Petualangan Anak Banten Part 72


Petualangan Anak Banten Part 72
( Kaget ! )

"kenapa cepet banget bang?" kata kata itu keluar sendiri dari mulut ane, sejujurnya ane kaget mendengar itu "kami akan menikah" , bagi ane itu kata kata paling menyedihkan tapi .... . . .ya gitu lah

"kenapa gitu san?" kata kiki dengan muka agak bingung
"ohh, heeem " ane melirik sela ,
"engga bang ga apa apa, maksud gw itu lu cepet banget mau nikah tapi ga ngabarin gw hehe" kata ane mengelak, ane tau ane salah tingkah saat itu
"seriusan nih san?" kata kiki mukanya serius
"iya bang serius, selamat ya" kata ane menyalami kiki dan sela ,
"hehe makasih ya san" kata kiki senyum ke ane, tapi sela tampak diam aja ketika itu

"eh yaudah gw balik dulu ya" kata ane balik badan
"tunggu dulu, lu mau kemana? cepet amat?" kata kiki memegang pundak ane
"balik lah bang hehe" kata ane balik badan lagi, sumpah salting tingkat tinggi ane, entah karena melihat sela dengan kiki atau mendengar mereka akan menikah? sepertinya keduanya deh
"ya tar dulu, kita makan dulu aja yu" kata kiki
"duh kenyang bang gw" kata ane
"kalau gitu jalan jalan dulu, kangen gw sama lu san, masa lu ga kangen sama gw? lu ga kangen nih sama sela temen pkl lu?" kata kiki
"iya sih, cuma gw agak males balik malem bang, ntar dirampok gimana?" kata ane senyum kecut ,
"yaelah sandi, gw tuh kenal lu dari masih kecil, rampok yang ada takut sama lu di tusuk kaga tembus haha" kata kiki tertawa, sela senyum senyum aja mandang ane
"bisa aja lu bang, dikira debus kali gw" kata ane
"yaudah yu makan dulu, dah tenang aja ntar ga bakalan gw diemin ko walau sama sela" kata kiki
"ia deh bang" kata ane

Kemudian ane nurut aja tuh sama kiki, mereka ke kasir untuk membayar beberapa buku yang mereka beli sementara ane menunggu diluar, "bego banget lu sandi nurut aja, mau hati lu sakit melihat mereka mesraan?" suara ane dalam hati, tapi dalam lubuk hati yang paling dalam ane itu kangen banget sama sela, sela teman ane selama PKL, dia yang mengajarkan ane agar tidak terlalu emosi dan meredam amarah, sepertinya kalau didekat sela itu hati ane tenang entah kenapa. senyuman sela juga ga berubah sejauh ini. manis dan cantik banget khas orang sukabumi kali ya hehe.

Buat ane tuh sebenernya sela orang yang special di hati ane ,walau sudah ada sela yang berada diluar negeri tapi tetap aja sebenernya ane masih memikirkan sela teman ane ini. (tau kan ? sela ini teman ane ketika PKL? ada dichapter 2 , dia ini indigo loh , ramalannya jarang meleset walau ya ada beberapa yang salah) .

"yu san" suara sela yang lembut menarik tangan ane padahal disana ada kiki pacar sela
"ehh sel lepasin aja" suara ane pelan ,
"ga enak sama kiki" ane agak berbisik
"udah santai aja" kata sela tetap menarik tangan ane ,

Sampailah kami ke parkiran tempat mobil kiki, ane duduk dibelakang sementara sela dan kiki didepan

"mau kemana ni yank?" kata kiki ke sela
"kemana aja yank, makan dulu aja laper" kata sela ke kiki
"san makan dulu ya?" kata kiki
"siap bang kamana aja" kata ane

Dalam perjalanan saat itu kami semua diam, entah kenapa suasananya agak ga enak karena kami diam aja, tapi ga lama kiki memulai pembicaraan

