Petualangan Anak Banten Part 33


Petualangan Anak Banten Part 33
( Pagi Jakarta )

Oke oke terimakasih sudah menunggu tadinya mau cuma sampai chapter 1 tapi karena banyaknya dukungan ane lanjut lagi , CHAPTER 2 , First Part ! ! !

Balik ke saat dimana Alm caca meninggal , nyokap caca seakan tidak percaya sampai pingsan setelah tahu anak gadis kesayangannya meninggal . semuanya keluarga besar Alm caca dan keluarga ane sangat kehilangan saat itu . dimalam itu juga ane sudah tidak bisa memeluk tubuh Alm caca karena sudah tertutup oleh tanah . tak hentinya ane menangis walau semua pelayat sudah meninggalkan area kuburan tinggal ane dan kiki disana.

"caca sayang kenapa mesti berakhir seperti ini kenapa caca sayang!!? " kata ane
"sudah san , iklaskan caca , dia pasti ga suka lu nangis terus" kata kiki menepuk pundak ane yang sedang memeluk nisan Alm Caca.
"bang gw sayang banget sama caca, gw cinta bang sama dia" kata ane masih memeluk nisannya
"iya san gw juga tahu ,tapi lu harus iklas san , gw sebagai abangnya sudah iklas atas semuanya ." kata kiki
"ingat cowo itu harus kuat menerima kenyataan , lihatlah masa depan lo" kata kiki lagi
"...................." ane diam beberapa saat mengelap air mata ini , dan masih menatap nisan Alm caca
"selamat jalan ya sayang , aku bakalan tetep sayang sama kamu , sempatkan kamu datang kemimpi aku ya sayang " ane mencium nisannya meneteskan airmata ke kuburan caca.
"aku pulang dulu ya sayang , kamu yang tenang sama papah kamu disana" kata ane , ane masih ga percaya saat itu harus kehilangan dia , dia yang akan selalu ane kenang

Ane jalan masih melihat kebelakang kearah kuburan Alm caca dan ditemani kiki , ane lihat diarah pohon besar yang ga jauh dari kuburan caca ada pocong memandang ane . matanya melotot , ane berusaha cuek melihat kedepan tapi itu pocong seperti mengikuti ane .ane tengok kebelakang lagi "joonk" mukanya yang seram dan masih memakai kapas dihidungnya tepat dimuka ane . "aaaaaaaa , pocong!" kata ane terjatuh . kiki yang bersama ane langsung membantu ane berdiri .

"mana san ga ada?" kata kiki
"dah hilang bang, gila serem amat . gw mah paling takut sama tuh setan" kata ane bangun
"ya apa lagi gw san jangan sampe lihat deh , aneh gw tuh ga bisa lihat setan tapi lihat peliharaan gw bisa , gw ga sehebat caca san , caca tuh cewe kuat" kata kiki , kami melanjutkan berjalan
"iya bang caca itu cewe kuat .. . . . caca kamu disana baik baik aja ga ya?" kata ane berjalan memandang langit malam , lalu memejamkan mata dan merasakan ada angin yang lewat disamping ane .
"kenapa lu san merem?" kata kiki
"gw rasain caca bang , dia akan selalu dihati gw , dia akan selalu disamping gw" kata ane membuka mata , kiki senyum sama gw
"walau lu ga jadi nikah sama caca , lu tetep gw anggap adik gw san , kalau ada apa apa bilang sama gw" kata kiki
"iya bang makasih ya" kata ane .

Ane lalu pulang kerumah , disana terlihat mbah kut dan mbah sut dan beberapa pasukan jin keluarga caca sedang bersemedi didekat gerbang rumah ane . terlihat seperti luka terbakar diarea badan mereka . ane masuk kerumah dan mencari bokap , ternyata dia ada diruangan belakang rumah ane tempat dia menyimpang keris . ane lihat keris mbah put patah terbelah dua . ane mendekati bokap ane , dia terlihat agak sedih .

"pah maafin aku ga bisa jaga mbah put" kata ane
"dia berkorban demi kamu san, papah bangga sama beliau, sekarang kamu ga punya teman lagi?" kata bokap ane
"punya pah , nyai ro pemberian caca " kata ane senyum . nyai ro menampakan diri disebelah ane
"anda memanggil saya bro sandi" kata nyai ro
"iya nih pah macan cantik dan genit" kata ane
"huss jangan ngomong gt , lalu masa iya kamu dipanggil bro san? semua aja panggil kamu bro " kata bokap
"haha ga apa apa pah , mereka kan baik" kata ane senyum ke nyai ro
"besok aku mau ke jakarta pah" kata ane
"luka dipundamu ga sakit?" kata bokap , pundak ane memang terkilir tapi sudah diurut tadi sore
"ya masih sakit pah , cuma gimana lagi harus kuat" kata ane
"ya ya kamu memang cowo kuat" kata bokap ,
"mbah put apa bisa pah?" kata ane memegang keris itu dan mengusapnya dengan jari jari ane ,
"nanti papah tanyakan pada aki buyutmu dulu , semoga beliau masih bisa kembali" kata bokap ane . lalu kami keluar ruangan itu


