Petualangan Anak Banten Part 57
( Kalung Perak )
( Kalung Perak )
"bang kita pulang aja hayo" kata nia
"gw mau tau si aldi maunya apa sih" kata ane agak emosi ,
"eh sandi tenang dulu napa" kata siska
"tau nih teh, bang sandi emosian aja" kata nia memegang tangan ane
"memang dia siapa lu san?" kata siska
"cewe gw" kata ane, ane menarik napas panjang panjang "tahan san tahan" seperti ada suara dihati ane, tapi bukan mbah put
"waduh parah ya cewe lu" kata siska, "ya lu lebih parah sis" kata ane dalam hati
"ya memang" kata ane, pandangan ane masih kepada elsa dan aldi, mereka seperti sengaja memanas manasi ane dari kejauhan yang sedang berpelukan. Elsa meluk aldi depan umum! buset dah karena ga tahan ane lepaskan tangan nia. ane lari sekencang kencangnya ke arah mereka ! .
"BANG SANDI BERENTI!" kata nia tapi ane tau nia ga kejar ane, ane juga ga memperdulikan omongan nia ketika itu. ane lari menghampiri mereka yang masih bermesraan itu. sampai depan aldi ane layangkan pukulan ane mengenai dagu aldi. tapi dia seperti tidak merasakan apapun (malahan tangan ane yang agak sakit). dia kaget melihat ane sekaligus melihat ane dengan tatapan marah
"eh lo apa apaan hah mukul gw?" kata aldi
"lu ga usah mesra mesraan sama...." kata ane , dipotong oleh elsa
"KITA PUTUS SANDI!" kata elsa
"hah?" kata ane menatap elsa tidak percaya
"hah ga salah denger gw?" kata ane.
"lu tuh sama aja kaya preman tau ga! apa apa pukul! tahan emosi lo! " kata elsa menangis
"gw sebenarnya mau milih lo dari aldi! "kata elsa ke ane
"kalau milih gw dari sekarang bilangnya sa. gw tuh sayang sama lo sa makanya gw lakuin ini" kata ane
"CUKUP SANDI!" elsa teriak cukup keras , lalu . . .
"kenalin di, sandi itu sekarang MANTAN GW!" kata elsa ke aldi yang berada ditengah tengah kami . ane serasa tidak percaya , lutut ane seperti kosong (bukan sering ya ...) , badan ane panas .
"gw mau hajar nih orang" kata aldi mendekati ane tapi ditahan elsa
"kamu mau jadi seperti dia?" kata elsa
"kamu mau jadi tukang pukul?" kata elsa ke aldi, anjrrrittt hati gw coy sakit banget! untung hati gw bukan gorengan tempe setengah mateng! kaga lembek!
"haha tenang aja sayang, aku ga akan seperti orang ini" kata aldi melihat ane meledek
"badan gw memang gede san, tapi gw ga mau jadi berandalan kaya lo! dasar preman miskin ! " kata aldi."JLEEBB" , badan gw seperti dimasukin sesuatu pasti mbah put .
"heh setan jaga omongan lo! " kata ane sudah memasang kuda kuda menyerang (bergerak sendiri)
"gw memang miskin! gw orang ga punya! tapi omongan lo lebih miskin dari gw!" kata ane
"badan gede nyali kecil lo!" kata ane lagi
"masih takut sama cewenya, gw sih malu!" kata ane sambil mengacungkan jari tengah .
"bangs*d lu ya" kata aldi mendekati ane, lagi lagi dihadang oleh elsa
"udah udah hayo pulang yank, kamu pasti kalah kalau sekarang melawan dia, dia pakai ilmu" kata elsa, yang kemudian tangan aldi ditarik oleh elsa masuk ke mobil (elsa pasti lihat mbah put)
"awas lo ya gw bales nanti" kata aldi
"GW TUNGGU!" kata ane
"cemen lo pake ilmu!" kata aldi
"lo juga pake biar sama!" kata ane nantangin
Kemudian ada seseorang datang disamping ane "woi ada apa ini"
"masih idup lo ANDI!" kata elsa
"haha kenapa? kaget elsa?" kata andi
"oh lo andi ya?" kata aldi
"ya gw andi dan gw saudara orang ini kenapa memang !" kata andi menunjuk ane
"ohh iya elsa pernah cerita sama gw perang saudara antara andi dan sandi , hitam dan putih , dan ternyata sekarang sudah berteman ya ahahaha dasar bego lo semua plin plan!!" kata aldi
"sini lo kalau berani monyet" kata andi berusaha mendekatinya , ane menahan andi
"haha nanti gw datangin kalian berdua tenang aja" kata aldi yang kemudian masuk mobilnya, dia memundurkan mobilnya tepat mengarah ke ane dan andi tapi kami menghindar (niat bener mau nabrak kami). lalu dia pergi
"lo punya masalah apa gitu sama itu gorila?" kata andi
"dah ga usah ikut campur di, ini urusan gw" kata ane
"yaelah lu masih ada kaga percaya sama gw" kata andi
"bukan gitu di" kata ane
nia dan siska mendekati ane dan andi .
