Petualangan Anak Banten Part 47
( Mulai )
( Mulai )
"Serahkan nia atau macan lu mati , siang ini jam 12 dirumah andi !!" ujar sms itu , ane yang ngantuk jadi melotot
"son son bangun" ane membangunkan soni
"weeii apa apa" kata soni bangun
"ngancem nih si bego" kata ane menunjukan sms ke soni , eh dia tidur lagi
"woii bangun" kata ane
"tenang aja " kata soni santai
"mana gw bisa tenang" kata ane
"lihat katanya jam 12 , sekarang masih jam 7 pagi , mending tidur dulu" kata soni tidur membelakangi ane
"kampreeettt " kata ane , ane yang tadi agak panik jadi agak tenang mendengar ucapan soni "tenang aja" , ane keluar kamar duduk diruang tamu diikuti nia.
"segitunya banget si riski sama lu nia" kata ane
"memang pernah ngapain aja?" kata ane lagi
"sumpah bang nia ga pernah apa apa sama dia" kata nia
"yaudahdah , eh beliin nasi uduk buat yang lain" kata ane mengeluarkan uang dari saku
"bareng bang" kata nia
"lu manja banget sihh , itu emak uduk di depan" kata ane , mukanya manyun mengambil uang
"yaudah dah iya bareng dah" kata ane ,
"gitu dong bang hehe" kata nia tertawa kecil
Kita jalan kewarung uduk dekat rumah yang selalu ramai bila minggu pagi . eh ada tuh jawara kampung ane sebut aja niko , dia juga sahabat ane ketika kecil
"wei san tumben lu keluar sama ade lu" kata niko salaman dengan kami
"iya nih bang , mau beli uduk nih" kata ane ,
"bang niko kemana aja udah jarang maen kerumah" kata nia
"iya nih nia , sibuk sekarang udah kerja" kata niko
"kerja dmana bang?" kata nia
"ditoko nia , yah dari pada ngangur gw disini terus" kata niko
"bagus deh bang , eh bang gw lagi pusing nih" kata ane
"kenapa? pasti masalah sama orang yang kemaren didepan indom*rt itu ya?" kata niko
"iya bang , dia ngancem ade gw mulu" kata ane
"makanya punya ade jangan cantik cantik hehe" kata niko
"ihhh si abang bisa aja gombalnya" kata nia
"dah sono lu beli itu uduk malah ikutan ngobrol" kata ane ,
"iya banggg" kata nia lalu ngantri ke emak uduk
Ane lalu menjelaskan pada niko tenang hal yang terjadi pada ane dan andi beserta riski sepupunya . niko itu megang 2 ilmu hitam dan putih (ilmu putih didapat dari kakeknya sementara ilmu hitam berguru , ya sekedar santet itu udah biasa) ,dan banyak juga tatonya disekujur tubuhnya , dari tampang memang dia tuh preman banget tapi hatinya baik kalau udah kenal .
"gw mau buat perhitungan sama si andi itu" kata niko
"udah bang ga apa apa , biar gw yang urus" kata ane
"gw udah anggep kalian adik gw san" kata niko ke ane dan nia yang udah selesai membeli uduk
"ya bang gw tau , tapi jangan sampe kenapa kenapa si andi" kata ane
"kalau lu biarin dia , nanti dia yang bakalan bunuh lu san , gw juga gamau nia kenapa kenapa" kata niko
"pasti ada cara lain bang selain membunuh , kita bisa cabut ilmunya" kata ane
"memangnya lu bisa?" kata niko
"ada temen gw bang , dia dari jawa bisa katanya" kata ane
"oke nanti siang gw ikut" kata niko
"kita kepung aja rumahnya" kata niko lagi kemudian pergi
"jam 11 ya bang!" kata ane teriak karena niko sudah agak jauh
"sipp nanti kita semua kumpul ke rumah lu!" kata niko ,
Kami balik ke rumah , sela dan elsa ada diruang tamu ,
"nih teh sela juga elsa nasi uduk" kata nia memberikan uduk , ane duduk disamping elsa
"gimana tidurnya" kata ane senyum ke elsa
"hehe enak ka , disini kalau tidur nyaman banyak yang jagain ya" kata elsa
"iya dong" kata ane
"makan dulu gih" kata ane lagi , kemudian semua makan , soni yang baru bangun juga ikut gabung makan bareng kami .
