Petualangan Anak Banten Part 60


Petualangan Anak Banten Part 55
( Dingin Tapi Panas )

Ane perhatikan bokap ane yang sedang ada dipintu rumah sedang melihat kearah luar ,

"elsa jangan marah ya sama sandi, pasukannya jangan dibawa semua" kata bokap ane, gawat dah pikir ane
"iya pah maaf, habisnya ini orang ganggu aja" kata elsa ke sela
"siapa yang ganggu?" kata sela
"udah udah, sela dsini aja, hayo sa berangkat" kata ane menarik tangan elsa, ane juga lagi pula ga enak sama orang tua ane

"ngapain sih sa ampe bawa pasukan jin segala ? jangan kayak gitu sela itu teman aku" kata ane
"oh sekarang belain cewe lain?" kata elsa
"bukan kaya gitu sa, aku kan cuma mau jelasin" kata ane
"oh terus?" kata elsa
"nabrak!" kata ane
"ih kamu ya diajak serius" kata elsa, eh nia ada disebelah ane

"udah lah sa , hayo berangkat ini udah siang nanti telat" kata nia
"ini juga nia belain abangnya terus" kata elsa
"bukan gitu sa , udah ah hayo" kata nia , nia ane bonceng sementara elsa ya naik motor sendiri

Sampai sekolah , elsa parkirkan motornya dan lari begitu saja meninggalkan ane dan nia

"udah lah bang jangan diambil hati si elsa , dia itu masih labil banget" kata nia

Lalu ane seperti biasa mengantarkan nia sampai depan kelasnya yang kebetulan si elsa duduk dikursi depan kelas tapi dia diam aja , ane berjalan aja cuek menuju kelas ane .

Sepulang sekolah ane kembali ke kelas nia mau jemput , elsa ada didepan kelasnya sambil baca buku sementara dari jendela ane lihat nia masih belajar

"ko kamu ga masuk?" kata ane
"....." elsa diam aja
"kenapa sih?" kata ane , elsa membuang mukanya ke arah lain
"kamu tuh jahat!" kata elsa (ane berpikir siapa yang jahat sebenernya)
"sa , sela itu teman aku ya ketika TK bukan MANTAN" kata ane (sedikit menyinggung)
"oh jadi kamu mau main balesan gitu" kata elsa melihat ane
"tolong sa udah atuh cukup , udah lah aku cape hati lama lama kalau seperti ini terus, aku udah berusaha sabar dan menerima kamu lagi , memangnya kamu tau perasaan hati aku seperti apa? engga kan? sakit gw sumpah" kata ane ke elsa
"...." elsa diam aja sambil menunduk ,

Kita berdiam cukup lama .

"terus kemana aldi?" kata ane
"dia masih dirumah aku" kata elsa , ane agak kaget
"loh berarti dia nginap?" kata ane
"iya , beda kamar ko" kata elsa
"kenapa ga dipenginapan aja? orang kaya ko" kata ane
"udah lah sandi , orang dia maunya dirumah aku , memang kenapa?" kata elsa
"ya ga enak aja" kata ane , jujur aja ane agak panas dengernya
"terus harus apa?" kata elsa
"udah ga usah apa apa" kata ane
"itu juga ular yang ngikutin kamu tuh auranya hitam , berarti sekarang mau jadi dukun gitu?" kata elsa melihat kebelakang ane
"itu mbah tam , dia tuh baik" kata ane
"ah semua jin hitam itu sama aja , JAHAT!" kata elsa
"jangan ngomng gitu dong sa" kata ane
"kenyataan! , kaya kamu!" kata elsa , "sebenernya yang jahat siapa sih" kata ane dalam hati

Ane diam aja , ane pikir elsa sudah agak keterlaluan dalam berbicara pada ane . ga lama nia keluar berbarengan dengan teman teman lainnya . elsa yang tadi duduk langsung berdiri dan pergi meninggalkan ane dan nia

"yu pulang" kata ane
"iya bang" kata nia

Sampai diparkiran ane liat elsa dengan RISKI (sepupu andi) sedang ngobrol , ane lihatin aja tuh si riski tapi ga lama dia buang muka dan pergi . elsa juga kemudian pergi seperti mengikuti riski , nia melihat ane

"udah bang , ga apa apa , masih banyak wanita yang sayang sma abang bukan cuma elsa doang" kata nia
"iya nia" kata ane

Sampai rumah ane , sela dan cindy masih ada disana sedang menonton tv .

