Petualangan Anak Banten Part 76
( Gue Bego !!! )
( Gue Bego !!! )
"tenang bro sandi , ini sih gampang" kata mbah tam disamping ane
"jangan diserang mbah tam , kita disini tidak akan melawan mereka" kata ane ke mbah tam
"CUKUP ! ! ! " teriak nyai an
"tidak ada pertarungan hari ini , baik dari pihak sandi dan pihak mahesa" ucap nyai an , ane lihat raut mukanya agak marah
"manusia ini sudah menghina kita? apa harus kita diamkan?" kata mahesa pada nyai an
"lebih baik kita berdamai saja mahesa, jangan perbanyak musuh." kata nyai an
"kalau mau mu seperti itu sandi, saya akan menarik semua pasukan saya yang sudah menganggu manusia tadi" kata nyai an santai (ane sih cuma mengagukan kepala, ane cuma agak heran, tadi nyai an sangat membela mahesa ketika pasukan jin ane belum ada, tapi ketika datang dia malah membela ane )
"...." mahesa diam
"lagipula percuma kau melawan sandi, lihat lah pasukan jinya sangat sangat banyak, mereka akan membakarmu dengan cepat" kata nyai an
"ilmu dia juga lebih kuat darimu mahesa" kata nyai an pada mahesa ,
"tapi kita bisa bergabung melawannya" kata mahesa mengelak, mbah tam seperti akan menyerang mahesa tapi ane tahan "sabar mbah" kata ane pada mbah tam, ane tau mbah tam ga suka banget dengan mahesa
"satu kata mahesa, "percuma". lihat ular itu ? dia saja bisa melilit kita berdua sampai tidak bisa bergerak" kata nyai an menunjuk mbah tam yang ada disebelah ane
"...." mahesa terdiam lagi, pedang yang ada ditangannya menghilang
"baik kalau seperti itu, saya pergi dahulu" kata mahesa pada nyai an tanpa melihat ane
"ya, pulanglah pada kerajaanmu " kata nyai an pada mahesa
Lalu mahesa dan pasukan jin jeleknya itu pergi dari hadapan ane. "huuussss" suara angin bertiup, nyai an menundukan kepala pada ane ,
"ehh nyai kenapa nunduk jangan atuh" kata ane merasa ga enak
"maafkan dia, dia dari dahulu memang seperti itu, yang menggangu tadi memang pasukan saya, tapi itu perintah mahesa" kata nyai an , kepalanya kembali seperti semula
"iya nyai ga apa apa, saya sih ga mempermasalahkannya sekarang, yang penting kita harus damai aja, bangsa manusia dan jin" kata ane senyum
"saya akan jaga keamanan disini selama manusia juga damai pada kami" kata nyai an
"terimakasih ya nyai sudah kerja sama," ane berjabat tangan pada nyai, (ko bisa ya berjabat tangan dengan jin? ya bisa lah )
"tapi saya mau dihormati disini sebagai pemimpin kerajaan, jangan ada 1 pasukanmu yang masuk ke dalam sana" kata nyai menunjuk kantor ane
"dan disebelah sini" kata nyai menunjuk kantor disebelah kantor ane
"disini kerjaaan mahesa?" kata ane menunjuk kantor disebelah kantor ane
"iya, dia dilantai paling bawah, pintu yang tidak bisa dibuka" kata nyai an, ane cuma menganguk anguk,
"1 wilayah 2 kerajaan ya nyai hehe" kata ane
"ya, makanya kami membuat kesepakatan dan bertemu setiap 1 tahun sekali" kata nyai an
"wahh hebat ya hehe" kata ane, jin juga tau kalender ternyata
"kalau gitu saya pergi dahulu sandi, kalau ada apa apa ucapkan beberapa kata ini. "(skip)", itu lah ajian pemanggil diriku, bila kau memberikannya pada orang lain, saya bisa datang pada orang tersebut, ucapkan itu 7 kali dengan hati yang tulus iklas dan mantab nanti saya datang" kata nyai an
"beneran tuh nyai? bentar bentar" kata ane, ane mengambil hp ane
"mau apa sandi?" kata nyai an
"nulis lagi nyai, coba ulangin maaf ya soalnya panjang ehhehe" kata ane
"(skip), sudah sandi?" kata nyai an
"oke sebentar , , , baik nyai sudah, terimakasih ya, nanti kalau saya ada apa apa didaerah sini aku panggil nyai ko hehe" kata ane
"saya pergi dulu ya sandi" kata nyai an kemudian menghilang
.................
