Petualangan Anak Banten Part 77


Petualangan Anak Banten Part 77
( Maafin Aku )

"benar kamu itu bego sandi , teman kamu juga bego ! ! !" kata nyai an sangat marah . ada ada aja mbah tam pake makan anak buat nyai An
"maaf nyai , aduh mbah saya itu cuma ga sengaja nyai" kata ane membela mbah tam
"KELUAR! , SURUH MEREKA PERGI!" kata nyai An dengan suara keras
"baik nyai" kata ane

Ane lalu mendekati mbah tam dan mbah put ,

"keluar dulu mbah, nyai nya marah tuh lah jadinya" kata ane berbisik
"saya tidak mau bro sandi kenapa kenapa" kata mbah put
"mbah tam sih pake makan kunti, memang enak gitu rasanya kunti?" kata ane
"saya bisa makan sesama jin bro sandi" kata mbah tam, waduh ini jin kanibal berarti
"jangan seperti itu mbah tam, ga boleh lagi makan kayak gitu" kata ane
"baik kalau gitu bro sandi saya tidak akan seperti itu lagi, saya pergi dulu, kalau ada apa apa bro sandi panggil saya saja" kata mbah tam yang kemudian pergi ,
"mbah put ga pergi?" kata ane
"saya tidak akan pergi" kata mbah put
"nanti mbah kenapa kenapa ih" kata ane
"saya akan menjaga bro sandi" kata mbah put
"bentar ya mbah, saya nanya nyai An dulu" kata ane

Ane samperin nyai an, eh nyai - An sedang berjalan kedalam kerajaannya ,

"tidak apa apa kalau macan itu, saya tau niat macan itu baik bukan seperti ular itu" kata nyai an berbicara sambil berjalan tanpa melihat ane
"ya nyai - An terimakasih ya" kata ane, lalu "heemm mbah tam jahat gitu ya?" kata ane dalam hati

Ane dan mbah put masuk ke dalam kerajaan gaib nyai - An, ya seperti perumpamaan sebelumnya, gudang yang telihat kumuh kotor dan banyak debu itu berubah menjadi ruangan kerajaan nan mewah, kunti kunti yang terlihat seram juga berubah menjadi dayang dayang cantiknya Nyai - An, semua penduduk kerajaan ini adalah wanita. ane diberikan kursi oleh salah datu dayangnya nyai - An yang ada disana, lalu ane duduk berhadapan dengan nyai - An yang hanya dipisahkan oleh sebuah meja. mbah put ada disebelah ane .

"jadi ? mau apa kamu kesini sandi?" kata nyai - An
"saya hanya mau bertanya nyai, itu kenapa ada teman saya yang kesurupan oleh setan disini? kan saya sudah bilang kalau bisa kita berdamai jangan ada .." omongan ane dipotong
"siapa yang melakukan itu? dilantai berapa?" kata nyai - An ,
"lantai dasar nyai, lantai 1, wujudnya itu terpisah pisah " kata ane, nyai - An geleng geleng kepala
"itu bukan anak buah saya" kata nyai - An
"terus itu siapa nyai?" kata ane
"sebenarnya lantai paling bawah itu adalah tempat makluk jin diwilayah sini berkumpul, jadi kemungkinan bukan anak buah saya saja yang ada disana" kata nyai - An
"aduh terus gimana tuh nyai? ada yang menganggu teman saya" kata ane, lalu ane lihat nyai - An seperti berpikir.

