Petualangan Anak Banten Part 36
( Lagi ? )
( Lagi ? )
"gila lo ya , mandi sono" kata ivan , ane melihat jendela sudah pagi
"ganggu gw aja lu van , gw lagi nikah sama caca" , ane terduduk
"lu yang ganggu tidur gw , mulut lo tinggal sesenti ke mulut gw san , untung ga kena bibir gw hih , bau bego" kata ivan dia lalu mengambil handuk dan mandi , cecep tidak ada dikamar , ane diam sendirian sejenak memikirkan itu . lama ane terdiam kemudian ane lihat sela ada didepan pintu
"ciee" kata sela , ane menatapnya bingung
"abis ketemuan sama istri nih" kata sela
"eh sel ko...." kata ane masih bingung
"hahah seneng ya?" kata sela
"banget sel ," kata ane , dibelakangnya ada siska , mereka lalu duduk didepan ane . ane menceritakan mimpi ane pada mereka .
"caca sayang banget ya sama lu san" kata siska
"iya sis" kata ane ,
"lu juga masih sayang banget ya sama caca?" kata siska , ane lalu mangangukan kepala
"jujur aja sis , gw akan kenang caca selama lamanya sampai akhir hayat hidup gw , " kata ane , siska diam saja
"sudah ka ga usah dipikirin , jodoh mah ga kemana" kata sela
"iya sel makasih ya" kata siska
"san , malam ini gw boleh ga kesini lagi" kata siska ,
"boleh ka kesini aja" siska menjawab sambil senyum ke ane dan siska
"jangan jangan , cape kasihan lu pulang aja sis nanti kita ketemuan aja dilain hari aja yaaa" kata ane menatap sela dan siska
"yaudah kalau gitu , oh ya san mamah gw lagi sakit , nanti jenguk ya di rumah sakit *****" kata sela
"iya nanti dijenguk dan moga cepet sembuh , kan lebih baik jaga mamah sis dari pada disini" kata ane , siska diam tertunduk
"sebenarnya mamah aku kayanya udah ga lama san karena kena kanker" kata siska
"looh ko bisa sis?" kata ane terkejut
"iya san kasihan mamah gw , mamah mau lihat gw menikah dengan pria yang gw pilih dan gw sayang san" kata siska
"heeemm" kata ane menganggukan kepala
"lu san pria itu" kata siska , ane terkejut ,
"maaf sis , gw belom mau menikah" kata ane
"lu bukanya ga mau menikah san , lu tuh ga mau sama gw!" kata siska , dia meneteskan air mata , sela merangkulnya dan mengelus pundaknya
"salah gw apa san sama lu , gw tuh sayang sama lu" kata siska menangis , ivan datang sehabis mandi
"eitts ini ada apa?" kata ivan
"diem bego" kata ane
"san gw mohon kasih harapan sama gw" kata siska , ane menatap sela, sela menganggukan kepalanya dan tersenyum
"kasih gw waktu sis" kata ane , dia melihat ane
"sampai kapan san??!" kata siska
"gw juga ga tau sis" kata ane
"lu jahat san jahat!!!"kata siska , dia lalu lari keluar menuju tangga bawah , ane mengikutinya dari belakang
"sis sis berhenti!" kata ane , dia langsung menuju parkiran dan menutup kencang pintu mobilnya . ane mengetuk ketuk pintunya tapi tidak digubris , dia langsung tancap gass , ane seperti orang bego saat itu , sela turun dan berada disamping ane
"tenang san ya , siska itu sayang banget sama lu tau"kata sela
"sebenarnya jodoh gw siapa sih! gw mau tau sel" kata ane menatap sela
"maaf ya san , gw ga bisa melihat" kata sela , ane diam saja , agak kesal sama sela sejujurnya
"yaudah mandi dulu lu nya ya" kata sela menarik tangan ane
agak campur aduk perasaan ane , ane senang bermimpi bertemu dengan caca , tapi ane juga kwatir juga dengan siska , ane telepon siska ga aktif nomornya . sampai tempat prakerin ada 2 cowo yang akan prakerin ditempat ane juga , mereka berasal dari salah satu daerah dijawa barat . sebut saja namanya soni dan feri . keduanya bisa dibilang cukup ganteng dibandingkan kita kita . setelah kenalan ini itu ane perhatikan soni itu menunjukan rasanya pada sela tak hentinya menatap sela , sela membalas dengan senyuman dan candaan seperti biasa dengan soni , saat itu ane cuek toh menganggap sela itu memang cewe yang ceria dan gampang bergaul dengan siapapun.kemudian kata si cecep soni itu punya keturunan kerajaan didaerah jawa karena auranya kuat .
sampai jam makan siang cowo cowo makan dikantin kalau yang cewe sudah bungkus warteg .
