Petualangan Anak Banten Part 75


Petualangan Anak Banten Part 75
( 2 Kerajaan 1 Wilayah )

"saya itu sedang serius mbah, masa iya dijadikan bercandaan? masa jadi hello kitty?" kata ane ke mbah tam
"maaf bro sandi, saya teringat itu ketika ada diwarung bersama mpu saya dulu, gambar itu dari bawah wanita" kata mbah tam ,

Ane berpikir "wanjir , bawah wanita? waduh jangan jangan celana dalem, masa iya ini mbah tam sampe lihat kaya gitu ya?" kata ane dalam hati

"aduh mbah, jangan mikirin kejadian lalu, kan sekarang sudah dengan saya, saya bukan mpu mbah yang dulu loh , sifat saya juga beda kan?" kata ane . agak marah ane sama mbah tam
"iya maafkan saya bro sandi, saya kira bro sandi akan senang" kata mbah tam menunduk, sejujurnya kasihan melihat mbah tam murung gitu
"yaudah, udah jangan dipikirin mbah, maafin saya udah emosi" kata ane
"iya bro sandi tidak apa apa memang saya yang salah" kata mbah tam
"terus apa bisa dilanjut ini?" kata ane
"sebenarnya saya tidak bisa bro sandi, yang bisa itu mbah put" kata mbah tam
"ouhh, memang mbah beda ilmu ya?" kata ane
"iya bro sandi, kalau saya lihat mbah put lebih bisa untuk membuka mata batin, biasanya ilmu putih yang bisa bro sandi" kata mbah tam
"seharusnya bilang dari awal ga bisa mbah, nih saya jadi diketawain temen" kata ane
"iya sekali lagi saya minta maaf bro sandi" kata mbah tam
"oke dah oke kalau gitu, ga apa apa mbah, jangan diulangi lagi" kata ane
"baik bro sandi" kata mbah tam

"woiiiii gw udah boleh buka mata belom san? waw hello kitty nya . . . . . " kata anto
"udah buka aja ga apa apa" kata ane .
"kalau gw buka , apa didepan gw ada setan?" kata anto , didepan mukanya masih ada itu sesuatu yang ngesot
"coba aja buka , kali aja bisa lihat" kata ane , kemudian anto membuka matanya perlahan
"mana ga ada apa apa?" kata anto , masih ada itu setan padahal didepannya
"ya berarti belum bisa to" kata ane,
"yah gimana sih?" kata anto agak kesal
"maaf ini semua ya , mbah gw ga bisa bukain mata batin , tadi cuma gambaran kehidupannya yang lalu" kata ane
"wanjir seriusan san? berarti itu jin lu suka dugem ya" kata anto
"loh ko lu tau? memang lu lihat apa lagi?" kata ane
"itu celana dalem hello kitty hahaha , sexi banget coy cewenya , berbulu gimana gitu haha ada ditempat pelacuran gitu dengan musik ajeb ajeb" kata anto
"ahh lo kebanyakan ngebokep" kata ratna , "mbah tammm?? ko kasih lihat yang dulu?" kata ane ke mbah tam , mbah tam lagi lagi cuma senyum
"kaya tau aja lu mba bokep" kata anto
"banyak gw haha" kata ratna
"beuh" kata ane
"canda kali" kata ratna , tangannya mencubit pinggang ane
"tapi san seriusan itu gambaran kehidupan mbah lu? makanya gw betah tadi haha" kata anto, ane sih memang lihat anto senyum senyum sendiri sambil goyang goyang kepalanya tadi , ternyata lihat sesuatu
"kaga bercanda gw , itu cuma khayalan lu doang" kata ane mengelak , ane gamau mbah tam dibilang jin dugem
"tapi seperti mimpi gitu ya, haha" kata anto
"ya kan gw bilang cuma imajinasi lu doang, jangan dibahas lagi" kata ane
"iye iye. kali memang gw kebanyakan nonton kali ya haha" kata anto

Lalu kami berempat memesan nasi goreng didepan kosan si ratna , setelah makan kami balik lagi ke kosan , anto menyalahkan sebatang rokok , karena ane ga merokok ane duduk depan pintu