"..." suasana hening sesaat, hanya suara petir dan derasnya hujan yang terdengar sampai ruangan gudang ini. bagi orang yang melihat ane mungkin ane hanya duduk ditengah tengah kegelapan gudang yang saat itu mati lampu, ditambah sendirian, tapi bagi yang bisa melihat dunia lain itu berbeda. ane mungkin gila, tapi kegilaan ane ini beda

"bawa teman temanmu dilantai dasar itu, saya memperbolehkannya tapi hanya untuk lantai dasar, tidak boleh naik lagi" kata nyai - An
"oke deh nyai kalau gitu, terimakasih" kata ane
"ya sandi sama sama, soalnya lantai dasar itu bisa dibilang tempat umumnya jin yang lewat, maaf saya lupa memberi tahu hasil kesepakatan dengan mahesa ketika itu, karena sekarang lantai paling bawah itu jadi tempat umum bagi jin , bisa dibilang titik temu mereka, jadi lebih baik ada teman sandi yang berjaga jaga. sekarang sudah bukan tanggung jawab saya" kata nyai - An, ane cuma mengangguk dijelaskan seperti itu
"ya nyai ga apa apa ko, yang penting kan ada penjelasan jadinya saya tau tapi kenapa harus lantai paling bawah tempat ini nyai? kenapa tidak didepan tempat ini? kan banyak orang disini?" kata ane
"maaf tidak bisa jelaskan kepada dirimu, yang jelas teman temamu (manusia) harus kuat iman mulai sekarang, dan akan lebih baik lagi apa bila teman gaibmu berjaga, maaf saya sudah tidak memiliki kuasa lebih sekarang" kata nyai - An
"oh yaudah deh nyai kalau seperti itu saya pergi dulu" kata ane berdiri, sebenernya ane agak males mendengar ini, masa iya lantai dasar kantor ane jadi tempat jin berkumpul, "hadeuh"
"baik kalau gitu sandi, oh ya kalau mau naik bawa temanmu ini saja" kata nyai - An menunjuk mbah put
"memang yang lain kenapa nyai?" kata ane
"hati teman gaibmu ini suci bersih beda dengan yang lain, dia akan menjadi teman yang setia" kata nyai - An , ane cuma senyum
"kalau gitu saya turun dulu nyai" kata ane ,

Ane kemudian keluar ruangan itu bersama mbah put, ketika ane tutup gudang itu secara bersamaan juga listrik kantor ane nyalah. "syukurlah" kata ane dalam hati
"hayo mbah put kita turun" kata ane
"baik bro sandi" kata mbah put

Ane turun langkah demi langkah menurunin anak tangga dari lantai 6 ke lantai dasar, setiap lantai ane melihat banyak sekali kunti seperti yang ane lihat sebelumnya. serem? ya sangat serem. tapi masa ane lari gitu aja. ane perlahan lahan jalannya sambil bilang "misi mba misi"

Sampai lah ane dilantai 2 (tempat bos dan ruang meeting) singkatnya ane dan client serta bos mengadakan meeting saat itu. ane duduk didekat bokap sela

"sandi, apakah disini ada sesuatu?" kata bokap sela berbisik
"ada om, belakang orang itu" kata ane menunjuk dibelakang client ane ada kunti
"tolong usir dong, saya tidak mau mereka ketakutan" kata bokap sela

Ane lalu nyuruh mbah put untuk mengusir itu kuntil dan berjaga didepan ruang meeting, setelah selesai jam 4:30, ane lihat hp banyak banget sms dari sela

"sandi, aku tunggu kamu jam 6 sore, jangan lama ya ! " sms dari sela

Ane lalu bergegas naik kendaraan umum untuk pulang dulu ke rumah cindy, sampai rumah cindy ane langsung mandi dan bergegas berangkat menuju kota tua jakarta.

"woi mau kmana lu cepet cepet banget tuh pake baju" kata cindy melihat ane dikamar
"maen cin, ada janji" kata ane
"inget sela lu, lu ko ga hubungin sela sih?" kata cindy, sela pacar ane masih inget?
"gw udah inbox cin, belum dibales sama dia" kata ane ,
"coba lah telepon" kata cindy
"gw telepon ga aktif" kata ane
"yaudah deh, yang penting jangan kecewain sela ya san" kata cindy
"siap bu" kata ane ,

Ane kemudian lari kearah depan mencari tukang ojeg yang ada didekat sana, lalu meluncur ke tempat janjian ane dan sela. setelah sampai ane sms sela,

