Petualangan Anak Banten Part 31


Petualangan Anak Banten Part 31
( Harapan )

"dah yu van jangan makan disini" kata ane mundur dan berbalik badan dan kedepan rumah makan itu , ivan mengikuti
"kenapa sih? itu mereka udah ada , kita ga usah cari lagi" kata ivan
"gw masih belum terima ini semua van , kalau caca pilih andi gimana?" kata ane menundukan kepala dan berhenti berjalan
"lu tuh cowo san , kalau caca milih andi lu harus lapang dada menerima itu" kata ivan , ane terdiam . lalu ane kembali masuk kerumah makan itu dan menuju tempat makan andi dan caca , mereka agak terkejut , ane lihat aura andi menjadi lebih hitam .
"ngapain sih lo dateng dateng lagi san?" kata caca , wajahnya masih aja cantik
"gw mau nanya sama lu ca" kata ane
"ada apa lagi san?" kata andi senyum ke ane , senyumnya yang mau ane tonjok ketika itu juga
"gw mau jelasnya hubungan kita ca" kata ane menatap caca tajam
"ga ada yang perlu dijelaskan lagi, kita tuh dah putus, dan kami akan serius" kata caca memegang tangan andi, jantung ane seakan mau copot melihat dan mendengar itu
"ca gw mohon beri gw kesempatan lagi, gw ga akan hancurin hidup lu dan akan menjaga lu seumur hidup gw" kata ane agak memelas
"sorry san gw ga bisa, gimana mau jagain gw? papah gw aja meninggal karena lu datang? , semuanya hancur gara gara lu" kata caca
"dan semua pasukan papah diambil? itu maksud lu apaan!" kata caca
"caa papah lu....." ane mau jelaskan bila sedang dititipkan tapi andi memotong omongan ane
"dah gini aja temui gw dibelakang rumah gw nanti sore san, kita lihat siapa yang akan mendapatkan caca" kata andi dibelakangnya ada bayang bayang hitam, ane ga tau itu apa.
"gw ga mau ada ribut lagi di, lu tau sendiri lah terakhir kaya gimana" kata ane
"hahahah sombong banget sih san baru ilmu gitu aja, dah pokoknya sore ini temui gw" kata andi
"sayang kamu jangan sampai kalah sama dia" kata caca ke andi dan menunjuk ane, buset dah denger caca ngomong sayang ke andi tuh bagai di tusuk jarum ini telinga ane
"ya kita lawan saja ntar nih orang sombong" kata andi
"yu sayang udahan makannya jadi bau bangke nih kalau ada dia" kata caca ke ane . buset ane baru denger caca ngmong kasar seperti itu. sungguh ane emosi dan sedih gan, tapi gimana lagi ane ga bisa apa apa
"oke nanti gw temui kalian" kata ane ke mereka
"sip jangan telat!" kata andi menatap ane
"sudah sih sudah ga usah ada pertarungan lagi!" kata ivan
"dah lah van lo ga tau apa apa" kata caca, mereka lalu meninggalkan kami .

Ane duduk dikursi bekas caca duduk dengan pikiran yang ga karuan, bukan karena andi mau tantang ane lagi tapi karena caca berbicara kasar seperti itu ke ane, omongan bercanda ane masih bisa terima, tapi tadi? omongan itu begitu serius yang baru pertama kali ane denger dan rasakan dari cewe yang ane sayangi selama ini masuk ke hati ane. "jlleeebbbb", "mau makan apa san?" kata ivan, ane diam aja sungguh perasaan ane kacau, ivan memesan makan lalu balik lagi ke meja
"dah ga usah dipikirin cewe kaya gitu " kata ivan
"lu denger sendiri kan mereka mau serius?" kata ivan lagi
"..." ane diam aja
"lebih baik ntar sore ga usah kita ke rumah andi ya, kita balik lagi kejakarta" kata ivan
"gw ga akan ke jakarta sebelum gw selesaikan ini, sore ini gw akan kerumah andi" kata ane
"pikirin masa depan lu san, hey cewe masih banyak!" kata ivan
"kalau gw ga dateng, gw tuh jadi banci van, lagi pula sesakitnya gw sama caca, gimana pun sikapnya caca sama gw, gw tetep sayang sama caca van, dia tuh cinta pertama gw!" kata ane meneteskan air mata
"tapi gw ikut san" kata ivan
"ga usah van" kata ane
"gw tuh sahabat lu san, suka duka gw akan bantu " kata ivan
"yaudah tapi... , jangan bertindak apa apa" kata ane
"sip" kata ivan

Kita lalu menyantap makan siang dan menuju kerumah ane. dirumah ane cuma ada nyokap karena bokap ane lagi memancing dengan teman temannya. ane jelaskan ke nyokap ane perihal akan bertemu andi dan caca, nyokap ane hanya bilang harus dilawan dengan kesabaran dan harus iklas kalau caca lebih memilih andi. ane lalu menuju kamar ane dan mengunci diri. ane mencoba memanggil jendral pasukan jin caca yaitu macan yang sangat besar sebesar mobil. masih ingat kan ? yang ada dipertarungan malam 2.