"san, temen gaib lu masih ada semua?" kata kiki
"heeem masih bang, kenapa?" kata ane
"ouh masih, kalau gw udah dilepas san" kata kiki
"loh kenapa bang? itu kan warisan dari papah?" kata ane
"udah ah san, sebenrnya mau dilanjut, tapi semenjak papah dan caca meninggal, gw jadi males sama gaib, buat gw mereka itu musibah san" kata kiki menengok ane kebelakang
"......" ane diam aja, ane jadi teringat kejadian itu, kejadian yang sangat menyedihkan .
"kenapa sandi diem aja?" kata sela
"ga ko sel, ga apa apa" kata ane ,
"...." kami diam lagi
"tapi bang, jangan menyalahkan mereka ya" kata ane
"ada apa gitu?" kata kiki
"ya mereka itu ga salah bang, memang sudah takdirnya seperti ini, kita manusia biasa bang, kematian sudah diatur yang maha kuasa, bukan jin yang ngatur" kata ane
"iya san gw tau ko, gw ga menyalahkan siapapun, gw cuma lagi ga mau berhubungan dengan gaib lagi, gw mau hidup normal seperti biasa, dan semua ilmu yang gw dapat sekarang gw buang semua, terus semacam ajian dalam kertas, keris, pusaka punya alm papah udah gw kasih ke orang semua, cukup deh sampai papah gw, gw ga mau nerusin" kata kiki
"iya bang gw sih selalu dukung lu, semua orang kan punya pendirian masing masing, ga harus mengikuti jejak orang tua, bener kan?" kata ane
"hehe iya san  tapi kalau semisal caca masih hidup, pasti dia yang meneruskannya, dia tuh paling jago urusan gaib, dukun cewe yang strong haha" kata kiki
"iya bener bang caca, gw sayang sama caca bang" kata ane, posisi ane menatap kaca mobil ,
"entah kenapa, gw kangen dia" kata ane lagi, ane senyum sendiri
"cieee ke inget sama istri yang disurga" kata sela ,
"haha iya nih sel, kangen" kata ane ,
"oh ya san, caca pernah datang loh kemimpi gw" kata kiki
"terus gimana bang? dia ngmong apa?" kata ane
"dia bilang, dia kangen sama lu san, tapi dia ga bisa datang dulu ke mimpi lu, gw sih ga nanya ada apa" kata kiki
"serius bang?" kata ane, wah apa mungkin kejadian malam itu ketika sama elsa? haduh rumit dah
"iya san, katanya maaf, padahal dia kangen banget sama lu" kata kiki ,

"caa maafin aku" kata ane dalam hati

"terus bang apa gw bisa ketemu caca lagi?" kata ane
"nanti dah gw tanyain lagi, gatau sih kenapa heran gw juga" kata kiki
"gw mau hubungin lu, tapi nomor lu ga aktif" kata kiki
"maaf deh bang " kata ane
"iya tuh sandi udah punya cewe loh yank, namanya sela juga" kata sela
"hahah yang bener san?" kata kiki
"iya bang, dia tapi ada diluar negeri" kata ane
"duh san, kisah cinta lu kurang bagus hehe" kata kiki
"iya bang" kata ane

Lalu kami berenti disuatu tempat makan cepat saji , setelah memesan dan makan , ane diantar pulang oleh kiki, ane lihat dari sudut pandang gaib, badan kiki sudah tidak memiliki ilmu lagi (sudah seperti biasa, dulu sih ada aura putih dibadannya tapi udah hilang), pendampingnya yaitu macan juga sudah tidak ada, ya memang kiki sudah lepas dari apapun yang berbau gaib, tapi ane yakin suatu saat bila dia sedang ada masalah tentang apapun pasti macannya akan kembali pada kiki karena sebuah ikatan dengan jin yang diberikan secara turun temurun itu lebih kuat dari pada apapun, walau diusir atau diberikan kepemilik baru, jin itu biasanya akan kembali bila sedang dibutuhkan, tapi ga berlaku untuk jin yang ditangkap lalu dimasukan kebadan, itu hanya bersifat sementara! mungkin ada kan yang pernah melihat atau mendengar tentang "silat gaib"? itu salah satunya yaitu jin yang dimasukan ke badan, biasanya jin jin itu yang sudah tua bisa silat loh, tapi setelah itu mereka pergi dari badan orang yang dimasuki, jadi sementara doang ,

Memang sih orang yang memiliki ilmu itu terkadang berpikir "gw lebih baik jadi orang biasa dan normal " , itu juga pernah terbesit dipikiran ane , "gw gila kali ya?" , kalau dipikir dengan pemikiran logika , yang namanya jin itu ga akan pernah masuk dalam otak manusia normal, di luar nalar, tapi bagi yang bisa melihat, mungkin sudah tidak asing melihat mereka, bahkan dijadikan teman seperti ane. diluar sana ga cuma ane yang seperti ini, ada banyak! ! !