"denger kan semuanya, jangan masuk disana (menunjuk kantor ane) nanti urusannya perang lagi" kata ane pada semua pasukan jin ane, mereka nyerukan "iya" ane lalu balik lagi ke kantor, didepan kantor ane ada anto, ratna, dan tika .
"san habis lu keluar dari situ, yang kesurupan pada berenti" kata ratna, sebelumnya ane udah suruh mereka jangan mendekat
"masa sih mba?" kata ane
"iya tuh lihat aja cewe itu, tadi nangis sendiri sekarang udah diem" kata ratna menunjuk cewe yang tadi duduk didepan kursi kantor sebelah, (sebelumnya kata ratna sih itu cewe nangis sendiri, kalau dipegangin sama orang berontak, tapi ketika ane keluar dari gang kecil itu si cewe berenti nangis dan nanya sama orang sekitar "gw tadi kenapa?" haha ) ane sih suka lucu kalau ada yang kesurupan, bukannya ane meledek ya, menurut ane kesurupan itu seni
"eh san ko lo malah bengong gitu, yu kerja lagi deh, nanti cerita ya sama kita kita" kata ratna menarik tangan ane
"iyaa mba na, pelan pelan dong jalannya" kata ane
"kalau pelan ga enak" kata ratna senyum nakal sama ane
"apaan mbah?" kata ane polos
"nanti juga tau ah " kata ratna
"awas lo san , mba ratna itu kuat goyangannya hahaha" kata anto
"apaan sih lu to" kata ane
"tau nih anto kebanyakan ngebokep sih , jorok terus" kata ratna
Kemudian kami balik lagi ke kantor, lalu ane menceritakan apa yang ane alami pada mereka berempat, siapa itu nyai an dan mahesa serta 2 kerajaan yang ada dalam 1 wilayah sini, ane tau sih mereka agak ga percaya sama ane terutama ratna karena dia terus berkata "masa sih ?" lalu "apa iya?", nah kalau ane cerita sesuatu tentang gaib lalu ada yang ngomong gitu sih sebenernya males haha, tapi gimana lagi setiap orang itu berbeda beda.
"dipercepat"
Hari sabtu pagi ane dapet telepon dari sela (PKL) ,
"hallo sandi, malam ini jadi ya jalan" kata sela di telepon
"heemm gimana ya? ga apa apa nih beneran? takutnya kiki tau" kata ane
"ga ko san, kiki malam ini ada lemburan, hayoo ya pliss" kata sela
"lu ga ngomong dulu sel sama kiki?" kata ane
"udah lah san, ga apa apa, lu ko takut banget sama kiki?" kata ane
"bukanya takut sel, gw ga enak" kata ane
"ya gw tau ko san, tapi ya mau gimana lagi, udah lah san plis gw kangen sama lu" kata sela
"iya iya dah sel, jam berapa? dimana?" kata ane
"lu lupa san? tempatnya di kota tua, ihhh" kata sela agak kesal, mau gimana lagi ane lupa
"oh iya kota tua, ok deh sore ya sel jam 5 gw otw kesana" kata ane
"oke sip makasih y sandi sayang muach, selamat bekerja" kata sela dengan penuh semangat
Ane berangkat kerja dengan penuh semangat karena hari ini tuh sabtu, SETENGAH HARI mantab ! , jadi bisa santai santai ketika pulang hehe, baru aja sampe ane langsung disapa ratna
"pagi sandiii" kata ratna senyum, kalau lagi gini sih enak dipandang, tapi kalau lagi marah karena kerjaan sih udah kaya setan hahah, pisss
"pagi juga mba na" kata ane balas senyumnya
"eh sandi, malam ini mau ga jalan ? kita nonton aja deh, gw yang bayar deh" kata ratna ngomong tanpa berenti
"tapi mba gw ada janji lain" kata ane mengingat sela
"yahh, heemm gw kira cewe lu diluar negeri" kata ratna agak manyun
