Petualangan Anak Banten Part 37


Petualangan Anak Banten Part 37
( Tabah )

"maaf tante ....." kata ane , omongan ane lalu dipotong siska
"iya mah sandi mau ko mah" kata siska , menangis melihat nyokapnya , dia menatap ane seakan harus memberikan jawaban "YA"
"kita harus bicara dulu sis" kata ane , ane senyum ke nyokapnya siska lalu keluar diikuti siska , kami duduk dikursi depan ruangan nyokap siska
"san tolong , demi nyokap gw bahagia diakhir hayatnya" kata siska
"tapi sis , jujur aja gw ga bisa" kata ane , ane menatap siska dia seperti kecewa dengan menundukan kepalanya
"gw harus apa lagi san, gw harus bagaimana lagi?" kata siska
"memangnya lu ga lihat nyokap gw dah sakit kaya gitu ? lu ga tetep gamau san sedikitpun bantu gw? kata dokter umur nyokap gw udah ga lama san! , gw bingung san , gw tuh cuma mau nyokap gw seneng san , gw tuh sayang sama lu!" kata siska
"cinta sulit untuk dipaksakan sis" kata ane
"gw tanya sama lu , ketika lu ditunangin sama caca? apa lu suka? apa lu mau? bukanya lu nolak ya pertamanya? gw diceritain sama sepupu caca san!"
"gw mau kita jalanin dulu!" kata siska
"....." ane diam , cukup lama kita saling diam
"yaudah! , gini aja lu jadi tunangan gw hanya beberapa saat gimana? gw mau nyokap gw lihat gw bahagia san!" kata siska
"tapi..." kata ane dipotong lagi
"tapi apa lagI? masa iya lu setega itu san sama gw! sama keluarga gw! " kata siska , ane berpikir sejenak
"iya sis maaf" kata ane
"jadi gimana lu terima ini ga?" kata siska , ane menghela nafas "haaaaahh"
" oke , hanya sementara " kata ane , dia langsung narik tangan ane kedalam ruangan itu ,
......................
"ada apa sandi sama siska?" kata nyokap siska , dia menatap ane seperti kecewa,
"ga apa apa ko tan, iya aku mau ko jadi tunangan siska" kata ane senyum , nyokap siska senyum kearah ane , dia terlihat senang sekali
"makasih ya sandi dua minggu lagi ya dirumah tante berarti acaranya, cuma ngundang saudara doang ko syukuran , ajak semua keluaga sandi ya" kata nyokap siska ,
"iya tante pasti nanti aku datang" kata ane
"sandi temanin siska ya disini menemani tante juga" kata nyokap siska
"iya tan , tenang aja ya" kata ane senyum ke nyokap siska, ane kemudian duduk dikursi panjang dekat tv , siska samperin ane
"maaf ya san" kata siska
"iya ga apa apa sis demi nyokap lu" kata ane , lalu menghidupkan tv
"gw sayang sama lu san" kata siska , ane diam aja
"dah makan belum?" kata siska
"udah ko sis" kata ane
"temenin cari makan san, laper.." kata siska , ane menatapnya , tatapannya manja sama ane
"dih napa manja gitu.." kata ane
"lu kan calon suami gw san" kata siska dia pegang tangan ane narik narik ga jelas
"iya iya deh" kata ane

kami turun akan menaiki lift padahal itu cuma dilantai 2 ,ketika masuk ane lihat ada banyak suster dengan kepala tertunduk berkulit putih susu , sangat penuh dilift itu tapi siska menarik tangan ane dengan cepat tidak sempat menolak.
"sis kita ga salah naik lift kan?" kata ane masuk kemdian menunduk . ane ga mau lihat muka muka mereka
"kenapa sih san? disini ada apa? kan cuma kita berdua , makan dibawah ya" kata siska , dia lalu menekan lantai 1 , lift itu tidak turun tapi malah naik ke lantai tertinggi lantai 10
"loh ko ga turun sih?" kata siska menekan nekan lantai 1
"ya mungkin diatas lagi ada yang mau naik" kata ane , mendengar itu siska memegang tangan ane erat
"siapa san hiii?" kata dia sembunyi dipundak ane
"ya orang kali sis , dah jangan takut" kata ane.