Lanjut ke cerita (malah curhat )

Setelah sampai depan rumah cindy, ane persilahkan mereka masuk dulu , tapi karena hari sudah malam dan agak jauh rumah kiki jadi mereka tidak turun

"yaudah deh bang makasih ya" kata ane menyalami kiki ,
"siap bro, kalau ada apa apa kasih tau aja, catet nomor gw" kata kiki, lalu ane mengeluarkan hp dan mencatat nomor yang diberikan oleh kiki
"oke bang udah gw save" kata ane ,
"sip" kata kiki
"yaudah sel, gw balik dulu ya" kata ane menyalami sela, ditangan sela seperti ada secarik kertas
"iya san makasih ya" kata sela sambil mengedipkan mata
"iya sel sama sama" kata ane senyum, ane menarik tangan ane dari tangan sela dan dengan cepat memasukan kertas itu ke saku celana ane


"bye, hati hati" kata ane pada mereka sambil melambaikan tangan

Ane masuk ke dalam rumah cindy , ane lihat cindy sedang asik menonton tv sambil ngemil

"weeeeeiii sandi kemana aja ? cie jalan sama cewe ya" kata cindy
"apaan sih cin, yang ada gw jadi obat nyamuk" kata ane duduk disebelah cindy , saat itu dia hanya pakai celana pendek super pendek dan tangtop ,

"hayo liat apa lu?" kata cindy
"paha lu mulus ya" kata ane
"wah masa napsu lu sama saudara sepupu sendiri" kata cindy, tapi bukanya malu atau apa, cindy malah ngangkang
"buset lu ya gila" kata ane menutup kakinya
"hehe" kata cindy
"gini ya cin, gw itu cowo normal, siapapun yang melihat ini (sambil menunjuk paha cindy) pasti bakalan teransang, berarti lebih baik lu pakai celana yang ga kekurangan bahan, sama juga baju lu itu dibenerin jangan keliatan BH !" kata ane, ya ane lihat sebenernya bukan BH sih tapi TALI BHnya kemana kemana
"hiiii lu mah sandi, masa ga bolehh" kata cindy cemberut
"bukanya gitu, jangan mengumbar aurat, pesen gw gitu aja" kata ane, ane berdiri meninggalkan cindy
"san sini aja nonton bareng" kata cindy ,

"ga ahh gw mau tidur" kata ane kekamar ane dan menutup pintu

Ane tiduran dikamar , ane teringat secarik kertas yang diberikan pada ane oleh sela , lalu ane buka

"hey sandi , apa ini sebuah kebetulan atau tidak? aku nulis ini kemarin malam dikamar aku karena aku bermimpi sebelumnya bertemu kamu didalam sebuah sebuah toko buku dan bener saja terjadi heheh ,,, oh ya aku tuh kangen sama kamu , kangen banget malahan, semoga pesan ini kamu terima dan kamu baca saat kamu tiduran dikamar bukan didepan tv ya , oh ya ini nomor aku xxxxxxx , kamu sms aku sejam setelah kamu membaca surat kecil ini karena jaraknya agak jauh , eh kalau kamu ga percaya aku nulis ini kemarin malam , kamu bisa lihat aku kan tadi bersama kiki terus tanpa menulis sedikitpun kan? jangan kaget ya hehe. yaudah deh nanti aku ceritainnya lagi, karena kertas ini kecil biar ga ketauan kiki, miss you sandi sayang "

"BUSETTT" ane teriak sendiri

Ga lama suara pintu ane diketok oleh cindy "woi san ada apa lu? jangan kesurupan disini" kata cindy
"kaga tenang aja cin" kata ane ,
"yaudah kalau ada apa apa bilang aja san" kata cindy
"siap bos" kata ane

lalu , ..

"buset sela, kemampuan lu melihat masa depan memang manteb" kata ane berbicara pelan seakaan tidak percaya akan tulisan yang ane pegang saat itu

Ane sedang senyum senyum sendiri, eh disebelah ane ane kepala mbah tam , "aaaaaaaaa" ane kaget dan kembali teriak

"hay bro sandi " kata mbah tam


"wooii lihat setan lo ya?" kata cindy kembali mengetuk pintu kamar ane tapi tidak ane buka
"kaga cindy tenang aja" kata ane
"ah lu bikin gw kaget aja ah" kata cindy lalu ga terdengar lagi suara cindy


"bro sandi ada apa senyum senyum sendiri?" kata mbah tam
"ga ada apa apa mbah" kata ane

"eh ini mbah tam ko tiba tiba muncul , bikin kaget aja" kata ane lagi
"maaf bro sandi, saya cuma mau lihat bro sandi saja, saya bosan dirumah terus, sekali sekali kita ke warung saja bro sandi , mengikuti alunan lagu yang keras" kata mbah tam, "buset ini uler udah ketularan dugem sama pemilik lamanya" kata ane dalam hati
"...." tepok jidat
"ga usah ga warung mbah , disini aja goyangnya ya" kata ane kemudian memutar lagu dari hp ane , lagu DUGEM ! ! !




Lihat Semua Daftar Part Terbaru


Source : Kaskus

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Silahkan Berkomentar Dengan Sopan :)