Petualangan Anak Banten Part 55


Petualangan Anak Banten Part 55
( Ternyata . . . )

"SUMI ITU YANG MENINGGAL DISEBELAH RUMAH GW BEGOOOO!!" kata ivan terlihat panik
"yang bener lo??" kata ane kaget , langsung dah bulu kuduk ane merinding .
"iya lah bego " kata ivan
"tapi cakep ya , gede van hehe" kata ane
"ya memang san , makanya dia banyak yang naksir, kan gw dah bilang kembang desa" kata ivan
"....." ane terdiam sesaat , kenapa mata ini tidak tertutup semua? apa cuma bisa lihat setan gentayangan? sementara jin yang kuat tidak?
"yaudah yo masuk lagi , bentar lagi nih kayanya keluarga tuh teh sumi pulang" kata ivan
"yu dah" kata ane , kemudian kami masuk ke rumah ivan ,

"van tuh keluarga tetangga lo udah dateng" kata cecep setengah berlari kearah kami yang masih didapur
"sekarang berarti kita kerumah itu , cep lu yang duluan sama sandi" kata ivan
"ogaahhh" kata ane
"dih lu gitu banget , gw kan penakut san" kata ivan
"ah sama setan aja lu takut " kata ane
"memangnya lu ga takut apa?" kata ivan
"ya takut" kata ane
"gila lo!' kata ivan , kami tertawa kecil

setelah itu kami semua cewe dan cowo keluar rumah ivan , ane lihat depan rumah tetangganya itu sudah ada 2 mobil terparkir , ivan yang sudah kenal dengan keluarga itu jalan paling awal bersama cecep ane sih paling belakang . kami tiba didepan rumahnya sumi , ivan seperti ngobrol dengan ibu ibu tua yang ada disana (nenek sumi) , ane tidak mendengar percakapan mereka , ane cuma keliling perkarangan rumah sumi ini . lalu ga lama ane dipanggil ivan

"woi sini san" kata ivan
"kenapa?" kata ane samperin mereka
"lu tadi lihat sumi kan?" kata ivan
"ya cuma bayangan doang" kata ane
"ga diajak ngobrol?" kata ivan
"engga" kata ane berbohong , masa ane harus bilang sumi mau nikah sama ane
"serius" kata ivan
"iya gw cuma dikasih tau namanya sumi" kata ane
"dek lihat dimana?" kata nene itu
"lihat dibelakang rumah tadi ne" kata ane
"yaudah coba sekarang kita masuk kekamar sumi" kata nene itu yang kemudian berdiri dan berjalan kedalam rumah

"yakin lu mau kekamarnya?" kata ane
"ya dari pada desa ini diterror terus san?" kata ivan
"gw sih ga bisa apa apa" kata ane
"tenang ada macan gw" kata cecep
"yaudah gw tunggu sini aja" kata ane
"lu ikut lah" kata boni narik tangan gw
"iya iya gw jalan , jangan pegang ih homo" kata ane
"dih pede luu" kata boni melepaskan tangannya , kami semua tertawa

jadi kami semua masuk tuh kerumahnya , disana ada foto foto sumi dan keluarganya dan memang dia yang ane lihat dibelakang rumah ivan cantik banget dah besar depan belakang , dari arah belakang ada orang tua sumi yang tengah menonton tv tersenyum pada kami semua , agak aneh memang kenapa mereka ga samperin kami atau tegur sapa mungkin sedang bersedih pikir ane . nah sampailah ke kamarnya sumi yang kata neneknya itu dia gantung diri dikamar ini .

"ini kamarnya dek , nene ga kuasa kalau masuk kedalam jadi teringat , nene tunggu disana saja ya" kata nene itu menunjuk kursi yang diruang tamu
"iya ne ga apa apa , yang cewe juga lebih baik dikursi aja jangan ikut" kata ane , lalu cewe cewe dan nene itu kembali ke ruang tamu

"yakin lo cep?" kata ane melihat cecep
"macan lu dimana?" kata ane lagi
"nih ada disamping gw , ko mbah lu ga ikut?" kata cecep
"ya ga tau cep , gw ga bisa lihat" kata ane
"yaudah ini gw coba dulu " kata cecep
"inget cep , jangan ada tuh setan diapa apain , yang harus kita lakukan adalah mendoakannya supaya tenang" kata ane
"iya san gw tau , gw cuma mau tau kenapa dia ga tenang" kata cecep

lalu pintu kamar itu cecep buka , "beeeeerrrrrr" harum bunga melati menyeruak keluar ruangan .