sampai lantai paling tinggi tidak ada orang dan semua sudah tertutup , ada beberapa lampu yang sudah dimatikan dan lampu yang redup , lift itupun tidak bergerak turun malah diam ditempat , para suster aneh itupun keluar lift diam saja masih menunduk , diiringi oleh wangi bunga melati
"san gw takut san , ko gw jadi merinding gini ya cium wangi bunga melati" kata siska
"tenang ada mbah gw " ane memanggil manggil mbah tapi tidak juga muncul "ada apa sih ini , disaat genting mereka ga ada aja" kata ane dalem hati
"aduh sis mbah gw ga ada" kata ane
"duh gimana dong ?" kata siska

tiba tiba dilorong depan lift dari salah satu ruangan ada sosok merangkak menuju kearah lift ,
"sa ssaaan iii tuu apa?" kata siska menunjuk kearah sesuatu itu , dibawah lampu yang agak redup samar samar sosok itu mengeluarkan lidah panjang dan bergigi runcing , bukan ngesot tapi merangkak ,kukunya pun panjang panjang! , badannya penuh darah masih memakai baju suster ,
"see see seeetaaann sis" kata ane ,
"san hayo keluar !!!! cari tangga!" kata siska
"cepet cepet" kata ane

ane menarik tangan siska menuju ke arah kiri dari lift , ada tangga tapi sangat gelap gulita dilantai bawah . "ini rumah sakit apa rumah setan sih" kata ane
"sumpah gw takut san ," kata siska , ane lihat kebelakang sosok itu semakin dekat sudah sampai depan lift tinggal beberapa meter lagi menuju arah kami .
"turun turun hayo" kata ane , ane menuntun siska turun , ane lihat ke arah atas tuh setan suster ga mengikuti kami ,
"san gelap banget gw ga lihat apa apa "kata siska , kami sedang menuruni anak tangga ,
"eehhh itu kaya ada jendela ya" kata siska setelah sampai kebawah menunjuk arah pojokan lorong disana , ada cahaya lampu
"cepet cepet lari!" kata ane , ketika akan lari kaki ane dipegang sesuatu lalu ane terjatuh , ane lihat ke arah belakang . .
"AAAAAAAAAAAAAAAAA setan!!!" kata ane dan siska teriak , yang memegang kaki ane setan suster yang merangkak tadi ,
"woiii udah jangan ganggu!" kata ane , lalu ane tendang tendang muka seremnya
"setan lu , jelek lu ,monyet lu , lepasin gw!!" kata ane ,
"san hayo san! tendang terus , terus!!!" kata siska menarik badan ane,ga lama setan itu melepaskan peganganya ane langsung berdiri dan kami berlari kearah jendela yang ada sinarnya itu . eh tiba tiba lagi muncul beberapa sosok ane depan kami berdua , sosok wanita tanpa tangan dan kaki kiri yang ane lihat didepan rumah sakit, suster yang merangkak tadi dan beberapa suster pertampang seram yang ada dilift tadi , mereka ada didepan dan belakang kami , mereka mendekati kami

"san lu ga bisa pakai ilmu san tolong gw takut banget tolong" siska menangis dipundak ane , ane baru sadar masih ada ilmu putih dari aki buyut , ane diam konseterasi , dengan sangat tenang ane seperti mengeluarkan energi yang besar dan semua setan itu menghilang

"haah haah haah " suara napas siska , "setannya hilang san" kata siska dia agak kecapean teriak teriak dan menangis, ane membuka mata memang sudah tidak ada , kami membuka pintu yang ada jendelanya itu ternyata tangga darurat . ane buka pintu itu disebelah kiri dari pintu ada sosok pocong melihat ane , matanya melotot !

"astaga!" kata ane
"kenapa san ada apa?" kata siska
"turun turun cepet , POCONG!" kata ane , kemudia kami lagi sangat cepat , sampai lantai 1 dan ane buka pintu , didekat pintu itu ternyata ada kamar mayat ! , didepan kamar mayat itu banyak hantu hantu bekas tabrakan mungkin agak susah dijelaskan , mukanya rata rata hancur dan ada yang ususnya keluar . sungguh pemandangan sangat luar biasa ,
"lu kenapa san? itu dikamar mayat ada apa?" kata siska
"dah hayo hayo lari" kata ane , kami berlari kearah depan parkiran , dan masuk ke mobil siska
................
"hahahah lucu ya" kata ane
"dih kenapa ketawa? jangan jangan kesurupan!" kata siska
"engga sis ,sumpah lucu aja hampir dicekik kita sama setan ahaha" kata ane
"hahah memang lucu! , sangat lucu san!" kata siska cemberut
"dih ngambekk" kata ane
"abisnya sih becanda " kata siska ,
"dah hayo cepetan jalan" kata ane .

