Petualangan Anak Banten Part 46
( Pilihan )
( Pilihan )
"LO KEMANAIN TEMEN GW BANGS*T!" kata ane memegang kerah andi.
"hahaha gw mau mampusin macan lo!" kata andi , ane melemparnya dan mengenai mobil andi "adaawww" kata andi kesakitan
"balikin temen gw" kata ane menghampiri andi , tapi ane ditahan soni
"gw aja yang ngomong" kata soni , soni lalu jongkok didepan andi
"andi , kasih tau dimana macan milik sandi" kata soni
"gw bakalan lepasin macan itu , tapi gw mau pergi dari sini!" kata andi
"jangan mau son dia bakalan bohong!" kata ane
"haha kenapa? terserah lu , mau milih gw pergi atau macan lu mati" kata andi mengancam
"oke oke , lu boleh pergi dari sini , tapi kembalikan dulu macan sandi" kata soni
"ohh tidak , nanti setelah gw balikin lu malah cabut ilmu gw " andi mengelengkan kepala
"terus kesepakatannya gimana?" kata soni
"setelah gw melewati tikungan itu , macan lu bakalan balik" kata andi menunjuk tikungan beberapa meter dari kami
"oke , kalau lu bohong kita kejar lu ya?" kata soni
"ya dan macan dia mati!" kata andi menunjuk ane
"lu sialan banget sih jadi orang , mau lu apa sih di astaga!" kata ane , ane ga habis pikir dengan sifat jahat andi
"sadar geh di , lu itu udah dirasuki ilmu setan jadi lu seperti ini" kata ane lagi
"peduli apa gw sama perkataan lu , yang jelas gw mau pergi dari sini" kata andi , andi memang saat itu terkepung oleh kami
"yaudah lu pergi cepet" kata soni
"tapi son..." kata ane
"nah gitu dong , maen kroyokan lo!" kata andi ke ane
"lu yang mulai bego" ane berusaha menghajarnya tapi ditahan lagi oleh teman teman ane
"nanti kita ketemu lagi san tenang aja , gw mau bunuh lu" kata andi yang berjalan bertatih bersama saudaranya ke mobil dia dan pergi dengan kecepatan tinggi . setelah melewati tikungan tapi nyai ro belum jua kembali
"mana nyai ro gw ko ga muncul?" kata ane melihat sekitar
"kita balik aja kerumah , kali dia ada dikamar" kata soni .
"dah san , sabar aja" kata sela
"sabar gimana sel , masa iya setiap manusia sabar sabar terus , ini gw kalau udah sama andi ga bisa sabar" kata ane
"ya gw tau ko san rasanya jadi lu , kan gw udah bilang lu tuh cowo kuat" kata sela memeluk gw padahal depan soni cowonya
"eh udah udah sel" kata ane melepaskan sela
"tenang aja san" kata soni menepuk pundak gw
Lalu kami semua pulang , nia bareng ane naik motor sementara elsa katanya mau menginap bareng nia dan sela . selama perjalanan ane jujur aja ane agak marah sama nia .
"bang maafin nia , nia salah" kata nia meluk gw kenceng banget padahal lagi dimotor
"ih lepasin nia , ga enak dilihat sela soni tuh dikira kita apa aja" kata ane , soni dan sela dibelakang ane mengikuti
"maafin nia dulu bang!" kata nia meluk ane tambah kencang dan menangis
"udah ga usah nangis" kata ane
"tapi nia salah bang , nia ga bisa jaga nyai roo dan pikiran nia" kata nia
"makanya nia , gw tuh ga mau lu main malem jadinya gini , gw tuh sayang sama lu nia , gw gamau adik gw tuh kenapa kenapa" kata ane
"ingat kan kejadian teh caca sama andi? sekarang nia dikejar sama saudaranya andi , sumpah gw gamau nia kenapa kenapa" kata ane
"gw ga mau kejadian yang sama terulang kembali , gw bakalan jagain nia apapun yang terjadi!" kata ane lagi , nia yang tadi menangis jadi diam dan tambah kencang pelukannya
"aduh sakit nia" kata ane
"iya bang maaf , makasih ya mau jagain nia , nia seneng" kata nia
"iya asal lu nurut sama gw , kelar semuanya" kata ane
"iya abang sayang" kata nia
Sampai rumah kami semua keruang tamu , nia mengambil air minum sementara ane kekamar . ane cek nyai roo ga ada dikamar . ketiga mbah ane muncul didepan ane
Quote:
"mbah gimana ini , nyai ga ada" kata ane , sedih banget
"tenang saja bro sandi , nyai masih ada" kata mbah put
"mbah tahu? , dia ada dimana sekarang?" kata ane
"saya merasa dia masih ada bro sandi" kata mbah put
"ciieee udah ada perasaan nih kayanya" kata ane ,
"lebih baik sandi istirahat" kata mbah sut
"mbah tumben ngomong biasanya diem aja" kata ane ke mbah sut , ane bilang gitu dia diem lagi
"yah mbah sut jangan marah" kata ane
"tidak sandi , saya tidak marah" kata mbah sut
"maaf kami bertiga belum cukup kuat sandi" kata mbah kut , segitu mbah kut yang paling kuat
"ya tidak apa apa mbah , buat saya kehadiran mbah mbah disini penting , ga cuma untuk bertarung tapi ya teman juga" kata ane senyum ke mereka
"terimakasih sandi , kami sangat senang punya majikan seperti sandi" kata mbah kut
"jangan ngomong gitu mbah saya bukan majikan , disini tidak ada yang namanya atasan atau bawahan , semua sama ! , kita TEMAN!" kata ane lagi
"baik sandi terimakasih" kata mbah kut , mereka tersenyum ke ane , ane seneng banget . tinggal 1 ane harus selamatkan nyai ro
"kita harus selamatkan nyai" kata ane ke mereka
Pintu kamar ane terbuka , nia dateng bawain ane susu putih kesukaan ane
"nih bang minum" kata nia
"tumben" kata ane mengambil gelas itu dan duduk dikasur , nia disebelah ane
"bang tadi tuh nia ga sadar ,tiba tiba pas sadar ada bang soni" kata nia ,
"iya nia ga apa apa , gw ngerti ko , ilmu yang dipakai buat teh caca dulu sama seperti itu" kata ane
"serem banget ya bang , tapi kata bang soni nanti mau dikasih kalung buat usir ilmu hitam itu" kata nia
"iya nia , bagus deh kita punya teman sebaik soni" kata ane
"iya bang makasih ya buat semuanya" kata nia .