"san ada ivan dan pamanya datang" kata nyokap
"oke mah tunggu aku ganti baju dulu" ane menganti baju dan menuju ruang tengah
"san sorry ya tadi langsung pulang , gw anterin paman dulu ke pantai balik lagi kesini" kata ivan
"buset jauh van, hebat lu bolak balik ,eh paman jadi ko bisa paman bawa nyai pantai?" kata ane
"jadi gini san saya mau cerita nih , ketika kamu pingsan 2 hari saya ikut ketempat paman andi " kata paman ivan , ane mendengerkan dengan serius
"esoknya setelah itu saya balik lagi karena memang mau berguru dengannya san kan kata kamu saya masih punya macan jadi mau diasah " kata paman ivan
"terus terus paman?" kata ane
"saya berguru dengan paman andi , kebetulan pas ada andi disana yang juga minta diasah juga ilmunya, katanya sih pertama buat berbuat baik dan kalau ada yang macem macem dengannya punya pegangan" kata paman ivan
"heemm terus hubungannya dengan nyai pantai apa paman?" kata ane
"dengerin dlu san paman gw ngmong" kata ivan
"iye" kata ane
"nah paman andi itu pegangan besarnya ya nyai pantai san , nyai pantailah yang memberi ilmu pada andi dan saya , kami diberi puasa 3 hari 3 malam . dan barulah ada baru merasakan seperti diikuti oleh jin bertubuh besar gitu ,dan maka dari itu Alm papah caca itu membawa kamu ke paman andi untuk menyambuhkan dan membuat kesepakatan" kata paman ivan
"kesepakatannya adalah kau akan hidup sementara ada salah satu keluarga caca ada yang meninggal , mereka berbuat seperti itu karena sayang dengan mu san" kata paman ivan
"haaah serius keluarga caca?" ane serasa ga percaya, "terus jin bisa membunuh?" kata ane
"yang namanya perjanjian gaib itu ada dan jelas nyata san bisa dikatakan tumbal, tapi mungkin sudah takdirnya caca dan papahnya meninggal, ratu pantai bilang menurut beliau tagihan nyawa itu belum selesai karena mereka meninggal bukan karena ratu pantai , dan tanpa kamu sadari nyawamu sudah diselamatkan dua kali oleh beliau" kata paman ivan , ane cukup kaget
"kita manusia juga harus menjaga tutur kata dan perbuatan , ke semua yang ada disekitar kita baik nyata dan gaib , makanya ada perkataan kalau kencing jangan sembarangan nanti tidak bisa kencing lagi . itu salah satu contoh kalau kita tidak sopan pada mereka maka mereka pun tidak segan kepada kita dan sebaliknya" kata paman ivan
"suatu ketika saya balik lagi ke paman andi , saya datang lalu melihat andi dengan muka yang penuh luka katanya sih habis berantem sama yang namanya sandi , saya jadi ingat dengan kamu san tapi saya pikir ga mungkin juga , andi meminta pamannya itu meminta jin yang lebih hebat , maka diberilah jin ular" kata paman ivan
"itu yang pas lo berantem sama andi yang kedua kali san , depan rumah caca" kata ivan
"oh iya iya pantesan heeem" kata ane
"sudah jelas belum san?" kata ivan
"nah terus ko paman ivan bisa membawa nyai pantai? dan tau saya sedang tertekan saat itu?" kata ane masih agak bingung
"itulah gunanya sahabat san" kata ivan
"masih inget lo ,lo cerita sama kita kita ditempat prakerin kalau caca tiba tiba berubah?, dan gw ajak lo ketemu caca pas dikantin? " kata ivan
"ya terus?"kata ane
"gw telepon paman gw langsung , paman gw tau semuanya pasti itu roh jahat yang dipakai andi pemberian nyai ratu pantai" kata ivan
"rumah paman andi itu ada perbaikan , ketika dia mau pindah kerumah andi ada satu syarat yang harus dipenuhi oleh paman andi yaitu memberikan seluruh kekuatannya pada andi sementara sampai sudah tidak menumpang dirumah andi , paman andi lalu meminta ratu pantai memindahkan kekuatan paman andi ke andi tapi harus untuk kebaikan . saya kira musuh andi itu orang lain dengan ilmu hitam jahat tapi ternyata sahabat dari keponakan paman sendiri dan baru tahu kemarin dari ivan . ya paman langsung memberitahu nyai pantai . dan bersedia ikut dengan saya tadi siang" kata paman ivan , sungguh ane terkejut mendengar semua itu .
"aku ga bisa ngomong apa apa paman , jadi seperti itu kejadiannya " ane cuma bisa geleng geleng kepala
"harusnya pas lo dateng pertama kali kerumah andi tuh dicabut kekuatan hitamnya san" kata ivan
"soalnya lo itu terlalu baik membiarkan kegelapan menutupi cahaya" kata ivan lagi
"ya gw belom ngerti van , ya udah lah yang terjadi biarlah terjadi" kata ane
"yaudah kalau gitu gw balik dulu , besok subuh sudah distasiun ye" kata ivan
"sip dah makasih ya van , dan paman " kata ane senyum kemereka .
"eh keadaan andi gimna tuh?" kata ane , memang kami saat itu langsung meninggalkan andi sendirian dilapangan
"sekarat kata pamannya andi belum sadarkan diri , tadi saya telepon dia masih dirumah sakit" kata paman ivan
"sukurin" kata ane dalem hati

