Petualangan Anak Banten Part 74
( Melihat Sesuatu )
( Melihat Sesuatu )
"yang bener lu san?" kata anto
"iya bener dah to" kata ane
"lu bisa lihat?" kata anto , ane cuma mengangukan kepala
"bisa bukain mata gw ga?" kata anto serius , mba na dan tika juga serius melihat ane
"gimana ya? , sebenernya sih ga bisa to " kata ane
"yahh payah , berarti lu bohong" kata anto
"iya nih , masa ada setan dibelakang kita" kata mba na melihat ke belakang , dari sudut pandang yang ane lihat , itu setan semua mendekati kami
"udah udah ga usah dibahas lagi" kata ane
"mereka mendekati jadinya , dah kerja lagi" kata ane kemudian melanjutkan mengetik
"mana sih ga keliatan" kata anto , dia masih ada penasaran
"udah lah to , si sandi ini pinter banget ngebohong" kata ratna
"iya iya dah gw bohong , udah makanya jangan dibahas terus" kata ane yang masih melanjutkan mengetik ,
"tapi gw penasaran san" kata anto , kemudian ane menghentikan ketikan ane , ane dorong mundur kursi tempat ane duduk , ane lihat didepan mereka bertiga sudah berkumpul banyak kunti ,
Quote:
"ngapain kalian disini" kata ane pada kunti kunti itu ,
"mereka mengundang kami" kata salah satu setan , setan ini memakai gaun hijau , sepertinya tetuanya , ada mahkota bunga dikepalanya , rambutnya disanggul gitu seperti orang nikahan , tapi muka serem banget , matanya merah , dan hancur pokoknya tuh muka , badanya juga keriput seperti nenek nenek ,
"tidak , mereka tidak mengundang , mereka hanya penasaran pada anda" kata ane
"penasaran dan mengundang bagi saya sama saja " kata setan itu
"boleh tau namanya?" kata ane
"al - jin ****" kata jin itu mengulurkan tangannya , wajahnya yang seram berubah cantik , badannya berisi (montok) tapi rambutnya tetap disanggul , ( oh ya ini nama sebenarnya, udah dapet ijin , jangan sekali kali memanggil manggil nama itu ketika sudah tidak membaca cerita ini, cukup ketika membaca aja )
"sandi" kata ane mengulurkan tangan juga
"mereka semua biasa memanggil saya nyai an" kata jin itu
"baik kalau gitu nyai an" kata ane
"woi lu ngapain?" kata anto
"diem to , kayaknya dia lagi komunikasi" kata tika
"ah dia itu cuma bohongan" kata ratna ,
"woii woii" ratna menggoyangkan badan ane
"apa sih mba" kata ane
"lu ngapain?kesurupan?" kata ratna
"saya lagi kenalan sama penunggu disini " kata ane
"hahah beneran gila nih bocah" kata ratna
"ya terserah mba aja deh , tapi jangan ganggu saya dulu" kata ane
"gimana lu aja deh san" kata ratna
Quote:
"maaf ya nyai an" kata ane
"tidak apa apa sandi" kata nyai an , dari auranya dia cukup kuat
"kalau boleh tau , kenapa anda datang kesini hanya karena sedang dibicarakan?" kata ane
"saya malas mendengarkan mereka yang berbicara seperti itu , mereka itu tidak tahu kami jadi kami seperti dipermainkan , saya tidak suka" kata nyai an
"ya kalau gitu maafkan teman teman saya nyai an , saya tidak mau ada apa apa dengan mereka" kata ane
"berhubungan kamu mempunya ilmu putih , saya menghormati kamu disini , tapi bilang pada mereka untuk tidak berbicara seperti itu ketika diwilayah saya" kata nyai an
"iya nanti saya bicarakan pada mereka nyai , saya berterimakasih" kata ane
"baik , saya pergi dahulu , saya ada paling dari tempat ini" kata nyai an
"oke nyai nanti saya ketemu deh" kata ane
Kemudian mereka menghilang , "waw dijakarta masih ada juga kerajaan jin walau tinggkatnya kecil tapi tetap saja ada haha" kata ane dalam hati , lantai paling atas dari kantor ini? berarti lantai 6 , ane sih ga pernah kesana karena ane masih baru , dan tempat kerja ini lantai dasar .
