Petualangan Anak Banten Part 19
( DUEL )
( DUEL )
"suara apa itu yank" kata caca mampus ane mampus bisa perang lagi ini kata ane dalem hati ,
"hayo suara hp ya? coba diangkat dari siapa? kamu ada berapa hp?" kata caca , ane diem lalu mengambil tuh hp dari pantat ane . ketika ane lihat ternyata ivan yang telepon .
"eh yank ini ivan" kata ane
"ohh ya , angkat atuh" kata caca
"haloo van ada ape?"
"ui san udah idup lagi lo"
"bangke dikira gw mati"
"ya lah lu kaya orang mati kemarin haha" setelah itu kita terlibat beberapa percakapan ga penting . ane pura pura ke wc sambil telponan sama ivan . dah gitu ane tutup teleponnya lalu hapus beberapa inbox dan notif dari siska , ane balik kekamar dan senyumin caca .
"bener dari ivan?" kata caca
"iya yank"
"sini aku cek " kata caca
"nihh" ane kasih hp jadul itu
"ko kamu ga pernah kasih tau aku sih punya hp ada 2?" kata caca masih memeriksa hp ane
"iya maaf lagi pula jarang dipake . ini aja baru aku lihat tadi"
"heemm" kata caca
"dih ngambek , " kata ane , kita diam beberapa saat sampai caca selesai cek hp ane dan mengembalikannya
"aku hapus kontak cewenya , kebanyakan" kata caca
"iya hapus aja ga penting juga " kata ane senyum
"yank disekolah aku ada cowo , dia tuh punya ilmu dan suka sama aku" kata caca
"ohhhhh terus" kata ane ,
"ya gitu dia selalu mau tau aku, padahal aku dah bilang dah punya kamu" kata caca
"beda kelas?" kata ane
"dia siswa pindahan yank , dia sekelas sama aku . dia pun duduknya dibelakang meja aku" kata caca agak menunduk
"terus di ladenin?" kata ane
"engga yank! , dia tuh selalu teleponin aku " kata caca
"oh mana sini biar aku yang ngomong" kata ane
"nihhhh" caca kasih hpnya
Ane lihat beberapa notif panggilan tak terjawab , dan inbox yang banyak belom dibaca dari nomor baru tersebut. ane coba telepon tuh nomor
"hallo caca , akhirnya lu mau juga telepon gw , kangen ya" suara cowo
"sorry ini gw cowonya caca , lebih tepatnya tunangannya , nama gw sandi" kata ane
"ohh gitu . kenalin nih gw andi . gw juga calon suami caca haha" kata dia
"kalau lu macem macem sama dia . gw ga segan sama lu" kata ane
"haha orang kaya lu bisa apa nyet!" kata dia
"weitt santai bro " kata ane
"haahaa bilang aja lo takut nyet , temuin gw di **** sekarang nyet kalau lu berani!" kata dia
"siapp meluncur . awas lo ga ada" kata ane. ane langsung tutup teleponnya. darah ane naik ane emosi banget. ane panggil mbah put suruh ikut dengan ane
"gimana yank?" kata caca
"dia mau ajak ketemu, kamu ikut!" kata ane caca hanya menganguk
"pake mobil aja ya yank" kata caca
"ya kamu yang bawa, aku ga bisa" kata ane .
Tiba dilokasi ane lihat dia dengan beberapa temannya lagi nongkrong kalau ga salah 4 orang . ketika itu memang masih sore dan agak ramai jalanan. ane lihat dibelakangnya ada jin bertubuh besar berwarna hitam melotot kearah ane. sepertinya dia tidak bisa melihat makhluk gaib hanya memakainya. ane turun dari mobil dan suruh caca dibelakang ane, kita mendekati mereka, tuh si andi melihat penuh amarah ketika ane pegang tangan caca.
"woi ga usah pegang pegang gitu dong" kata andi
"kenapa? ini calon bini gw? kenapa lu sewot?" kata ane
"udah udah!!! andi gw tuh calon sandi!, kenapa lu begitu sih!" kata caca
"gw tu sayang lu ca, gw bakalan pertahanin lu bagaimanapun caranya" kata andi
"gw mau duel sama nih orang" kata andi nunjuk ane
"oh hayo siap, kebelakang ya disini rame" ane senyumin dia
"yoooo" dia teriak, dan berbisik keteman temannya .