"mba tau? tau dari mana?" kata ane, ane sebelumya belum pernah menceritakan tentang sela pacar ane yang sedang kuliah diluar negeri
"tau lah san, sela kan anaknya bos besar? dulu dia sering main kesini, cantik kan?" kata ratna
"hehe tau aja mba" kata ane
"atuh tau sandi, anak bos ko" kata ratna
"beruntung lu punya pacar kaya si sela, udah cantik, kaya raya, jangan sia siain" kata ratna, ane cuma menganguk
"terus mba kenapa ajak nonton gw kalau tau gw udah punya pacar?" kata ane
"haha kita tuh cuma jalan ko san, beda kali sama pacaran tenang aja" kata ratna
"bisa aja nih si mba haha" kata ane, kita tertawa bareng
Ga lama datang si anto dan tika, jam 12 siangnya ketika kami akan beres beres mau pulang bos besar (bokap sela) datang ke ruangan ane,
"eh om" kata ane berjabat tangan
"sandi gimana kerjanya?" kata bokap sela
"hehe enak om" kata ane senyum
"bagus kalau gitu, oh ya saya minta kalian jangan pulang dulu, hari ini ada meeting dengan client saya jam 2 sore sampai jam 4. kalian bisa kan?" kata bokap sela pada kami semua, kami saling perpandangan
"tapi pak saya ada janji" kata anto
"saya juga pak" kata tika
"haduh tidak bisa dulu ya dibatalin? penting banget ini" kata bokap sela
"saya tunggu kalian jam setengah 2 diruang meeting ya, bawa semua berkas client itu kesana, dan ratna ajarkan sandi persentasi" kata bokap sela
"baik pak" kata ratna
"kalau gitu saya duluan, sandi belajar ya" kata bokap sela senyum sama ane, sebenarnya ane agak tidak enak dengan karyawan lain yang sudah lama disini, ane seperti anak emas
"yaahh males gw, padahal gw mau siap siap jalan" kata anto
"ya to sama gw juga" kata tika
"udah lah, semangat aja jangan ngeluh terus, rezeki ini" kata ane
"kan lu masih baru san, gatau sih meeting itu ga enak tau" kata tika
"jalani aja dah, namanya juga kerja, kalau mau enak jadi bosnya, tapi bos juga lebih pusing dari kita kita yang cuma kerja. makanya kita saling bantu, iya ga?" kata ane pada mereka yang terlihat lesu
"hayo lah semangat, kita makan dulu yuu" kata ane mengajak mereka makan, lalu kami semua makan dikantin ,
Sebenernya dalam hati ane juga ga enak sama sela kalau dia tau ane ada lemburan seperti ini, tapi mau gimana lagi namanya juga karyawan harus nurut sama bos, setelah makan, sekitar jam 1an kami balik lagi ke kantor, ane lihat langit sudah agak gelap hari itu "wah mau ujan nih" kata ane dalam hati, ane lihat hp ane ada sms dari sela "sandi jadi yaa jam 5 di kota tua?" sms sela, ane jawab "kayanya diundur deh sel, gw ada lemburan sampe jam 4 sore, palingan jam 6 ya gw kesananya maaf banget" send sms ke sela ,
"moga sela ngerti" kata ane dalam hati
"ehh ngapain lo bengong aja" sikut ratna menyenggol pinggang ane, kami ketika itu lagi jalan ke arah kantor
"engga mba" kata ane senyum
"haha cie janjinya batal cie, sama siapa sih?" kata ratna
"sama temen mba, ya engga batal sih cuma diundur doang waktunya hehe" kata ane
"semoga ujan" kata ratna senyum nakal
"dih doainnya yang engga engga" kata ane
"kalau sama gw ga bakalan hujan san hehe" kata ratna
"ah bisa aja mba" kata ane
