Petualangan Anak Banten Part 62


Petualangan Anak Banten Part 62
( Perfect )

"van hayo cepetan" kata ane sedikit bergegas , kaki ane dipacu agak cepat melewati teman teman ane yang baru pulang sekolah , ya karena murid disekolah ane cukup banyak jadi kalau sepulang sekolah agak berdesakan ketika melewati gerbang menuju parkiran motor
"misi misi" kata ivan yang ada disebelah ane
"duh van keburu ga nih kereta jam 2?" kata ane , ane melihat jam cuma pukul 13:30
"keburu dah keburu hayo" kata ivan .

Kami langsung bergegas keparkiran motor , disana sudah ada nia . karena nia ga bisa bawa motor kopling maka nia pakai motor ivan yang matic .

"nia gw kejakarta dulu , bawa motor ivan dulu ya" kata ane memberikan kunci motor ivan
"hati hati ya bang , mau ke dia kan?" kata nia
"iya nia , doain aja sampe" kata ane
"yu cepetan san , motor lu gw yang bawa aja" kata ivan
"yaudah , hati hati nia pulangnya" kata ane , ya walau nia udah bisa bawa motor tapi ane masih kuatir sama nia .
"iya bang nia pelan pelan ko" kata nia
"langsung pulang jangan maen dulu" kata ane
"iya abang ku" kata nia ,

Kemudian ane dan ivan langsung tancap gas kestasiun .

"teng tong teng tong . . . . kereta api tujuan jakarta siap diberangkatkan" ucap pengeras suara yang bergema distasiun

"woi cepetan san tiketnya" kata ivan , ivan sudah masuk ke peron stasiun sementara ane masih ngantri ada 2 orang lagi didepan ane
"iya sabar bego ini ngantri" kata ane

Selang beberapa menit 2 tiket sudah ditangan tujuan akhir jakarta , ane lihat kereta sudah jalan perlahan , ane lari sekuat tenaga

"prriiittt" suara securty meniup peluit tanda tak boleh masuk kereta

"san bodo amat san , hayo cepetan" kata ivan ,

Ivan naek duluan ke pintu kereta kemudian ane , ane dan ivan lari ke keramaian dalam gerbong kereta

"haa haaa haaa" suara nafas ane naik turun , cape lari
"untung aja sempet van , kalau engga ketinggalan nih acaranya" kata ane
"iya , eh baju segala macem udah ditas kan?" kata ivan
"udah van , thanks ya lu mau ikut gw" kata ane
"iya bro tenang aja , namanya juga sahabat" kata ivan

Karena kereta saat itu agak sesak jadi ane dan ivan berdiri , cukup lama ane berdiri sampai kita dapat tempat duduk , itu pun sudah distasiun dekat sana , panas bau segala macem jadi satu

"van pokoknya nanti temenin gw ya , gw gugup" kata ane
"iya tenang aja , kado ? udah kado? " kata ivan
"udah van kalau kado sih nomor 1" kata ane
"lu yakin dia suka?" kata ivan
"ga tau juga van , harganya sih ga seberapa" kata ane
"bawa parfum kan?" kata ivan
"iya bawa van , bau banget nih badan" kata ane

Sampai lah kami distasiun tujuan . ane dan ivan turun

..................................................................................

(telepon 2 hari yang lalu)

"hallo sayang , aku mau ulang tahun loh" kata sela
"eh kapan yank?" kata ane
"heemmm hari sabtu" kata sela
"sabtu kapan? ini udah kamis" kata ane
"hari sabtu ini atuh sayang haha" kata sela
"ko kamu ga kasih kabar dulu jauh jauh hari?" kata ane
"mau kasih kamu kejutan aja yank , aku mau tau kamu bakalan hadir ga di acara ulang tahun aku" kata sela
"ya pasti yank , nanti aku datang dengan temanku" kata ane
"asikk bener ya , nanti supir aku ke sana" kata sela
"ih ga usah , aku kesana pake kereta aja , aku ga mau repotin kamu" kata ane
"sayang nanti kamu cape ," kata sela
"ga apa apa , kamu kasih tau aja nanti aku naek angkot apa aja dari stasiun ya " kata ane
"yaudah deh kalau itu mau kamu , maaf ya sayang" kata sela
"iya santai atuh sayang" kata ane

..................................................................................

