Petualangan Anak Banten Part 67
( Bisikan )
( Bisikan )
Sesudah menyuapi sela dan menenangkan sela, teman ane yang cewe teriak "SANDI KELUAR ITU IVAN POCONG MAU SAMPERIN KITA!"
"haduh cong lu bikin gw repot aja " kata ane mengerutu sendiri ,
"mbah tam jagain sela dulu sebentar saya mau lihat ivan dulu , tapi jangan mikir warung lagi ya " kata ane
"baik bro sandi , maaf saya tadi salah" kata mbah tam
"iya ga apa apa mbah soal tadi ." kata ane ,
Ane bangun dari tempat tidur sela "yank mau kemana" kata sela memegangi tangan ane ketakuan
"aku mau lihat kondisi ivan dulu yank, mbah tam disini ko temenin kamu" kata ane ke sela ,
"beneran kan mbah tam disini?" kata sela melihat sekitar
"iya yank, bentar ya kasihan ivan" kata ane
"yaudah deh hati hati yank" kata sela melepaskan tangannya
Ane keluar kamar, ternyata pocong yang ada didalam badan ivan meloncat loncat mengarah ke arah teman teman ane diruang tamu .
"woi cong sini lo" kata ane mengacungkan jari tengah, lalu ivan yang kesurupan itu menatap ane melotot
"jelek lo nyet melotot gitu, sini kalau berani" kata ane ke ivan, sebenernya ane bilang itu bukan ke ivan tapi ke pocong yang merasuki badan ivan sih. memang jelek banget hiiiii
Lalu ivan meloncat loncat agak cepat ke arah ane (bayangin orang kesurupan pocong) , ane mendekati ivan yang kesurupan itu. tau kan pocong? kaki tangannya diikat jadi ga bisa bergerak bebas dan hanya meloncat loncat? ketika udah dekat , ane mendorong ivan agak keras saat sedang meloncat sampai terjatuh . tapi ini pocong belum keluar dari badan ivan
"upps sorry van" kata ane pelan sambil memegang mulut (kaget) "kekencengan nih gw dorongnya aduh" kata ane dalam hati , kalau dalam sadar pasti tau sakit banget itu punggung dia
Ane lihat ivan yang kesurupan itu diam aja berbaring , ane coba tenangkan suasana
"hahaha hayo loh cong mau apa lo? ga bisa bangun kan?" kata ane menenangkan suasana , ane berbalik badan melihat teman teman ane ,
"tenang aja kawan kawan!" kata ane pada mereka , jaraknya ga jauh jauh banget sih
"awas san dia bangun lagi!" kata cecep
ane berbicara sambil pelan pelan kembali menoleh ivan, "udah udah ga usah takut pocongnya udah ga bisa berdi........" kata ane tapi . . . . omongan ane terhenti
walau posisinya dia seperti (bantal guling) lurus kaku (tadinya) tapi badan ivan dengan yang kesurupan dengan perlahan itu bisa bangun tanpa dibantu apapun . heran? ya ane juga heran bisa gitu .
"waw kereeennnn lu cong bisa berdiri lagi , gw kira harus buka tali dulu hahahaah" kata ane mengejek , ivan tambah melotot tuh
"woi san jangan diledekin terus, tuh pocong marah sama lo!" kata cecep
"iya gw tau ko cep, sengaja mau tau dulu nih pocong marahnya gimana" kata ane
Pocong itu lalu berusaha mendekati ane tapi karena ane kasihan dengan ivan yang mungkin sudah cape melompat lompat dan tadi sempat jatuh , ane sadarkan ivan dengan cara yang sama seperti sebelumnya lalu pergi juga tuh pocong . ivan tergeletak tak berdaya dilantai .