Kami lalu masuk ke kantor, bertepatan dengan itu turun hujan cukup deras disertai angin kencang, lantai 1 saat itu sudah sepi karena karyawan sudah pulang semua, ruangan bos ane itu lantai 2 (bokap sela) dan ruang meeting (ada beberapa kepala devisi dan pak engkus dilantai 2 yang belum pulang), untuk lantai 3 4 5 udah pada kosong karena hari sabtu setengah hari,
"dingin juga ya hujan kaya gini dijakarta" kata ane
"bikin kopi gih tikbiar anget" kata anto
"sandi mau apa?" kata tika
"susu putih" kata ane
"mba na?" kata tika
"heeemm kopi aja deh gw" kata ratna
"ga ngopi lu san?" kata anto
"engga to, engga enak hehe" kata ane
"nyusu aja sih kerjaannya haha" kata ratna
"huuu mba bisa aje, yu ajarin gw persentasi" kata ane
Lalu ane dan ratna keruangan admin, sementara anto dan tika ke dapur kantor yang ada dibelakang ruangan ane, sedang fokus ane belajar tentang persentasi eh ada suara dari arah belakang ruangan ane (dapur) "aarrgghhhh aargghhh" suara seperti erangan tapi sangat pelan, ga lama kemudian "aaaaaaaaa" suara teriakan tika, "tolong!" dilanjut suara minta tolong anto
Karena panik ane langsung lari kearah dapur dengan ratna, ane lihat tika pingsan sementara anto memegangi tika
"san tolong san, tika tiba tiba pingsan, memangnya ada setan ya?" kata anto
Ane lihat sekitar tidak ada apapun ,
"ga ada apa apa to" kata ane
"kenapa ni si tika?" kata anto
"yu bawa ke ruangan kita aja" kata ane ,
Lalu ane dan anto menggotong tika sampai keruangan ane
"kenapa ini anak?" kata ratna
"tadi dia tiba tiba lihat ke arah langit langit dapur, terus teriak dan pingsan, gw yakin si tika lihat setan" kata anto
"lah lu ga lihat?" kata ane
"engga san, mata gw udah ketutup kali ya" kata anto
"kebanyakan ngebokep sih" kata ratna
"lah ngaruh memang?" kata anto
"ngaruh lah, setan takut sama lu apa lagi yang cewe, takut diperkosa haha" kata ratna ,
"suee lu mba" kata anto
"udah udah jangan bercanda dulu, to ambilin minyak kayu putih" kata ane
"san kotak obat ada didapur, gw takut san" kata anto
"ah lu penakut, yaudah gw ambil dulu" kata ane ,
Lalu ane menuju dapur, ga lama "trek" mati lampu, suasana gelap, "sandddiiii cepetan gw takut" jeritan ratna disana
"iya mba bentar, ini dimana ya kotaknya?" ane agak teriak
"diatas kulkas" teriakan ratna
Ane lalu membuka kotak obat yang ada diatas kulkas ,lalu alangkah terkejutnya ada tangan yang keluar dari kotak itu, "aaaaaaaaaaaaa" teriakan ane agak kaget karena tangan itu begitu dingin dan pucat memegangi tangan ane
"sialan, ini setan tangan" kata ane ngedumel,
"beuh susah amat dilepasnya" kata ane berusaha melepaskan cengkraman tangan itu, ane baca baca doa , lalu ga lama tangan itu menghilang
"duh penghuni sini ternyata jail juga" kata ane dalam hati
"nah ini dia" ane mengambil minyak kayu putih, ane balik badan tuh eh didepan ane ada kaki, ya sepasang kaki tanpa badan, kaki yang hanya sampai lutut itu didepan ane ,
"ada apa?" kata ane
"jawab" kata ane pelan ,
Ya mungkin ane yang agak bego, kaki sampe kapanpun ga bisa ngomong jadi ane tinggalin aja tuh sepasang kaki setan, sebenernya ane takut tapi mau gimana lagi, kalau ane takut, yang menjaga teman teman ane siapa? .