"kenapa san?" kata tika , melambaikan tangan didepan muka ane , karena ane senyum senyum sendiri
"ehh iya sorry , jadi kebawa suasana" kata ane
"memangnya ada apa? tika dan anto berdiri didepan ane , sementara ratna masih duduk disamping ane , posisi ane berdiri , ane menoleh ke ratna
"mba na lantai 6 itu apa?" kata ane
"ko nanya lantai 6? kenapa?" kata ratna
"udah ga apa apa , mau tau aja" kata ane
"lantai 6 itu gudang , tapi udah lama ga dipake sih" kata ratna
"kenapa?" kata ane
"dulu , kalau ada yang masuk kesana pasti kesurupan" kata ratna
"ohh gitu" kata ane mengangguk
"ko lu tau sih san?" kata ratna
"kan saya bilang mba , saya tadi lagi komunikasi" kata ane , ratna yang tadinya duduk langsung berdiri disebelah ane ,
"serius lu san? terus disini ada?" kata ratna , ratna yang tadinya sangat berani jadi penakut
"iya mba beneran , tapi udah ga ada ko sekarang udah pada balik ke lantai 6 , makanya lain kali jangan sampe ada yang ngomongin mereka disini apa lagi nantangin , nanti pada dateng kaya tadi" kata ane serius pada mereka
"seriusan looo san? tadi banyak?" kata anto
"iya to beneran , tadi bukanya gw bilang ya banyak?" kata ane ,
"ih gw merinding" kata tika menunjukan kulit tanganya pada ane
"udah ga ada tik tenang aja" kata ane
"eh san, berarti kita harus peringati semua orang dikantor ini dong?" kata anto
"ga usah to , biarin aja dulu , dan jangan ada yang bilang kalau gw bisa kaya gini , tolong ya" kata ane
"sipp dah , rahasia dijamin" kata anto
"yu lah pada kerja lagi , nanti ga selesai , males lembur nih" kata ane kembali ke meja kerja ane , dan melanjutkan mengetik
Ane kerjain semua kerjaan ane agak cepat karena disuruh ontime sebelum jam makan siang , setelah selesai kami berempat makan siang bareng dikantin dekat kantor , kami bercakap cakap santai setelah makan siang saat itu , menurut ane ratna itu cantik , cuma memang sih kalau lagi kerja juteknya minta ampun dah , coklat manis , rambutnya juga dicat agak coklat kaya bule bule itu hahaha .
"eh malam ini ke kosan gw san , tolong lihatin dong" kata ratna
"gw sama tika ga diajak nihhh mba?" kata anto ,
"ya ya kalian juga boleh ikut" kata ratna
"bisa ga yaa?" kata ane
"hayolah san , setelah mendengar apa yang lu kasih tau , gw jadi agak takut kekosan" kata ratna
"haha biasa aja sih mba , yaudah nanti gw ikut" kata ane
"lu bisa bawa motor kan?" kata ratna
"ya bisa" kata ane
"ntar naek motor gw aja ya san" kata ratna
"oke oke" kata ane
Sesudah itu kami berempat kembali pada pekerjaan kami masing masing , terus ada tuh OB namanya pak engkus dikantor ane masuk ke ruangan admin (ruang ane) , dia memberesi berkas yang memang sudah agak menumpuk dan disuruh sama ratna taru digudang lantai 5
"bu ratna , kalau dilantai 5 sudah penuh" kata pak engkus
"duh gimana dong? dsiini juga sudah tidak terpakai" kata ratna
"lantai 6 aja pak" kata ane ke pak engkus , pak engkus langsung kaget
"lantai 6 ?" kata pak engkus
"kenapa memang pak?" kata ane
"san , pak engkus ini sudah dari awal ada disini , pasti dia tau kondisi lantai 6 , iya kan pak?" kata ratna
"saya tidak berani kesana bu" kata pak engkus
"yu sama saya" kata ane
"haah? serius kamu?" kata pak engkus
"iya pak , nama saya sandi" kata ane ke pak engkus
"udah pak ikut aja sama si sandi , dia hebat" kata tika
"beneran san?" kata pak engkus
"hayu dah" kata ane
Lalu ane dan pak engkus membawa berkas berkas itu yang super banyak itu ke lantai 6 dengan bantuan beberapa teman yang ada disana . ternyata tangga yang ke arah lantai 6 ini sengaja dibuat penghalang gitu awal tangga (lantai 5) dan di akhir tangganya (lantai 6) , ane yang duluan ke lantai 6 , didepan pintu gudang ada 2 kunti yang sedang berjaga , ane menundukan kepala tanda permisi
