Petualangan Anak Banten Part 51


Petualangan Anak Banten Part 51
( Ular ? )

"toloonnggg!!!" teriak ane . ular hitam itu mengejar ane . sangat besar
"tolong siapa pun tolong!!!!!!!!!!" ane tengok kebelakang ular itu seperti akan mengigit ane .
"bro sandi cepat lari , saya akan menghadangnya!" mbah put tiba tiba datang dibelakang ane , belum sempat ane bertanya, mbah put diserang oleh kepala ular itu hingga tergeletak . ular itu mendekati ane kemdian menabrak badan ane . .

lalu "BRUUUKKKK" ane terjatuh dari tempat tidur , rasanya memang seperti terpental .

"bang bang lu kenapa?" nia membantu membangunkan ane yang masih linglung akibat mimpi itu.
"ehh duh pala gw sakit" kata ane memegang kepala yang terpentok lantai
"lu ada apa sih? teriak teriak minta tolong, nia bangunin dari tadi malah jatuh" kata nia disebelah ane
"gw ..... gw mimpi dikejar ular besar nia . mirip seperti ular nyai pantai dulu" ane teringat kejadian ane dulu , ane menatap nia , kemudian nia memeluk ane
"moga abang ga kenapa kenapa lagi" kata nia
"yaudah sono lu mandi , ini udah siang" kata ane melihat jam
"iya bang nia kekamar mandi dulu bentar" kata nia kemudian keluar kamar

Ane masih memikirkan kejadian itu , mbah put? ane mau bertanya tadi tidak bisa. mata ane telah ditutup oleh paman andi .

"mbah put ada disini ga?" kata ane melihat sekitar kamar ,
"saya pusing mbah, kenapa ular itu kembali" kata ane menunduk, ya sudah beberapa minggu dari kejadian mata ane ditutup oleh paman ivan

Tak ada suara apapun, tak ada gerakan dan bayangan apapun. mata ane memang mungkin benar benar tertutup. sedang tertunduk nia masuk cuma pakai handuk ,

"woi ada orang woi" kata ane berdiri mengambil handuk dilemari
"santai aja sih bang adik kakak" kata nia duduk didepan kaca besar sambil sisiran
"santai sih santai, awas ada yang liatin lu" kata ane, memang sih ketika nia sedang ganti baju ane selalu suruh semua teman gaib ane keluar, takut di intip. tapi sekarang? mana ane lihat mereka
"bilang atuh ke mereka bang jangan disini" kata nia
"gimana gw ga bisa lihat, yaudah santai aja" kata ane. ane berjalan menuju pintu
"mbah mbah keluar dulu kalau yang didalem" kata ane sambil membuka pintu dikamar
"yaudah gw mandi dulu, cepetan pake bajunya" kata ane, kemudian menuju kamar mandi

Bokap nyokap ane sedang keluar kota ke acara praweding saudara ane selama 2 hari jadi cuma ada ane dan nia. ane panaskan motor ane diperkarangan rumah. tiba tiba ada ular berwarna hitam matanya kuning muncul dari arah rumput rumput didekat tembok mendekati ane. nia yang ada dibelakang ane kaget

"bang bang itu ular bang awas!" kata nia
"udah santai aja ntar gw injek pake motor" kata ane
"kalau ga kena gimana? kalau lu digigit gimana bang ih cari gara gara aja, dipukul aja pake kayu" kata nia
"bentar gw ambil sapu" ane lalu mengambil sapu yang ga jauh dari pintu depan rumah ane. sapu lidi
"mati lu, mampu lu, monyet lu, awas jangan berubah jadi cewe cakep" kata ane memukul mukul ular hitam itu sambil jongkok, ular hitam itu ga mati mati tapi ular itu juga tidak menyerang ane.
"bang itu tuh ular bukan monyet ih" kata nia ,
"nih ular mau nya apa sih. diserang ga mati malah liatin gw" kata ane mengarahkan kepala ane kekiri kenan dan diikuti oleh si ular
"hahaha suka kali bang sama lu" kata nia tertawa
"yaudah yu jalan dah, nih ular jadi jadian kali" kata ane kembali kemotor. ane perhatikan tuh ular melihat ane

Sampai sekolah seperti biasa ane antar nia kekelasnya , eh didepan kelas ada elsa

"cie cie deket banget sama abangnya" kata elsa
"iya dong, gw kalau disekolah pacar pertamanya abang gw lu kedua sa haha" kata nia
"ngomong apa sih lu nia, sono taruh tas dlu" kata ane
"iya banggg dahh" kata nia
"yank kamu merasa diikutin ga?" kata elsa
"kenapa memangnya?" kata ane
"heemm ga ko engga, yaudah kamu kekelas ya belajar yang bener" kata elsa, ane melihat mata elsa melihat kearah belakang ane terus
"ada apa sih sa? ada mbah put?" kata ane
"bukan yank, ini ular" kata elsa agak kaget
"ular siapa? gede ga?" kata ane
"eh tapi hilang yank" kata elsa
"yaudah aku kekelas dulu daahh" kata ane meninggalkan elsa

Sampai kelas ane disamperin ivan dan genk ane.