"aaaaaaaaa, cepetan sandi !" suara teriakan ratna
Ane balik lagi keruangan admin, ane lihat ratna dan anto ada dipintu utama kantor ,
"woi ngapain lu berdua disono? bukanya jagain tika" kata ane
"itu itu tika kesurupan" ratna menunjuk arah ruang admin yang tertutup pintunya ,
"san gw takut san, ko semenjak lu dateng jadi horror gini sih" kata anto
"lah lu nyalahin gw? gw juga kaga tau" kata ane
"coba aja lu masuk sembuhin tika" kata anto
Ane membuka pelan pintu ruang admin, ternyata tika sedang berdiri tertunduk, ane ga bisa lihat makluk apa yang masuk ke dalam badan tika ,
"tikaa, tikk? udah jangan ngelucu" kata ane
"..." tika diam aja, ga lama dia menangis, tangisanya itu ga normal, sedikit nangis sedikit tertawa
"keluar ! , jangan ada didalam badan teman saya" kata ane
"hihihihi" suara tawa tika, tika lalu melihat ane, tatapannya kosong, wajahya jadi pucat ,
"tolongg, tolong saya" suara tika
"tolong kenapa?" kata ane
"saya diperbudak nyai an, saya mau bebas dari sini" kata tika yang kesurupan
"bukanya nyai an baik pada bawahnnya?" kata ane
"saya tidak mau disini, mau bebas" kata tika
"kalau gitu saya panggil dulu nyai an" kata ane
"JANGAN! " tika kemudian lari ke arah ane dan mencoba mencekik ane
"MATI LU MATI LU!" suara tika , , ane baca baca doa lagi, ane tempelkan jari jempol ane diantara kening tika, ga lama dia jatuh pingsan .
"haahh hahh" suara nafas ane naik turun
Dari arah tangga "ada apa ini?" suara bokap sela
"pak tadi tika kesurupan, udah disembuhin sandi" ujar anto
"haduh, makin ganas ya mereka" kata bokap sela
"iya nih om" kata ane yang kemudian duduk dilantai, ratna menghampiri tika dan memberikannya minya kayu putih
"apa bisa kamu usir itu penunggu yang dilantai 6 itu sandi?" kata bokap sela
"haduh maaf om, kalau mengusir saya tidak bisa, mereka juga soalnya berinteraksi disini" kata ane
"tapi mereka itu menggangu kita san, lihat aja seperti kejadian kesurupan masal kemarin kemarin dan yang barusan? apa harus dibiarkan?" kata bokap sela
"..." ane berpikir sesaat
"kalau gitu, saya mau ke lantai 6 dulu om" kata ane
"hah? jangan san bahaya, selain dilantai 2 udah ga ada orang, mau kamu kesurupan?" kata bokap sela
"yakin aja om, selama kita yakin dan berani mereka ga akan bisa masuk ke dalam badan kita dan mengendalikan kita "kata ane
''...'' sesaat semuaanya terdiam mendengar ucapan ane, karena mereka semua sangat takut bila seperti ini naik ke atas, apa lagi sedang mati lampu, ada yang berani seperti ane?