sepanjang jalan kami berbicara tentang setan setan setan , sesudah makan kami kembali lagi kerumah sakit itu ,kami menaiki tangga dan menuju ruangan nyokap siska (trauma naik lift), ane lihat bokap dan nyokap siska sudah tertidur , ane duduk dikursi panjang tadi dan siska bersender dipundak ane , dia mengeluarkan hpnya lalu membuka beberapa sms , ane sih lihat sedikit kepo ada beberapa nama cowo yang sms dia , tapi ane tertuju pada satu nama yang ga asing "Andi" , dan sms "lagi apa sayang"
"sis , itu andi yang sms lu siapa?" kata ane
"ini temennya sepupu caca , dia ga tau nih suka sms , baru kemarin kemarin dikenalin" kata siska
"ohh , dikira..." kata ane
"dikira apa?" kata siska
"yaudah tidur gih , ga apa apa ko" kata ane ga curiga
pulang dari rumah sakit itu ane diantar siska menuju kosan . siska saat itu ga bisa lama karena ada urusan harus balik ke rumahnya .sampai depan kamar ane ga lihat semua teman teman prakerin ane , ane buka kamar ada mbah kut dan nyai ro

"hey teman kenapa ga dateng pas saya susah , hampir mati loh di cekik setan? " kata ane
"maaf sandi , ada pagar gaib yang dipasang sekitar sini , kami tidak bisa keluar" kata mbah kut
"siapa sih yang masang masang segala hi" kata ane
"teman sandi" kata mbah kut ,
"yang kemarin itu?" kata ane
"iya bro sandi" kata nyai ro
"kami bisa keluar kalau masuk kedalam badan bro sandi" kata nyai ro
"yasudah nanti kalau mau keluar masuk dulu aja , jangan dalem dalem ya nyai roo" kata ane senyum mengedipkan mata
"maksudnya apa bro sandi?" kata nyai ro polos
"ga , ga ada apa apa hehe" kata ane ketawa sendiri

karena cape ane tidur sampai sore berhubung hari minggu ,ane terbangun karena kamar ane diketuk ketika ane buka sela dan soni dan beberapa teman ane (ivan , cecep , nur , yuli , dan feri dibelakangnya )
"eh dari mana sel?" kata ane
"dari ancol dong" kata soni ,
"gw ga ngomong sama lu" kata ane
"tenang atuh sandi , nih gw beliin oleh oleh" kata sela senyum , ane buka kaos pantai
"hehe makasih ya sel" kata ane senyum

malamnya ane teleponan sama siska , dia sangat peduli dengan ane walau ane agak kurang respon sama siska , singkatnya hari senin , selasa , rabu saat itu ane tetep aja agak cuek meladeni siska tapi dihati ane mulai senang sama siska ya kalau dibilang masih malu malu . di hari kamisnya siska yang biasa sms ane dan teleponin ane tidak ada kabarnya ,dan malam itu hujan sangat besar "trrinng" ada sms masuk dari siska "udah makan belum sayang?" kata siska , ane jawab "belum nih hujan" kata ane , ga lama ane suara ketukan pintu ane buka ternyata siska! dia membawa makanan untuk teman teman se kosan , karena parkir mobil agak jauh dari pintu kosan bawah jadi siska kehujanan basah kuyup ,
"kamu repot rapot banget sis aduh sampe kehujanan gini" kata ane mengambil makananya lalu memberikan pada cecep menginsyaratkan untuk dibagikan ke yang lain , lalu mengelap wajah cantik siska
"apapun demi kamu san , aku tuh ga mau kamu lapar" kata siska
"tapi kamu jadi hujan gini , ga usah repot gitu atuh" kata ane
"hari ini aku ga kabarin kamu , mau kasih kejutan" kata siska senyum
"hu dasar kamu , ada baju ganti ga?" kata ane , dia menggelengkan kepala , ane pinjem ke sela dan dia menganti baju dikamar cewe . setelah ganti dia kekamar ane, kami semua makan bersama , tentu dengan soni dan fery. ane lihat sela saat itu agak murung beda dengan biasanya , mau nanya juga kurang enak . di keadaan siska yang dekat sama ane , karena sudah malam juga siska kembali menginap dikosan ini . besok paginya ane bangun agak siang , teman teman lagi mandi , ane tengok ke kamar cewe katanya siska lagi diatas dan sela senyum ke arah ane , ane naik menuju tangga ane lihat siska sedang teleponan dengan nada manja , melihat ane telepon itu langsung ditutup
"paggi" kata ane senyum
"ehh pagi juga sandi" kata siska bangun dari tempat duduknya dan menaruh hpnya disaku celana
"hayo teleponan sama siapa?" kata ane
"sama temen doang ko sayang" kata siska , kemudian kami duduk , kami sama sama diam agak lama , keadaan saat itu sangat canggung
"jujur aja aku cape" kata siska memecah diam ini
"lohh kenapa?" kata ane
"kamu tuh ga pernah ada rasa sama aku" kata siska menangis ,
"aku tau dari soni , katanya dia , dia melihat kamu suka sama sela" kata siska lagi , "anj*ng nih si soni orang brengsek" kata ane dalem hati , ane bangun dari tempat duduk ditahan tangan ane oleh siska
"sudah cukup , aku mau pulang dulu ga usah berantem!" kata siska , ane saat itu agak emosi
"sis tunggu" kata ane , tapi tidak dihiraukan olehnya , dia lalu menuruni tangga , dari atas ane lihat dia kembali telepon seseorang dan masuk kedalam mobilnya .