"hayy sandi gimana sekolahnya" kata sela samperin ane
"eh sel , baik ko" kata ane
"san mau ga minggu depan ke jakarta? , kata papah gw mau lihat lu" kata sela
"gimana minggu depan yaaa" kata ane
"ihh harus sandi , soalnya papah gw ajak papah lu juga" kata sela
"nia ikut ya teh" kata nia
"ih lu ngapain sih nia , sama mamah aja dirumah" kata ane
"dah ga apa apa san nia ikut juga" kata sela
"iya sandi mamah ga apa apa" kata nyokap ane
"bener mah ga apa apa sendiri?" kata ane
"iya ajak nia jalan jalan ya sela" kata nyokap ane
"iya tan tenang aja" kata sela senyum ke nyokap ane
"nanti gw kerumah sela hari minggunya ya san" kata cindy
"oke cin , sekalian gw mau tau rumah lu" kata ane
"oke nanti seklian mampir ya sel ke rumah gw" kata cindy
"siap bisa diatur" kata sela

Sore hari itu juga sela kembali ke jakarta dengan cindy "san nanti hari sabtu sore depan gw sama supir gw kesini ya jemput lu, " kata sela , ane cuma mengangukan kepala ,

Dan dalam seminggu elsa tidak masuk sekolah , dan seminggu juga elsa tidak pernah sekalipun sms/telepon ane , pernah ane sms tidak dibales dan di telepon ga diangkat lalu ga lama ane telepon lagi ga aktif . ane mau kerumahnya .... tpi .... ya nanti ada aldi dan bisa repot juga urusannya . jadi ane pikir hubungan ane dan elsa sudah kandas sampai situ . ane juga bilang dengan kedua orang tua ane (karena mereka tau nya ane pacaran dengan elsa) kalau ane sudah putus dengan elsa (walau ane juga belum ngomong langsung pada elsa) .

Tiba saat hari sabtu , ane batalkan semua acara ane pada teman teman ane karena tadinya kami semua mau pergi makan makan dan bermalam dipuncak , "sorry ya semua , gw ga bisa hari ini , mau kejakarta" kata ane ke mereka , ya walau ane ga ikut tapi mereka semua tetap pergi kepuncak sore hari dari daerah ane ini

Pulang dari sekolah ane dan nia serta bokap ane siap siap untuk pergi ke jakarta , sekitar pukul 16:00 datang tuh mobil didepan rumah ane , ane lihat sela turun dari mobilnya

"yu om masuk semua" kata sela ,
"om depan ya , sela dibelakang aja" kata sela ke bokap ane

Lalu bokap ane didepan , ane sela dan nia ditengah . sepanjang perjalanan sela dan nia akrab banget dah udah kayak emak emak arisan , ane sih cuek aja sambil sesekali melihat hp ane . jujur aja ane merasa ga enak sama elsa sekaligus kwatir sama elsa . apa segitunya dia benci ane sampai ga masuk sekolah 1 minggu? sampai ga aktifin nomor dan ga bales sms ane? sepertinya ane juga salah tidak mengunjunginya 1 minggu ini . ane sangat merasa bersalah saat itu . ane juga teringat pesan alm bokap caca dalam mimpi untuk menjaga elsa , mungkin nanti ketika ane pulang dari jakarta ane bakalan kerumah elsa .

Sudah ada 1 jam ane dimobil , nia dan sela sudah diam ga ngomong , ane tengok ternyata mereka tidur . ane yang merasa mengantuk juga tidur di sepanjang perjalanan

pukul 18:30 , ane dibangunkan sela

"hey sandi bangun , udah sampai" kata sela , ane mengusap mata ane
"eh iya sel udah?" kata ane, mobil ini kosong , cuma ada ane dan sela
"yang lain udah turun duluan sayang" kata sela
"oh yaudah yu turun" kata ane , tapi tangan ane dipegang sela
"san...." kata sela , bibir sela begitu dekat dengan ane . ane tahan badannya
"mau apa sel" kata ane
"mau cium" kata sela
"duh sel nanti aja" kata ane, ane agak kaku, mungkin kalau ada kaca ane bisa lihat muka ane merah dah
"iya deh nanti aja ya" kata sela lalu kemudian turun dari mobil

Ane keluar dari mobil sela , rumahnya sela megah banget dah , disamping rumahnya juga ada kolam renang . didepan rumahnya ada taman ,

"hayo sandi ko diam aja" kata sela menarik tangan ane
"bagus banget rumah lu" kata ane
"hehe iya dong san" kata sela , kemudian kami masuk rumah sela . di ruang tamu ada keluarga sela (bokap sela , nyokap sela , dan kaka cewe sela) bokap ane dan nia

"hay sandi gimana kabarnya , sekarang sudah besar ya" suara bokap sela , ane agak kenal
"eh om saya baik ko om , om apa kabar?" kata ane menghampiri mereka semua , kemudian ane duduk
"cape ya dari sana kesini" kata bokap sela
"iya om lumayan hehe" kata ane
"udah makan? , yu kita semua makan dulu" kata bokap sela
"santai rud , cape gw" kata bokap ane
"ah lu dari dulu terlalu santai , hayo dah" kata bokap sela menarik tangan bokap ane . (memang bener kayanya mereka best friend yang terpisah )

Kami menuju ruang makan keluarga sela , setelah makan ane menuju perkarangan belakang rumah sela , ada taman juga disana . ane duduk di kursi ayun yang muat berempat itu sendirian . lalu ga lama sela samperin ane dan duduk berhadapan dengan ane

