Petualangan Anak Banten Part 68
( Perpisahan Tak Terduga )
( Perpisahan Tak Terduga )
Malam harinya kami tidur bertiga , (ane , nia dan sela) . sebelum tidur ane mendengar sela mendapatkan telepon dari seseorang
"jam 4 pagi" suara sela sayup sayup terdengar ditelinga ane ,ane menoleh ke arah sela , sela hanya senyum , lalu dia memeluk badan ane
"tidur sayangku udah malam" kata sela
"ada apa jam 4 yank?" kata ane
"ga ada apa apa sayang , udah tidur yaa" kata sela , ane kemudian tertidur karena cape sekali hari itu
..................................................
"bang bang bangun" suara nia membangunkan ane
"ada apa nia?" kata ane agak malas beranjak dari tempat tidur
"teh sela ga ada banggg" kata nia , ane langsung bangun . ane lihat jam baru pukul 6 pagi .
"seriusan? udah dicek belom keluar?" kata ane
"udah bang ga ada , tapi nia nemu surat diruang tamu , "untuk sandi" tuh tulisannya" kata nia
"mana mana" kata ane mengambil surat itu dan membukanya perlahan
Dear Sandi
selamat pagi sayang ku sandi tercinta !
pertama tama aku ucapin terimakasih sama kamu telah beberapa bulan ini menemani aku dengan penuh kasih sayang ya sandi
sungguh aku sangat berat untuk mengatakan perpisahan sama kamu makanya aku tulis ini dalam sebuah surat yang mungkin sekarang kamu pegang , sayang maafin aku ya , aku harus pergi hari ini .maaf aku bohong sama kamu tadi malam , maaf untuk semua kesalahan aku selama ini . tak hentinya aku berkata maaf sama kamu sayangku sandi . karena aku tahu aku sangat salah sama kamu . sekali lagi aku mohon maafkan aku , aku cuma gamau melihat kamu sedih sayang , aku mau kamu bahagia walau jauh sama aku mulai hari ini . kamu itu cowo kuat sayang dan aku selalu yakin sama kamu walau kita berjauhan ,
inget ya sayang jangan lirik lirik cewe lain , inget selalu sama aku mulai hari ini dan seterusnya sampai kita bertemu kembali . aku pergi naik pesawat sekitar jam 9 an pagi ini sayang . nanti kalau kamu sudah baca seluruh surat ini , kamu ambil hp kamu dan telepon ke nomor aku ya . berat banget sayang sejujurnya aku meninggalkan kamu, tapi mau bagaimana lagi sayang . ini keinginan orang tua aku dan memang dari kecil ini cita cita aku itu meraih pendidikan diluar negeri .
sudah dulu ya sayang , aku nulis surat ini buru buru karena tadi dijemput sama supir papah jam 4 pagi . jangan sedih sayang dan selalu ingat pesan pesan aku ,
I LOVE YOU SANDI
SELA
Terlihat titik titik air yang belum mengering masih ada disekitaran surat itu mungkin itu air mata sela ketika menulis . ane pegang erat surat itu
"SELA!!!!!!!!" ane teriak cukup kencang ,
"kenapa bang?" nia disebelah ane mengusap usap punggung ane
Ane langsung ambil hp ane , ane ga telepon sela tapi telepon ivan "tuuuttt , tuuuttt ,tuuuttt"
"angkat begoo" kata ane mengerutu sendiri pada hp
"ko ngmong bego sama teh sela bang" kata nia
"bukan nia , gw telepon ivan" kata ane
"loh ko ga telepon teh sela malah telepon bang ivan? wah jangan jangan homo nih hehe" kata nia
"apa sih nia gw masih normal , jangan bercanda ah ga lucu" kata ane
"ya maaf bang" kata nia
"telepon yang ada tuju . . .bla bla bla" suara ditelepon ane saat menelepon ivan
"anjrit van lu tidur kayak bangke amat kaga bangun bangun " kata ane kemudian menelepon kembali ke nomor ivan .
Mungkin 5 kali ane telepon ivan baru diangkat
"haa apaa pagi pagi?" suara ivan ditelepon
"woi bangke lu gw telepon 5 kali baru diangkat" kata ane
"sorry san gw kecapean" kata ivan
"ada saudara lu yang bisa anter gw ke bandara sekarang ga?" kata ane
"haah bandara? ada apa gitu?" kata ivan
"dah cepetan gw butuh sekarang nyampe ke sana jam 8 van" kata ane
"ya ya tunggu gw telepon saudara gw dulu" kata ivan , kemudian ditutup tuh telepon .
