Petualangan Anak Banten Part 41


Petualangan Anak Banten Part 41
( Awal Baik Atau Buruk ? )

"eh bang sori bang sori gw ga tau" kata tuh cowo
"kita putus , gw males sama lo! !!!" kata nia menarik tangan ane menuju lorong sekolah , ane memberikan jari tengah pada tuh cowo , dia cuma menunduk
"maaf banget ya bang , sakit ga?" kata nia
"yaa dikit , lumayan sarapan pagi di tonjok sama calon adik ipar , untung cuma calon , siapa namanya?" kata ane
"ih bang udah geh , nia udah putusin kan tadi , riski bang" kata nia
"gw gamau lu pacaran mulu nia , sekolah yang bener dulu!" kata ane
"iya bang maaf , mereka nya aja yang terus hubungin nia" kata nia
"mereka? wah banyak dong cowo lu" kata ane
"ihhh cuma temen , cowo mah cuma satu yang tadi tapi kan udah putus jadi jomblo deh" kata nia
"makanya jangan suka kasihin nomor" kata ane
"iya iya maaf ihh , eh bang lu aja jadi pacar gw yaa" kata nia
"apaan sih nia , mulai gila lu ya?" kata ane melepaskan pegangan tangannya
"bang hayo lah pura pura aja , nia males teman teman cowo nia pada mintain nomor nia terus" kata nia kembali memegang tangan ane
"tapi inget ya nia , gw ga mau ada ribut ribut " kata ane
"siap abangku sayang" kata nia

kami jalan didepan kelas anak kelas 1 layaknya orang pacaran , kelas nia agak ketengah sementara kelas ane kelas 3 paling pojok . ada banyak kelas disekolah ane , yaa kelas 1 aja ada 14 kelas . ane perhatikan tuh cowo cowo kelas 1 yang beda jurusan sama nia tampak ga suka melihat kami , ane sih cuek aja lah . sampai dekat kelas nia ada genk ane , mereka sih udah kenal sama nia dari smp kecuali cecep

"wihhh makin cantik aja nih niaa" kata ivan
"beda sama abangnya busuk" kata ivan lagi mereka tertawa
"ihh ka ivan jangan bilang bilang kita adik kaka ya , bilang aja pacaran" kata nia
"kalau gitu mah gw aja nia dah yang jadi pacarnya walau pura pura ga apa apa hehe" kata ivan
"lu jomblo akut sih van" kata ane , mereka tertawa ngakak
"sial lu buka kartu san" kata ivan
"eh tapi boleh juga tuh adek lu san" kata cecep
"ohh tidak bisa , yu lah anter gw kekelas lagi" kata ane ,

mereka mengikuti ane dan nia dari belakang , kami seperti dikawal , sampai depan kelas nia ada teman temannya nia yang kemarin ada dirumah ane , ada tuh cewe yang cantik banget imut mukanya langsung samperin ane
"hey ka sandi" kata dia senyum , gila nih cewe walau kelas 1 cantik banget lihat senyumannya
"hey juga " kata ane bales senyumnya
"cieee" kata nia
"apa sih niaa" kata ane
"elsa" kata cewe itu memberikan tangannya sama ane
"sandi" kata ane
"kaya orang pacaran aja nih ka sandi sama nia" kata elsa melihat kami berdua
"kita memang pacaran sa hehe" kata nia
"huuuusss pura pura" kata ane
"sa bilang aja kalau ada cowo yang nanyain gw , gw dah ada cowo dan tunjuk aja kelas abang gw ya, gw males disini cowonya pada mintain nomor gw mulu , gw juga baru putus sama si riski" kata nia
"sip nia tenang aja , eh kenapa putus?" kata elsa
"dia mukul abang gw tadi diparkiran kan ga punya pikiran banget" kata nia berkata pelan pada elsa
"gila ya tuh orang haha" kata elsa ,
"ehh kenalan dong" kata ivan tiba tiba dipinggir ane ngomong sama elsa
"elsa ka" kata elsa ,
"ivann, boleh ga minta nomornya" kata ivan
"dah dah dah ke kelas yoo" kata ane ke ivan dan yang lainnya
"dah nia dah elsa" kata ane senyum ke mereka
"ga asik lu san , takut gw tikung yee" kata ivan disamping ane
"ahahaha ga bakalan takut gw ditikung sama lu" kata ane

sampai kelas ane pilih tempat duduk paling pojok biasa sama anak anak , lagi ngobrol canda tawa eh ane lihat elsa ada didepan pintu kelas ane, ane samperin tuh elsa , disamping elsa ada nyai ro
"ka san ini nyai nya nempel sama aku terus" kata elsa
"lohh ko kamu bisa lihat? kamu bisa tau" kata ane kaget , secara nyai ro tingkatnya lebih tinggi dari setan biasa , seharusnya dia tidak bisa lihat
"ga tau ka, kata nyai ro dia teringat pemiliknya dulu kalau dekat sama aku" kata elsa , ane lalu bertanya ke nyai ro (dalam hati)


Quote:
"kenapa nyai ngikutin elsa?" kata ane
"aura dek elsa sama dengan aura dek caca bro sandi" kata nyai ro , auranya sama dengan caca? berarti kuat juga nih si elsa ? ane berpikir sejenak
"tapi ngomong dulu sama saya atuh nyai , jadi ga enak sama elsanya" kata ane
"iya maafkan saya bro sandi" kata nyai ro
"yaudah ga apa apa ko nyai , nyai jadi mau sama elsa?" kata ane
"tidak bro sandi , saya tetap bersama bro sandi" kata nyai ro
"oke terimakasih ya nyai" kata ane
"baik bro sandi" kata nyai ro


"maaf ya elsa ya memang kata nyai dia suka sama aura kamu?" kata ane
"iya ka ga apa apa ko , seneng ko diikutin macan cewe" kata elsa senyum
"kamu bisa lihat juga ternyata?" kata ane
"iya ka bisa , apa lagi yang satu lagi agak besar , lucu ngegemesin ya " kata elsa senyum
"ohh mbah put itu yang satu lagi" kata ane
"iya macannya ndut lucu" kata elsa
"ihh ga gendut sa, cuma agak aja besar hehe" kata ane
"hehe iya deh gimana kk aja" kata elsa kami tertawa.