"jadi gimana nih son?" kata ane
"dah san tenang aja" kata sela
"gimana mau tenang sel , ini mengancam nyawa loh" kata ane
"bener kata sela lu harus tenang" kata soni
"bantuan bakalan banyak buat kita nanti" kata sela
"ko lu tau sih sel? , gw baru mau ngomong nih" kata ane
"ya cuma perasaan doang hehe" kata sela
"bisa aja lu sel , eh memang sih teman teman gw dulu pas kecil mau ikut gabung ntar , semoga aja berhasil" kata ane
"ya semoga deeh , yang penting sekarang jangan terlalu banyak pikiran" kata soni
"ntar elsa ikut aja ya , tapi dibelakang jangan ikut masuk" kata ane
"oke ka" kata elsa
Jam 11 siang , pintu rumah ane diketuk "tok tok tok" . ane buka pintu ternyata niko dengan 10 orang lainnya yang ane kenal semua , ya sahabat ane ketika kecil dikampung ,semuanya memegang pegangan macan tapi tidak ada yang berwarna putih .
"yoo masuk semua" kata ane , kita semua jadi duduk dilantai karena kursinya tidak muat
"jadi gini bang , rencana kita kepung rumah andi , tapi nanti yang masuk gw, nia ,sela dan soni aja dlu" kata ane
"terus?" kata niko
"kalau macan gw dah balik , baru kita serbu , pastinya juga dia pake jin jin nya" kata ane
"masalah jin gitu sih gampang tenang aja , lagi pula gw lihat temen lu ini hebat " kata niko menunjuk soni
"hehe makasih bang" kata soni
"yang penting lu ketika masuk hati hati san , jangan ambil resiko langsung misscall gw kalau ada apa apa , nanti kita serbu" kata niko
"oke bang , yo berangkat" kata ane . sebelum berangkat ane kekamar ane dan berpesan pada mbah mbah ane dan mbah macan kepala pasukan untuk ikut tapi menunggu aba aba dari ane
Tibalah kita semua disana , kami parkir diwarung yang jaraknya tidak jauh dari rumah andi . nia ane soni dan sela duluan masuk kegerbang rumah andi . ada ular besar digerbang itu berkepala manusia . dia memberikan tanda untuk kami masuk kerumah itu . dari lantai 2 riski teriak
"hai nia sayang selamat datang disini" kata riski
"lepasin macan abang gw!" kata nia
"bakalan dilepas tapi lu harus masuk kedalam ,sisanya tunggu luar" kata riski
"gimana ini?" kata ane
"tenang san , selama nia memakai kalung dari gw ga akan kenapa kenapa" kata soni
"nia nanti kalau udah masuk pura pura aja ga sadar , nanti kami bantu , yang jelas jangan sampe tuh kalung dilepas" kata soni lagi
"oke deh bang soni" kata nia
"hati hati nia , teh sela yakin nia bisa" kata sela
"makasih teh " nia peluk sela ,
"woii masuk!" kata riski ke nia
"iya gw masuk! " kata nia ,
"hati hati nia!" kata ane ,
"ia bang , tenang aja" kata nia .
Nia menuju pintu utama rumah andi , pintunya terbuka sendiri kemudian nia masuk . dan ga lama tertutup .
"sekarang lepasin macan gw!" kata ane
"ya ini " kemudian dia melemparkan botol plastik yang sedikit remuk ke tanah , ane langsung ambil dan membukanya, keluar nyai ro tapi dia berubah warna menjadi hitam , kuliatnya pun ada bekas terbakar
"nyai kenapa ko jadi hitam?" kata ane
"ini jebakan bro sandi selamatkan dek nia!" kata nyai , nyai ro kemudian tersungkur jatuh .
"nyai ... nyaiii.....!" kata ane membangunkannya
"MBAH PUT!!!!!!!!!!!" kata ane teriak , mbah put datang dengan pasukan jin ane , dia disebelah nyai ro tampangnya sedih
"dia dibakar oleh api jin bro sandi" kata mbah put
"terus gmana? harus gimana!" kata ane , mbah put memandang ane dengan sedih
"njing lo riski!!!!!!!!!!!!!!!!!" kata ane teriak , si riski udah ga ada dilantai atas. ,
"san , lu sabar" kata sela
"gimana mau sabar , masa harus ada korban terus!" kata ane ,
"san ada yang mau datang , kekuatannya kuat banget" kata soni
"hitam atau putih?" kata ane
"putih" kata soni
"depan lu" kata soni lagi
Disaat itu juga , datang aki buyut ane didepan ane .
"saya tidak akan membiarkan nia menjadi korban, pejamkanlah matamu sandi , saya akan masuk kedalam tubuhmu" kata aki buyut
Lihat Semua Daftar Part Terbaru
Source : Kaskus

Silahkan Berkomentar Dengan Sopan :)