Ga lama ada sms "woi telepon balik , pulsa gw abis nih" sms ivan , terus ane telepon lagi tuh si ivan
"gimana gimana?" kata ane
"ada san , cuma dia bisanya jam 7 , ini kan baru jam 6" kata ivan
"bego sekarang lah , gw otw rumah lu sekarang siapin cepet!" kata ane
"ada apa sih?" kata ivan
"ah keburu dia berangkat , nanti gw jelasinnya" kata ane menutup telepon itu
Ane buru buru keluar kamar menuju kamar mandi , nia mengikuti ane
"bang , teh sela kemana?" kata nia
"pergi" kata ane
"kemana?" kata nia
"luar negeri" kata ane
"cepet amat? ko mendadak gini sih?" kata nia
"dia yang memberitahu gw mendadak nia , sebenernya udah direncanain jauh jauh hari sama sela , cuma dia bilangnya baru kemarin pas dipantai" kata ane mau masuk kamar mandi
"loh ko lu bisa tau bang?" kata nia
"dari anak kecil" kata ane kemudian menutup pintu kamar mandi
Ane mandi cepat , sikat gigi asal asalan , dan langsung meluncur ke rumah ivan tak lupa ane membawa mbah put. didepan rumah ivan belum ada mobil saudaranya . ane samperin ivan yang sedang duduk didepan .
"mana van?" kata ane
"sabar sih san , dia juga baru mandi , lagian lu mendadak" kata ivan
"gimana lagi van , sela pergi keluar negeri hari ini" kata ane
"lah memang dia ga kasih tau dulu sama lu?" kata ivan
"dia sih kasih tau katanya lusa baru berangkatnya van , ini mendadak banget" kata ane
"dah sabar sabar" kata ivan
"begonya gw van , sebenernya gw dikasih tau sama anak kecil didekat pantai itu kalau sela mau ninggalin gw hari ini , cuma kata anak kecil itu sore hari makanya gw masih agak tenang , tapi entah kenapa pas subuh dia udah pergi dari rumah gw , gw ga nanyain dia tentang bisikan anak kecil itu , gw bego banget . kalau gw udah nanya mungkin ga kayak gini" kata ane memegangi kepala ane , pusing rasanya kalau berpisah dengan cara seperti ini
"anak kecil? dia ko tau?" kata ivan
"dia baca pikiran sela " kata ane
"hebat bener , coba gw mau ketemu" kata ivan
"bego ah lu , ini dulu bantu" kata ane
"iya iya selow" kata ivan
"dan sebenernya sela udah di rencanain ini semua , dia udah siapin segalanya . tapi dia ga kasih tau gw van , gw sakit hati banget" kata ane ,
"sebenernya gw mau ngmong cuma ga enak sama sela kemarin , takut salah apa yang dikasih tau anak kecil itu , makanya gw diem aja" kata ane lgi
"ya makanya nanti lu ga boleh ga enakan gitu , harus ngomong kalau ada apa apa" kata ivan
"ya ya van , memang ini salah gw" kata ane
Ga lama mobil saudaranya ivan ada didepan rumah ivan , kami langsung menuju mobil saudara ivan . ane lihat sudah hampir jam 7 di hp ane.
"a ini sampe bandara jam 8 ga ya a?" kata ane
"waduh ga tau nih san , kita lihat aja dulu ntar moga ga macet , gw usahain dah" kata saudara ivan
"makasih yaa a" kata ane
"iya san tenang aja sama gw mah" kata saudara ivan ,
Selama perjalanan ane gelisah banget , ane lihat hp ane ada banyak notif pesan masuk dan panggilan tak terjawab dari "sela" . ane buka satu per satu sms sms sela . kebanyakan berkata "maaf" .
"gw ga butuh maaf sel , yang gw butuhin tuh lu" kata ane berbicara sendiri
hp ane berbunyi , panggilan dari "SELA" .
