Petualangan Anak Banten Part 43


Petualangan Anak Banten Part 43
( Penengah )

"wei sabar dong bro sama cewe!!!" kata ane
"hahaha memang itu urusan lu?" kata andi
"ya dah gini aja" kata ane melepaskan pelukan siska
"siska andi kita omongin baik baik ga ada pertengkaran lagi di cukup!!!" kata ane , nada bicara ane cukup keras
"gw males damai terus !! apa lagi sama lo!!" kata andi , pasukan jin hitamnya ada dibelakang andi bermunculan sampai big bosnya yang dulu punya bokap caca ada di andi ,
"eh di tolong cukup perangnya , jin juga punya nyawa di , jangan biarkan nyawa mereka melayang cuma gara gara kita" kata ane
"persetan sama omongan lu san , gw males!" andi mendekati ane . ane lihat kebelakang pasukan jin keluarga caca berkumpul semua dibelakang ane , ada ketiga mbah ane juga .
"haruskah kita menyerang sekarang dek sandi?" kata mbah macan
"jangan , saya ga mau ada yang terluka hari ini" kata ane
"andi cukup!!!" kata siska berdiri didepan ane
"gw muak sama sikap kasar lo andi ! ! !" kata siska
"gw ga bisa terus terusan seperti ini ! ! !" kata siska
"ambil tuh semua mobil dan uang gw!, gw cuma butuh cinta andi bukan kekerasan!" kata siska
"eh eh tenang tenang jangan berantem disini , banyak orang lihatin malu" kata ane melihat warga sekitar berkumpul , dari tukang martabak , tukang tambal ban , ibu ibu nasi uduk . sampe pemuda temen temen ane pas kecil disana kumpul (kampung kalau ada apa apa langsung aja rame)
"kendaliin dulu emosi lu andi kalau ga lu bakalan mati dikeroyok warga sini" kata ane
"ok kalau gitu , kalian menang kali ini. lo balik sendiri! " kata andi menunjuk siska lalu dia kembali ke mobil dan pergi
......................................
"woii sandi kalau ada apa apa sama lo bilang aja sama kita kita , kita siap bantu" kata salah satu jawara dikampung ane bersama teman teman ane , pegangannya itu kalau ga salah macan juga
"siap bang tenang aja" kata ane , kemudian mereka bubar
.....................................
Siska yang tadi diam lalu mendekati ane .
"tolongin gw san , gw salah pilih andi , gw seharusnya pilih lu san" kata siska didepan ane
"udah lah siska , semua sudah terjadi , lu harus terima semua ini ," kata ane
"maafin gw san" kata siska
"gw udah maafin lu sis dari kemarin kemarin juga" kata ane .
"gw mau putus sama andi san" kata siska
"inget siska , kalau emosi jangan ambil tindakan! pikiran lo itu masih dikendalikan emosi bukan perasaan lo!" kata ane , siska kemudian duduk dilantai depan indom*rt sambil menangis
.......................................
Ane didatengin oleh emak emak warung deket rumah ane .
"eh mak mau kemana?" kata ane
"ini sandi emak tadi beli uduk" kata emak warung memperlihatkan plastik yang dibawanya
"oh ya pasukan jin ini punya sandi?" kata emak warung menunjuk ke mbah macan
"ini punya caca mak di titipin" kata ane
"oh gitu , tadi yang bawa pasukan jin hitam teman sandi juga?" kata emak warung
"yaa bisa dibilang kenal mak bukan temen sih hehe" kata ane
"bilangin jangan terlalu pekat ilmu hitamnya , susah nanti ketika meninggalnya , berbeda dengan ilmu sandi yang putih" kata emak wrung
"memang gitu ya mak?" kata ane
"iya sandi , emak juga punya kakek dulu ilmu hitam sering santet dan pelet orang, susah meninggalnya san , kamu ga boleh seperti itu" kata emak warung
"iya mak tenang aja" kata ane
"ingat ilmu putihmu bisa jadi hitam dan sebaliknya , gunakan untuk kebaikan bukan kejahatan , emak mau pulang dulu" kata emak warung lagi
"iya mak hati hati" kata ane ,

Ane yang tadi mau pulang enak ga ada beban sekarang terbebani oleh siska , ane samperin tuh si siska yang lagi duduk

