Petualangan Anak Banten Part 71 (B)


Petualangan Anak Banten Part 71 (B)
( (B) Tinggal Harapan )

besok paginya ane menelepon bokap sela

"om maaf hari ini ga bisa masuk dulu , sepertinya besok baru bisa" kata ane ditelepon
"oh iya sandi tidak apa apa , jaga kesehatan ya" kata bokap sela
"iya om terimakasih" kata ane

ane tiduran dikamar sambil menatap langit , "sialan lo di , harusnya gw masuk hari ini !" umpat ane
"bangg" kata nia , matanya sembab
"udah ga usah nangis aja , gw masih hidup" kata ane
"mau nia laporin polisi si aldi kalau dia celakain hidup bang sandi terus" kata nia memeluk ane , udah kaya istri ane aja tuh si nia
"ga nia , ga apa apa . mungkin aldi lagi khilaf aja" kata ane
"orang kaya gitu tuh jangan kasih ampun" kata nia
"ga boleh lu ngomong gitu , lihat aja andi , walau dihitam tapi sekarang dia sudah berubah iya kan?" kata ane
"pokoknya ga boleh gitu lagi! , kalau ada apa apa mendingan lari ga usah dilawan!" kata nia
"kalau gitu harga diri gw kemana ?" kata ane
"mendingan ilang harga diri bang dari pada hilang nyawa!" kata nia
"......." ane berpikir sesaat
"iya kan!" kata nia
"ya kali ini debat lu yang menang" kata ane

lalu pintu kamar ane terbuka , nyokap ane masuk membawa sebuah baskom berisikan air hangat , air itu diusapkan kebagian badan ane yang sakit , (pinggang , punggung , paha , perut , sampai muka) , tapi entah kenapa setelah beberapa lama diusapkan air itu badan ane sudah agak tidak sakit dan bekas luka lebampun perlahan menghilang .

seharian ketika itu ane hanya tiduran ditemani nia , nia ane suruh sekolah dia gamau . katanya sih mau nemenin ane sampai sembuh dan seharian juga ane ngobrol sama nia diranjang ahahahah , ya beruntung lah mempunyai adik seperti nia yang penuh perhatian! . malam harinya ane menceritakan pada cindy bahwa ane mau menginap sementara waktu dirumah cindy , cindy (saudara ane) sangat antusias mendengar ane mau tinggal dengannya dijakarta . mungkin ya karena dia kesepian disana cuma berdua sama pembantunya

besoknya setelah semua badan ane sembuh ane bangun agak subuh , ane bereskan semua barang barang ane yang akan ane bawa ke jakarta dalam koper kecil yang sudah disediakan nyokap ane , tak lupa 2 keris ane bawa untuk berjaga . keris mbah put dan kecil pulpen .

sebelum pergi ane mencium kedua kaki orang tua ane , jujur aja ane sedih meninggalkan mereka walau ane seminggu sekali ane pulang ke daerah . tapi tetap aja yang ini beda , ini bukan PKL , ini itu KERJA cari duit! ,

"mah , pah doain sandi disana moga sukses , jadi orang pinter , dan doain sandi juga disana sehat terus , nanti sandi kasih semua gaji sandi sama mamah" kata ane ,
"udah sandi ga apa apa , mamah ada ko . gaji sandi tiap bulan ditabungin ya , jadilah orang sukses , mamah doain sandi yang terbaik" kata nyokap ane
"iya mah makasih ya" kata ane
"anak papah harus kuat!" kata bokap ane memeluk ane kencang
"hehe makasih ya pah" kata ane beruntungnya ane masih memiliki mereka .

nia keluar kamar , matanya masih mengantuk tetapi disamperin ane , nia juga memeluk ane .