"san san gawat" kata ivan
"apa van apa? lu ditonjok?" kata ane
"bukan" kata ivan
"lu di keroyok?" kata ane
"bukan " kata ivan
"lu diperkosa? parah tuh yang perkosa kaga liat barang " kata ane ,
"bangke bukan!" kata ivan
"apa atuh?" kata ane
"lu dengerin gw ngomong dulu baru jawab" kata ivan
"iyaaa" kata ane
"tetangga gw kemaren sore ada yang gantung diri san. suasana kampung gw jadi mencekam pas malemnya" kata ivan , ane lalu jalan menuju pintu kelas
"woiiii bego lu maen jalan aja" kata ivan
"gw kira apa lu mau mati van " kata ane , ane menuju kursi ane , paling belakang . mereka samperin ane
"bantu gw lah brooo. ga bisa tidur gw semalem jadinya. lama lama gw mati juga" kata ivan
"lu kan udah tau van, mata gw udah ga bisa lihat gituan, nanti aja abis lulusan gw kesana gimana?" kata ane
"ya gw yang gantung diri san di intip setan tiap malem" kata ivan
"cecep tuh bisa" kata ane tunjuk cecep
"ya bantu sama lu san, ilmu putih lu itu masih ada" kata cecep
"jelangkung lagi hayo" kata ane
"gila lu nanti gw jadi pocong lagi" kata ivan
"lahh bagus dong" kata ane
"gilaa lu sandi , orang paling gila lu doang dsini" kata ivan mereka tertawa
"yang gantung diri cewe apa cowo?" kata ane
"cewe" kata ivan
"cakep ga?" kata ane
"kembang desa coy , dia tuh bunuh diri gara gara dipaksa nikah" kata ivan
"jam berapa kita kesana??" kata ane
"bangke lu giliran cewe cakep aja jalan, udah mati woi !!" kata ivan, teman teman ane tertawa semua

Hari itu serasa aneh buat ane walau penuh canda tawa bersama teman teman ane tapi perasaan ane agak ga enak gatau kenapa. ane dan teman teman ane akan kerumah ivan sekitar jam 6 sore jadi ane akan pulang kerumah dulu . ane nia dan elsa menuju parkiran bareng .

"yang nanti nitip nia ya malam" kata ane, nia menatap ane
"ih bang kenapa?" kata nia
"gw mau kerumah ivan" kata ane
"ikutt" kata nia
"lihat setan mau lo" kata ane
"ih ga jadi deh" kata nia
"mau sekarang ke rumah elsa apa sore gw anter?" kata ane ke nia
"yank aku kerumah kamu dulu deh, baru nanti sore aku sama nia ke rumah aku yank" kata elsa
"oke deh kalau gitu yu jalan" kata ane, ane bonceng nia karena nia gamau bawa motor sendiri, tadinya mau bonceng elsa

Sampai rumah ane kami ngobrol sambil bercanda bertiga. elsa bilang ada sesuatu yang lain mengikuti ane tapi ane tidak merasakan apa apa, sampai sore itu nia dan elsa ke rumah elsa dan nanti malam ane jemput si nia sementara ane bergegas pergi ke camp tempat nongrong genk ane, ane melihat boneka jelangkung dalam tas cecep, "buat jaga jaga" kata cecep ke ane. sudah berkumpul semua lalu kami on the way rumah ivan . gambaran untuk rumah ivan itu ada dikampung, ya ga kampung kampung banget sih tapi agak dalam aja . melewati jalan agak kecil yang sebelah kiri dan kanannya pohon bambu .setelah sampai kampung ivan hawanya memang agak berbeda , kami semua parkir didepan rumah ivan . rumah ivan sih cukup besar , ada adiknya ivan masih sd cewe semua datang menghampiri ane yang baru aja turun dari motor , ane memang cukup mengenal keluarga ivan karena ya teman dari kecil serta 1 sekolah terus .

"bang sandi hai apa kabar" ujar adiknya yang masih kecil imut dan lucu ga seperti abangnya
"baik dekk, kamu gimana hayo kabarnya" kata ane menunduk
"baik bang, maen yu bang kebelakang" kata adik ivan, tangan kecilnya menarik narik tangan ane
"duh deee ini abang sandi mau maen sama aa ivan, dah sana main sendiri dlu" kata ivan
"yaahh, nanti kesana ya bang sandi" kata adik ivan
"okeee" kata ane

.....................................................................................