Dibelakang tempat itu memang sepi cuma ada jalan kecil . ane lihat jin dibelakangnya seperti memasuki dirinya , ane lihat mbah put sangat marah ketika itu dia pun masuk ketubuh ane . caca ada dibelakang ane "hati hati yank jinnya cukup kuat" kata caca , tubuh ane serasa bergerak sendiri dengan ancang ancang silat . tak mau kalah andipun melakukan demikian . lalu temannya berkata "mulai!" . dia langsung berlari ke arah ane . dia berusaha menendang ane tapi ane menghindar . lalu dia mengambil sebilah kayu dan mengenai badan ane , tapi ane tidak merasakan apapun , dia cukup kaget dan ane tersenyum . ane balas dengan pukulan sangat kuat ke matanya . dia tersungkur dan seperti kesakitan. lalu dia bangkit kembali dengan agak lebam diwajahnya "aaaaaaaaaaaaaaa anj*ng" kata nya seraya berlari kearah ane , dia berusaha menonjok wajah ane tapi ane bisa menghindar , ane tendang perutnya lalu ketika dia terjatuh ane layangkan pukulan beberapa kali kearah mukanya "anj*ng!!!!!!!!!!!!!!!!!" kata ane . tiba tiba ada benda yang pecah mengenai kepala ane "trruuukkk" temannya andi ini melempar genting rumah , tapi untungnya kepala ane ga pecah , "woi baik gw tuh duel sama dia bukan ramean, BANCI!" teriak ane , mereka seperti ketakutan melihat ane . ketika ane lengah ternyata andi mengambil pisau dari sakunya , lalu lapisinya dengan tanah dan menusuk betis kaki kanan sebelah kanan ane. memang ga besar tapi cukup sakit. ane cabut tuh pisau ane arahkan kebadannya . "CUKUP!!!!" caca teriak . "udah yank udah kita pulang aja, kamu terluka itu, jangan kamu bunuh dia nanti kalau kamu dipenjara bagaimana!" kata caca sambil menangis .
"tuh lo liat jing, caca milih gw bukan lo!, sekali lagi lo ganggu dia, lo bakalan mati di tangan gw!" kata ane
"sialan lo pake ilmu!" kata andi
"eh jing lo juga pake ya, jangan kira gw ga lihat!" ane sambil menarik bajunya
"ya ya ya gw ngaku kalah! gw ga akan ganggu cewe lo lagi! tapi gw tetep sayang sama dia!" kata andi sambil melihat caca
"nah gitu, baru itu dibilang cowo! yang penting kalau gw tau lu sedikit ganggu dia, bakalan mati lo" kata ane lalu melepaskannya
"satu lagi, pindah tempat duduk lo jangan dibelakang caca, atau lo tau akibatnya" ane berdiri dan menghampiri caca
Sambil menangis caca peluk ane, dia bilang makasih lalu kita ke rumah sakit lagi untuk di obatin luka ane karena masuk tanah kedarah daging ane , darah ane terus keluar dari luka itu . "yank maaf ya jadi kotor ni kena darah" kata ane, "udah ga apa apa yang penting kamu selamat!"
Sampai depan RS ane jalan pincang karena memang agak sakit dan masuk ruang IGD kalau ga salah , ketika dokter ingin melakukan suntikan untuk bius lokal jarum suntik itu tidak bisa masuk ke kulit ane . dokter itupun menyarankan untuk melepas dahulu ilmu ane . setelah tenang akhirnya jarum suntik itu bisa menusuk kekulit betis kanan ane, setelah selesai ane diantar pulang oleh caca , bokap ane terkejut melihat ane dengan baju kotor dan kaki diperban , lalu ane ceritakan apa yang terjadi , bokap ane cuma bilang "ini baru anak papah" lalu dia tersenyum , "perjuangkan lah apa yang memang harus diperjuangkan sandi " kata bokap ane . caca sedari tadi hanya diam sambil peluk ane . dia sudah tidak malu dengan bokap ane.
Setelah itu bokap ane pergi meninggalkan kita , kita terdiam cukup lama . dia lalu memandang ane .