"anto temenin sandi" kata bokap sela
"aduh pak, saya takut beneran aja" kata anto
"udah om ga apa apa, saya sendirian aja, kalau bawa orang takutnya kesurupan malah repot" kata ane
"tapi ini beneran san?" kata bokap sela agak ga percaya
"dilantai 2 ada siapa aja om ?" kata ane
"ada beberapa kepala devisi, client kita juga belum datang ini, saya turun tadinya akan menyalahkan jenset yang ada didapur" kata bokap sela
"suruh pak engkus aja pak, ntar saya temenin" kata anto
"yasudah tunggu sini" kata bokap sela
Bokap sela itu walau bos besar tapi baik, dia ga pernah terlalu marah sama karyawannya, dan malah disuruh manggil pak engkus aja dia mau haha, lalu setelah itu ane naik ke lantai 2, disana ada beberapa kunti yang mondar mandi didekat ruang meeting, ane mau naik ke lantai 3 pundak ane ditepuk
"sandi yakin?" kata bokap sela
"yakin om" kata ane senyum
"kamu memang calon menantuku yang berani, om bangga" kata bokap sela senyum
"hehe makasih om, aku naik dulu" kata ane
Ane naik lantai per lantai, bukanya 1 2 saja setan disana, tapi sangat banyak, ditiap lantai mereka semua melihat ane, tatapnya mirip seperti ini
Spoiler for Tampak Muka:
Bayangin sama agan/sis, ane melewati mereka semua yang memandang ane seperti itu, ane takut ga? ya ane sangat takut! tapi mau gimana lagi, ane mau bertemu dengan RATU KUNTI yaitu Nyai - An dilantai paling atas
"aduh ini serem serem banget" kata ane, ketika itu masih dilantai 4
"saya cuma mau bertemu nyai an saja" kata ane pada mereka yang memandang ane, ane menunduk pun ada kepala dilantai yang melihat ane ,
"apakah ini yang namanya kerajaan kunti" kata ane dalam hati
Sampailah ane dilantai paling atas, dilantai paling atas ini tidak ada kunti kunti yang berbaju putih, tapi dia berbaju merah menjaga pintu masuk gudang, ada taring yang keluar dari mulutnya, dan badannya juga agak besar berbeda dengan kunti dari biasanya
"permisi, saya mau masuk sebentar" kata ane
kedua kunti merah menggelengkan kepalanya
"ada apa? kenapa saya tidak boleh masuk?" kata ane
Lalu kedua kunti itu menunjuk kearah belakang ane, ternyata dibelakang ane ada mbah tam dan mbah put
"hallo bro sandi" kata mbah tam
"aaaaaaaa, kenapa mbah muncul?" kata ane kaget, ini kan melanggar perjanjian dengan nyai - An, tepok jidat
"saya tidak mau mereka melukai bro sandi" kata mbah put
"tapi kan mbah saya itu cuma minta diluar gedung ini bukan masuk kesini mbah put" kata ane
"kalau gitu saya minta maaf bro sandi " kata mbah put menunduk
"udah udah jangan lesu gitu mbah put" kata ane merasa ga enak
"kalau gelap seperti ini saya teringat sesuatu bro sandi" kata mbah tam
"teringat apa mbah tam?" kata ane
"...." mbah tam ga menjawab, dia hanya memutar mutarkan kepalanya kekiri kenan ke atas dan kebawah ,
"buset dugem terussss" kata ane
"hehehe" kata mbah tam
"dugem apa bro sandi?" kata mbah put
"nah itu tanya aja sama mbah tam" kata ane menunjuk mbah tam
"...." mbah put hanya mengangguk
"mbah tam jangan bawa mbah put ke warung remang" kata ane
"belom liat kan macan goyang?" kata ane
"baik bro sandi tidak akan, saya tidak akan mengotori putihnya ilmu ini" kata mbah tam melihat mbah put
Lalu dari arah belakang ane , pintu gudang tiba tiba terbuka , muncul Nyai - An ,
"kau sudah melanggar janjimu sandi, saya sudah bilang jangan ada penjagamu yang ikut kedalam sini" kata nyai - An, dari raut mukanya dia sangat marah
"maaf nyai, saya juga tidak tau mereka mengikuti saya" kata ane
"kamu berbohong pada saya, apa perlu saya menyerang kamu sandi? buat saya kamu itu bodoh" kata nyai an
"iya nyai, saya itu bego, saya itu bodoh, tapi saya mohon jangan ada kekerasan, kita bisa berdamai, lagi pula mbah mbah saya tidak menganggu, mbah saya itu baik, iya kan mbah ?" kata ane, ane menengok kebelakang, mbah put ada dibelakang ane masih dengan polosnya sementara mbah tam sedang menelan 1 kuntil tinggal sisa kaki si kunti yang ada dimulut mbah tam, "gleekkk" itu kunti masuk ke dalam badan mbah tam, mbah tam melihat ane, mukanya itu tak tampak berdosa
"kenapa bro sandi?" kata mbah tam ,
"MBAH TAM !" kata ane teriak
"benar kamu itu bego sandi, teman kamu juga bego !" kata nyai an sangat marah. ada ada aja mbah tam
Lihat Semua Daftar Part Terbaru
Source : Kaskus


Silahkan Berkomentar Dengan Sopan :)