"anda memanggil saya dek sandi" kata macan itu
"iya mbah, mbah nanti tolong bawa semua pasukan ikut dengan saya, semuanya" kata ane
"baik dek sandi" lalu dia menghilang. ane panggil ketiga mbah ane dan nyai ro, mereka muncul dihadapan ane
"baik untuk teman teman gaib yang paling saya sayangi, sepertinya nanti akan ada pertarungan lagi" kata ane ke mereka
"semuanya harap berhati hati, bila sudah terpojok atau kalah. lebih baik semua pulang, saya tidak mau teman teman terluka" kata ane
"kami tidak akan meninggalkan dek sandi sendirian" kata mbah kut, ane lalu senyum
"tenang saja mbah, yaudah saya mau mandi dulu" kata ane, mereka pun menghilang

Sejenak sambil tiduran ane berpikir akan melawan andi dan menghancurkan ilmu hitam milik andi. tapi apa yang diajarkan aki buyut bertentangan dengan kekerasan. dan yang ane rasakan ilmu yang didapat dari aki buyut juga agak sedikit meredup sinarnya, apakah ini pertanda ane belum bisa mengontrol emosi? apakah ane akan kalah? masih dalam pikiran yang kacau, ane putuskan mandi karena sudah hampir sore hari. setelah mandi kami siap siap berangkat. nyokap ane berpesan jangan ada kekerasan, ane hanya menganggukan kepala.

Ane berangkat menuju rumah andi bersama ivan memakai motor. sampai sana ane disuruh masuk oleh manusia ular yang tidak terlalu besar diberitahu untuk langsung menuju perkarangan belakang rumah andi, ivan ane suruh tunggu dikursi depan. sampai belakang rumah ternyata perkaranganya luas dan ada lapangan sepakbola yang biasa ada dikampung kampung. posisi ane ditiang gawang sisi barat sementara andi dan caca digubuk dari bambu yang ada di sisi sebelah timur sedang duduk, caca memakai long dress dan andi memakai jas yang sama sama berwarna hitam serta kacamata hitam, mereka berdua berjalan di ikuti oleh sejumlah pasukan jin yang sangat banyak, masih ingat dengan raja hutan dan ratu air diperkemahan? mereka saat itu mengikuti andi seolah ada sebuah perjanjian atau kerena jin jin itu dendam kepada ane? masih berpikir ane jalan juga menuju tengah dengan seluruh pasukan jin milik keluarga caca. sampai tengah ane melihat caca sangat cantik mengenakan long dress hitam dipandu oleh kulitnya yang putih bersih, "kenapa kamu caca sayang bisa jadi seperti ini?, aku tuh sayang sama kamu" kata ane dalam hati, ane juga sempat mengingat masa masa kami bersama. disamping kiri caca ada big bos jin dari keluarga caca. terlihat jin ini semakin kuat dan besar dari sebelumnya

"punya nyali juga" kata caca
"aku mau jelasin semuanya ca, tanpa harus ada pertarungan" kata ane
"dah cukup san" kata caca
"aku ga mau ada yang terluka disini " kata ane
"hahahhaha lihatlah sandi, pasukan jin alm papah gw itu hanya sedikit dibandingkan dengan kami" kata caca , aura caca sedikit berbeda
"kita seimbang ca" kata ane
"hahahahah seimbang?, lihat sekeliling lapangan ini!" kata andi ,

Ane lalu melihat sekeliling lapangan muncul sangat banyak pasukan jin andi dari hutan berwarna agak hitam dengan bentuk bermacam macam ,kalau di ibaratkan pertamanya pasukan jin ane dan andi saat itu sama sama setengah lapangan bola, tapi muncul dah pasukan yang sangat banyak mengelilingi pasukan ane. pasukan jin ane terkepung dan dikelilingi oleh semua pasukan jin andi!!!!

"hahahahah masuk jebakan!!!" kata andi
"di gw mohon hentikan semua ini" kata ane
"hentikan?, ini baru dimulai!" kata andi
"gw bisa hancurkan semuanya dengan hati gw di, lepaskan semua jin ini!" kata ane
"gw tau lu punya ilmu putih dengan hati yang tenang, coba gw mau uji lo sekarang! apa lo masih tenang! hahaha" kata andi

Andi lalu mencuim caca depan ane, dan apa? andi meraba raba bagian sensitif dada caca! , "ANJ*NG LEPASIN!!" teriak ane, ane emosi, kesal, cemburu!, andi melepaskan ciumannya tanpa melepaskan tangannya dari dada caca, lalu caca berkata "gw tuh udah sayang sama andi, gw akan kasih seluruh badan gw sama andi!" kata caca melanjutkan mencium andi

"TOLONG, TOLONG HENTIKAN CACA!!!!!!!!!!!!!" ane teriak sejadinya, mereka masih melanjutkan
"bro sandi, saya mohon jangan anda emosi, cahaya putihmu sudah meredup dan akan membahayakan diri bro sandi sendiri dan pasukan ini" kata mbah put
"dek sandi harus tenang" kata mbah kut
"GIMANA MAU TENANG!" kata ane teriak
"AAAAAAAAAAAAAAAAAAA ANJ*NG GW HAJAR LO ANDI! kata ane teriak ,




Lihat Semua Daftar Part Terbaru


Source : Kaskus

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Silahkan Berkomentar Dengan Sopan :)