"sis gw pesenin ojeg ya biar dianter kerumah lu" kata ane
"jauh rumah gw san di tangerang, mana mau mereka" kata siska
"yaudah ke hotel dulu aja ya , besok pagi naik bus" kata ane
"gw mau nginep dirumah lu san" kata siska
"duh ga bisa sis sumpah" kata ane
"aaaaaaaaaaaa semuanya ga bisa bantu gw!!" kata siska tambah menangis
"bukan gitu sis , ngerti geh ini kampung bukan kota , kalau bawa orang dari luar harus laporan dulu ribet" kata ane
".............." siska diam , ane melihat dia kebingungan .
"yaudah gini aja , kita kerumah gw dulu anterin ini belanjaan mamah gw , abis itu gw temuin lu sama andi lagi" kata ane
"ga ga san , dia tuh kasar sama gw , gw gamau ketemu lagi sama dia , dia tuh gila san!!" kata siska
"ya lu yang milih sih" kata ane
"dia cuma mau harta gw doang san , abis semuanya sama dia!!" kata siska
"........" ane diam aja , dalam hati ane "ya salah lu sendiri sih , udah tau andi kaya gitu"
"memangnya lu kasih apa aja sama dia?" kata ane
"......" siska diam aja , tatapannya kosong
"ya dah yu kerumah gw dulu , mamah gw mau mandi" kata ane , lalu dia ikut dibonceng dimotor ane

Sampai rumah , nia kaget melihat siska yang pucet dan matanya yang sembab (nia tuh udah kenal sama siska) tapi nia kurang suka ane berhubungan dengan siska

"teh siska kenapa?" kata nia menghampiri siska
"sandi lama amat , ehhh siska ada apa?" kata nyokap ane mendekatinya juga .
"ya ini abis nolongin siska dari cowonya yang over" kata ane

Siska lalu menceritakan tentang andi dan hubungan tunangan ane dengan siska sebelum datang andi . ane sih cuek aja dengerin abis tuh ane mandi . ane balik lagi nyokap ane manggil ane

"san , siska nginep disini aja ya ntar bilang gih sama pak RT" kata nyokap ane
"duh mah bukannya gitu ribet , ini aku mau temuin sama andi dulu" kata ane .
"tapi jangan sampai kalian berantem lagi ya sandi!" kata nyokap ane agak keras
"iya mah tenang aja ," kata ane
"bang sandi ,,,," kata nia
"kenapa nia" kata ane , ane lihat matanya berkaca kaca
"jangan berantem lagi bang, nia gamau abang sakit lagi" kata nia , nia berjalan ke arah ane lalu dipeluk
"ihh iya tenang aja nia ya , gw itu kuat hehe" kata ane
"udah lepas sih sakit amat di peluk lu , tenaga lu kenceng banget" kata ane
"sandii ade nya kuatir malah diomelin" kata nyokap ane
"iya maaf maahh" kata ane , nia melepaskan pelukannya
"janji sama nia jangan berantem!" kata nia
"iya janji!" kata ane

"yaudah sis telepon andi gih , gw ga ada pulsa" kata ane , siska lalu mengambil hp dan menelepon andi , siska memberikan hpnya sama ane
"di lo dimana?" kata ane
"kenapa bangs*d?" kata andi
"biasa aja dong! , gw ngmong biasa!" kata ane
"tuh kan mah bang sandi emosi! , jangan emosi bang ah!" kata nia
"san jangan emosi! , kalau emosi ga boleh sama mamah" kata nyokap ane
"iyaaa" kata ane
"lu dimana andi?" kata ane
"gw ditempat makan yang biasa lo ajak caca makan , lo mau apa hah?" kata andi
"yaudah , gw mau kesana sama siska" kata ane kemudian menutup teleponnya
"bang jangan sampe kenapa kenapa ya" kata nia
"iya adiku tercintaaaa" kata ane senyum

Ane pun meluncur bersama siska ketempat makan itu , ga terlalu jauh dari rumah ane .

"sis apapun yang terjadi jaga emosi lo" kata ane
"iya san makasih ya" kata siska memeluk ane

Sampai tempat makan , andi menunggu diluar dan semua pasukan jin hitamnya semua berkumpul disana , yang ikut sama ane cuma mbah put ketika itu karena nyai ro ane suruh menjaga nia dirumah dan pasukan jin caca dirumah semua.

"kita ngomong didalam aja" kata ane , lalu dia menuruti ane ,1 meja duduk bertiga . posisinya ane ditengah sedangkan siska dan andi berhadapan
"mau pesen makan apa nih?" kata ane mencairkan suasana
"apa aja gw san " kata siska
"lu di?" kata ane
"serah lo" kata andi
"oke kalian ngobrol dulu aja ya , gw pesen dulu" kata ane meninggal mereka berdua .