"kamu tuh kuat sandi , terimakasih ya , aku sayang sama kamu" kata caca
"iya sayang sama" kata ane
"kayanya aku pindah sekolah aja deh yank" kata caca
"lohh kenapa? sebentar lagi kita kan lulus , tanggung banget pindah kelas 3 yank , ini kan bentar lagi kenaikan" kata ane
"aku ga mau kamu berantem lagi yank , aku minta maaf gara gara aku kamu sakit kaya gini" kata caca
"cowo mah berantem wajar yank , udah ga usah dipikirin besok sekolah" kata ane
"iya iya deh , aku nginep aja yank disini ya , males pulang" kata caca
"yeeeee jangan nanti baju dari mana" kata ane , dia langsung mengambil hpnya dan menyuruh nyokapnya menyiapkan baju untuk sekolah besok dan dibawakan oleh supirnya ke rumah ane
"buset niat kamu mah yank" kata ane
"hahaha lagi mau sama pangeranku" kata dia
Setelah bermesraan .ane pun tidur dikursi , dan caca tidur dikamar ane , besok paginya ane antar caca dengan motor kesekolahnya , ane perhatiin ada andi dipos satpam dengan muka bonyok dia melihat kearah ane lalu berpaling . ane berpesan kepada caca bila ada apa apa langsung segera kasih kabar . ane percepat mengendarai motor karena sudah hampir jam 7 . sampai sekolah ane parkirkan motor , lalu disamperin si cecep yang datangnya bersamaan
"kemana aja lu ?" kata cecep
"sakit" kata ane singkat nunjuk kaki ane yang diperban
"kenapa san?
"nanti aja gw cerita dikelas"
"eeeh bantu gw dong usir nenek nenek yang diwc cewe , sekarang makin jail . tiap hari ada aja yang kesurupan." kata cecep
"udah lah biarin aja setan juga punya tempat tinggal . kualat lu usir orang tua haha , "
"tapi san mukanya makin serem , keriput dan matanya putih gitu hii , gw aja ga berani lewat situ , eh ada salam dari ayu"
"ya jangan dilihat atuh , ya salam balik " kata ane , kita pun ke kelas
Dikelas seperti biasa ane duduk dipojokan sama ivan , anak anak samperin ane . ane cerita panjang lebar kejadian kemarin kalau ane berantem dengan andi .
"hayo suara hp ya? coba diangkat dari siapa? kamu ada berapa hp?" kata caca , ane diem lalu mengambil tuh hp dari pantat ane . ketika ane lihat ternyata ivan yang telepon .
"eh yank ini ivan" kata ane
"ohh ya , angkat atuh" kata caca
"haloo van ada ape?"
"ui san udah idup lagi lo"
"bangke dikira gw mati"
"ya lah lu kaya orang mati kemarin haha" setelah itu kita terlibat beberapa percakapan ga penting . ane pura pura ke wc sambil telponan sama ivan . dah gitu ane tutup teleponnya lalu hapus beberapa inbox dan notif dari siska , ane balik kekamar dan senyumin caca .
"bener dari ivan?" kata caca
"iya yank"
"sini aku cek " kata caca
"nihh" ane kasih hp jadul itu
"ko kamu ga pernah kasih tau aku sih punya hp ada 2?" kata caca masih memeriksa hp ane
"iya maaf lagi pula jarang dipake . ini aja baru aku lihat tadi"
"heemm" kata caca
"dih ngambek , " kata ane , kita diam beberapa saat sampai caca selesai cek hp ane dan mengembalikannya
"aku hapus kontak cewenya , kebanyakan" kata caca
"iya hapus aja ga penting juga " kata ane senyum
"yank disekolah aku ada cowo , dia tuh punya ilmu dan suka sama aku" kata caca
"ohhhhh terus" kata ane ,
"ya gitu dia selalu mau tau aku, padahal aku dah bilang dah punya kamu" kata caca
"beda kelas?" kata ane
"dia siswa pindahan yank , dia sekelas sama aku . dia pun duduknya dibelakang meja aku" kata caca agak menunduk
"terus di ladenin?" kata ane
"engga yank! , dia tuh selalu teleponin aku " kata caca
"oh mana sini biar aku yang ngomong" kata ane
"nihhhh" caca kasih hpnya
Ane lihat beberapa notif panggilan tak terjawab , dan inbox yang banyak belom dibaca dari nomor baru tersebut. ane coba telepon tuh nomor
"hallo caca , akhirnya lu mau juga telepon gw , kangen ya" suara cowo
"sorry ini gw cowonya caca , lebih tepatnya tunangannya , nama gw sandi" kata ane
"ohh gitu . kenalin nih gw andi . gw juga calon suami caca haha" kata dia
"kalau lu macem macem sama dia . gw ga segan sama lu" kata ane
"haha orang kaya lu bisa apa nyet!" kata dia
"weitt santai bro " kata ane
"haahaa bilang aja lo takut nyet , temuin gw di **** sekarang nyet kalau lu berani!" kata dia
"siapp meluncur . awas lo ga ada" kata ane. ane langsung tutup teleponnya. darah ane naik ane emosi banget. ane panggil mbah put suruh ikut dengan ane
"gimana yank?" kata caca
"dia mau ajak ketemu, kamu ikut!" kata ane caca hanya menganguk
"pake mobil aja ya yank" kata caca
"ya kamu yang bawa, aku ga bisa" kata ane .