"sel dimana? gw udah sampe ni, sorry telat" sms ane pada sela, ane lihat jam sudah pukul 18:30, telat dah , ga lama ada yang mencubit pinggang ane dari belakang
"saaaannnddddiiiii laaammaaaa" ucap sela dibelakang ane ,
"aduh aduh sakit" kata ane meringis kesakitan
"lama banget sih" kata sela manyun sambil melepaskan cubitannya
"maaf sel, tadi meeting dulu, terus macet banget dijalan" kata ane
"makan dulu yu laper " kata sela
"makan apa? jangan mahal mahal belum gajian gw sel" kata ane jujur, mendingan jujur lah dari pada sok ajakin makan tapi ga punya duit iya ga?
"haha sandi sandi kan lu tau gw ga suka makan yang mahal mahal, kita makan yang biasa aja, nasi goreenng" kata sela menarik tangan ane
"bisa aja lu sel" kata ane ,

Kami menuju tempat nasi goreng yang ada didekat sana ,

"bang 2 porsi , jangan pedes" kata ane , ane lihat sela senyum
"napa lu sel?" kata ane
"masih inget aja lu san gw ga suka pedes hehe" kata sela
"iya lah masa dilupain" kata ane
"cieeee ehemm" kata sela senyum , duh senyuman sela ga berubah dari pertama ane bertemu ketika PKL dulu
"eh sel , sekarang kerja sama kiki ya?" kata ane
"iya, ko tau?" kata sela
"nebak aja eheheh" kata ane
"ko bisa sih sel?" kata ane
"bisa apa san?" kata sela
"jadian sama kiki?" kata ane
"ya ga tau san, namanya juga sayang kali" kata sela senyum
"ohh, jadi lu sayang sama kiki?" kata ane
"..." sela diam sambil mengaduk ngaduk es teh manis yang ada didepannya
"kenapa diem?" kata ane
"sebenernya san.." kata sela
"kenapa? " kata ane
"sebenernya gw ga sayang sama kiki san, gw cuma kasihan sama dia" kata sela
"loh memang kenapa? jangan gitu sel, masa iya pacaran dan mau nikah cuma merasa kasihan? ga ah ga boleh!" kata ane serius
"tapi kan hati itu ga bisa dipaksakan iya kan?" kata sela
"ya lu kenapa ga jujur sama kiki tentang ini sel?" kata ane
"gw udah berusaha jujur san, tapi kiki ga mau ngerti aja, dia itu egois" kata sela
"masa sih? kiki? " kata ane
"ya kan lu ga tau sifat aslinya , pertama gw nyaman san , tapi kesini kesini gw ga nyaman , gw lebih nyaman deket lu" kata sela memegang tangan ane

"..." ane menatap tajam matanya

"selaa . ., gw juga sebenernya sayang sama lu, gw cinta sama lu, tapi gw udah punya pasangan begitupun dengan lu sel yang mau nikah" kata ane memegang erat tangan sela
"gw juga sayang lu san" kata sela meneteskan air mata
"jangan nangis sel, kan lu bilang sendiri sama gw, jodoh itu ga kemana" kata ane
"tapi, gw ga bisa lihat kedepan lagi sekarang san, gw ga tau ini kenapa, biasanya ketika gw merenung atau melamun tiba tiba datang seperti mimpi dilamunan gw, tapi sekarang kosong san, ada yang menghalangi tapi gw ga tau ini kenapa" kata sela sambil mengusap air matanya
"kenapa ko bisa ya?" kata ane
"ga tau sa , mungkin lagi banyak pikiran aja kali ya" kata sela , ane sih lihat sela ga ada sesuatu yang janggal

