kata ivan
"sumi namanya van" ane menatap ivan , ivan seperti terkejut
"SUMI ITU YANG MENINGGAL DISEBELAH RUMAH GW BEGOOOO!!" kata ivan terlihat panik
"yang bener lo??" kata ane kaget , langsung dah bulu kuduk ane merinding .
Lihat Semua Daftar Part Terbaru
Source : Kaskus

Silahkan Berkomentar Dengan Sopan :)