Tiba dilokasi ane lihat dia dengan beberapa temannya lagi nongkrong kalau ga salah 4 orang . ketika itu memang masih sore dan agak ramai jalanan. ane lihat dibelakangnya ada jin bertubuh besar berwarna hitam melotot kearah ane. sepertinya dia tidak bisa melihat makhluk gaib hanya memakainya. ane turun dari mobil dan suruh caca dibelakang ane, kita mendekati mereka, tuh si andi melihat penuh amarah ketika ane pegang tangan caca.
"woi ga usah pegang pegang gitu dong" kata andi
"kenapa? ini calon bini gw? kenapa lu sewot?" kata ane
"udah udah!!! andi gw tuh calon sandi!, kenapa lu begitu sih!" kata caca
"gw tu sayang lu ca, gw bakalan pertahanin lu bagaimanapun caranya" kata andi
"gw mau duel sama nih orang" kata andi nunjuk ane
"oh hayo siap, kebelakang ya disini rame" ane senyumin dia
"yoooo" dia teriak, dan berbisik keteman temannya .
Dibelakang tempat itu memang sepi cuma ada jalan kecil . ane lihat jin dibelakangnya seperti memasuki dirinya , ane lihat mbah put sangat marah ketika itu dia pun masuk ketubuh ane . caca ada dibelakang ane "hati hati yank jinnya cukup kuat" kata caca , tubuh ane serasa bergerak sendiri dengan ancang ancang silat . tak mau kalah andipun melakukan demikian . lalu temannya berkata "mulai!" . dia langsung berlari ke arah ane . dia berusaha menendang ane tapi ane menghindar . lalu dia mengambil sebilah kayu dan mengenai badan ane , tapi ane tidak merasakan apapun , dia cukup kaget dan ane tersenyum . ane balas dengan pukulan sangat kuat ke matanya . dia tersungkur dan seperti kesakitan. lalu dia bangkit kembali dengan agak lebam diwajahnya "aaaaaaaaaaaaaaa anj*ng" kata nya seraya berlari kearah ane , dia berusaha menonjok wajah ane tapi ane bisa menghindar , ane tendang perutnya lalu ketika dia terjatuh ane layangkan pukulan beberapa kali kearah mukanya "anj*ng!!!!!!!!!!!!!!!!!" kata ane . tiba tiba ada benda yang pecah mengenai kepala ane "trruuukkk" temannya andi ini melempar genting rumah , tapi untungnya kepala ane ga pecah , "woi baik gw tuh duel sama dia bukan ramean, BANCI!" teriak ane , mereka seperti ketakutan melihat ane . ketika ane lengah ternyata andi mengambil pisau dari sakunya , lalu lapisinya dengan tanah dan menusuk betis kaki kanan sebelah kanan ane. memang ga besar tapi cukup sakit. ane cabut tuh pisau ane arahkan kebadannya . "CUKUP!!!!" caca teriak . "udah yank udah kita pulang aja, kamu terluka itu, jangan kamu bunuh dia nanti kalau kamu dipenjara bagaimana!" kata caca sambil menangis .