"yaudah yu kemereka" kata ane , kami pun menuju ruang tamu
Ane tidak cerita ke orang tua ane , kalau cerita nia dipelet oleh riski pasti bokap ane langsung turun tangan jadi ribet urusannya , soni lalu memberikan kalung yang katanya pemberian orang tuanya pada nia , ane mungkin tidak akan menjelaskan rupa kalung tersebut disini . ane pegang kalung itu hawanya sangat sejuk ditangan ane memang bener ilmu putih itu kebadan beda gan , sejuk kehati dan pikiran . tapi berhubungan kala itu ane belum sepenuhnya menguasai ilmu putih itu jadi ane belum merasakan itu semua . setelah agak malam kami semua kekamar , elsa nia sela dikamar nia , ane sama soni
"son ajarin gw dong ilmu putih , yang lu ajarin dikosan itu cuma pernapasan doang" kata ane
"ya intinya sih cuma tahan emosi san , semua tergantung si empu nya" kata soni tiduran disamping ane
"terus itu jin lu ko bisa kuat banget?" kata ane
"itu jin tua san , semakin tua usia jin kekuatannya juga beda , keluarga gw kan udah berapa turunan yang megang jin itu , sekarang jadi gw" kata soni
"memangnya lu mau?" kata soni ke ane
"gw udah cukup sama ketiga mbah gw , sekarang gw mikirin balikin nyai ro" kata ane
"yang penting gw tau tempatnya san , nanti gw yang bantu" kata soni .
"sip son makasih , besok balik kejakarta sore ya" kata ane
"iya , senin pagi juga ga apa apa " kata soni
"asik dah siap makasih nih mau bantu " kata ane
Kami lalu tertidur , dalam mimpi ane yang begitu sunyi ntah kenapa ane melihat seseorang yang tidak asing buat ane , CACA!, dia sedang duduk ditaman bunga yang sangat indah membelakangi ane memakai baju pengantin yang ketika itu dipakai olehnya dimimpi ane sebelumnya, ane lihat kaca dekat situ ane pun memakai jas penganti pria . ane mendekati dia
Quote:
"hei sayang" kata ane duduk disebelahnya ,
"hei juga sayang , aku kangen sama kamu" kata caca meluk ane
"kamu ko dateng ke mimpi aku lama banget sayang" kata ane
"ga setiap saat aku bisa datang kemimpi kamu sayang" kata caca ,
"aku kangen kamu ca , maafin aku ga bisa jagain kamu ketika itu" kata ane
"tidak sayang , aku yang salah , aku yang minta maaf telah pergi lebih dulu dari kamu" kata caca
"aku mau kita bersatu lagi sayang" kata ane
"aku juga mau sayang , tapi alam yang membedakan kita ," kata caca menangis , muka cantikk sekali , rambutnya pun sangat halus , ane usap usap
"jangan sedih sayang , aku walau ketemu seperti ini sudah senang sekali" kata ane mengusap air matanya
"aku cinta banget sama kamu sandi , cinta banget" kata caca , dia tertunduk
"iya sayang aku juga cinta banget sama kamu" ane mengangkat pelan kepalanya ,ane dalam menatap wajahnya , ini kah mahkluk ciptaanMu yang sangat sempurna ?
"kamu cantik banget sayang" kata ane mengusap usap pipinya , caca senyum
"sayang selamatkan nyai ro untuk aku" kata caca
"kamu tau sayang?" kata ane
"aku ada selalu disini , dihati kamu" kata caca menunjuk dada ane
"aku akan selalu sama kamu , sampai nanti kita bertemu dialam yang sama sayang" kata caca , ane sangat terharu
"aku pergi dulu ya sayang, ingat pesan aku , jaga badan , jaga pikiran , jaga juga nia , cari cewe yang lebih baik dari aku , dan yang terpenting jangan emosian aja sayang" caca kemudian mengecup kening ane .
"aku sayang kamu ca" kata ane memejamkan mata
"aku juga sayang kamu sandi" kata caca , kemudian semua gelap.
Tubuh ane serasa digoyang goyangkan ,
"bang bangun bang" kata nia
"ehh heem" kata ane , ane lihat soni masih tidur , jam pun masih jam 7 pagi .
"nia masih pagi" kata ane ,
"hayo mimpi apa ko nangis?" kata nia ane ternyata mengeluarkan air mata
"eh tadi gw ketemu teh caca nia, dia cantik banget" kata ane mengusap air mata ane
"terruss teruuss gimana?" kata nia
"nanti dah ah gw ceritanya masih ngantuk" kata ane memejamkan mata lagi
"ih bang bangun ini riski sms aku" kata nia , ane langsung bangun dan membaca sms nia
"Serahkan nia atau macan lu mati , siang ini jam 12 dirumah andi !!" ujar sms itu , ane yang ngantuk jadi melotot
Lihat Semua Daftar Part Terbaru
Source : Kaskus

Silahkan Berkomentar Dengan Sopan :)