"udah lah bang, jadi seperti ini kan jadinya" kata nia cemberut
"dia udah menghina gw nia, lu mau dihina kaya gitu?" kata ane , nia diam aja
"hina lu apa?" kata siska
"dah bukan apa apa" kata ane
Kami lalu duduk ditrotoar tempat tadi mobil andi parkir. siska dan andi masih sibuk ngobrol sementara ane dan nia diam . pikiran ane kacau , baru pertama kali ane dibilang "kang pukul dan preman miskin" , kata kata itu seakan berdengung telinga ane dan masuk ke otak ane yang paling dalam (lebay) .
"san gw sama siska balik duluan ya, sorry ga bisa temenin lama lama" kata andi
"ya di ga apa apa" kata ane .
"kalau lu ada apa apa bilang aja sama gw san, tenang aja ilmu hitam gw udah dicabut, gw mau belajar ilmu putih" kata andi
"ya bagus deh di kalau lu tobat" kata ane
"ya gw juga gamau lah jahat terus, yaudah duluan ya san, nia" kata andi
"duluan ya sandi" kata siska senyum manja ke ane ,
"sip hati hati" kata ane
Tinggalah ane dan nia berdua , nia masih diam aja sama ane , ane tahu nia marah banget sama ane , tapi ane juga tau nia ga suka ane dihina seperti itu oleh teman satu kelasnya elsa . ga lama ada yang memanggil ane
"sandi nia kalian ngapain?"
"ehh teh cindy baru pulang dari jakarta ga ngabarin nih" kata nia memeluk cindy yang ada didepan kami , ane salaman dengan cindy (saudara ane)
"iya nih teteh baru pulang semalam , tadinya mau kerumah kalian tapi cape , tadi teteh ke rumah nia tapi kata tante kalian joging hehe" kata cindy
"gimana kabar lu?" kata ane ke cindy
"baik nih san , lu?" kata cindy
"baikk" kata ane
"nia baik ? makin cantik dan sekarang udah gede ya " kata cindy
"ya lah makan nya banyak , apa lagi ngemilnya udah kaya kebo" kata ane , nia cubit pipi dan pinggang ane "adauuww sakit" kata ane
"ih bang sandi nia kan lagi ngambek jangan dibercandain!" kata nia
"ngambek kenapa nia ? jangan ngambek aja sama abangnya atuh" kata cindy
"tuh dia berantem terus" kata nia nunjuk ane
"wah lu dari kecil ga berenti ya mukul orang ga berubah" kata cindy , ane cuma senyum kecut
"san pikirin masa depan lu jangan berantem terus lah" kata cindy
"iya kaga" kata ane jawab singkat
"oh ya lu kalau nanti lulus smk , kalau mau kuliah atau kerja nanti dirumah gw aja yang dijakarta ya" kata cindy
"ah gw mau ngekos aja lebih bebas" kata ane
"ya bebas kali gw juga san , kan gw cuma sama pembantu berdua doang " kata cindy
"gimana nanti dah" kata ane
"nanti sama nia , nia kalau mau kuliah dijakarta sama teteh aja ya" kata cindy
"siap teh , ga ngerepotin kan?" kata nia
"iya engga ko nia , malah seneng banyak saudara" kata cindy .