merekapun pulang . ane balik ke kamar ane , ane ambil tempat foto yang ada disamping tempat tidur ane . bingkai foto yang dibagi menjadi 4 bagian foto kecil kecil disana ada foto caca dan ane sedang bermain dipantai .
"caa .. " kata ane mengusap usap foto itu , tanpa terasa lagi air mata ini turun untuk kesekian kalinya
"kamu lagi apa sayang , aku kangen mau peluk kamu.." kata ane
"kamu disana selalu ingat sama aku ya.."
"aku disini selalu akan ingat sama kamu.."
"selamat malam ya sayang..." ane mencium bingkai itu dan menaruhnya kembali .

malam itu ane tidak menjumpai caca dimimpi ane tapi ane merasakan dia tidur disebelah ane . seperti ada bisikan ditelinga ane "bangun sayang udah subuh , jangan sedih aja aku tetap dekat sama kamu" ane lalu bangun dengan semangat mendengar itu "iya sayangku , aku sayang kamu ca" ane ngomong sendiri . saat itu walau pundak masih sangat sakit ane usahakan melanjutkan pembelajaran ane ditempat prakerin dijakarta . sampai stasiun dijakarta ane hirup dalam dalam udara pagi itu

"PAGI JAKARTA!!!" ane teriak
"woi jangan gila banyak orang nih , gila gara gara caca sih" kata ivan
"siapa yang gila , orang lagi mau semangat , ah jadi inget caca lagi kan" kata ane menundukan kepala
"iye sorry dah " kata ivan .
"jangan ngomong dulu tentang caca ke mereka , nanti gw yang ceritain kalau gw siap" kata ane
"siap bos" kata ivan

kami menuju kosan seperti biasa , buka pintu kosan ada cecep lagi makan , dia memberikan 2 bungkus nasi uduk
"nih makan dulu" kata cecep
"tumben lu ? banyak duit? kata ivan
"hehe dah lah makan aja van,eh jangan sedih terus san" kata cecep
"sedih kenapa?" kata ane
"soal caca" kata cecep
"ko lu tau sih?" kata ane
"tau dari sela" kata cecep
",,," ane berpikir sesaat

lalu kami dengan lahap makan pagi itu karena memang laper ,karena masih 1 jam masuk prakerin ane sempatkan tidur dan memasang alarm 30 menit untuk bangun.

Spoiler:
"trrriinnng trriiinnnng triiinnng" suara alarm membangunkan ane dikosan pagi itu .
"mbah puttt mbah puttt tolong kemari bentar"
"baik bro sandi ," kata nyai ro
"eh maaf nyai , saya tadi mimpiin mbah put mukanya tambah polos imut deh, kangen sama mbah put nyai saya beneran dah" kata ane
"..." nyai diam saja
"jangan murung nyai , semoga mbah put bisa kembali" kata ane
"iya bro sandi" kata nyai


Ian dan cecep sedang mandi saat itu karena 2 handuk mereka tidak ada digantungan dekat pintu, (2 kamar mandi ga bareng) , ane melihat nur dan yuli lewat depan kamar tapi tidak melihat sela .
"mana sela nur?" kata ane
"di atas dia" kata nur . lalu ane naek ke atas kosan , dia sedang asik megang hpnya sambil senyum senyum
"ngapain lo?" kata ane
"smsan.." kata sela
"ma siapa tuhhhh" kata ane duduk disampingnya
"cowo gw san" kata sela senyum ke ane

"JLLEEEBB" niatnya sih deketin sela , tapi .... .




Lihat Semua Daftar Part Terbaru


Source : Kaskus

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Silahkan Berkomentar Dengan Sopan :)