"yang cewe urusin tuh ivan kasihan" kata ane melihat ivan agak tersadar , ane bangun mau ke kamar sela lagi
"sanddiii gw lihat pocong saaaaaannnn!" kata ivan bangun terduduk , dia memegangi punggungnya
"ya dan lo jadi pocong tadi 1 jam" kata ane
"cape banget gw ! ko punggung gw sakit?" kata ivan ,
"sshhhttttttt" ane menempelkan jari telunjuk ane dibibir pada cewe cewe mendekati ivan dan mengedipkan mata (bukan genit ) kepada mereka supaya jangan memberi tau bahwa ane yang mendorongnnya
"ga apa apa olahraga van , itu punggung lu sakit karena ditindihin pocong tadi" kata ane
"oh di tindih pocong ya ? bisa sakit gini ya san" kata ivan mengelus ngelus punggungnya
"ya maaf van eh maksud gw makanya hati hati" kata ane agak keceplosan
"wah lu ya jangan jangan pas gw kesurupan lu mukul gw?" kata ivan
"kaga van tenang aja , tar gw ke cewe gw dulu" kata ane kemudian jalan ke arah kamar sela .
................................................................
Ditengah malam saat itu kami berkumpul semua diruang tengah kecuali teman teman cowo yang sedang menemani boni dan marwan dirumah warga , jadi yang cowo cuma ane , ivan dan cecep . diluar rumah masih terdengar suara petir dan hujan yang deras menambah suasana semakin tegang
"besok kita pulang gimana ya?" kata vivi
"moga aja besok ga ujan" kata ivan
"besok masih hujan besar" kata sela , ane melihat sela terheran ,
"ko kamu tau yank?" kata ane
"firasat aja yank" kata sela senyum ke ane , kepalanya disandarkan ke pundak ane , ane usap usap rambutnya
"kamu bisa lihat atau memang cuma firasat yank?" kata ane berbisik
"cuma firasat yank , ga tau juga ada yang kasih tau dipikiran aku" kata sela
"yaudah kalau pulang kita pikirin besok , jadi sekarang yang cewe tidur duluan ya , gw begadang sama sandi dan cecep" kata ivan , mendengar ucapan itu , ane mengambil bantal lalu tidur membelakangi mereka
"ini si bangke malah tidur" kata ivan melempar bantal ke arah ane
"hehe ngantuk van" kata ane masih tiduran
"udah gw aja yang jaga sandi van gantian" kata sela , mendengar sela bicara gitu ane langsung bangun
"canda sayang , dah kamu tidur" kata ane
"ah lo so lo ada cewe lu aja gitu hahaha" kata ivan kembali melempar bantal ke arah ane dan disambut tawa oleh teman teman ane,
Setelah tawa tersebut kami lalu terdiam , ane setel music dugem dari hp ane supaya ga terlalu tegang karena suasana malam yang agak mengerikan. ane menoleh kebelakang ada mbah tam sedang bergoyang . "buset dah pantesan aja ini ular bisa goyang , kayanya dulu sering dugem sama pemilik lamanya " kata ane dalam hati sambil geleng geleng kepala . ga lama tuh mbah tam melihat ane , dia menghentikan goyangannya
"maaf bro sandi ada apa melihat saya?" kata mbah tam
"oh ga apa apa mbah, mbah jin paling lucu sedunia" kata ane senyum
"terimakasih bro sandi, saya sering bergoyang bro sandi, ini kegiatan saya ketika dulu" kata mbah tam
"iya mbah ga apa apa lanjut aja, ini baru namanya goyang ular mbah" kata ane menganggukan ane, lalu mbah tam lanjut bergoyang
Jadilah malam itu ane begadang sampai pagi walau ada sempat tertidur sedikit tapi ane tetap harus menjaga teman teman ane dari hal negatif , mbah tam sampai pagi juga ane putar music dugem dan masih terus bergoyang ,
Pagi itu sela masih tertidur dipangkuan ane , ane usap usap rambutnya yang sudah mulai panjang
"sel sebenarnya gw ga mau lu pergi dari hidup gw" kata ane
"walau lu nanti jauh disana , gw akan tetap setia sama lo sel , apapun yang terjadi dan kapanpun lu pulang , gw akan menunggu lo , karena gw sayang sama lo sel ," kata ane berbicara pelan ,
Setelah itu tanpa sadar tertidur pulas sambil terduduk menyender ke tembok .