"sandi lu punya ilmu ya" kata soni
"ah kaga , tuh cecep doang" kata ane
"yaa gimana lu aja deh , yang jelas gw tau" kata soni , ane ga bales omongan dia
"sela cakep ya" kata soni
"pacar si sandi" kata ivan
"huss kalau ngomong" kata ane
"hahaha sela tuh indigo loh kalian tau ga , masa iya sih sela pacarnya sandi?" kata soni , sombong banget nih orang dalem hati
"canda si ivan itu , trus masa sih indigo?" kata ane , pura pura ga tau
"oh bagus deh kalau masih jomblo selanya haha , oh ya gw tuh bisa lihat hal gaib loh jadi gw tau sela" kata soni
"ohhhh'' kata ane , dalem hati ane "nih anak bau kencur aja udah sombongnyaaa" , ane mengedipkan mata ke cecep dan ivan , isyarat untuk diam
malamnya kami semua pulang , sela menunjukan ke soni kosan kami , sebenernya ane kurang suka tuh dekat dengan mereka tapi apa boleh buat ane hargai sela . kamar mereka beda beberapa kamar dari kamar ane dan sela .baru juga tiduran perasaan ane kurang tenang entah mengapa hawa kosan menjadi agak panas .
"cep lu rasa panas ga sih?" kata ane , cecep sedang diam duduk memejamkan mata
"ulah si soni" kata cecep
"sialan nih orang" kata ane , ane bangun menuju kamarnya , ane ga ketuk pintu ane buka langsung , dia lagi mandiin keris yang agak panjang , disebelahnya ada jin perempuan memakai kebaya kalau ga salah berwarna merah
"woi kalau mau mistis jangan disini!" kata ane
"eh san , sorry ini gw disuruh bapak gw" kata soni , ane lihat jinnya kurang suka sama ane
"lu bisa lihat kan?" kata soni
"ga gw ga bisa lihat , gw cuma dikasih tau cecep" kata ane menutup pintunya agak keras . sela keluar dari kamarnya
"ada apa sandi?" kata ane
"tuh anak baru cari gara gara , baru aja masuk kosan udah buat panas gw" kata ane
"panggil teman teman gaib lu aja san" kata sela
"iya nanti" kata ane , karena agak panas ane naik ke atas kosan.
diatas kosan ane memandang langit malam yang cerah ditaburi bintang bintang , ane panggil nyai ro dan mbah kut lalu mereka datang
"mbah nyai kalau ga disamping aku ada dimana?" kata ane
"kami selalu ada disamping dek sandi , " kata mbah kut
"ko ga kelihatan?" kata ane
"apa bro sandi mau kami terus terlihat?" kata nyai ro
"ya ga juga sih , ya ga apa apa deh teman teman seperti itu aja" kata ane , ane jadi ingat keris pulpen pemberian caca , tertinggal dirumah ane
"mbah keris kecil dari caca masih ada dirumah kan? yang dalamnya itu wanita?" kata ane
"masih ada dek sandi " kata mbah kut
"oke deh , eh iya teman teman tau ga , saya seneng banget punya teman gaib seperti ini" kata ane
"kalian tuh lebih dari teman deh , udah jadi saudara" kata ane senyum
"semoga mbah put bisa cepet sembuh , saya mau bercanda lagi sama dia , kangen" kata ane lagi , mereka menganggukan kepala
"ya sudah teman teman istirahat dulu" kata ane
"dek sandi ada yang datang" kata mbah kut ,
lalu didepan ane datang soni dengan jin wanitanya tadi , jin wanita itu maju kearah mbah kut kemudian dengan mudahnya melemparkan dia arah jauh .
"woi rusuh!" kata ane
"makanya jujur sama gw san" kata soni
"ga sampe lu buang temen gw!" kata ane bangun
"ya sorry jangan marah gitu , gw cuma mau test ilmu" kata soni
"KALAU TEST JANGAN SAMA TEMAN GW BEGO!" kata ane memegang erat kerahnya
"weii sabar dong sabar" kata soni , jin wanita itu menatap ane berusaha menyentuh ane tapi tidak bisa
"sayang banget ilmu putih lu kalau dipakai emosi terus , jadi kotor san beneran" kata soni , ane diam dan melepaskannya
"gw bukanya apa apa san , gw juga punya kaya lu , cuma gw bisa atur emosi" kata soni merapihkan kerah bajunya
"dah diam lu , gw ga suka aja ada yang begitu sama temen gw" kata ane , mbah kut datang lagi disebelah ane , dia bersiap siap seperti akan berdual dengan jin wanita itu .