"triiiing triiiiinnnnnngg" suara bel tanda masuk kelas
"eh sa tuh udah bel masuk gih" kata ane
"siap ka , eh ka jangan bilang bilang nia ya aku bisa lihat" kata elsa dia lalu pergi

guru ane pun ga lama datang dan kami memulai pelajaran metematika diawal masuk kelas 3 . sampai jam istirahat

"semua makan yo dikantin" kata ivan ke genk ane , kami pun keluar makan dikantin yang dekat dengan kelas satu , ane lihat si riski yang tadi tinju ane diparkiran lagi makan dan tertawa bersama teman temannya , melihat ane dia jadi diam dan tampangnya tidak suka . ane ga cerita ke temen temen ane masalah di tinju sama kelas 1 , kalau cerita dah digebukin tuh bocah .

"biasa mak pake telor" kata ane memesan makanan

ane sengaja duduk berhadapan dengan si riski , jadi meja 2 kursi panjang , yang sebelah sana kelas 1 teman dia semua , disebelah ini ane dengan teman teman ane , lagi enak enaknya makan tuh genderuwo si cowo itu membelakangi ane berusaha memasuki badan ane tapi ga bisa , ane menatap si riski , cecep yang disebelah ane sudah memberikan aba aba kalau dibelakang ane ada jin.

"lu kalau ga suka sama gw , ga usah pake jin lu masuk masuk ke badan gw , sini sama gw langsung" kata ane memukul meja makan , mereka semua kaget
"eh siapa yang pake jin bang , pede banget sih" kata riski nyolot
"dek lu tuh masih kelas satu udah ngelunjak , kita tuh bisa lihat" kata cecep
"ini orangnya kenapa san?" kata ivan langsung menarik kerah si riski
"dah dah cukup , gw ga mau ada ribut ribut" kata ane , ane melepaskan tangan ivan dari kerah baju si riski , ane lihat teman temanya semua menatap ane
"kenapa? kalau ga suka sama gw ngomong sekarang!!" kata ane berdiri pada mereka ngomong agak keras
"ga ko bang" kata mereka kemudian menunduk , kalau ga dikerasin nanti ngelunjak
"yaudah lanjutin makan" kata ane kembali duduk dan makan

sesudah itu suasana menjadi sangat kaku dan diam semua . dibelakang ane ternyata ada ayu teman osis ane datang.
"heyy sandi" kata ayu , ane menengok kebelakang
"eh ayu , gimana kabarnya" kata ane
"baik , sandi sendiri gimana" kata ayu , yang mengambil kursi duduk didepan ane
"abisin dulu makanan lu bego" kata ivan
"udah kenyang ah liat cewe haha" kata ane , ane natap ayu senyum
"san , besok pulang sekolah kita ada kumpulan osis angkatan kita , dateng yaa" kata ayu
"siap dah , ayu ada kan?" kata ane
"iya ada tenang aja " kata ayu
"kemarin prakerin gimana?" kata ane
"lancar san , kamu?" kata ayu
"ya lancar banget hehe"
"eh, aku san ke kelas dulu ya ada tugas soalnya dahhh" kata ayu
"daahhhh hati hati" kata ane , ane balik badan piring ane udah ga ada
"eh piring gw mana van?" kata ane
"lahh kata lu kenyang , gw taro di tempat cuci piring noh " kata ivan , memang piring ane sudah ditempat cuci piring
"bangs*d gw masih laper" kata ane , mereka semua tertawa temen ane dan kelas 1 , keculi si riski masih menunduk aja

sampailah jam pulang sekolah , nia menunggu ane didepan kelas ane . dia cerita kalau hari ini banyak tugas dan teman temannya akan kerumah kami lagi nanti sore , kebetulan nih ada elsa lagi hehe . ane keparkiran bareng nia sambil berpegangan tangan (yang yang megang nia) , ane dudukin motor serasa kempes nih ban , ane cek ban depan bener aja kempes dan setelah ane cek tidak ada paku . wah ini pasti ada yang kempesin pikir ane.

Quote:
"mbah putt!!" kata ane
"iya bro sandi" kata mbah put
"udah tau tambal ban belum" kata ane
"belum bro sandi" kata mbah put
"yaudah nanti aku tunjukin , ikutin aku aja ya , dan besok tolong jaga disini , siapa yang melakukan ini" kata ane menunjuk ban motor ane
"baik bro sandi" kata mbah put

"bang kenapa?" kata nia
"ini kempes , kayanya sih dikempesin" kata ane
"yahh , siapa ya? sialan banget tuh orang" kata nia

dari arah parkiran belakang ada mobil berhenti dekat motor ane , kaca mobilnya diturunkan ternyata si riski
"nia kalau buru buru mau bareng ga ?,dianterin nih?" kata riski , ko tiba tiba riski dateng? apa cuma kebetulan?




Lihat Semua Daftar Part Terbaru


Source : Kaskus

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Silahkan Berkomentar Dengan Sopan :)