Ga lama nasi goreng kami datang dan kami makan denga lahap , iyalah lapar banget

"jangan malem malem ya sel , gw takut kiki curiga" kata ane
"tenang aja kiki ga bakalan tau , dia itu lembur san" kata sela
"tapi perasaan gw , kiki itu ada disekitar sini loh sel" kata ane , ane merasakan hawa keberadaan macannya kiki ,
"gw rasain macannya" kata ane lagi
"kan kiki udah lepas semua ilmunya san , mana mungkin itu macan balik lagi ke dia? mungkin itu macannya lagi jalan jalan kali hehe" kata sela
"hemm iya juga sih , tapi gw ga pernah salah deh kalau gini" kata ane ,
"udah udah makan dulu aja ih san" kata sela menyuapi ane nasi goreng ,

Setelah nasi goreng habis kami jalan jalan sebentar disekitar sana , sambil menikmati alunan lagu musisi jalanan kami makan es krim durian dan duduk dibawah pohon besar ,

"gw mau selalu seperti ini san sama lu" kata sela menyenderkan kepalanya dipundak ane
"ya sel gw tau , tapi gimana lagi . lu dan gw . . ." omongan ane dipotong
"apa sih san? kan bisa kita dari awal lagi" kata sela melihat ane
"iya gw tau , tapi gw ga mau ada orang yang kecewa , sebenernya sekarang gw lagi kecewain sela pacar gw yang diluar negeri sel" kata ane mengusap rambut sela
"ya gw tau ko san , pasti dia sakit hati kalau lihat kita , begitupun dengan kiki , tapi mau gimana lagi , ini udah terjadi" kata sela

Kita duduk berduaan sampai sekitar jam 9 malam saat itu . karena sudah agak malam menurut ane jadi kita menuju jalan raya , padahal si sela masih mau berduaan sama ane tapi gimana lagi , kalau punya kendaraan pribadi sih ga apa apa ,

Ketika itu ane masih polos gan , karena ya masih belum tahu benar kondisi kota jakarta yang sebenarnya kendaraan umum seperti taxi (ketika itu) ya masih ada diatas jam 9 malaman dan mungkin 24 jam . karena kalau dikampung ane jam 9 keatas aja udah sepi

Kami menunggu taxi didepan stasiun kota yang jaraknya tidak jauh dari kota tua jakarta (kalau yang belum tau) ,

"yakin sel mau pulang sendirian?" kata ane
"iya san ga apa apa ko" kata sela
"eh lu tinggalnya dimana?" kata ane
"gw nge kos san , ya lumayan sih kalau dari sini" kata sela senyum
"terus kenapa lu ga mau ditempat yang lebih deket aja sel?" kata ane , sela geleng geleng kepala
"gw maunya tempat ini san , tempat dimana kita pertama kali jalan bareng " kata sela senyum
"tempat dimana gw itu sayang sama lu" kata sela lagi , wajahnya begitu dekat dengan ane . hembusan nafasnya naik turun . , sedikit lagi , , , sedikit lagi ! ! !

"ehhh san , itu ada taxinya" kata sela menunjuk taxi dibelakang ane , tadi hampir aja kita ciuman , taxi pun berenti didepan kami
"heeemm ok deh , hati hati kalau gitu sel" kata ane
"iya san lu juga hati hati ya , love you" kata sela , kemudian naik kedalam taxi
"too sel" kata ane senyum ,

Ane kemudian duduk ditangga tangga didekat stasiun saat itu , ane merasa ada yang janggal yang mengikuti ane sedari tadi ketika bersama sela , ane lihat sekitar , pelan pelan ane fokuskan mata ketiga ane dikeramaian orang orang yang berjalan , lalu tanpa sengaja ane melihat sesosok kepala macan yang ada dibelakang tukang gorengan , ya hanya kepala macan saja yang ane lihat , ane perhatikan lagi ini macan seperti macannya kiki . lalu ga lama itu kepala menghilang .