mbah kut san nyai ro muncul disamping ane ,
"tenang bro sandi , tolong jaga emosi bro sandi" kata nyai ro
"sabar itu akan baik untuk sandi" kata mbah kut
"sampai kapan saya diinjak injak terus oleh dia mbah" kata ane
"kesabaran sandi itu kuncinya" kata mbah kut ,

sela datang dari arah bawah , dia memeluk ane dengan erat !
"lu san cowo tertabah dan sabar didunia deh" kata sela melepaskan pelukannya dan senyum ke ane , ane agak bingung dengan bicara sela

10 hari setelah kejadian itu ane telepon siska tidak diangkat dan sms pun tidak dibalas , terkadang ane telepon sibuk , karena kwatir ane kembali kerumah sakit itu bersama sela karena sela juga mau mengambil bajunya yang ada disiska , tapi setelah ane bertanya ke suster ternyata nyokap siska sudah kembali kerumahnya , ane meminta suster itu memberikan alamat rumah siska lalu diberikan . ke arah sana kami beberapa kali naik kendaraan umum selama diperjalanan ane dan sela sudah seperti adik kaka yang mengobrol panjang lebar , dia sangat ceria berbeda dengan wanita lain menurut ane . setelah panas panasan kami sampai kesebuah rumah mewah , ane lihat banyak orang digerbang besar rumahnya itu memakai jas dan rapi. ane mencoba masuk dan bertanya kepada satpam diposnya memang ini betul rumah siska , dan sedang ada acara dirumahnya , ane masuk sangat shock melihat foto besar terpampang disudut pintu utama yang sedang terbuka , foto wanita sangat cantik siska dan pria yang sangat tidak asing buat ane , pria yang sangat ane benci saat itu

"eh dateng juga lo sandi" suara dari arah belakang itu mengagetkan ane , suara pria yang ada difoto itu
"eh andi , iya gw dateng mau ucapin selamat!' kata ane
"jodoh gw memang siska kayanya haha" kata andi ,ane balik badan dan kami pun salaman , gengamannya sangat erat , ane perhatikan ilmu dia berbeda dengan yang kemarin ,apa ilmu yang dicopot ratu pantai masih ada ? apa dia mempengaruhi siska juga? ah ane ga pikirin!
"salam ya buat caca yang ada dialam sana yang mati gara gara lo" kata andi , ane menatapnya dan gengaman tangan kami semakin keras
"cukup!" kata sela , dia melepaskan tangan kami berdua , ane masih menatap andi. dari arah rumah ane mendengar suara siska
"sandi!" ane menoleh kebelakang , dia memakai kebaya , sangat cantik siska ketika itu
"maaf ya san" kata siska ,
"ya seengganya lu kasih kabar sama gw" kata ane
"iya maafin gw , gw sibuk " kata siska
"ya ya gw maafin" kata ane ga melihat siska
"gw mau lu doain acara tunangan gw sama andi ini berjalan sampai pernikahan setelah andi lulus san ya" kata siska
"..." ane diam aja
"ini cewe lu ye nyet?!" kata andi ,
"ngmong sama gw biasa aja bisa ga lu! , ya ini cewe gw kenapa?" kata ane
"hati hati , cewe yang mau nikah sama sandi mati haha!! " kata andi , ane mengambil ancang ancang mau menonjok mukanya tapi di tahan sela
"udah udah sabar geh sandi" kata sela pelan
"biasa aja lu!" kata ane
"sudah geh sandi , andi kalian ya!" kata siska
"makasih siska buat semuanya lu udah kasih cinta walau sesaat " kata ane
"penghancur akan cocok dengan penghianat!" kata ane lagi kemudian tangan andi dengan cepat memegang kerah baju ane
"ngomong apa lo hah!" kata andi
"CUKUP!" kata siska
"dah sana pulang sandi!" kata siska
"YA MAKASIH!'' kata ane melepaskan tangan andi
"awas lo , bakalan abis suatu hari nanti" kata andi
"GW TUNGGU!" kata ane , ane lalu menarik tangan sela pergi keluar dari rumah siska
"dah nanti baju lu gw beliin , ga usah ambil dari dia!" kata ane
"iya sandi ,oh ya lu memang tabah banget dan nanti kedepannya atur emosi ya serta kesabaran menghadapi kekuatan jahat!" kata sela




Lihat Semua Daftar Part Terbaru


Source : Kaskus

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Silahkan Berkomentar Dengan Sopan :)