"hati hati ya bang" kata nia
"iya lu juga hati hati kalau sekolah , nanti gw beliin motor matic buat lu , perbulannya gw yang bayar" kata ane
"seriusan bang?" kata nia
"iya serius tapi nunggu bulan depan ya" kata ane
"yeeee asikkkkk , makasih ya bang" kata nia , melihat nia senyum buat ane tuh seneng banget ,
"oh ya , lu kalau mau minta apa apa sama gw aja jangan sama papah" kata ane
"nia minta hp baru donggg" kata nia
"iya nanti deh habis motor hahaha" kata ane
"makasih ya bang" kata nia

setelah berpamitan pada orang tua , ane ke jakarta naik kereta lagi dan menuju rumah cindy . sampai sana ane melihat cindy hanya mengenakan tangtop saja ada didepan rumahya , rumahnya ini sih kecil ada disekitar komplek perumahan tapi menurut ane sih idealis banget . simple dan pas isi dari rumah cindy .

"sampe juga san" kata cindy menarik tangan ane
"iya nih cin , eh makasih nih ya udah sediain gw tinggal disini" kata ane
"udah ga usah pikirin itu , kita kan saudara harus saling membantu" kata cindy
"terimakasih saudaraku" kata ane

setelah beres beres baju dari koper , ane bergegas berangkat menuju kantor tempat ane bekerja . hari pertama ane bekerja cukup melelahkan karena ane ditempatkan disalah satu bagian admin yang menurut ane cukup ribet , tapi ane cukup senang karena semua teman ane diruangan itu cewe semua ada 3 cewe hahaha .

3 hari kemudian

hari itu hari sabtu , kantor ane kalau hari sabtu setengah hari jadi ane pulang agak siangan sekitar jam 1 . sampai rumah cindy ada mobil terparkir didepan rumah cindy . ane masuk aja tanpa mengetuk pintu diruang tengah ane lihat cindy sedang bersama seorang laki laki berciuman panas , tak hanya berciuman mereka berdua memegang "sesuatu" . karena saat itu suasananya ga enak balik lagi kedepan rumah

"toookk . . toookk . .. tookkk" ane pura pura mengetuk pintu

tak lama kemudian ada suara cindy "masuk"

ane masuk dengan menundukan kepala

"eh sandi ,ini kenalin cowo gw" kata cindy , ane melihat cowonya itu , "nice" kata ane dalam hati , "pinter lu cin milih cowo ga jelek" kata ane dalam hati

"sandi" kata ane mengulurkan tangan
"reza" kata cowo itu

lalu ane duduk disamping cindy

"za ini saudara gw yang pernah gw ceritain" kata cindy
"oh iya iya cin " kata cowo itu , terlihat raut wajahnya "tergangu sama ane
"eh cin gw mau keluar dulu deh , mau jalan jalan" kata ane bangun dari duduk
"mau kemana san ? udah disini aja sama kita" kata cindy
"haha ga apa apa cin , gw mau keliling jakarta" kata ane
"nanti aja malem sama kita sekalian malam mingguan san , iya ga yank?" kata cindy menatap reza
"hehe iya" kata reza singkat , "najis banget ini orang" kata ane dalam hati
"sorry cin gw gamau ganggu orang pacaran" kata ane
"gw ganti baju dulu" kata ane pada mereka , ane senyumin aja tuh si reza tapi dia membuang muka

sampai kamar ane , (kamar ane disebelah kamar cindy) , ane buka baju dan menggantinya dengan baju santai , ane keluar kamar lagi dan menuju arah depan ,

"gw jalan dulu cin" kata ane
"pake motor gw aja san , jangan jalan kaki atuh" kata cindy
"haha ga usah cin , gw jalan aja , bisa juga kan naek angkot" kata ane
"sandiiiii serius" kata cindy mengikuti ane dari belakang
"serius saudaraku" kata ane
"hati hati , pulangnya jangan malem malem" kata cindy
"adanya jga lu jangan malem malem cin haha" kata ane
"maaf ya san" kata cindy
"santai kali cin , gw keluar dulu" kata ane

ane keluar rumah cindy , ane menuju taman bermain yang ada tak jauh dari rumah cindy , ane duduk disalah satu tempat duduk disana , ane lihat sekitar ketika siang itu masih sepi , tapi karena tempat duduk ini dibawah pohon besar jadi tidak panas . ane santai menikmati hembusan angin dari arah depan ane .