"tuh lo liat jing, caca milih gw bukan lo!, sekali lagi lo ganggu dia, lo bakalan mati di tangan gw!" kata ane
"sialan lo pake ilmu!" kata andi
"eh jing lo juga pake ya, jangan kira gw ga lihat!" ane sambil menarik bajunya
"ya ya ya gw ngaku kalah! gw ga akan ganggu cewe lo lagi! tapi gw tetep sayang sama dia!" kata andi sambil melihat caca
"nah gitu, baru itu dibilang cowo! yang penting kalau gw tau lu sedikit ganggu dia, bakalan mati lo" kata ane lalu melepaskannya
"satu lagi, pindah tempat duduk lo jangan dibelakang caca, atau lo tau akibatnya" ane berdiri dan menghampiri caca
Sambil menangis caca peluk ane, dia bilang makasih lalu kita ke rumah sakit lagi untuk di obatin luka ane karena masuk tanah kedarah daging ane , darah ane terus keluar dari luka itu . "yank maaf ya jadi kotor ni kena darah" kata ane, "udah ga apa apa yang penting kamu selamat!"
Sampai depan RS ane jalan pincang karena memang agak sakit dan masuk ruang IGD kalau ga salah , ketika dokter ingin melakukan suntikan untuk bius lokal jarum suntik itu tidak bisa masuk ke kulit ane . dokter itupun menyarankan untuk melepas dahulu ilmu ane . setelah tenang akhirnya jarum suntik itu bisa menusuk kekulit betis kanan ane, setelah selesai ane diantar pulang oleh caca , bokap ane terkejut melihat ane dengan baju kotor dan kaki diperban , lalu ane ceritakan apa yang terjadi , bokap ane cuma bilang "ini baru anak papah" lalu dia tersenyum , "perjuangkan lah apa yang memang harus diperjuangkan sandi " kata bokap ane . caca sedari tadi hanya diam sambil peluk ane . dia sudah tidak malu dengan bokap ane.
Setelah itu bokap ane pergi meninggalkan kita , kita terdiam cukup lama . dia lalu memandang ane .
"kamu tuh kuat sandi , terimakasih ya , aku sayang sama kamu" kata caca
"iya sayang sama" kata ane
"kayanya aku pindah sekolah aja deh yank" kata caca
"lohh kenapa? sebentar lagi kita kan lulus , tanggung banget pindah kelas 3 yank , ini kan bentar lagi kenaikan" kata ane
"aku ga mau kamu berantem lagi yank , aku minta maaf gara gara aku kamu sakit kaya gini" kata caca
"cowo mah berantem wajar yank , udah ga usah dipikirin besok sekolah" kata ane
"iya iya deh , aku nginep aja yank disini ya , males pulang" kata caca
"yeeeee jangan nanti baju dari mana" kata ane , dia langsung mengambil hpnya dan menyuruh nyokapnya menyiapkan baju untuk sekolah besok dan dibawakan oleh supirnya ke rumah ane
"buset niat kamu mah yank" kata ane
"hahaha lagi mau sama pangeranku" kata dia
Setelah bermesraan .ane pun tidur dikursi , dan caca tidur dikamar ane , besok paginya ane antar caca dengan motor kesekolahnya , ane perhatiin ada andi dipos satpam dengan muka bonyok dia melihat kearah ane lalu berpaling . ane berpesan kepada caca bila ada apa apa langsung segera kasih kabar . ane percepat mengendarai motor karena sudah hampir jam 7 . sampai sekolah ane parkirkan motor , lalu disamperin si cecep yang datangnya bersamaan
"kemana aja lu ?" kata cecep
"sakit" kata ane singkat nunjuk kaki ane yang diperban
"kenapa san?
"nanti aja gw cerita dikelas"
"eeeh bantu gw dong usir nenek nenek yang diwc cewe , sekarang makin jail . tiap hari ada aja yang kesurupan." kata cecep
"udah lah biarin aja setan juga punya tempat tinggal . kualat lu usir orang tua haha , "
"tapi san mukanya makin serem , keriput dan matanya putih gitu hii , gw aja ga berani lewat situ , eh ada salam dari ayu"
"ya jangan dilihat atuh , ya salam balik " kata ane , kita pun ke kelas
Dikelas seperti biasa ane duduk dipojokan sama ivan , anak anak samperin ane . ane cerita panjang lebar kejadian kemarin kalau ane berantem dengan andi .
Lihat Semua Daftar Part Terbaru
Source : Kaskus

Silahkan Berkomentar Dengan Sopan :)