"san bosen ya?" kata sela
"ga ko sel , gw malah seneng" kata ane
"..." kami diam

"lu lihat ga san bintang itu?" kata sela menunjuk kesalah satu bintang dilangit
"iya sel lihat , kenapa?" kata ane
"yang lu lihat apa?" kata sela
"bintang itu agak lebih terang dari yang lain , memang kenapa?" kata ane
"bintang itu ibarat lu san yang sekarang ada dihati gw , entah kenapa gw itu jadi gini sama lu" kata sela
"eh lu kenapa?" kata ane
"ga tau san" kata sela , kemudian sela pindah tempat duduknya jadi disamping ane , lalu menyandarkan kepalanya dipundak ane

"lu tau ga san?" kata sela
"kenapa sel?" kata ane
"gw tuh suka sama lu" kata sela
"haha ngarang lu" kata ane
"gw serius san" kata sela
"...." lalu kamu diam lagi , jujur aja ane yang biasa santai jadi sangat kaku , entah mengapa malam itu begitu aneh bagi ane

"jalan jalan yu" kata sela
"kemana?" kata ane
"puncak" kata sela
"jauh ga dari sini?" kata ane , ane teringat teman teman ane
"deket ko , ntar lewat tol aja" kata sela
"gw ga bisa bawa mobil sel" kata ane
"dah ntr gw yang bawa , sekalian gw ajarin" kata sela menarik tangan ane

Masuk rumah sela , ane lihat nia dengan teteh sela , namanya sely

"teh , sela mau keluar dulu ya sama sandi" kata sela
"ati ati sel" kata teh sely senyum ke ane , ane balas senyumannya
"nia mau ikut ga?" kata sela
"nia disini aja sama teh sely , gih keluar sama bang sandi teh hehe" kata nia melihat ane sambil mengedipkan mata
"haha oke deh" kata sela

Lalu kami samperin bokap ane dan bokap sela yang sedang duduk di luar untuk meminta ijin . setelah dapat ijin sela dan ane meluncur ke pucak .

Singkatnya kami sampai puncak , walau bermacet macetan tapi untung saja sampai tujuan tidak terlalu malam , setelah makan lagi disalah satu tempat makan sela ngajakin ane bermalam disana , sebenernya ane maunya sih pulang tapi karena sudah malam dan sela udah cape bawa mobilnya jadi lebih baik "menginap" , kami meluncur ke salah satu vila didaerah sana . berhubungan vila disana yang double bad nya habis , jadi terpaksa kami memesan vila dengan single bed .mau cari penginapan lain tapi selanya sudah cape katanya, "udah ga apa san 1 tempat tidur aja" kata sela kami masuk tuh kedalam

"gw tidur dikursi aja sel" kata ane duduk dikursi dekat tv
"udah ga apa apa san , kita berdua aja , lagi pula dingin" kata sela menarik narik tangan ane , oh ya sela saat itu cuma pakai celana pendek dan kemeja putih tipis . ane tau tuh dalemannya berwarna hitam
"gw takut sel , gw gamau kita apa apa dulu , tau sendiri namanya cowo cewe tidur berdua" kata ane
"dulu tidur sama caca ga ngapain ngapain kan? kata sela senyum
"tau dari mana?" kata ane
"udah jangan dipikirin hayoo"kata sela menarik narik tangan ane .
"sell ga mau ah" kata ane
"ih sandi mah gitu ahh" kata sela , sela lalu melepaskan tangan ane dan menghempaskan badannya ke kasur , berhubungan ane orangnya ga enakan ane samperin sela yang sedang ngambek itu tiduran disampingnya
"yaudah gw tidur sama lu" kata ane
"nah gitu dong , walau dingin tapi tetep panas hehe" kata sela menarik selimut
"sel lu kalau kemana kemana jangan pake celana pendek dan baju kaya gini lagi ya" kata ane
"siap pangeranku , gw bakalan nurut sama lu san" kata sela memeluk ane , kepalanya ada didada ane

eh tiba tiba telepon ane berdering , "Elsa" memanggil , sela juga melihat itu
"angkat dulu san" kata sela melepaskan pelukannya
"iya bentar ya" kata ane kemudian bangun

"hallo sa" kata ane
"oh jadi gitu ya, gw itu sakit seminggu ga ditengokin sekarang sama cewe mau tidur bareng , fine kita putus!" kata elsa , lalu dia menutup teleponnya
"tuutt ttuut ttuuutt" . . . . . ane cuma bisa bengong "elsa tau dari mana ? apa ada yang lihat gw tadi ditempat makan? temen temen gw kan ke puncak juga, jangan jangan mereka kasih tau elsa" kata ane dalam hati. dingin sih disini tapi panas hati




Lihat Semua Daftar Part Terbaru


Source : Kaskus

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Silahkan Berkomentar Dengan Sopan :)