lama lama bosen juga sendirian disana , lalu ane mengambil hp dari saku ane dan mengecek nama kontak yang ada dihp ane , ane jadi teringat sela teman ane yang dari sukabumi ,

"sela , mana ya nama kontaknya ga ada" ane mencari nama sela tapi tidak ditemukan , ane baru sadar kalau ane ganti nomor dan semua nomor cewe dikontak hp ane dihapus oleh sela pacar ane yang sedang keluar negeri

"kemana lu sela wahai temanku yang paling gw sayangi , gw kangen" kata ane mengumpat sendiri

"gw sayang sama 2 sela" kata ane senyum senyum sendiri ditaman itu

sudah agak sore , ane putusan kembali kerumah cindy tapi itu mobil reza masih terparkir didepan rumah cindy

"ah gw jalan jalan aja dah" kata ane

ane lalu jalan kaki kearah jalan besar lalu naek angkot , ane ga tau tuh angkot menuju kemana , entah kenapa ane melihat toko buku dan ane turun dari angkot itu .

ane masuk kedalam toko buku itu , ane melihat beberapa buku tentang masakan . sedang memilih milih buku , tepat didepan ane ada seseorang yang agak ane kenal ,

"ko itu seperti sela ya" kata ane dalam hati , sela teman ane disukabumi ! ,

saat itu kami hanya terpisahkan oleh 2 rak buku , kami sejajar muka , ga lama itu dia melihat ke arah ane yang sedang bengong tak percaya melihatnya

"SANDI?" kata sela teriak
"SELA!?" kata ane teriak juga ,

setelah sekian lama ane bertemu kembali dengan sela ditoko buku , ane mendekati sela yang terlihat sangat cantik , wajahnya ceria tak berubah , senyumannya itu mengalahkan apapun

"kabar lu gimana sel? gw kangen sama lu!" kata ane menjabat tangan sela , tapi sela membalasnya dengan pelukan
"gw kangen banget sama lu sandi" kata sela , kemudian dilepaskan pelukan ini
"gw pernah telepon ke nomor lu san , tapi yang angkat cewe namanya sela juga , katanya dia calon istri lu makanya gw tutup lagi" kata sela
"masa sih?" kata ane
"iya beneran , abis itu gw telepon lagi udah ga aktif sampai sekarang gw nemuin lu haha" kata sela
"loh ? gw kan yang nemuin lu " kata ane
"haha , gimana lu aja san , yang jelas pertemuan ini seperti udah diatur , lu punya perasaan ketempat ini kan?" kata sela
"iya sel , haha ko bisa ya" kata ane

lalu dibelakang ane ada yang menepuk pundak ane , ane menoleh kebelakang , ada KIKI kaka kandung alm CACA

"eh bang , ko ada disini juga?" kata ane kaget , tapi senang melihatnya
"haha iya sandi , ga nyangka ya gw disini" kata kiki ,
"iya bang ga nyangka aja" kata ane
"dan lu pasti ga bakalan menyangka hal lainnya" kata kiki sambil senyum
"hal lainnya? apa bang?" kata ane
"kalau gw sama sela pacaran loh , kami mau menikah nanti" kata kiki ,

buku tentang masakan yang tadi ane pegang terjatuh dari tangan ane , ane sangat terkejut mendengar itu . lebih kaget mendengar kata kata itu dari pada melihat pocong yang muncul didepan muka ane

"kenapa cepet banget bang?" kata kata itu keluar sendiri dari mulut ane




Lihat Semua Daftar Part Terbaru


Source : Kaskus

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Silahkan Berkomentar Dengan Sopan :)