"yaankk yaankk bangun" ucap suara sela , ane mengusap usap mata ane , posisi ane sudah tiduran dikarpet .
"eh yank sorry ketiduran" kata ane melihat sekitar teman teman ane sudah bangun semua
"iya ga apa apa sayang , baru jam 2 sore ko , kamu mandi yu siap siap pulang" kata sela
"iya yank" kata ane , ane bangun mandi siap siap .
"habis mandi makan dulu ya sayang , tadi aku beliin makan buat kamu" kata sela menunjukan bungkusan nasi
"iya yank makasih" kata ane senyum
Boni dan marwan lukanya hanya lecet akibat jatuh dari motor ketika malam itu jadi masih bisa melanjutkan perjalanan sampai daerah ane . kami siap siap lalu menuju motor masing masing
"eh van ntar gw berenti disuatu warung makan ya , ada sesuatu yang mau gw tanyain ke orang yang disana" kata ane
"iya tar lu duluan aja nanti kita ikutin" kata ivan
Jadilah motor ane paling depan , sampai warung kecil itu . didepannya ada macan berwarna hitam yang kemarin ane lihat dibelakang caca kecil ,
"yank mau ngapain?" kata sela
"tar aku mau ketemu anak kecil yank" kata ane
Ane kemudian masuk ke warung itu diikuti sela , kemudian beli juga ane mengetuk pintu caca kecil itu keluar dan memeluk ane
"ehhh om sandi balik lagi" kata caca
"iya nih om balik lagi" kata ane senyum ke caca
"nih kenalin sela , pacar om" kata ane , sela senyum ke caca , tapi caca seperti tidak suka dengan sela , mukanya yang tadi ceria sekarang berbeda
"caca teh , teh sela cantik ya" kata caca , tapi mukanya tuh ga ada ekspresi senang
"iya nih adik caca juga cantik" kata sela senyum , kemudian ane jongkok menghadap caca
"caca , om mau nanya ...." omongan ane dipotong
"om , om mau nanya ular yang dibelakang om itu kan?" kata caca , ane melihat mbah tam agak dibelakang
"ia ca , coba kasih tau" kata ane , ane udah ga heran karena sudah tau kemampuan caca
"caca kasih tau hati hati om , dia itu jin hitam , pemilik lamanya dulu banyak menggunakan dia untuk hal hal jahat . maaf ya om caca ngomong seperti ini , yang jelas om sandi harus hati hati walau dia bilang baik sama om" kata caca
"masa sih ca?" kata ane
"iya om , caca beneran" kata caca polos , lalu caca membisikan sesuatu pada ane ,
"......................" kata caca
"haah yang bener?" kata ane agak ga percaya,, caca menganguk
"ngmongin apa sih yank?" kata sela
"iya bentar yank" kata ane
"jangan bisik bisik atuh" kata sela
"ini tentang jin ko yank" kata ane
"ngmongin aku kan?" kata sela
"beneran engga yank" kata ane
"yaudah aku ke motor lagi aja yank kalau gitu" kata sela yang kemudian meninggalkan ane , ane tau sela marah
"mana mamah kamu caca?" kata ane pada caca
"ke pasar om , caca disini sama teteh sepupu dia lagi masak" kata caca
"yaudah salamin aja buat mamah caca ya" kata ane ,
"bentar om" kata caca dia masuk ke dalam lalu keluar lagi
"nih" kata caca memberikan kertas kecil bertuliskan nomor hp
"caca tau tadi om mikir mau hubungin caca lagi bagaimana , itu nomor mamah" kata caca senyum , duh ini anak pinter banget , imut lagi ca kamu :* .