"dah ga usah mbah , dia kuat , kita ga usah ribut" kata ane
"nah gitu dong" kata soni , lalu datang sela dari arah tangga
"ada apa sih ribut ribut kalian!!" kata sela , mukanya agak marah
"sandi turun! gw mau ngomong sama soni" kata sela , ane lalu turun diikutin mbah kut dan nyai ro
ane menunggu sela depan pintu kamar , lama sekitar 1 jam mereka baru turun dengan canda tawa menuruni tangga , jujur ane cemburu melihatnya tapi gimana lagi sela bukan cewe gw dan baru dekat. sony menatap ane dengan senyuman dan dia masuk kembali kekamarnya begitupun dengan sela yang hanya senyum sama ane dan masuk kekamarnya . karena cukup melihat itu ane menutup pintu kamar dan tiduran
"sombong banget si sony " kata ane
"ya gimana lagi san , anak orang kaya , punya ilmu juga, tapi dia tuh tenang ga kaya lu emosian" kata cecep
"gw mau belajar ga emosi itu susah banget cep beneran aja dah" kata ane
"niat dari hati , belajar sama aki buyut lu" kata cecep
"iya sih , eh cep gw mimpi menikah sama caca itu beneran ga ya?" kata ane
"heemm cuma mimpi deh kayanya ga lebih, tapi kalau dia datang lagi tapi bukan dengan kejadian yang sama tetapi kelanjutan lu menikah mungkin secara gaib lu itu udah nikah , jadi nanti seperti kehidupan nyata cuma itu terjadi dimimpi haha" kata cecep
"serius cep" kata ane
"ya kemungkinan kaya gitu , nanti lu tanyain lagi aja ke bokap lu" kata cecep
"iya deh" kata ane
dari hari ke hari ane perhatiin sela dan soni semakin dekat , ga tau apa disengaja atau tidak tapi dia juga ga lupa sama ane begitu saja , tiap malam pun sela selalu berkunjung ke kamar ane sekedar bermain kartu atau bercandaan sama ane , dan hari ke hari itupun ane belum bertemu lagi dengan caca dalam mimpi ane , sampai saat itu hari sabtu , ane dapat sms dari siska suruh datang ke rumah sakit tempat nyokapnya berada . sore hari setelah pulang prakerin ane naek taxi dari kosan kesana karena cukup jauh . depan rumah sakit ane melihat ada wanita dengan tangan dan kaki kiri yang hilang sedang melihat kerah pohon besar , ane diam saat itu karena walau ini setan tapi terlihat sedih dari belakang . dengan keberanian ane bertanya
"bu ? mba? teh? nene?" kata ane ngmong ke arah tuh cewe setan , ane lihat ada beberapa ojeg dekat situ melihat ane dengan tatapan aneh (orang gila ngomong sendiri)
"ada apa ko lihat ke atas? tangan kakinya kemana?" kata ane , dia lalu melihat ane , mata kirinya juga hilang , lalu dia tertawa "hihihihihi" mukanya serem gila
"saya dibunuh mas , saya diperkosa , saya dimutilasi" kata tuh cewe setan
"dimana letak kaki dan tangannya mbaa , berubah dulu dong mukanya serem" kata ane
"muka saya memang seperti ini mas hihihihihihihhihi" dia tertawa lagi , sumpah dah ane takut , mundur beberapa langkah lalu lari ke lorong rumah sakit , di rumah sakit itu pun banyak setan, duh ga bisa dihitung apa yang ane lihat dirumah sakit itu berbeda dengan rumah sakit ditempat ane kebanyakan sih suster yang ngesot dan kuntil membawa bayi sedang berjalan .lalu ane masuk keruangan khusus yang mewah bisa dibilang , ane ketuk pintu dan masuk , ane lihat siska sedang menangis memegang tangan nyokapnya , bokapnya ada disebelahnya siska . lalu siska menangis menghampiri ane
"sandi mamah aku mau lihat kamu" kata siska ,, ane lalu menghampiri nyokap siska , dari wajahnyapun sudah pucat
"sandi ya" kata nyokapnya siska
"iya tante" kata ane
"maafkan saya ya ketika itu tidak percaya akan omonganmu dirumah lama kami , saya sangat menyesal" kata nyokap siska
"iya tante ga apa apa" kata ane , nyokap siska lalu memegang tangan ane
"sandi , mau ya nikah sama siska, itu permintaan saya langsung , tunangan dulu saja ya" kata nyokap siska
"haaaaaaa" kata ane terkejut
Lihat Semua Daftar Part Terbaru
Source : Kaskus

Silahkan Berkomentar Dengan Sopan :)