Ane pesan beberapa makanan untuk mereka , ane cuma pesen jus saat itu . ane lihat dari jauh mereka masih diam diam saja tidak ada obrolan . ane kembali lagi ke meja makan

"gimana udah baikan belom?" kata ane , siska geleng geleng kepala sementara andi sibuk main hpnya
"di hargai siska dulu" kata ane . andi kemudian melihat ane
"terus gw harus apa? sujut depan dia?" kata andi
"ya seengganya lu minta maaf di sama siska" kata ane
"ilmu lu ga bakalan dibawa mati , mati aja susah lu nanti" kata ane lagi , andi mengeprak meja
"soo tau banget si lo!!! , ilmu ilmu gw , terserah gw!" kata andi
"ya gimana lo aja di , gw cuma kasih tau .semua terserah lo!" kata ane
"jadi gimana ini sis?" kata ane , siska diam aja , ga lama makanannya dateng
"lu cuma pesen minum san?" kata siska
"iya ga bawa duit lebih gw" kata ane
"tenang aja sih bayaranya" kata siska
"ga , gw bayar punya gw sendiri" kata ane
"perhatian banget sih lo sama sandi!" kata andi
"ya emang kenapa andi! , lu aja ga pernah perhatian sama gw!" kata siska membuka omongan sama andi
"eits jangan emosi inget" kata ane
"ya terus gw harus apa lagi sih sis?" kata andi
"lu ngapain gitu sama gw , sosweat dikit dan jangan kasar omongannya! , emang sekarang ga main tangan tapi nanti? gw takut sumpah andi sama lu takut!" kata siska mengambil tisu mengelap air matanya
"nah sekarang gw tinggal dulu kedepan ok , kalian terusin aja curhatnya" kata ane senyum dan meninggalkan mereka .

Ane menuju depan duduk dikursi , ane teringat dengan caca yang setiap makan kami pergi ketempat ini . tempatnya makannya ga mahal buat kalangan pelajar , ane melihat kearah belakang andi memegang tangan siska , yah syukur dah berarti udah damai nih dalam hati ane . sungguh berat memang ane sebagai penengah diantara orang ya yang bisa dibilang agak kurang enak dihati ane. ane juga melihat mereka sudah kembali tertawa . ane balik lagi tuh ke meja makan . ane lihat si andi ketika ane dateng ga banget tatapannya sinisss

"ya gw balik dulu ya" kata ane
"yah san , baru aja kita balikan masa lu ga mau temenin kita dulu?" kata siska
"yaudah dia mau balik ngapain ditahan sih yank ," kata andi menatap ane dengan sinis , "dah syukur gw bantuin lu andi!!" kata ane dalem hati
"sorry sis banyak tugas gw harus balik" kata ane
"makasih ya sandi!" kata siska
"oke sama sama" kata ane senyum ke siska dan andi , tapi dia tetep aja sinis tatapanya sama gw ,

Sampai rumah , nia udah nunggu gw depan pintu , dia cek cek muka dan badan gw

"apa sih nia lu?" kata ane
"ga berantem kan?" kata nia
"kagaaaaa" kata ane , lalu ane masuk keruang tamu ada nyokap dan bokap ane
"sandi memang bener kata mamah kalau pernah ditunangin sama siska?" kata bokap ane
"iya pah , keluarga dia yang maksa sandi" kata ane lalu menceritakan semuanya pada bokap ane
"ya bagus sekarang kamu lebih dewasa mikirnya san" kata bokap ane
"hehe makasih pah" kata ane

Sudah jam 10 malam setelah nonton tv ane balik ke kamar mau tidur . eh pintu kamar ane dibuka sama nia dan nyokap ane
"san , nia tidur sama kamu aja ya , dia katanya mimpi serem terus" kata nyokap ane
"hadeuh mah ..." kata ane
"jangan ngeluh aja sih , kamu mau jagain adik kamu ga?" kata nyokap ane
"iya iya sini adiku tercinta tidur bareng kakamu!" kata ane
"yaudah tidur ya nia sayang " kata nyokap ane mengecup kening nia , dia bawa bantal guling kesukaannya . ane tiduran agak kepojok kasur sambil cek hp dan bales sms sms dari temen temen .
"bang tidur napa udah malem , maen hp terus" kata nia disebelah ane
"ih serah gw niaaaa" kata ane
"bang dapet salam dari elsa loh" kata nia
"iya mana nomornya elsa?" kata ane
"iya besok ya bang , nia ngantuk" kata nia
"yaudah tidur " kata ane bangun lalu mematikan lampu
"baaannnggg jangan di matiin lampu bang!!!" kata nia
"astaga niaaa , gw mau tidur!!!" kata ane . pusing juga punya saudara kaya gitu ya gan kalau udah beda pendapat . apa lagi cewe




Lihat Semua Daftar Part Terbaru


Source : Kaskus

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Silahkan Berkomentar Dengan Sopan :)