"nih isep" kata anto melemparkan sebungkus rokok
"kaga to , sorry ga ngerokok gw" kata ane
"wih hebat lu cowo kaga ngeroko" kata ratna
"hehe biasa aja mba" kata ane
"matiin to rokok lu , tuh si sandi jadi dipintu duduknya" kata ratna ke anto
"ga apa apa mba , slow aja , lanjut aja to" kata ane
"sipp ,sebatang doang ko" kata anto
"eh san tapi seriusan ini ada diatas kamar mandi sama ditangga?" kata ratna
"iya mba beneran , kalau gw bisa buka mata lu sih udah keliatan" kata ane
"heemmm , terus diusirnya gimana ya?" kata ratna
"setan itu jangan diusir mba , tapi didoain , sama seperti manusia , kalau diusir nanti dia marah , diusir kalau ngeganggu aja , kalau engga ya ga usah " kata ane
"tapi mereka itu menggangu ga?" kata ratna
"engga sih mba kayanya , mereka cuma penunggu disini aja" kata ane
"terus gw harus bilang apa sama yang punya kosan?" kata ratna
"ga usah bilang apa apa mba , udah diem aja lagi pula mba na ga lihat kan? mereka ga akan menampakan diri ko" kata ane
"beneran ya san , gw takut soalnya , lu nginep sini aja" kata ratna
"eeehheemmmm brondong disikaatt" kata anto
"apa sih lu to" kata ratna melempar bantal
"haha santai mba , lagi pula gw ga mau ah nginep bareng cewe , belum resmi haha" kata ane
"yaudah kalau gitu , tapi kalau bisa lu omongin baik baik ke setannya jangan ganggu gw" kata ratna , dia yang tadinya tidak percaya setan jadi percaya
"sebenernya gampang , gw tinggal bilang sama mbah gw usir setan setan itu , tapi ditakutkan setelah gw udah pulang dari kosan ini , mereka balik lagi dan marah sama penghuni sini , jadinya kita baik baik aja deh " kata ane
"setan itu jangan ditakuti , tapi ditemani haha" kata ane
"gillaa lu ya san , lu sih enak dari kecil udah lihat , lah kita kita kalau pertama lihat udah pingsan duluan" kata anto
"gw juga takut kali to , cuma gw ada temen aja yang selalu ada , jadi gw ga merasa sendirian hehe" kata ane

setelah ane rasa cukup berbincang bincang saat itu dengan teman teman ane , ane putuskan untuk balik

"gw balik dulu deh , udah malem" kata ane
"yaelah san , ini jakarta , baru juga jam 8 udah balik" kata ratna
"gw ga enak sama saudara gw mba , kasihan dia sendirian" kata ane mengelak
"hayo deh , naek motor gw aja ke rumah saudara lu" kata ratna
"ga usah repot repot mba , gw naek angkot aja , gw ga tau jalan soalnya hehe" kata ane
"seriusan nih naek angkot?" kata ratna
"iya serius , anter aja sampe depan gang males jalan gw haha" kata ane
"yaudah deh kalau gitu" kata ratna

Ane dan ratna lalu menuju motor yang terparkir didepan kosan ratna , sementara anto dan tika belum pulang , ane bawa motor ratna sementara ratna ane bonceng , lama lama tuh tangan ratna melingkari pinggang ane

"keren juga lu san" kata ratna memeluk ane
"keren apaan mba?" kata ane
"keren aja hehe" kata ratna

Sampailah kami didepan gang , sudah jalan raya

"makasih ya san , kapan kapan main lagi" kata ratna senyum ke ane
"oke mba " kata ane
"hati hati san" kata ratna
"sipp" kata ane ,

Singkatnya ane pulang ke rumah cindy dengan kendaraan umum , sampai depan rumah ada tuh mobil reza terparkir depan rumah "ini anak ngapain" kata ane dalam hati , ane lalu masuk kedalam rumah , si reza dan cindy sedang berciuman didepan tv ,

"eheemm" kata ane sambil membuka sepatu
"ehh sandi , " kata cindy agak kikuk melihat ane
"kunci pintunya kalau kaya gitu" kata ane , memang sih pintu rumah cindy tadi terbuka
"hehe sorry sandi" kata cindy ketawa ,
"eh tuh ada yang teleponin dan sms terus , namanya sela " kata ane , oh ya ane lupa kemarin ane hubungin sela teman ane pakai nomor cindy
"mana mana" kata ane mendekati cindy , ane lihat reza langsung membuang muka , ane ambil tuh hp cindy
"inget ya san, jangan lu selingkuhin si sela temen gw , ini sela mana lagi?" kata cindy
"ini temen gw ko" kata ane
"temen ko panggil sayang sayang , lihat tuh di sms" kata cindy
"ya gatau gw cin ,lagi pula dia udah punya calon laki , gw pinjem dulu ya hp lu" kata ane kemudian berjalan ke arah kamar
"jangan selingkuhin sela temen gw inget y sandii!!!" kata cindy
"sip" kata ane kemudian menutup pintu