"makasih ya teh" kata nia
"iya nia hehe . eh san , gw bawa orang yang mungkin lu kenal dulu pas kita TK" kata cindy
"siapa?" kata ane
"sela " kata cindy
"sela? lupa gw" kata ane
"ya pertamanya gw juga lupa , pas diinget inget dia tuh teman kita dulu , dia sekelas sama gw dijakarta san , dan sekarang dia dirumah gw" kata cindy
"cantik loh san , katanya dia mau lihat lu sekarang" kata cindy
"siapa gitu teh?" kata nia
"teman kita pas tk dulu dengan caca juga " kata cindy
"memangnya dia yang mana sih? lupa gw" kata ane
"dah nanti juga lu tau , makanya keteman diinget" kata cindy
"dia tuh pindah sekarang ada dijakarta san " kata cindy lagi
"ohhhh" kata ane
"yaudah yu joging lagi" kata cindy
"ga mood gw , kalian aja dah gw tunggu disini" kata ane
"yaah bang , nia juga ga mau deh" kata nia kembali duduk
"yaudah mendingan kita pulang aja" kata cindy
Kami lalu pulang bertiga jalan kaki , ya cindy juga kesini jalan kaki tadi . sepanjang jalan ane masih memikirkan elsa , hati ini hancur seperti sudah tidak berbentuk saat itu , "tega banget kamu elsa bilang seperti itu sama aku " hati ane menangis . "gw kan cuma mau lu sadar sa , tapi ya mungkin gw salah sa" kata ane dalam hati
sampai rumah cindy , ada cewe yang memang sih agak agak ane kenal , badannya tuh gitar spanyol banget dah (segitu ane lihat dia pakai baju tidur tapi agak kekecilan sih , mungkin punya cindy . apa lagi pakai baju ketat ) .mukanya jangan ditanya atuh gan , tapi sayang seribu sayang rambutnya ga panjang cuma sebahu lalu dia mendekati ane dan nia
"sandi kan?" kata cewe itu
"iya , ini siapa ya lupa" kata ane
"ini gw sela dulu temen lu ketika TK dan SD kelas 2 habis itu gw pindah rumah" kata sela
"ouhh haha iya iya" kata ane sedikit mengingat
"yang mana hayoo tebak?" kata sela
"ya selaa yang dulu , terus mana lagi hehe" kata ane , mereka tertawa
"lu ya dari dulu lucu dan konyol , oh ya gw turut duka cita dengan caca" kata sela
"iya sela , makasih" kata ane
"jodoh lu disana gw tau caca san" kata sela
"hehe iya makasih sel" kata ane
"ini pasti nia yaa adik sandi?" kata sela salaman sama nia
"iya teh salam kenal" kata nia
"dulu kamu kecil ya , sekarang bohay" kata sela
"iya makannya ga ketulungan" kata ane , lalu nia cubit ane kencang banget di pinggang
"ihh bang sandi!!!" kata nia
"haha ga apa apa atuh nia , segini udah bagus cantik" kata sela
"hehe makasih ya teteh , teteh juga cantik banget" kata nia
Lalu kami semua ngobrol diruang tamu rumah cindy , ane agak keran dengan kehidupan ane , ane bisa dibilang biasa aja orangnya, tapi ane dikelilingi oleh wanita wanita cantik , entah itu teman , adik , mantan , saudara , doi , sampai hantu gentayangan . doi ane siapa? nanti diakhir cerita juga tau . karena badan ane gerah banget , ane ijin pulang dulu untuk mandi . ane jalan kaki sendiri soalnya nia masih asik ngegosip bareng mereka (gitu dah kalau udah ketemu teman sejenisnya udah ga bisa diajak pulang )
sudah agak dekat dengan rumah ane tiba tiba dari arah belakang , ane dikagetkan oleh ada suara klakson mobil "TIIINNN!!!!!!!!!!!" kencang sekali ,lalu ane menoleh kebelakang mobil aldi . tapi aldi tidak turun yang turun hanya elsa . dia mendekati ane
"aku mau balikin sesuatu" kata elsa ,
"sa aku mohon cukup semua ini, aku minta maaf sama kamu" kata ane berbicara lirih
"kita putus , aku udah ga butuh kamu apa lagi kalung murahan itu" kata elsa , dari tangan elsa dia membuang "KALUNG" perak yang ane beli dengan mengumpulkan uang jajan ane beberapa minggu itu ke "TANAH" lalu dia meninggalkan ane masuk lagi ke dalam mobil itu tapi belum pergi. ane lihat aldi tersenyum pada ane . ya air mata ini keluar tanpa ada halangan walau hanya sedikit. , harga diri ini kemana? , ane mengambil kalung itu yang ada tepat didepan kaki ane , ane pandang kalung itu sambil berjongkok. "gw beli ini sampai rela menyisihkan uang jajan gw dan ngambil duit tabungan gw , apa ini balasanya?" ane berbicara pelan , lalu ane kembali berdiri
"ini balasan kamu elsa?" kata ane berbicara depan mobil aldi sambil mengepal kalung nama itu , ane tahu elsa tidak mendengarnya , emosi bercampur sedih
tertera nama dikalung itu
"Sandi & Elsa" </3
Lihat Semua Daftar Part Terbaru
Source : Kaskus

Silahkan Berkomentar Dengan Sopan :)