"maaf , saya hanya mau menaru beberapa barang tidak terpakai , apakah saya boleh masuk?" kata ane pada 2 penjaga itu , mereka hanya diam dan menganggukan kepalanya tanda diperbolehkan , ane kemudian memberi tau pada beberapa teman ane untuk naik ke lantai 6 ,
"hayo naik , jangan ada yang melamun" kata ane , kemudian naik tuh 5 orang termasuk ane dan pak engkus , pak engkus yang memegang kunci gudang , tapi entah kenapa dia karena gugup atau apa itu kunci selalu terjatuh ketika akan dimasukin ke lobang pintu ,
"ga usah gemeteran gitu pak , santai aja jangan takut" kata ane
" iya san" kata pak engkus
Lalu karena agak lama ga masuk masuk itu kunci jadi ane dah yang membukanya , sekali tusuk langsung masuk , ane buka perlahan pintu itu , dibalik pintu itu ada nyai an ,
"ada apa sandi kemari?" kata nyai an
Temen temen ane yang akan masuk ke ruangan itu ane tahan ,
"bentar jangan masuk dulu" kata ane
"maaf ya nyai an , saya hanya mau memasukan barang tidak terpakai ini kedalam ruangan ini" kata ane
"tidak apa apa , tapi hanya kamu yang masuk , yang lain diluar" kata nyai an yang kemudian menghilang,
"huh, kalau gitu kalian nunggu disni aja, cuma saya yang boleh masuk" kata ane
"ga apa apa? berat loh" kata pak engkus
"ya saya bolak balik aja pak" kata ane
Ane kemudian masuk keruangan itu , ketika pertama kali ane menginjakan kaki diruangan itu , pemandangan ruangan itu berubah menjadi seperti istana nan mewah, diatas sana ada kursi singgasana sang ratu , nyai an
"selamat datang disini sandi" kata nyai an
"hehe iya nyai, maaf ya saya taru ini disini" kata ane
"iya, saya sangat senang bisa bertemu orang seperti kamu, dulu pernah ada yang seperti kamu tapi dia masuk untuk mengusir kami, ya ilmu dia tidak sebesar saya hahahahaha" kata nyai an
"oh gitu ya nyai heh , tenang aja selama kita baik, kita bisa kan jadi teman?" kata ane
"tentu saja bisa sandi , apapun yang kamu mau , kamu bisa meminta pada saya" kata nyai an
"tapi maaf nyai , saya tidak meminta pada jin , saya hanya mau berteman saja hehe" kata ane
"hatimu bersih sandi , terimakasih kalau seperti itu" kata nyai an
"sama sama nyai" kata ane
Kemudian ane keluar masuk beberapa kali untuk mengatur berkas berkas itu , cukup berat juga
"kalau gitu saya keluar dulu ya nyai ini sudah selesai terimakasih ya nyai" kata ane
"oh ya sandi satu lagi , ada pengikutmu ular diluar sana ingin masuk , tapi maaf tidak bisa sembarangan masuk sini tanpa ijin dari saya" kata nyai an
"tenang aja nyai , dia jin baik ko walau auranya hitam hehe" kata ane ,
"ya, saya bisa merasakannya kalau ular itu baik , kalau gitu sandi boleh keluar" kata nyai an
"terimakasih sekali lagi ya nyai" kata ane , nyai an cuma tersenyum , sungguh cantik khas wanita jaman dulu , kalau dia ga berubah sih mukanya serem dan keriput haha , ( canda nyaii )
Setelah kerja , ane ratna anto dan tika keparkiran , ane bawa motor ratna dan memboceng ratna , anto membonceng tika menuju kosan ratna . kami melewati gang gang kecil yang agak sempit karena banyaknya motor yang terparkir disana
"selamat datang dijakarta" kata ratna dibelakang ane
"kenapa gitu mba?" kata ane
"ya beginilah jakarta , udah kebanyakan motor , jadi jalanan yang kecil aja tambah kecil" kata ratna , kami lalu tertawa
Kami masuk rumah yang cukup besar ,ratna masuk terlebih dahulu , kamar kosnya itu ga jauh dari pintu masuk , untungnya kosannya bagus dan agak besar , tapi untuk kamar mandi ada diluar ruangan .