"angkat tuh bego" kata ivan melihat hp ane
"gw mau ngomong langsung van" kata ane
"bego lu ya , itu juga sama ngomong langsung" kata ivan
"ya maksud gw ketemu van" kata ane
Jam 8 lewatan kami sudah hampir memasuki kawasan bandara ,
"terminal berapa?" kata ivan
"astaga gw ga tau , bentar gw tanya sela" kata ane , ivan tepok jidat
"gimana jadinya kalau lu kaga tau , lu kira bandara itu stasiun apa?" kata ivan
"ya sorry gw kan ga pernah naek pesawat" kata ane
"yaudah tanyain dulu" kata ivan
"eh kalau gw nanya nanti dia curiga , gw lihat aja status media sosialnya deh , kali aja dia buat status" kata ane , lalu ane lihat salah satu media sosialnya sela
"@terminal 2 * bandara soekarno hatta" ucap sela distatusnya itu
"ini nih terminal 2 * , cepetan a tolong" kata ane , lalu mobil dipacu agak cepat oleh saudara ivan ,
"ntar gw bawa masuk lu berdua ya , ntar gw tunggu depan . kalau markirin mobil dulu jauh" kata saudara ivan
"siap a" kata ane .
Mobil lalu berhenti didepan terminal 2 * ,belum juga turun , belum juga lari ,belum juga apa apa , ane cuma turunkan jendela mobil itu udah lihat sela bersama keluarganya. dan ga jauh dari sana ada ROY temannnya yang ada dipesta ulang tahun sela waktu lalu , "itu orang kan si roy?" kata ivan
"diem lu van" kata ane fokus melihat mereka
Ane perhatian mereka bersama kedua orang tuanya masing masing , ada bokap dan nyokap sela disana . "kenapa ada roy sih? kenapa gw ga bisa bahagia tanpa ada orang ketiga!!?" kata ane teriak dalam hati ,
"pulang aja deh" kata ane ke ivan , ane menunduk lemas . kepala ane pusing , hati ane panas
"kenapa san? lu mendingan tanyain dulu , kali aja mereka temen doang dan cuma bersama ketika berangkat" kata ivan
"....." ane diam aja , ane menoleh kembali ke arah sela, cantik banget dia hari itu . ane ga rela ditinggal sela apa lagi dia dengan roy
"WOI , san sekarang nyali lu kemana?" kata ivan
"gw ga kenal lu yang kaya gini , masa mudah nyerah banget! , inget san lu itu pacarnya sela dan lu harus tau semuanya!" kata ivan memberikan semangat .
"kalau lu mau nangis , nangis dulu sebelum kesana" kata ivan , ivan paling tau sifat gw , agak sensitif masalah yang kaya gini , keluar lah dikit air mata ane . jujur aja sedih banget melihat itu . cewe yang selama ini ane pertahanin jadi seperti ini . ane usap air mata ini
"yaudah gw turun dulu , kalian keparkiran aja nanti gw nyusul" kata ane
"gw ikut san" kata ivan
"yaudah gimana lo van" kata ane
Ane buka pintu mobil itu , ane berdiri dengan sekuat tenaga walau nih kaki udah lemes . pas banget ketika ane turun ane lihat sela dan roy berpegangan tangan serta difoto oleh bokap sela . sela mungkin ga melihat ane karena saat itu ramai serta ane memakai topi
"senyum dong" suara bokap sela terdengar ane walau samar samar .
ivan mendekati ane sambil menepuk pundak ane "sabar san" kata ivan
"mendingan lu tanya baik baik" kata ivan lagi
"ya gw jalan kesana dulu " kata ane .
Ane jalan beberapa langkah . mata ane menatap mata sela yang saat itu belum melihat ane , tangan mereka berdua (roy dan sela) belum juga terlepas sementara ane semakin mendekati mereka . lalu jalan ane terhenti ketika sela melihat ane . dia diam sejenak seperti sangat kaget ditambah semua orang yang ada didekatnya pun melihat ke arah ane .
"SANDI!" teriak sela saat itu , dia melepaskan tangannya dari roy , ane mencoba senyum walau hati ini sakit tidak bisa dibohongi
"hay sel" suara ane pelan , mungkin dia tidak mendengar itu . sela lari ke arah ane . ane masih mencoba senyum . dia langsung memeluk ane , keras banget pelukannya sela
"kamu kenapa kesini sayang , aku telepon kamu ga diangkat , aku sayang kamu!" suara sela diiringi isak tangisnya .