"hawanya ga enak van" kata boni
"iya nih gw aja yang ga bisa ngerasain jadi ga enak" kata marwan
"nah itu maksud gw, semenjak itu tuh dirumah itu" menunjuk arah sebelah rumahnya yang lebih kecil
"maen sekarang?" kata cecep
"apaan?" kata ivan
"jelangkung" kata cecep
"kaga ah kaga mau gw, trauma gw kemasukan pocong" kata ivan
"kali kali lu jadi pocong lagi van" kata ane
"seneng banget sih lu san liat gw menderita" kata ivan , kami semua tertawa
"kalau ga seneng lihat lu menderita dan menertawai lu. itu namanya bukan sahabat bro" kata ane menepuk pundaknya
"haha bisa aja lu bro sandi" kata ivan

Singkatnya kita semua menuju rumah TKP, tapi berhubungan dikunci dari luar dan tidak ada orang kamu mengurungkan niat untuk mengecek. bukannya bantu malah nanti disangka maling . . dah gitu karena tidak jadi masuk kami bakar bakar ayam dan ikan diperkarangan rumah ivan malam itu bersama bokap nyokap ivan serta adik ivan. lagi asik nyanyi nyanyi dan bercanda depan api ,posisi ketika itu badan ane membelakangi rumah kosong disebelah rumah ivan kepala ane seperti ditimpuki sesuatu. "tuuukk" seperti batu kecil, ane lihat kearah belakang tidak ada apa apa. ane kembali ngobrol dan "tuuukk" kena pundak ane kedua kalinya, ane lihat ga ada apa apa juga. "ini siapa sih malem malem nimpukin gw batu" kata ane dalem hati, ketika itu cecep dan marwan sedang kedalam mengambil kecap. lalu "tuukkk" ini agak sakit karena agak besar batu yang mengenai kepala ane, ane tengok kebelakang samar samar ane melihat sesosok baju putih, dengan rambut yang dikedepankan (bayangin dah), samar samar ada suara orang menangis dan berbisik ditelinga ane

"toloong saya, saya tidak mau dinikahkan paksa, tolong saya, saya kesakitan" suara itu sangat lirih sekali .

ane perhatiakan terus itu sesosok baju putih itu , dia menyibak rambutnya dan terlihat mukanya . ya seperti itu . matanya melotot , ada hitam hitam disekitar matanya (lihat aja digoogle gambar kunti susana , seperti itu rupanya ) ,

"woi lihat apa lu?" suara ivan mengagetkan ane yang memang agak takut (udah lama ga lihat jadi ketika lihat lagi jadi serem banget dah)
"ah ga van tadi gw lihat kebelakang takut ada ular hehe" kata ane sengaja berbohong karena ane gamau ivan dan keluarganya ketakutan. ane lihat kebelakang lagi sudah tidak ada sosok itu. "syukurlah" kata ane dalam hati. ane berpikir sesaat, "bukannya gw udah ga bisa lihat setan sekarang?" "apa setan itu berbeda?" "apa setan penasaran lebih mudah dilihat manusia?"

Sudah pukul setengah 9 malam , ane dan teman teman ijin pulang keorang tua ivan . dijalan kami semua berpisah karena ya ane mau kerumah elsa dulu jemput nia dan tidak ada teman ane yang kearah sini . ane memacu motor ane agak cepat karena jalannya yang sangat sepi dan agak gelap karena lampu jalan masih kurang , kiri kanan kebun kelapa sawit . belum sampai rumah elsa ane serasa diikuti oleh 2 motor dibelakang ane , ane pacu agak cepat tapi motor mereka lebih cepat hingga ane di pepet , ada 4 orang

"TURUN LO ATAU GW TUSUK!" kata salah satu dari mereka, mereka semua memakai penutup wajah
"iya bang iya" kata ane kearah pinggir, ane gugup banget dah. mbah put kemana, saya dirampok ujar ane dalam hati
"serahin stnk motor ini atau mati lo!!" kata orang itu yang turun dari motornya ,

Tiba tiba salah satu dari mereka terjatuh dari motor, lehernya seperti terlilit sesuatu.

"WOI LO APAIN TEMEN GW!" kata orang itu mengarahkan pisaunya kemuka ane, ga lama tuh temannya yang terlilit seperti terlepas
"sumpah bang gw gatau " kata ane bingung
"uu uuu uullllaarrr bang itu!!" kata kawan orang yang tadi seperti terlilit itu melihat kebelakang ane
"sialan lo pake ilmu! cepetan cabut!" kata orang itu, mereka semua pergi

"lohhh mbah put ko jadi ular ?" kata ane melihat sekitar tidak ada apa apa, sepi, gelap, sendirian, ada suara dari arah kebun sawit diseberang jalan, suara gesekan rumput "sreekk sreekkk". dalam hati ane "wah parah ada yang mojok nih......."


Haha dapat ijin dari ivan buat diceritain tentang tetangganya yang itu . tadinya mau langsung loncat ketika ane sudah lulus dan skip beberapa kejadian tapi tak apa lah diperpanjang dikit cerita ane hehe (kalau yang tidak berkenan komeng aja ya nanti ane skip langsung). spoiler tentang chapter 3 itu akan ada dibeberapa part kedepan . terimakasih sudah menunggu ane ga update 3 hari

ane ga akan bisa menulis semua ini tanpa bantuan teman teman kaskuser jadi ane terimakasih sudah banyak dukungan




Lihat Semua Daftar Part Terbaru


Source : Kaskus

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Silahkan Berkomentar Dengan Sopan :)