"iya ca makasih yaaa , om cubit dulu, geemeess" kata ane mencubit pipinya
"iya om nanti bisa telepon ke nomor itu ya kalau kangen sama caca hehe" kata caca ,
"ok om pulang duluan ya" kata ane
"iya om hati hati , temen temen om pada nungguin tuh" kata caca
"WOI san cepetan balik hayo , mendung nih" kata ivan
"iya sabar! " kata ane teriak pada ivan
"oh ya maksih ya udah kasih tau om , nanti om omongin dulu deh" kata ane ,
"oke om hati hati" kata caca kembali memeluk ane
Ane kembali ke motor ane , ane lihat sela cemberut diatas motor .
"hey ada apa sayang" kata ane
"kamu tuh bisik bisikan sama anak kecil" kata sela tidak melihat ane
"udah lah sayang cuma kasih tau sesuatu tentang mbah tam , kamu cemburu ya ciieee ahahaha" kata ane
"iya aku cemburu napa huuu" kata sela , ane cuma mencubit pipinya
Kami lalu melakukan perjalanan pulang melewati m*nd*law*ng* lagi suatu jalan yang ada didaerah sana . baru ditengah tengah perjalanan hujan lebat turun kembali , ane lihat tidak ada tempat berlindung disana , kiri kanan hanyalah hutan , ditambah suasana jalanan yang dingin semakin manambah "MANTAB" perjalanan pulang saat itu . kami pacu agak cepat kendaraan motor ini , kemudian ivan yang motornya paling depan berenti disebuah gubuk . kami semua parkir dekat situ kemudian berlindung disana , menurut ane percuma karena sudah basah semua ini baju ane . ane lihat sela gemeteran , ane peluk sela dan mengeluarkan jaket ane dari tas , "syukurlah ini jaket ga basah semua" ujar ane dalam hati . ane berikan ke sela lalu ane peluk
"maaf ya sayang kamu jadi kedinginan gini" kata ane ,
"ga apa apa sayang ,yang penting sama kamu" kata sela senyum , badannya sudah tidak gemeteran
"..." ane diam aja menatap sela
"kamu ga kedinginan sayang? kamu mengigil gitu badanya" kata sela
"ah engga sayang ini biasa , udah jaketnya kamu aja yang pake" kata ane senyum , jujur aja ane kedinginan , bagi yang pernah kedaerah sini pasti tau deh .
"bener kan hujan" kata sela
"iya , hebat kamu yank , jadi peramal cuaca gih di tv hehe" kata ane , ane dicubit oleh sela
Sesudah ujan agak reda kami melanjutkan perjalanan pulang dan sampailah rumah ane saat itu sore menjelang malam . kami masuk ke dalam rumah , ane ketuk ketuk pintu rumah keluar nia . nia bilang nyokap bokap sedang keluar ,
"yank kamu pulang kapan?" kata ane
"ga tau nih yank , kayaknya besok deh soalnya lusa aku udah harus pergi" kata sela , senyumnya agak terpaksa
"pergi yank ya?" kata ane , ane mencoba senyum
"maafin aku ya sayang , aku janji setia sama kamu" kata sela
"iya yank" kata ane ,
"bentar ya aku ke kamar dulu ganti baju" kata ane , ane kemudia ke kamar ane
Mbah put dan nyai ro mucul didepan ane ,
"hey mbah put nyai roo gimana kabarnya , kangen nih" kata ane senyum pada mereka
"kami berdua baik bro sandi , kalau bro sandi bagaimana?" kata mbah put
"bagus deh kalau baik , saya cuma kecapean aja nih jadi kurang baik , eh belum punya anak ya?" kata ane
"anak siapa bro sandi?" kata nyai ro
"iya anak mbah put dan nyai roo lah mana nih hehe" kata ane
"bagaimana buat anak bro sandi" kata mbah put, tepok jidat, "ini macan polos bener" kata ane dalam hati
Tiba tiba muncul disamping ane mbah tam
"saya tau caranya bro sandi" kata mbah tam tepok jidat 2 kali , "hapal bener nih uler" kata ane dalam hati
Lihat Semua Daftar Part Terbaru
Source : Kaskus

Silahkan Berkomentar Dengan Sopan :)