"aku cuma mau lihat kamu sebelum kamu pergi , itu aja udah cukup" kata ane , ane balas pelukannya sambil memejamkan mata , ane merasakan detak jantungnya sela berdetak agak cepat,dan ane merasakan kembali apa yang dinamakan sebuah "kehilangan" yang "nyesek" ke hati ,tapi sejenak ane merasa tenang didalam pelukan sela
"maafin aku" kata sela , isak tangisnya semakin keras terdengar . orang orang disana memperhatikan ane dan sela , ane hiraukan itu semua , ga lama ane lepaskan pelukan sela , ane senyum menatap wajahnya , ane usap air matanya yang keluar dari mata indahnya yang agak bengkak
"udah ga usah nangis ,nanti aku jadi sedih" kata ane masih mencoba senyum, air mata mau keluar tapi ane tahan "SAN LO HARUS KUAT ,JANGAN NANGIS" suara hati ini menyemangati ane
"aku tau kamu lihat kan tadi aku pegangan tangan sama roy , aku mohon maafin aku , aku gamau kamu marah , aku sayang kamu san" kata sela
"aku mau jelasin , aku sama roy cuma teman ko sayang , dia juga diterima disana makanya kita berangkat bareng. tenang aja aku tetap sama kamu sepanjang hidup aku" kata sela ,
"iya iya yank , aku ngerti ko" kata ane pasrah aja walau ini hati sakit , ane melihat roy mendekati kami .
"tenang san, gw jagain sela disana" kata roy mengulurkan tangannya
"ya, tolong jagain sela ya roy " kata ane menjabat tangannya
"oh ya roy . gw mau kasih tau kalau sela ga kuat dingin jadi kalau bisa dipake jaket double disana, dan selalu ingetin jangan telat makannya , dia punya magh" kata ane senyum ke roy ,
"maaf gw ga bisa jaga sela disana, jadi gw titip sela sama lu roy. gw percaya sama lu" kata ane , kali ini air mata ga bisa terbendung lagi dari mata ane , ya ane nangis ,
"santai bro, gw akan jagain sela buat lu" kata roy
"ya makasih ya roy" kata ane
"aku sayang kamu sel , aku sayang banget" kata ane , ane kembali memeluk sela
"aku juga sayang kamu sandi , sayang banget" kata sela , dan membalas pelukan erat
"boleh aku pinta topi ini yank?" kata sela , sela mengambil topi jelek yang udah bau dari kepala ane
"jangan yank topi jelek ini belum dicuci" kata ane
"ga apa apa sayang , yang penting dari kamu" kata sela kemudian memakainya , ane senyum pada sela
"tunggu aku ya nanti kalau liburan aku pulang ko" kata sela
"iya sayang, aku selalu menunggu kamu" kata ane
...........................................................
"selamat jalan sela , semoga kamu selamat sampai tujuan , gapai cita cita kamu setinggi langit , belajar yang bener jangan shoping aja disana dan pulanglah nanti ketika kamu bener bener kangen sama aku , dari aku , Sandi" . ane kirim pesan itu dari salah satu media sosial .
...........................................................
Setelah pesawat yang ditumpangi sela pergi sampai menghilang dilangitnya biru saat itu ane hanya bisa terdiam . ane ga berani mengucapkan apa yang dikatakan anak kecil itu kalau sela sudah mempersiapkan ini semua jauh jauh hari , karena ane ga enakan orangnya apalagi sela sedang sedih seperti tadi .
"sabar ya sandi , jodoh itu ga akan kemana ko" ucap bokap sela sambil menepuk pundak ane
"iya om makasih" kata ane
"mau ke rumah om dulu ga?" kata bokap sela
"makasih ya om tawaranya tapi aku mau pulang dulu ga enak sama temen" kata ane
"yaudah tapi jangan lupa sama om ya " kata bokap sela
"iya om sama sama" kata ane
"sandi mau kuliah apa kerja?" kata bokap sela
"kerja dulu sih om baru nanti kuliah" kata ane
"kalau gitu kerja dikantor om aja gimana?" kata bokap sela
"dimana om?" kata ane
"udah nanti kamu ke jakarta aja bawa lamaran kerja , nanti ke rumah om dulu ya" kata bokap sela
"kapan ya om?" kata ane
"secepatnya saja san , om tunggu ya" kata bokap sela
"oke om" kata ane
Setelah itu ane pulang dengan ivan . sampai rumah ane masih kepikiran sela . ane ceritakan semua ini pada orang tua ane , mereka selalu mensupport ane apapun yang terjadi .