"betah lu mba disni?" kata anto
"betah betahin aja to , namanya juga merantau" kata ratna , anto itu sama tika orang jakarta jadi rumah sendiri dengan orang tuanya
"lu dimana san?" kata anto
"gw dirumah saudara" kata ane
"oh enak dong" kata anto
"enak ga enak hehe" kata ane
"keliling dulu yu" kata ratna
"sesajennya mana nih?" kata anto
"buset dah baru juga dateng , keliling dulu baru sajen turun" kata ratna
"siap" kata ane
Kami lalu keluar kamar , menuju ke arah belakang dan benar aja ada kunti disana diatas kamar mandi , ditangga yang mengarah kelantai 2 juga ada , sesuatu yang ngesot , ada anak tangga ke 13 dari yang ane hitung dari bawah , ane sih cuma permisi aja karena mereka mereka pasti lebih memperhatikan ane karena ane bisa melihat mereka .
Setelah berkeliling kami balik lagi ke kamar ratna
"gimana gimana san?" kata ratna
"ada sih 2 mba , ditangga sama di atas kamar mandi" kata ane
"seriusan?" kata ratna , dia memegang tangan ane
"cie , cari kesempatan lu mba pegang berondong" kata anto
"ah lu to canda aja" kata ratna melepaskan tangannya
"terus gimana dong?" kata ratna melihat ane
"to , lu mau lihat kan? sekarang gw mau kasih lihat" kata ane , ane lihat itu sesuatu yang ngesot ada didepan pintu
"siap san , dimana nih posisinya" kata anto
"nah sekarang lu menghadap ke pintu itu " kata ane
"terus terus gimana?" kata anto
"lu pejamkan mata dulu" kata ane
"udah nih terus" kata anto
kemudian ane panggil mbah tam ,
Quote:
"mbah, apa bisa membuka mata ketiga seseorang?" kata ane
"oh tentu bisa bro sandi, untuk siapa?" kata mbah tam
"ini orang ini" kata ane
"melihat saya bro sandi?" kata mbah tam
"jangan mbah, kalau lihat mbah dia ga takut cuma ketawa hehe" kata ane
"ko bisa ketawa bro sandi?" kata mbah tam
"udah udah jangan dibahas, saya mau orang ini lihat itu" kata ane menunjuk sesuatu yang ngesot itu yang sudah agak dekat pada anto
"kalau begitu saya akan diam dulu sebentar bro sandi" kata mbah tam
"kalau saya bilang siap, berarti siap, saya hanya bisa membuka mata batin, berarti dia melihat dari hatinya bro sandi" kata mbah tam
"oke kalau gitu mbah" kata ane
Kemudian ane menutup kedua mata anto dengan tangan kanan ane , lalu
"siap bro sandi" kata mbah tam
"to lu harus konsenterasi , ini cuma bayangan doang , ingat ya bayangan, semua ada diotak lo ," kata ane
"gw buka mata nih?" kata anto
"ini bukan melihat langsung tapi dengan batin, jangan buka mata lu dulu " kata ane
"oke deh kalau gitu, terus gimana lagi" kata anto
"nih, tangan lu buka, rasakan apa yang ada didepan lo" kata ane, tepat didepan tangan anto itu muka si ngesot
"gw merasakan sesuatu san" kata anto
"gw melihat sesuatu . . ." kata anto
"semakin dekat san" kata anto
"mendekat sandi , sesuatu berwarna putih" kata anto
"putih?" kata ane , ane sih lihat muka tuh si ngesot warna merah karena ada darahnya
"iya putih" kata anto
"gw melihat . . ." kata anto
"apa to apa?" kata ratna
"hello kitty" kata anto
"nnjjjiiirrr" kata ane tepok jidat
Suasana yang tadinya menegangkan berubah menjadi candaan , ane agak kesal saat itu melihat ratna dan tika tertawa sampai tertidur , ekspresi mereka seperti ini (ratna dan tika) kalau ane
"ko pada ketawa sih? seriusan gw lihat hello kitty" kata anto
lalu ane melihat mbah tam ,
"mbah , mbah apain temen saya??" kata ane , mbah tam cuma senyum
"mbahhh tammmmmm ! ! ! " kata ane ke mbah tam
Lihat Semua Daftar Part Terbaru
Source : Kaskus

Silahkan Berkomentar Dengan Sopan :)