"mati gw, itu macanya kiki, apa nanti kiki tau ya? eh kan kiki ga bisa lihat macanya? ah masa bodo ah" kata ane dalam hati walau ane kaget , ane barusaha menenangkan diri

Hari demi hari , minggu demi minggu ane lewati dijakarta , ga kerasa ane sudah 1 bulan kerja , dan selama itu juga ane sering ketemu dengan sela , ya sela teman PKL ane ,( ane ga henti hentinya mengingatkan karena ada 2 nama yang sama dalam 1 cerita ane ini ,jangan sampai tertukar ). ane ajak nonton sela , dan kadang sela yang ajak jalan ane , kita seneng senengan aja walau status kita itu "pacar orang" , tapi ane tahu bener kalau itu "SALAH" , tapi yang namanya godaan dan bisa dibilang hawa napsu itu susah diajak kompromi (bukan napsu dalam sex tapi dalam bertemu) . mungkin sudah 4 kali kita ketemuan dalam beberapa minggu itu . malam minggu dan malam sabtu , ya itu hari yang tepat buat ane dan sela jalan bareng , walau kita jalan pakai busway ataupun bajai , tapi ane merasa bahagia banget bisa deket sama sela , saat itu cuma sela yang menjadi teman terbaik dan bisa dibilang tersayang .

Ketemuan kelima kali . . . hari sabtu sore , ane menuju kosan sela

Ane saat itu pakai banyak farfum (maklum abis gajian jadi beli ) , pakai baju baru , dah rapi aja dah pokoknya , rumah ketika itu sepi , cindy sedang jalan sama cowonya , ketika ane buka pintu ada mbah put didepan pintu

"eh mbah , ada apa ini?" kata ane sebari mengancingkan lengan panjang kemeja ane
"maaf bro sandi , saya hanya memberitahukan sesuatu , lebih baik bro sandi jangan keluar malam ini" kata mbah put
"loh memangnya kenapa mbah?" kata ane
"perasaan saya tidak enak bro sandi" kata mbah put

Lalu ane jongok depan muka mbah put ,

"udah ga apa apa mbah , saya hanya keluar sebentar ya , mbah put ikut aja" kata ane senyum
"baik kalau gitu bro sandi" kata mbah put

Ane lalu keluar komplek diikuti mbah put , dan yap banyak anjing disekitar sana menggonggong ke arah ane , lebih tepatnya ke mbah put . orang orang disana sih agak heran sama ane , , tapi ane sih cuek aja jalannya , (bayangin selama jalan digong gongin anjing , rasanya itu bak raja wkwkwkkwk canda)

Sampailah ane didepan kosan sela (untuk daerahnya ane rahasiakan) , bukan seperti kosan sih tapi rumah . ane masuk membuka gerbang kosanya itu , tanpa ane sadari ada tangan yang memegang pundak ane , ane menoleh kebelakang ada KIKI (pacar sela) ! ! ! .

"ngapain lo san?" kata kiki yang kemudian meninju muka ane agak keras , tepat dihidung sampai keluar darah dan kepala ane agak pusing

"awww" ane memegangi hidung ane yang keluar darah

"ohhahah gitu ya ternyata san, lu berani nikung calon kaka ipar lu dulu? untung lu ga jadi sama CACA!" kata kiki

"kalau tau gini gw ga SUDI!" kata kiki

"CUIH!" kiki meludah depan sepatu ane

"tunggu dulu bang, gw mau jelasin" kata ane

"jelasin apa lagi san? lu tuh udah ambil sela dari gw ! gw itu kiki san, gw itu kaka kandung alm caca ! , gw itu tau lu san!" kata kiki

"maafin gw bang" kata ane menunduk, ane sungguh menyesal, apa lagi kiki bilang seperti itu, ane sudah gelap mata

"gw ga bisa maafin lu san, lu udah gw anggap adik gw sendiri, dan lu berani banget kecewain gw san ? , sela itu calon bini gw ! , kita akan menikah dan semua ini bakalan batal gara gara ulah lu san! ! !" kata kiki , tetesan air mata kiki membuat ane sedih,