Ane buka satu persatu sms dari sela yang isinya sih cuma basa basi tapi ada kata kata "sayang" , ane ambil hp ane kemudian menelepon sela ,

"tuuttt tuuttt , , , hallooo siapa?" suara sela disana
"hayo tebak siapa?" kata ane
"sandiiii , ih kemana aja gw teleponin ga diangkat , eh yang angkat cewe" kata sela
"sorry , kemarin gw telepon lu pake nomor cindy saudara gw , ini ke nomor ini aja kalau ada apa apa , sorry lupa banget gw" kata ane
"ouuhhh yaudah ga apa apa ko san , lagi apa?" kata sela

Kami teleponan sampe agak malam , ya teleponannnya sih basa basi aja sih hehe , yang ane tau dari sela orang sukabumi ini ga berubah, sifatnya tetap ceria seperti pertama ane kenal dia ketika PKL , tapi yang ane takuti hubungan sela dengan kiki (kaka kandung Alm caca) , ane takut kalau ane dekat dengan sela itu bisa berujung masalah ane dengan kiki , dah tau sendiri kiki itu udah ane anggap saudara ane , mungkin kalau caca masih ada , ane udah nikah dengan caca , dan kiki sudah menjadi kaka ipar ane , jadi kangen aku sama kamu sayang , maaf curhat

Pagi pagi saat itu ane langsung berangkat kerja karena ane gamau dibilang pemalas ataupun telat kerja , ane datang ke tempat kerja jam 7:30 dan ane cuma sendirian diruangan ane , sebelum masuk ruangan ane ada beberapa kunti yang mondar mandir didepan kamar mandi yang tidak jauh dari ruangan ane , "kenapa itu ya dia ?" kata ane dalam hati , "dah ah cuek aja" kata ane ,

Lagi duduk sendirian didepan komputer , bulu kuduk pundak ane merinding , "duh ada apa ini?" kata ane dalam hati , ane tengok kesebelah kiri (meja mba na dan lainnya ga ada apa apa) , ane tengok ke sebelah kanan (cuma ada galon air minum aja) , ane tengok ke atas cuma ada lampu , ane tengok ke bawah eh ada muka jelek , cuma kepala doang botak ga ada badannya , yang bikin serem itu matanya yang mau copot dan lidahnya yang menjulur keluar dari mulut

"aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa" ane teriak sendiri kaget , lalu tuh kepala menggelinding ke arah tembok dan menembus tembok ,
"huh huh huh" suara napas ane naik turun karena kaget , tiba tiba pundak ane ditepok "aaaaaaaaaaaaaaaaaaa lepas lepas" ane teriak lagi
"sandi ada apa?" kata ratna
"eh mba na , sorry kaget banget gw haah haah" kata ane dengan napas ngos ngosan
"kaya lihat setan aja lu" kata ratna
"apa jangan jangan ada ya?" kata ratna
"haahh haaahh , engga ko mba , saya cuma sesak napas doang" kata ane , ane ga mau ratna takut kalau kerja
"seriusan ? nyalahin atuh Ac nya" kata ratna yang kemudian menghidupkan ac ruangan ini
"hehe ya baru nyampe tadi mba" kata ane berusaha senyum padahal kaget , ane sih sebenernya orangnya kagetan kalau ada sosok yang tiba tiba muncul didepan ane kecuali kalau ada temen gaib ane , berhubungan ga boleh masuk mbah tam kesini oleh ratu jadi mau gimana lagi

Jam 10an saat itu , ane anto ratna dan tika yang sedang kerja dikejutkan oleh datangnya pak engkus (Ob kantor) , dia seperti dikejar kejar setan

"sandi , tolong itu banyak orang kesurupan setelah melewati gang disamping kantor" kata pak engkus
"ah yang bener pak?" kata ane
"iya tolong lihatin aja" kata pak engkus yang kemudian keluar ruangan
"eh ada apa itu?" kata tika
"hayoo san kedepan bentar" kata ratna

