Petualangan Anak Banten Part 65
( Mbah Tam )
( Mbah Tam )
"kenapa kamu baru ngomong sama aku kalau kamu mau kuliah keluar negeri?" kata ane
"maaf yank, aku kira aku ga akan diterima ternyata masuk" kata sela mengusap air matanya, agak kesal ane
"aku janji yank ga akan macem macem disana, aku akan terus sama kamu" kata sela lagi, dia merangkul pinggang ane dan menyenderkan kepalanya dipundak ane, ane kaget sekaget kagetnya melebihi kaget melihat setan. kenapa ini terjadi sama ane ? apa ini sebuah kutukan cinta bagi ane? ah sudahlah
"ko kamu diam aja yank?" kata sela memandang ane, ane memandang laut sore dengan segala lamunan yang ada
"yaaannnkkk!!" kata sela mengoyang goyangkan badan ane
"kamu marah sama aku?" kata sela
"yaudah aku ga jadi kuliah, mau nikah aja sama kamu!" kata sela yang kemudian mengambil hpnya, hpnya lalu ane ambil
"ga usah yank, aku cuma lagi berpikir" kata ane
"kenapa sayang ? mikirin apa?" kata sela
"................" kami diam beberapa saat
"apa aku akan dapat menjadikanmu istri ketika kamu pulang nanti?" kata ane memandang sela, suara ombak dipantai menghempas keheningan ini, sela diam aja lalu dia mengeluarkan air mata lagi. kali ini air matanya berbeda, ane lihat tajam matanya ini adalah air mata akan kehilangan, sela masih diam
"aku ga mau kehilangan kamu sel" kata ane
"tapi aku juga ga mau menahan kamu menggapai cita cita kamu" kata ane
"jujur aja aku bingung" kata ane
Tangan ane dipegang erat sela, sepertinya sela tau apa yang ane rasakan, ane juga tau apa yang sela rasakan . lalu
"sela ke wc yu anterin aku" kata teman kelas ane cewe, sela mengusap air matanya
"eh iya, hayu ke wc" kata sela menunduk lalu pergi meninggalkan ane . tinggalah ane sendirian menghadap pantai
Ane menoleh kesebelah kanan eh taunya ada mbah tam yang juga melihat kearah pantai (posisinya seperti cobra yang kepalanya tidak ditanah tapi mbah tam bukan cobra dia sih seperti piton) ,langit di ufuk barat yang tersisa hanyalah cahaya redup yang dikeluarkan matahari yang sudah terbenam . sebentar lagi malam .
"bro sandi baik baik saja?" kata mbah tam, ane melihat mbah tam tapi mbah tam tidak melihat ane, dia fokus melihat lautan luas
"baik baik aja mbah" kata ane , lalu. .
"bro sandi terlihat sedih" kata mbah tam, kali ini dia melihat ane
"ya seperti itu mbah. saya tidak cocok mempunyai pasangan sepertinya. selalu ditinggal" kata ane memandang mbah tam, ular besar
"apakah yang bro sandi maksud itu dek sela?" kata mbah tam
"iya mbah" kata ane
Kami kembali diam, mbah tam tidak mendesis seperti ular pada umumnya .
"saya dari daerah sini bro sandi" kata mbah tam
"dari pantai ini ? katanya selatan?" kata ane agak kaget, jangan jangan mbah tam seperti ular yang dulu kejadian sama elsa? ah sudahlah jangan dipikirin
"iya maksud saya, saya itu dari pesisir pantai selatan " kata mbah tam, ane agak lega, untung aja bukan . . .
"ohhh , hebat ya mbah kalau dari pantai , kan jin air lebih hebat mbah" kata ane
"tapi saya bukan bangsa jin air bro sandi, saya masih dipesisir" kata mbah tam
"ohhh gituu" kata ane
"bro sandi senang saya ikut seperti ini?" kata mbah tam
"wah saya senang banget mbah, makin banyak teman makin bagus. saya tidak pandang mbah dari golongan apa yang penting kita sama sama membantu" kata ane senyum
"bro sandi itu baik, walau saya termasuk golongan hitam saya tetap diterima, terimakasih ya bro sandi" kata mbah tam, senyuman ular lucu banget ,
"hehe iya mbah tenang aja selama mbah baik sama saya, saya akan baik sama mbah " kata ane
"baik bro sandi tenang saja" kata mbah tam
"mbah nanti berarti menurun ke keturunan saya ga ya seperti mbah put dan yang lain?" kata ane
"tergantung bro sandi nanti ketika akan meninggal, bro sandi apa akan menitipkan saya ke anak cucu bro sandi atau kita lepas ikatan. semua tergantung yang memegang perjanjian" kata mbah tam
"oh gitu ya, oke deh oke terimakasih mbah tam" kata ane senyum
"baik sama sama bro sandi" kata mbah tam senyum, mbah tam kalau senyum matanya ketutup (bayangin ular senyum )
"permisi aa ko senyum senyum sendiri" datang itu cewe disebelah ane, cakep dah sepertinya ini cewe penduduk lokal
"eh engga teh ga apa apa, tadi saya lagi melamun" kata ane
"hati hati a jangan banyak melamun, nanti kesurupan" kata cewe itu
"iya teh makasih" kata ane. eh sela ternyata melihat itu dibelakang ane
"ehem" kata sela
"eh sayang" kata ane kaget melihat kebelakang
"sorry aa, teteh, saya ganggu permisi" kata cewe itu lalu pergi