"maafin gw bang, iya gw salah, gw cuma . .. . gw cuma . . ." kata ane

"lu cuma sayang sela kan? memangnya gw ga tau?" kata kiki

"lu bener san , macan gw balik lagi ke gw walau gw udah buang , dia bilang apa yang dia lihat ketika lu jalan sama sela , sekali sih ga apa apa , ini sudah 4 kali , gw sakit hati san sakit dan sekarang gw lebih percaya macan gw dari pada omongan lo!" kata kiki

"walau gw ga bisa lihat macan gw , gw tau keberadaan dia" kata kiki , memang benar dibelakang kiki muncul macan pemberian alm bokapnya

"dan lu tau ga? gw udah ambil seluruh pasukan milik almarhum bokap gw , gw udah ga mau lagi semua harta warisan tak terlihat almarhun bokap gw jatuh ditangan lu!" kata kiki ,

Dan benar saja , tidak lama kemudian bermunculan pasukan milik keluarga caca yang kemarin ada di ane , semua berkumpul dibelakang kiki .

"buat gw , lu itu penghianat san , lu udah bukan bagian dari keluarga gw" kata kiki ,

"lu mau ambil dia?" kata kiki menunjuk arah belakang ane , ada sela

"ambil aja sana , gw ga butuh lu berdua! sial! ," kata kiki

"yaank yank aku bisa jelasin" kata sela lari ke arah kiki

"jelasin apa lagi sel?" buat gw lu itu busuk! lebih busuk dari sampah !" kata kiki kemudian kiki pergi meninggalkan ane dan sela ,

Ane lihat sela menangis , dan lari ke arah kosannya tanpa berkata apapun sama ane , jadi ane salah ? ya ane salah banget , ane kemudian duduk dikursi batu yang ada didekat gerbang kosan sela sambil memegangi hidung ane yang masih keluar darah ,

Seluruh pasukan keluarga caca menghilang kecuali kepala pasukan macan (keluarga caca) mbah macan besar , dia menatap ane dengan tajam

"selamat tinggal sandi , kelak ketika perjanjian ini sudah berakhir , kami akan kembali pada sandi yang baik hati , jangan lupakan kami semua ya " kata mbah macan senyum

"terimakasih ya mbah macan atas segala bantuannya" kata ane senyum sambil meneteskan air mata , mungkinkah ini sebuah perpisahan?


Ga lama mbah macan itu menghilang dan datang mbah put disebelah ane

"bro sandi maaf , saya tadi mau bilang kalau seluruh pasukan milik keluarga caca sudah diambil oleh saudaranya (kiki) , jadi bro sandi hanya memiliki kami" kata mbah put, kemudian muncul mbah kut mbah sut mbah tam dan nyai ro , ane mengambil napas panjang sambil mengusap air mata ane yang keluar tadi

"walaupun keluarga kita hanya segini , hanya sedikit , tapi kekuatan kita jauh lebih besar dari apapun ketika kita bersama , dan ingat ya kita akan selalu bersama sampai kapanpun , sampai kita bertemu lagi di alam lain , selalu bersama" kata ane berusaha tuk senyum padahal nih hati udah sedih banget , ,

sesungguhnya ane merasa kehilangan , sangat sangat kehilangan . satu dari kiki yang memusuhi ane (salah ane) dan satu lagi pasukan keluarga caca , bersama mereka ketika itu ane tenang karena banyaknya teman gaib , perkarangan rumah ane juga ketika ada mereka selalu ramai oleh mereka , ya walau tidak akrab semua hanya beberapa (tidak ane ceritakan karena banyaknya nama jadi ane ceritakan hanya mbah macan saja , kepala pasukannya) .

"kalau aja gw ikutin apa kata mbah put , engga mungkin jadi kayak gini" kata ane dalam hati

Lalu ane menatap langit yang sudah berubah menjadi gelap karena matahari sudah mulai terbenam

"maafin aku ya sela , kiki , gara gara gw kalian bubar" kata ane pelan



nyesek




Lihat Semua Daftar Part Terbaru


Source : Kaskus

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Silahkan Berkomentar Dengan Sopan :)