"ini wangi banget" kata ivan
"berarti masih ada" kata cecep
"yaudah yu masuk" kata cecep masuk duluan , dibelakangnya ivan dan yang lain , ane paling belakang
"dia meninggal ini disini" kata cecep menunjuk keatas memang ada 2 lobang dilangit langit kamar yang digunakan untuk gantung diri ,

ane melihat lihat foto foto sumi dikamar itu , ane perhatikan fotonya lama lama jadi merinding nih . eh ternyata ivan kesurupan , boni dengan sigap menutup pintu kamar , (nanti semua panik) ,

"bon putar lagu yang kencang!" kata ane
"siap" kata boni (supaya suara kesurupan ini tidak terdengar keluarganya)
"hihihihihihi ngapain kalian semua disini" kata ivan , dari gerakannya dan gaya bicaranya seperti cewe ,
"ini sumi?" kata cecep
"iya saya sumi hihihihi" kata ivan
"sumi kenapa tidak pergi? alam sumi sudah bukan disini" kata cecep , ane memandang ivan yang sedang kesurupan, tapi perasaan ane itu bukan sumi
"saya mati penasaran aa" kata ivan

dari arah jendela , ane lihat sumi , ya hantu sumi yang tadi ane lihat dibelakang rumah . berhubungan mereka masih sibuk dengan ivan yang kesurupan , ane jalan menuju kearah jendela

"hei sumi , kenapa masih disini?" kata ane berbicara pelan berbisik, dia menunjuk kearah ivan yang kesurupan
"itu bukan sumi" kata sumi
"lalu itu apa?" kata ane
"dia yang membuat sumi tidak bisa pergi dari dunia ini" kata sumi
"dia yang membuat sumi ditahan disini" kata sumi
"kenapa bisa ditahan? memangnya bisa?" kata ane
"itu jin jahat , dia menyerupai sumi supaya warga desa mengira kalau aku penasaran" kata sumi
"haduh" kata ane
"kalau yang aku lihat ketika malam malam itu? yang menimpukan batu siapa?" kata ane
"itu sumi , sumi mau minta tolong pada sandi , karena sandi mempunyai kekuatan putih yang jarang sumi lihat" kata sumi , merinding nih jadinya ane , berarti kalau siang dia cantik , kalau udah malem jadi kunti
"jangan berubah dulu ya sum, seperti ini aja cantik hehe" kata ane
"iya sandi tidak sekarang , lebih baik cepat sebelum matahari tenggelam" kata sumi , walau udah jadi setan mukanya tetep cantik dan bodinya beuhh
"terus aku harus apa sum?" kata ane
"keluarkan jin itu dari kamar sumi dan bilang pada keluarga sumi untuk mengiklaskan sumi serta penduduk desa ini untuk tidak menggosipkan sumi terus yang jadi hantu , padahal itu bukan sumi " kata sumi
"lalu sumi akan tenang" kata sumi
"oke deh" kata ane

"san bantuin nih ngamuk , lu ngapain lagi dijendela" kata boni memegangi ivan yang merontak rontak dibacain sesuatu oleh cecep
"santai aja sih" kata ane , ane kemudian samperin mereka lalu tiduran dikasur sambil memegang hp , ane lihat kearah mereka terbengong melihat ane , sama dengan ivan yang kesurupan juga bengong ke arah ane
"DASAR BEGOOO!!!" kata boni
"ini temen kesurupan lu malah tiduran" kata boni
"kelakukan dia memang bon , dijakarta juga sama" kata cecep
"macan lu mana cep?" kata ane
"dia ga bisa san" kata cecep
"macan lu mah kucing kali" kata ane
"iya maaf kekuatan gw sih masih jauh dari lu , ini bantu dulu" kata cecep
"sabar gw mau hubungin bokap gw" kata ane , ane telepon bokap ane

"pah mbah put dmna?" kata ane
"mbah put belum ada , nanti coba tanyakan aja ke elsa" kata bokap ane , duh jadi kepikiran elsa lagi
"mbah kut suruh ke sandi pah , ini mau keluarkan jin jahat dari badan ivan" kata ane
"sandi harus konsenterasi ya , nanti papah bantu dari sini" kata bokap
"oke pah" kata ane kemudian menutup teleponnya

ane samperin ivan yang kesurupan

"lo itu bukan sumi" kata ane memegang kepalanya
"jangan lu balik lagi ke kamar ini atau gw bakar" kata ane , lama lama tuh ivan seperti kejang kejang
"eh ini keluarin dari badan ivan , takut kenapa kenapa" kata boni
"bentar" kata ane , ane memejamkan mata . ane kumpulkan tenaga ane ditelapak tangan ane yang menjadi agak dingin , lalu ane tempelkan telapak tangan ane ke dada ivan
"AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA" ivan teriak , dari arah pintu ,
"eh ivan ada apa?" suara cewe ivan menggedor gedor pintu yang dikunci
"jangan masuk dulu!" kata ane