Kami menunggu angkot yang sudah diberitahu sela terlebih dahulu . "kamu dari stasiun naek ini , terus naek ini, lalu kemudian naek ini ya sayang " ane meliat sms sela .

"van ini ni angkotnya" kata ane menghentikan angkot
"bener lu?" kata ivan
"iya bener" kata ane

Lalu kami naek angkot

"duh macet" kata ane , ane lihat jam sudah pukul 5:30 sore , sementara acaranya pukul 7 malam
"keburu ga ya?" kata ane ke ivan
"lagian lu kaga mau dijemput sih" kata ivan
"gw ga enakan sama sela van" kata ane

Setelah melawan macetnya kota jakarta sore itu sampailah ane dan ivan didekat rumah sela . sudah pukul 6:45 . ane cari warung makan dan menumpang berganti baju didalam wcnya , setelah cukup rapi serta semprot sana sini dengan parfum ane dan ivan masuk ke perkarangan rumah sela , disana sudah banyak hiasan hiasan cantik untuk acara ulang tahun serta banyaknya mobil mewah yang terparkir. (ane cuma naek angkot kesana) .

"malu gw san" kata ivan , dia melihat sekitar
"ini bener rumah cewe lu bukan?" kata ivan
"iya bener van , ini rumah sela" kata ane
"gw tunggu disini aja dah" kata ivan menghentikan langkah kakinya
"bego lu ya , kita udah jauh jauh dari kampung ke sini . masa iya harus berenti karena malu melihat orang orang kaya? finace kita memang ga sekaya mereka van , tapi kita masih punya hati yang kaya" kata ane kemudian mendorong badan ivan
"iya iya dah , gw ikut cuma gw diam aja" kata ivan
"selow aja van" kata ane
"eh itu mereka pada ngasihin kertas undangan , lu ada ga?" kata ivan melihat sekumpulan orang mengantri memasuki rumah sela , yang mengambili kertas undangan itu supir yang dulu pernah mengantar ane ,
"udah tenang aja , masuk aja" kata ane ,

Kemudian kami mengantri dibelakang orang orang itu , orang yang mengantri didepan ane (cewe) menoleh kebelakang , ane senyum ke cewe itu tapi dia cuek , dia lalu melihat ane dari bawah ke atas lalu menutup hidung (anjrit sakit banget) ,

"ada apa ya ka?" kata ane
"lu siapa ? ko ngantri kesini? kita bukan ngantri sumbangan loh" kata cewe itu, kemudian cowo yang didepannya menoleh kearah ane
"haha orang kampung ko masuk kota" kata cowo didepannya itu, kepalan tangan ane sudah keras , "mbah tam itu menghina saya" kata ane dalam hati
"sabar san sabar, lu ga boleh emosi nanti lu kemasukan lagi repot" kata ivan ,
"ya ya van" kata ane mencoba menenangkan diri

Sari arah depan supir sela itu memanggil ane

"bro sandi? masuk aja ga usah ngantri" kata bang supir teriak
"bener ga apa apa bang?" kata ane, orang yang didepan ane menoleh kebelakang semua
"ya masuk aja, sudah ditunggu dek sela" kata bang supir
"oke bang" kata ane

"permisi ya" kata ane ke orang orang yang ada didepan ane
"siapa lo?" kata cowo yang menghina ane tadi, ane cuma balas omongannya dengan senyuman, ane samperin bang supir, anteriannya cukup banyak, apa ini semua teman sela? kata ane dalam hati .