"baru ditinggal bentar udah ganjen sama cewe" kata sela cemberut
"dia yang deketin aku yank" kata ane bangun dari duduk ane mendekati sela dan mencubit pipinya
"iya iya percaya" kata sela, ane mendekati sela, wajahnya itu cantik mirip artis, cuma ane ga kasih tau mirip siapa , ane usap usap rambutnya yang agak basah
"yu balik sayang" kata ane ,
"hayu yank , eh kayanya mau hujan yank " kata sela
"kenapa kamu bisa tau? , ini cerah aja" kata ane
"pirasat aku aja" kata sela senyum ke ane
Ane pacu motor ane ke penginapan , disana sudah banyak teman teman ane yang sudah pulang sedang maen gitar dan bersantai diteras penginapan ,(ane ga sebutin 1 per 1 ya banyak , yang jelas genk ane ada semua ) setelah memarkirkan motor ane depan teras , kami melangkah masuk ke teras penginapan lalu benar aja ga lama hujan besar turun disertai petir yang cukup besar
"tuh kan bener hujan" kata sela senyum
"ko kamu bisa tau?" kata ane , dari penglihatan ane ke sela , sela itu tidak ada yang tuh unsur unsur gaib
"insting aja yank" kata sela ,lalu sela mencium ane depan teman teman ane , sungguh agak canggung ane ,
"wah wah enak banget" kata boni , ane lepaskan ciuman itu
"udah udah jangan dilihat" kata ane ke boni
ane lihat ivan lari ke arah kami semua yang ada diteras depan
"yaahh gw udah beli kayu bakar , kaga jadi dah bakar bakar" kata ivan
"bakar rumah aja van" kata sela
"hahah gila lu sel" kata ivan
ane dan sela masuk kedalam rumah , cewe cewe lagi pada kumpul semua depan tv dan seperti biasa ngerumpi . ane masuk kamar dan dikuti sela . sela kemudian menutup pintu kamar dan menguncinya
"ada apa yank?" kata ane ,
"mau lanjutin yang tadi" kata sela langsung mencium ane , lama banget ane dan sela berciuman . sampai pintu kamar ane di gedor gedor
"san san tolong itu vivi (teman sekelas ane) kesurupan nangis aja " kata ivan , ane melepaskan ciuman sela
"ya ya bentar" kata ane
"sayang kamu bisa sembuhin orang kesurupan juga?" kata sela
"ya aku sih mau lihat dulu" kata ane
"hebat kamu sayang" kata sela memeluk ane ,
"udah udah yank hayu" kata ane menarik tangan sela
Kami berdua keluar kamar . ane lihat vivi sedang menangis dan dipegangi oleh teman teman ane yang cowo . ane lihat sekitar tidak ada apa apa , mbah tam pun ada dibelakang vivi . (tidak seperti mbah put yang ketika itu hilang setelah matahari terbenam karena mbah tam lebih kuat), ane dekati vivi
"vi lu kenapa?" kata ane, vivi diam aja masih menangis dan mengelengkan kepalanya
"tadi si vivi kenapa?" kata ane melihat teman teman ane
"dia tadi melamun dan melihat arah belakang ke kamar mandi itu" kata marwan, ane melihat ke arah kamar mandi tidak ada apa apa .
"bro sandi tenang saja, hantu wanita tadi sudah saya usir, tadi dia menampakan diri ke teman bro sandi" kata mbah tam
"oke deh mbah" kata ane tenang, berarti sudah aman, ane berbicara dalam hati
Dari arah salah satu kamar , cecep lari cuma pakai kolor (sepertinya habis tidur) dia dibangunin salah satu teman ane juga , cecep seperti membacakan doa doa gitu ke arah vivi ,
"tenang vi , gw akan menyelamatkan lu" kata cecep
Ane bingung , mbah tam bingung , mungkin kalau ada setan cewe yang dilihat vivi juga pasti bingung apa yang dilakukan oleh cecep , memang sih cecep itu suka sama vivi tapi vivi ga mau
"teman bro sandi tidak waras ya?" kata mbah tam dengan muka bingung, ular bingung ngakak
"sepertinya sih mbah, dah tau ga ada apa apa" kata ane, ane lalu meninggalkan cecep dan yang lain. sela mengikuti ane ke arah teras rumah
"vivi kenapa yank?" kata sela
"lihat doang, cuma udah pergi" kata ane , kami berdua duduk dikursi
"terus cecep ngpain?" kata sela
"gila dia" kata ane . kemudian sela tertawa , gede banget ketawanya
"HAHAHAHAH' serius yank ih" kata sela
"iya serius aku" kata ane , ane melihat gitar disamping ane lalu ane ambil
"mau lagu apa yank?" kata ane
"mainin aja nanti aku ikutin" kata sela
Suara sela itu merdu banget didengar , menurut ane kalau sela jadi penyanyi juga cocok cocok aja sih . kami berduaan diteras penginapan saat itu ditemanin alunan lagu dari bibir cantik sela . eh ga berdua sih tapi bertiga sama mbah tam , mbah tam udah mengikuti petikan gitar yang ane mainkan dengan mengoyangkan kepalanya .ane kira diawal mbah tam itu bakalan serius seperti mbah sut , tapi kenyataannya terbalik , ada ada aja ini teman gaib ane
Lihat Semua Daftar Part Terbaru
Source : Kaskus

Silahkan Berkomentar Dengan Sopan :)