Petualangan Anak Banten Part 24


Petualangan Anak Banten Part 24
( Ternyata )

"san , dengerin caca dulu masuk sekarang!" kata nyokap ane suaranya agak meninggi ,

Ane diam dan berbalik badan lalu masuk rumah dengan menunduk tanpa melihat dia . ane duduk dikursi lebih dulu , caca dan nyokap ane masih di pintu kayanya caca lagi ngomong. tak lama mereka duduk dihadapan ane . caca masih memeluk nyokap ane sambil menangis .

"saa saaayaang ma maaf soo sooaal taadii" kata caca berbicara agak terbata bata
"...." ane diam aja
"san denger dulu apa kata caca" kata nyokap ane
"lihat dia sandi!" kata nyokap ane agak emosi kayanya melihat ane cuek , ane lalu melihat nyokap ane ,
"lihat caca san. . ." kata nyokap ane lagi , lalu ane lihat dia dari kaki , berhubung kita langsung berhadapan (tidak ada meja) ane lihat kakinya seperti diperban dan ada bercak darah.
"aku terpeleset sayang tadi disekolah ketika pulang , kakiku kena serpihan beling dan kakiku terkilir " kata caca menunjukan perbannya
"aku sudah paksa buat naik motor sendiri tapi kata guru aku ga boleh, dan pas banget ketika itu andi lewat dan guruku yang menyuruhnya" kata caca sambil terisak
"sebenernya andi gamau , cuma dia dipaksa guruku sayang sumpah" kata caca
"aku sudah sms dan telepon kamu ketika itu aku mau ijin dulu , tapi kamu ga jawab sementara aku ada les sore ini , aku terpaksa sayang" kata caca lagi , ane lalu langsung mengambil hp yang sedari tadi ada ditas ane , memang jam sebelum ane lihat caca dengan andi itu ada beberapa sms dan panggilan tak terjawab tapi ane belum buka isinya .
"aku sangat minta maaf sayang , aku mohon maafin aku" caca lalu menangis lagi .

Ane ketika itu hanya bisa menghela napas "haeeeehh" , ane ga lihat mukanya tapi ane lihat perbannya yang agak kotor ,
"tadi caca kesini naik apa sayang" kata nyokap ane usap usap rambutnya
"aku kesini naek angkot mah , lalu jalan kesini" kata caca isakan tangisnya makin keras , hati ane lalu luluh lantah seperti bangunan yang kokoh jadi hancur , kenapa ane ga tanya kenapa dan bagaimana dulu tadi . kenapa ane langsung emosi ? bener kata emak emak penjual bunga "jangan emosi dulu , hanya sesaat" , ane lama terdiam saat itu. bego banget ane, cewe yang sayang sama ane sampe jalan dari depan tempat angkot sampe rumah ane dah mana dia lagi sakit kakinya , itu kan jaraknya lumayan jauh ane bego ga sih?

"kamu pasti lihat ya pas aku ketawa ketawa sama dia?" kata caca , ane lihat dia mengambil sesuatu dari tasnya
"nih sayang" kata caca memberikan sebuah foto jadul , ane lihat ada 2 anak kecil cowo cewe dan 2 bapak bapak .
"itu aku sama andi , dia ternyata dulu temanku karena masih kecil aku lupa, dan bapak bapak disebelah papahku itu pamannya andi ,dan kamu tau ga paman andi siapa? dia tuh yang menyembuhkan kamu ketika kamu diserang nyai pantai , guru papahku" kata caca , ane kaget , ane langsung lihat dia dengan tatapan serius , "yang bener?" kata ane tanpa mengeluarkan suara menatapnya . caca hanya mengangguk sambil mengelap air matanya , pantesan aja si andi punya ular yang mirip dengan ratu pantai .
"dia ga bakalan ambil aku dari kamu ko sayang , dia juga sudah mengerti" kata caca
"aku tadi ketawa karena dia memberikan foto ini sama aku , aku minta maaf sayang" kata caca lalu dia berdiri , dan berjalan seperti orang kesakitan ke arah ane, lalu duduk dengan kedua lutut ke lantai
"MAAFKAN AKU SANDI SAYANG" :') ,
"eh eh udah udah " kata ane lalu ane angkat badannya dan duduk disebelah ane .
"maaf sayang" kata caca lagi dan langsung memeluk ane .
"iya iya" kata ane , ane tanpa terasa menangis ketika itu . entah hawa apa ane jadi merasa sangat bersalah sama caca dan andi .
"aku sayang kamu" setelah bicara itu caca pingsan

..........................

"ca caaa" kata ane panik
"mah ini caca kenapa mah" ane panik
"hayu hayu bawa ke rumah sakit" kata nyokap ane

.........................

Dirumah sakit caca langsung dibawa ke ruang UGD , kata dokter dia hanya kecapean dan butuh istirahat sementara luka caca ternyata masih ada beberapa serpihan beling yang belum keluar (pasti sakit rasanya) ,

Setelah dari ruang UGD , dia masih belum sadar lalu ditempatkan disalah satu ruangan yang sama ketika ane dirawat .malamnya datang keluarga caca menjenguk bokap caca hanya bilang sama ane "hati hati ya san , dan tenang aja masalah andi itu papah yang tanggung jawab kamu tenang saja" ane hanya mengangguk , malam itu mereka percaya sama ane untuk menjaga caca , jadi tinggalah ane berempat. mbah put dan nyai ro ada disebelah ane , karena agak bt ga ada teman dan caca masih tidur ane ngobrol sama mereka , ada beberapa bedanya mbah sama nyai , kalau nyai itu warnanya lebih putih bersih (sering mandi kayanya) , dan lebih angun dari gerakannya.

"nyai udah punya pacar belom" kata ane
"pacar itu apa dek sandi" kata nyai
"dibilangin panggil bro saja . iya ga mbah put" kata ane menaikan alis mata
"iya bro sandi" kata mbah put polos banget
"baik bro sandi , lalu pacar itu apa?" kata nyai ro sama sama polos
"nah gitu enak , pacar itu kaya kami nih , caca dan saya" kata ane
"..." mereka menganggukan kepalanya
"cie cie , dah kalian pacaran aja sih , punya anak lucu bayi macan hahahaahahha" ane ketawa gede sendirian , lagi ketawa dateng suster
"eh pak ada apa ya ketawa sendiri" kata suster
"oh itu ini itu ," kata ane agak bego
"tadi saya mikir punya makanan macan goreng dan rebus hehe" kata ane cengar cengir
"oh yasudah , sebentar ya saya mau cek pasiennya dulu" kata suster
ane lihat nyai dan mbah seperti menahan tertawa ,
"enak ye ketawa , awas ye" kata ane pelan




Lihat Semua Daftar Part Terbaru


Source : Kaskus

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Silahkan Berkomentar Dengan Sopan :)