"besok aku mau ngelamar kerja dikantor papahnya sela pah" kata ane ke bokap
"wah bagus tuh san , jadi bisa lebih deket" kata bokap ane
"iya pah doain ya" kata ane
Jadi kalau ada apa apa lebih baik menceritakan pada orang tua , jangan gengsi pada mereka ! , mereka itu lebih tau perasaan anaknya dari pada diri kita sendiri . (menurut ane sih) serta mereka pasti akan mendoakan yang terbaik buat anak anaknya!
...................................................
Pagi itu ane bangun agak subuh , dibantu alarm hp ane , ane bergegas mandi dan memakai baju hitam putih . ane lihat nia masih tidur jadi ane enggan membangunkannya , ane keluar kamar ada nyokap ane.
"mah doain aku masuk ke kantor itu " kata ane meminta restu orang tua
"iya sandi mamah doain , hati hati di jalan" kata nyokap ane
Ane lalu bergegas lari kecil kearah motor ane diteras rumah , tak lupa ane membawa keris mbah put untuk jaga jaga kalau ke jakarta . sampai stasiun ane memarkirkan motor ditempat penitipan motor dan bergegas ke loket stasiun , "untung ga telat kereta partama" ujar ane dalam hati . ane melihat seseorang yang ane kenal menunggu diperon stasiun
"eh di ngapain?" kata ane , sebenernya ane agak males melihatnya tapi ga enak juga lah kalau ga disapa
"ini san , ini gw mau ke jakarta" kata aldi agak kaget melihat ane
"ohh" kata ane
"....." kami terdiam
"haha untung aja disini banyak orang , kalau engga gw udah cekek leher lu itu" kata aldi
"haha kalau bisa sih hebat lu di" kata ane menantang
"yuu kebelakang kalau mau tau" kata aldi manjawab tantangan ane
"sorry di nanti aja , gw mau melamar kerja dulu , kita selesaikan nanti" kata ane menatap aldi , badannya masih aja besar dan berotot
"ya gw tunggu lu , awas jangan kabur lu" kata aldi menunjuk nunjuk muka ane , dibelakang aldi ada 3 jin putih semuanya macan , aliran jin aldi putih semua
"tenang aja gw selalu ada" kata ane , dibelakang ane ada 3 teman ane nyai ro , mbah put , mbah tam
"nah seimbang kalau gini , 3 lawan 3" kata aldi
"hari ini ga ada yang bertarung di" kata ane
"hebat lu ya masih ada itu uler sama lu , gara ular itu el . . '' kata aldi , ane potong
"BUKAN DI!, bukan teman gaib gw ini! , lu masih ga percaya sama gw terserah! yang jelas bukan dia!" kata ane agak emosi
"gimana lo aja yang jelas gw dendam sama lo!" kata aldi
"TERSERAH!" kata ane
Ga lama kereta pun datang . ane naek dan mencari tempat duduk agak jauh dari aldi . kereta saat itu masih sepi . mbah tam , mbah put dan nyai roo muncul didepan ane
"haruskah saya kejar macan macan itu bro sandi? saya bisa sekarang" kata mbah tam
"ga usah mbah tam , saya ga mau ada apa apa" kata ane ,
"baik bro sandi , kalau ada apa apa bilang saja sama saya , saya urus 3 macan itu" kata mbah tam ,
"iya mbah tam tenang aja" kata ane , ane pikir mbah tam hebat juga ya
"bro sandi sabar ya" kata nyai roo
"iya nyai makasih ya , untung ada kalian . jadi saya tidak merasa sendirian" kata ane senyum pada mereka .
"iya bro sandi sama sama" kata nyai roo
"bro sandi tenang saja kami akan selalu bersama bro sandi" kata mbah put
"oke mbah put terimakasih ya , saya mau tidur dulu sebentar nih , ngantuk" kata ane
"baik bro sandi " kata mbah put lalu mereka menghilang
Ane tidur perjalanan itu menaiki kereta sampai jakarta .
Akankah ?
Lihat Semua Daftar Part Terbaru
Source : Kaskus

Silahkan Berkomentar Dengan Sopan :)