Kami lalu jalan keluar kantor , didepan kantor ane sudah ramai ternyata , oh ya kantor ane itu disebelahnya ada beberapa kantor yang bangunannya sama dengan kantor kami , bisa dibilang perkantoran kali ya hehe , ruko ruko lebih tepatnya . diantara jarak kantor itu ada jalan kecil yang biasa dipakai untuk memarkirkan sepedah motor karyawan , nah yang kesurupan ini mereka yang melewati jalan itu (jalan itu juga menghubungan ke warung warung dibelakang kantor) , ane lihat ada nyai An dan sosok berwujud kera sedang bersalaman , dibelakang mereka ada banyak sekali pengikut dikedua belah pihak , nyai An dengan kunti nya , dan kera itu juga dibelakangnya ada beberapa setan , ane ga bisa sebutin satu satu bentuknya banyak , ane menghampiri mereka ,

"ada apa ini?" kata ane melihat mereka berdua , sosok kera itu berubah menjadi sosok raja dengan mahkota dikepalanya
"saya sedang mengadakan pembagian wilayah" kata nyai an
"terus ko banyak yang kesurupan nyai?" kata ane
"mereka tidak sopan melewati kami" kata nyai an
"tapi bukan seperti itu caranya nyai" kata ane
"lalu harus apa lagi sandi? manusia itu semena mena , seharusnya mereka bilang permisi ditempat tempat nya sepi seperti ini" kata nyai an
"mereka seperti itu karena mereka tidak tau nyai" kata ane
"kenapa kau terlalu membela mereka?" kata raja jin itu
"ya karena saya tau , apa yang mereka rasakan ketika kesurupan , sakit , cape , dan itu ga enak " kata ane , lalu raja jin itu mengulurkan tangannya
"Mahesa (nama samaran , berhubungan banyak yang takut karena nama nyai yang asli jadi ane samarkan untuk yang satu ini) , "
"sandi" kata ane
"panggil saya dengan esa" kata jin itu ,
"oke deh esa" kata ane santai , padahal itu raja jin loh didaerah situ
"saya mau kalian bubar , saya gamau ada keributan disini" kata ane ,
"bubarin pasukan anda esa" kata ane , eh ga lama ane lihat mahesa mengeluarkan pedang gaibnya dan mengarahkannya pada ane , ane menutup mata , "mbah kut , , , ," kata ane dalam hati , "traaaannnggg" suara pedang beradu , ane membuka mata

datang mbah kut didepan ane , tongkat emasnya itu menghadang pedang milik jin itu

"hahahahaha hebat juga ternyata dirimu punya pasukan jin" kata mahesa
"kenapa esa menyerang saya?" kata ane
"kamu tidak sopan , beraninya mengusir saya , INI WILAYAH SAYA!" kata mahesa dengan emosi, ane lihat sih nyai an diam aja ,
"maaf atuh esa , saya kan tidak tahu" kata ane

..........

"mbah kut yang lain mana?" kata ane
"ada dibelakang sandi" kata mbah kut

Ane lihat dibelakang ane penuh pasukan jin ane , mbah tam put sut juga ada semua dibelakang ane ,

"anda mau perang dengan saya sandi?" kata mahesa
"tidak esa, saya tidak akan perang , ini cuma perlindungan" kata ane
"bagi saya ini ancaman , SERANG ! ! !" kata mahesa mengerahkan pasukan dibelakangnya

"tenang bro sandi , ini sih gampang" kata mbah tam disamping ane
"jangan diserang mbah tam , kita disini tidak akan melawan mereka" kata ane ke mbah tam

hahaha maaf ya teman teman , ane juga dapet teguran dari nyai An tentang namanya itu , katanya "banyak yang ngomongin saya , entah dia sedang makan sampai sedang buang air besar " ,hahaha , hayo ngaku yang baca cerita ane lagi boker cungkan tangan , tapi tenang aja dia ga ganggu ko , palingan dateng ke mimpi , kalau lihat nyai an sedang normal (seperti manusia) kalian beruntung , kalau seperti , hati hati , mencekik loh hahahahahahahah canda , intinya jangan dijadikan bahan candaan ya gan ! karena nyai an itu teman ane !




Lihat Semua Daftar Part Terbaru


Source : Kaskus

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Silahkan Berkomentar Dengan Sopan :)