"bang sela dimana?" kata ane
"sela dibelakang rumah, kalau sandi sudah datang katanya suruh masuk langsung sama temannya" kata bang supir yang menirukan omongan sela
"oke bang siap saya masuk duluan ya" kata ane ke bang supir diikuti ivan ,

"san ini bener rumah sela? gede bener" kata ivan
"hus lu jangan ngomong gitu ah" kata ane
"iya iya dah" kata ivan

Kami menuju perkarangan belakang rumah sela, disana ane melihat seseorang bidadari yang sedang memakai gaun super cantik sedang terlihat ngerumpi bareng teman temannya, hiasan bunga diatas kepalanya serta kalung indah yang ada di lehernya menambah sosok kecantikan sela. ane cukup lama memandang suasana saat dia tidak melihat ane saat itu. 1 kata yang pasti . "perfect"

"perfect" kata ane, ivan melihat ke arah ane
"itu sela?" kata ivan
"iya van, cantik ga?" kata ane
"banget" kata ivan ,

Sejak pertama bertemu dengan ane , rambut sela sekarang sudah agak panjang lebih dari sebahu . katanya sih "ga akan dipotong nih rambut sampai lantai" hahaahaa ,

Diarea belakang rumah itu juga ada panggung kecil dan ada peralatan Band

"sandi!!" suara teriakan sela diringi lari kecilnya menghampiri ane
"udah udah jangan lari sayang" kata ane mendekatinya ,
"hehe seneng kamu dateng" kata sela kemudian memeluk ane
"kamu rapih banget yank, ganteng" kata sela melihat ane
"yaa, makasih ya, kamu juga cantik banget" kata ane
"hehe makasih juga sayang, sini sini" kata sela menarik tangan ane, kemudian ane dikenalkan ke teman temannya yang tadi sedang ngerumpi dengan sela, mereka ramah ramah banget tidak seperti orang yang ane temui didepan tadi.

Tibalah acara utamanya semua orang berkumpul didepan kue ulang tahun yang cukup besar , disebelah sana ada sela beserta kedua orang tuanya, setelah menyanyikan lagu "selamat ulang tahun" acara selanjutnya adalah "potong kue" .

"potongan kue pertama ini untuk kedua orang tua aku yang senantiasa selalu menjaga aku baik suka maupun duka" kata sela , disambut tepuk tangan meriah oleh teman temannya

"lalu potongan kue kedua ini untuk kakak kandung aku , teh sely yang selalu mendukung aku setiap saat" kata sela, disambut meriah oleh teman temanya

"lalu potongan kue ketiga ini untuk seseorang yang special dihati aku, yaitu . . . . sandi!" kata sela , ane maju beberapa langkah ke arah sela bukannya disambut ane malah disoraki, tapi dengan tegar ane tetap jalan menuju sela

"huuuuuuuuuuu" ,
"woi salah orang lu sel!"
"masa orang kaya gitu lu pacarin"
"ah kecewa gw"

Mereka itu yang teriak cowo cowo yang sedang berkumpul dibelakang ane, ane melihat mereka, tangan ane udah dingin rasanya (malu)

"udah udah, kalian apa sih, sandi ini tunangan gw!" kata sela membela ane ,

"ga apa apa sel, memang aku kelihatannya ga pantes disini" kata ane menunduk, ane marah ? ya ane marah tapi ane tidak bisa berbuat apa apa, ane juga malu banget saat itu. ane lihat ivan juga tertunduk, rasanya harga diri ini sudah diinjak injak oleh orang kota

"kalian ada apa?" kata bokap sela ke arah teman teman cowonya itu, bokap sela menepuk nepuk pundak ane "tenang aja ya" kata bokap sela ke ane sambil berbisik

"dengar ya, sandi ini calon menantu saya, jangan soraki dia seperti itu. saya tahu kalian kaya, bawa mobil kesini, tiap hari makan di restauran, tapi itu milik orang tua kalian bukan milik kalian mengerti? saya lebih menghargai sandi disini, dia belain jauh jauh dari kampung menemui anak saya yang hari ini berulang tahun, apa itu harus disoraki?" kata bokap ane ke ane, ga lama oleh teman teman rumpi sela yang tadi diberikan tapuk tangan yang meriah, ane super terharu saat itu untung aja ga sampe nangis. ane juga agak kaget mendengar ucapan bokap sela

"calon menantu?" kata ane dalam hati




Lihat Semua Daftar Part Terbaru


Source : Kaskus

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Silahkan Berkomentar Dengan Sopan :)