"pergi lo setan!!" kata ane lagi , kemudian dengan perlahan tangan ane bergerak dari dada ivan ke leher lalu terakhir kekeningnya .
"PERGII LO!" ane teriak , lalu ga lama ivan tergeletak tak berdaya.
"udah pergi belum cep?" kata ane
"gila lu san bakar jin nya san" kata cecep
"mana gw ga lihat , sebenernya gw ga tau tuh jin kebakar kenapa" kata ane
"dah ilang jinnya san , kayanya ada mbah lu yang kera datang gw ngerasin nih .yang bakar mbah lu san " kata cecep
"oh makasih ya mbah kut" kata ane berbicara sendiri
"..... , eh itu .... sumi?" kata cecep menunjuk kearah belakang ane ,
"gw lihat beneran apa engga nih?" kata boni menamparkan pipinya sendiri
"ini asli sumi yang difoto tadi?" kata marwan , ane lalu menoleh kearah belakang

"terimakasih ya sandi , kamu tuh cowo yang baik hati" kata sumi didepan ane
"iya kita sama sama mahkluk didunia ini harus saling tolong menolong apa lagi kalau ada yang kesusahan walau sudah beda hehe" kata ane , lalu sumi memeluk ane , dingin banget badannya
"terimakasih ya sandi" kata sumi
"sekarang aku bisa tenang" kata sumi yang kemudian mendekatkan bibirnya ke arah bibir ane , lalu dia mencium ane , dingin banget bibirnya
"daaahhh , jangan lupa pesan aku sandi , aku tunggu kamu dialam sana ya daadaah sayang , aku sayang sama kamu" kata sumi lalu dia menghilang perlahan , kalau dipikir pikir sedih juga jadi teringat cacaku , jangan sampai berantem aja sama cacaku tercinta disana

sesudah itu ivan sadar , dia masih lemas jadi kami semua keluar dari kamar sumi

"duh kenapa harus gw terus yang kesurupan" kata ivan , kami lagi lagi tertawa semua

ane ceritakan semua apa yang disampaikan sumi untuk mengiklaskan sumi dan bilang pada warga desa untuk tidak melanjutkan gosip tentang arwah sumi , karena sumi mau tenang menuju alam sana . ya dari pelajaran sumi kita harus tau bahwa tidak semua arwah gentayangan itu dari orang tsb tapi dari jin jahat lain yang menyerupainya , apa lagi kalau meninggal dengan cara seperti itu (gantung diri , di mutilasi atau sebagainya yang ga wajar) tapi ada juga memang arwah mereka yang gentayangan karena belum tenang kerena ada masalah , belum selesai urusan dunia , atau memang seperti setan yang mencari anggota tubuhnya yang hilang karena belum ditemukan . jadi intinya harus iklas dan tabah , niscaya nanti akan bertemu kembali dialam sana .

Keluarga sumi sangat berterimakasih pada kami , dan akan meminta maaf pada penduduk disini karena sudah membuat heboh sekampung . ya karena paksaan orang tua sumi jadi sumi lebih memilih gantung diri dari pada dijodohkan dengan orang yang sumi benci ,

malamnya dari rumah ivan ane pulang jam 8an bareng dengan yang lainnya . ane perhatikan dari arah berlawanan ada elsa dan cowo yang tadi siang ane lihat berboncengan . boni langsung kasih gw kode

"gw cari tau dulu ya , duluan semua!!" kata ane menggeber motor ane lalu putar balik

Ane ikutin mereka pelan pelan dari arah belakang . tibalah mereka disalah satu tempat makan yang menurut ane agak mahal . sampai sana ane tunggu beberapa saat sampai mereka masuk , lalu ane berpikir " gw masuk apa engga ya? gw gamau ada berkelahian, apa lagi gw gamau nia ngambek terus" tapi berhubungan udah tanggung ane masuk aja mengikuti mereka , didalam tempat makan ini cukup ramai , hati ane memang agak panas lalu ane samperin mereka yang duduk agak pojok berduaan . elsa terkejut melihat ane sambil berdiri

"eh kamu ko kesini" kata elsa
"sama siapa sa?" kata ane , lalu cowo didepan elsa berdiri , badannya besar tegak , lengan nya pun berotot . sepintas ane berpikir kalau ane melawan dia ane bisa babak belur
"kenalin gw aldi" kata cowo itu menjulurkan tangan
"gw sandi" kata ane bersalaman dengannya, tangannya lebih besar dari ane




Lihat Semua Daftar Part Terbaru


Source : Kaskus

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Silahkan Berkomentar Dengan Sopan :)